Wednesday, February 27, 2013

Sinopsis : That Winter The Wind Blows – Episode 05

Standard


Oh Soo dan Oh Young sudah tiba ke sebuah sungai yang biasa didatangi ibu mereka saat kecil. Oh Young jadi sedih terkenang masa lampaunya . Oh Young tiba-tiba berjalan menembus tengah sungai . Oh Soo menjadi terkejut dan segera menarik Oh Young dari sungai.

Perlahan-lahan Oh Soo membopong Oh Young menuju sisi sungai .  Oh Soo sempat memarahi Oh Young karena sengaja berjalan ke tengah sungai yang jelas berbahaya dan menamparnya. Oh Young jadi teringat bahwa disaat kecil Oh Soo juga pernah memarahi Oh Young saat masuk kedalam air. Pada saat dibopong , Oh Young mengambil kesempatan dengan menyentuh wajah Oh Soo dengan sentuhan tangannya dan merasakan hidung Oh Soo yang mancung. Oh Young tersenyum sambil mata berlinang.


***
Myungho berada di bekas apartemen Oh Soo yang kini ditempati Moochul. Myungho mengeluarkan kartu nama dan Moochul segera mengerti bahwa Myungho merupakan orang penting dari PL Group dan tunangan dari Oh Young. Giliran Moochul yang bertanya kenapa Myungho mencari seorang penjudi profesional dan masih hidup sebagai penipu seperti Oh Soo.
***
Mereka tiba di mobil . Oh Young merasa kedinginan setelah berjalan ke tengah sungai sebelumnya. Oh Soo terlihat khawatir dan berusaha mengurusi Oh Young sambil mengomeli kenapa Oh Young berjalan menuju ke tengah sungai. Oh Young malah tersenyum dan kemudian tertawa terkekeh.  Oh Soo menegur Oh Young : “Apa kau pikir ini lucu ? ”
Oh Soo kemudian hendak meninggalkan mobil untuk mencari sesuatu yang hangat untuk diminum dan meminta Oh Young mengganti baju di mobil . Oh Young cemas ditinggalkan sendirian dan meminta Oh Soo tidak pergi. Oh Soo malah meledek untuk apa mendengarkan Oh Young yang tak mau mendengarkan Oh Soo. Oh Young terus memanggil Oppa , oppa …oppa tetapi Oh Soo mengunci pintu bergegas pergi untuk mencari sesuatu.
***
Moochul mengatakan pada Myungho bahwa Oh Soo punya hutang kepadanya sehingga menyita tempat itu dan tinggal disana. Moochul juga menjelaskan bahwa nama Oh Soo itu didapat dari insiden kecil ketika ibu Oh Soo meninggalka Oh Soo dibawah pohon sehingga diberi nama Soo.
Moochul kemudian mengambil sebuah majalah yang cover depannya terpampang wajah Sora dan memberitahu Myungho bahwa Sora adalah pacarnya. Myungho terus mendengarkan ocehan Moochul dengan sikap kaku. Moochul mengeluh mengenai wanita , sebenarnya apa yang mereka lihat dari pria seperti Oh Soo ? , memberikan tubuh mereka dan hati mereka. Moochul mendengar bahwa Oh Soo dan Sora sudah putus tetapi bisa saja mereka bersatu kembali. Moochul kembali ke topik utama dan menanyakan kenapa Myungho mencarinya.
Myungho berbohong dengan mengaku bahwa Oh Soo lah yang menyuruhnya untuk mencari Oh Soo yang satunya lagi karena teman dekat tetapi kehilangan kontak. Moochul yang tahu kejadian sesungguhnya tentu saja yakin bahwa Oh Soo tidak ingin bertemu satu sama lain (sebab dunia mereka sudah berbeda antara orang mati dan hidup). Myungho menjadi bingung mendengar ucapan Moochul.
Moochul : “Apakah kau mencari Oh Soo diam-diam tanpa sepengetahuan Oh Soo ? Ahaa , mungkin kau bingung ada dua nama Oh Soo. ” Mochul mengambil sebuah foto yang ada Jinsung , Oh Soo dan Oh Soo yang asli. Moochul memberikan informasi yang mengambang bahwa salah satu di foto itu adalah Oh Soo si penipu.
Usai perbincangan mereka . Moochul melaporkan kejadian tersebut pada Oh Soo yang baru saja membeli sesuatu untuk Oh Young.  Moochul bercerita bahwa Myungho sangat penasaran tentang Oh Soo. Oh Soo menjadi panik dan bertanya apa saja yang dikatakan Moo Chul kepada Myungho . Moochul mengaku telah memberi sebuah foto yang menarik dimana ada Oh Soo yang asli didalamnya. Demikianlah Moochul terus mempermainkan dan mengintimidasi Oh Soo seperti kucing sedang mempermainkan tikus buruannya.

( Di masa lampau , ternyata Moochul masih pria yang lugu dan sedang mengendarai sepeda motor untuk mampir ke tempat Moon Heejoo (kakak Heesun). Heejoo terlihat gembira dan mengabarkan kepada Moochul bahwa Heejoo sedang mengandung anak Oh Soo dan sudah memastikannya di rumah sakit. Heejoo  semakin yakin bahwa Oh Soo akan tetap menjadi miliknya karena terikat oleh bayi itu. Wajah Moochul terlihat sedih mendengar hal itu karena peluang untuk mendapatkan Heejoo semakin kecil.  )

Oh Soo kembali ke mobil dan memberikan apa yang baru dibelinya kepada Oh Young. Mereka akhirnya tidak pulang kerumah. Oh Young mengajak Oh Soo bermain sepeda motor. Hal ini membuat Oh Soo teringat kembali pada kecelakaan yang merenggut nyawa Heejoo. Tetapi akhirnya Oh Soo setuju walau terlihat khawatir.
***
Myungho terus menatap foto yang ia dapatkan dari Moochul sambil berusaha merenungkan hasil  pembicaraan Moochul tadi .
Sementara itu Moochul kembali ke bar dan marah-marah serta memukuli beberapa pegawai disana. Moochul terlalu angker dan menakutkan sehingga yang dipukuli sampai menangis. Setelah itu Moochul tanpa sengaja melihat Jinsung yang sedang menyeret adiknya Jinmi  untuk keluar dari bar. Jinsung saling menatap dengan Moochul tetapi akhirnya Jinsung tidak mempedulikannya dan berlalu dengan membawa Jinmi .
Otak Moochul berputar seakan menyadari sesuatu. Moochul bertanya kepada pelayan bar apakah Jinmi itu pelanggan tetap bar. Pelayan itu mengiyakan dan mengatakan bahwa gadis bernama Jinmi itu hampir tiap hari datang. Moochul tersenyum mendengar itu dan memerintahkan pelayan itu agar memperlakukan Jinmi seperti layaknya tamu istimewa. Tentu saja Moochul berusaha mengambil kesempatan dari Jinmi yang merupakan adik Jinsung karena Jinsung adalah sahabat dekat Oh Soo.
***
Sekretaris Wang berharap-harap cemas karena sampai jam 11 malam  Oh Young belum juga kembali kerumah. Akhirnya Sekretaris Wang menelepon Oh Soo dan meminta menghubungkannya dengan Oh Young. Ternyata Oh Young sedang mandi sehingga tidak bisa menerima telepon. Akibatnya Sekretaris Wang meradang karena merasa tidak pantas Oh Soo dan Oh Young yang walaupun bersaudara tetapi bermalam bersama. Oh Soo pun merasa bahwa Sekretaris Wang bukan ibu mereka jadi merasa tidak perlu meminta ijin pada Wang. Oh Soo memberitahu sebagai bagian dari tata krama agar Sekretaris Wang tidak khawatir. Sekretaris Wang menjadi kesal karena dilangkahi dan akhirnya melempar ponselnya.

Oh Soo mendampingi Oh Young mengendarai sepeda motor . Oh Soo duduk di jok motor belakang tetapi karena tangannya yang panjang maka dia dapat menggapai setang motor untuk membantu Oh Young mengemudikan sepeda motor. Oh Young tampak riang dan sangat menikmati sensasi baru yang jarang dinikmati oleh gadis buta seperti dirinya. Ingatan Oh Young kembali pada masa lalu ketika ibu mereka membonceng sepeda dan Oh Young cilik duduk dibelakang sepeda dan Oh Soo cilik pun mendampingi dengan mengemudikan sepeda sendiri disamping sepeda ibunya. Lain lagi dengan Oh Soo yang tampak bersedih karena teringat masa lalu yang indah bersama Heejoo ketika dahulu juga sedang diatas sepeda motor dan Oh Soo serta Heejoo berteriak dijalanan untuk mengekspresikan cinta mereka. Oh Young benar-benar tampak bahagia sementara Oh Soo yang duduk dibelakang matanya mulai berkaca-kaca.
Bertepatan dengan peringatan kematian Heejoo , maka Heesun dan Jinsung sudah bersiap menata meja dan meletakkan foto mendiang Heejoo. Oh Soo tampak sulit dihubungi (tentu saja karena Oh Soo sedang bersama Oh Young). Heesun menjadi kesal walaupun Jinsung mencoba menenangkannya.  Bukan menerima kabar dari Oh Soo , Jinsung malah menerima kabar tentang ayahnya yang ternyata sudah berada didepan rumah Heesun.
Jinsung menemui ayahnya diluar. Ayahnya malah menggoda Jinsung karena tahu sedang bersama seorang gadis seperti Heesun. Jinsung tampak kesal tetapi ayahnya terus menggodanya . Jinsung menasehati ayahnya agar lebih memperhatikan Jinmi . Jinsung juga mengkritik ayahnya yang terlalu mempedulikan sapi dan alkohol sehingga anak-anaknya terlantar. Ayah Jinsung berkilah dengan membawa mendiang kakek Jinsung kedalam topik pembicaran. Jinsung terus mengecam ayahnya yang telah menggunakan uang kuliah Jinsung dan Jinmi untuk membeli sapi. Jinsung semakin kesal melihat tingkah ayahnya yang terlihat tanpa ada rasa penyesalan . Jinsung kemudian meninggalkan ayahnya.
Pada saat itu Heesun juga sedang menuruni tangga dan tampak kesal karena Oh Soo tidak terdengar kabarnya. Jinsung pun kesal karena Heesun tampak lebih mempedulikan Oh Soo daripada dirinya. Jinsung yakin bahwa Oh Soo mungkin sudah berada di makam Heejoo dan menangis untuk mendiang kekasihnya. “Biarkan saja dia sendiri . Apa kita berdua tak bisa melakukan upacaranya ? Apa yang kau lihat ? Apa kau tak tahu kalau aku menyukaimu ? ” Jinsung kesal dan meninggalkan Heesun yang mengekspresikan muka lugu.
***
Kali ini Oh Young dan Oh Soo sudah sampai disekitar villa. Sambil berjalan , Oh Young menanyakan cinta pertama Oh Soo . Oh Young penasaran apakah kekasih Oh Soo itu cantik , polos , elegan dan kapan ciuman pertamanya ? Oh Young pun teringat ucapan Heesun di rumah kaca dan berusaha menerka nama kakaknya Heesun . Tebakan Oh Young akhirnya benar , Heejoo. Tetapi Oh Soo tampak enggan membahas Heejoo. Oh Young jadi curiga kalau Heejoo sudah meninggal. Oh Soo membenarkan dan merasa tidak ada gunanya membahas orang yang sudah meninggal. Tetapi Oh Soo menjanjikan akan menceritakannya nanti.
Oh Young kemudian mengajak Oh Soo untuk minum dan menawarkan Oh Soo untuk memilih.  Oh Soo memilih soju . Di kamar villa , Oh Soo dan Oh Young mulai berbincang sambil minum soju. Mereka tertawa dan tampak menikmati suasana.

Oh Soo mulai menceritakan tentang Heejoo. Oh Soo mengenang bahwa dia tidak mengerti apa yang disukai Heejoo dari diri Oh Soo. Orangtua Heejoo berprofesi sebagai guru sekolah . Heejoo sendiri adalah seorang gadis yang keras kepala tetapi tetap menyukai Oh Soo apa adanya. Orangtua Heejoo akhirnya memindahkan sekolah Heejoo dan Oh Soo ketika itu mengira bahwa inilah akhir hubungan mereka berdua. Tetapi ternyata disuatu hari Heejoo berdiri didepan pintu rumah Oh Soo. Akhirnya Oh Soo dan Heejoo hidup bersama.
Oh Young pun kemudian bercerita pengalamannya. Dahulu pada saat Oh Young mulai buta dan belajar huruf Braille. Oh Young salah menulis pesan sehingga artinya berubah menjadi : “kau berselingkuh bukan ? Ternyata kebetulan teman Oh Young itu memang selingkuh dan penasaran darimana Oh Young tahu perselingkuhannya. Oh Young mengaku sebagai peramal . Mendengar cerita itu Oh Soo pun tertawa .
Ketika tiba saatnya tidur , Oh Soo mempersiapkan peralatan tidur untuk Oh Young seperti selimut. Oh Young jadi bertanya kenapa Oh Soo tidak tidur bersamanya. Oh Soo tertawa dan menjelaskan bahwa mereka adalah pria dan wanita dan tentu saja tidak boleh tidur bersama. Oh Young tampak keberatan karena tidak ada yang salah jika kakak dan adik tidur bersama. Oh Soo semakin kewalahan menjawab pertanyaan polos Oh Young termasuk menjawab bahwa tinggi Oh Soo adalah 186 cm .
Oh Young tersenyum dan meminta Oh Soo berbaring disampingnya. Oh Young menjelaskan bahwa bagi dunia orang buta seperti dirinya , harus menyentuh dan merasakan untuk tahu segalanya. Oh Young ingin menyentuh tubuh Oh Soo untuk dapat melihat (melalui sentuhan) . Oh Soo akhirnya maklum dan membiarkan dirinya disentuh oleh Oh Young dengan syarat kalau Oh Young hanya boleh menyentuh apa yang memang harus disentuh (bisa saja sentuhan Oh Young menyasar ke bagian vital Oh Soo , itu tentu saja akan berbahaya bagi pria normal seperti Oh Soo yang sedang menyaru sebagai kakak dari seorang gadis cantik seperti Oh Young) .
Oh Young mulai mengukur tinggi badan Oh Soo dengan jengkal demi jengkal jari tangannya. Oh Young juga mengetahui bahwa telapak tangan Oh Soo itu lebih halus daripada yang diperkirakan. Oh Young kemudian ikut berbaring dan mensejajarkan telapak kakinya dengan telapak kaki Oh Soo. Oh Soo mencoba menutup mata dan mengikuti cara Oh Young . Oh Soo menggunakan tangannya untuk meraba wajah Oh Young dan merasa tidak bisa merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan Oh Young. (Tentu saja orang normal dengan orang buta punya sensitivitas yang berbeda dalam indera perabanya).
Oh Young tersenyum menjelaskan bahwa menurut standar orang buta maka Oh Soo adalah pria yang tampan. Oh Soo kembali bertanya-tanya tetapi Oh Young kembali menjelaskan bahwa bagi orang buta , jika ada pria yang memiliki lengan yang kuat dan suara yang agak parau maka pria itu adalah pria yang tampan , sebaliknya jika ada wanita dengan lengan yang kecil dan suara yang halus maka wanita itu dianggap cantik. Oh Young menjelaskan bahwa standar penilaian orang buta jauh lebih sederhana daripada orang nomal.

Oh Young seperti gadis manja yang meminta Oh Young menyerahkan sebelah lengannya untuk kepala Oh Young berbaring seperti yang biasa dilakukan ibu mereka dulu. Oh Soo kembali bertanya kenapa Oh Young melangkah menuju tengah sungai. Oh Young malah menyahut bahwa jika bisa memilih saat kematian maka Oh Young mengira ini adalah saat yang paling tepat karena merasa sedang bahagia. Kali ini Oh Young memejamkan mata dan berbaring kesamping menghadap tubuh Oh Soo dan memeluknya. Oh Soo kembali bertanya apakah kali ini Oh Young sudah yakin bahwa Oh Soo datang bukan demi uang. Oh Young ternyata sudah tertidur.
Oh Soo tentu saja tidak tenang berbaring disamping adik palsunya karena bisa “berbahaya” jika lawan jenis berada diposisi sedekat ini. Tampaknya Oh Soo perlahan hendak melepaskan dirinya dari Oh Young tetapi semakin sulit karena Oh Young mempererat pelukannya dan meminta Oh Soo jangan meninggalkan dirinya.
Romantisme kakak dan adik palsu ini terus berlanjut di sisi pantai yang bersalju keesokan paginya. Mereka terlihat sangat menikmati suasana dan berbahagia . Oh Young meminta Oh Soo untuk berjanji padanya agar siap berada disisi Oh Young kapanpun Oh Young memintanya. Oh Soo menyanggupi permintaan Oh Young . Mereka bergandengan tangan meninggalkan pantai itu.

***
Sekretaris Wang tampak berbeda begitu kehilangan Oh Young sehari . Dia tampak galau dan terbayang masa lampau ketika dia melihat kebahagiaan ibu Oh Young yang sedang mendampingi Oh Young cilik bermain piano. Terlihat ekspresi kecemburuan dari raut muka Sekretaris Wang yang ketika itupun masih merupakan seorang gadis muda.
***
Oh Young dan Oh Soo sudah berada di mobil untuk bersiap kembali kerumah. Oh Young tiba-tiba teringat pria yang dia temui di apartemen Oh Soo setahun sebelumnya. Pria tersebut punya nama yang sama dengan Oh Soo. Oh Young merasa bahwa semakin lama bersama dengan Oh Soo , Oh Young menjadi semakin teringat dengan pria tersebut. Oh Soo tampak gugup karena pria yang dimaksud Oh Young adalah dirinya. Oh Soo mengaku bahwa dia tidak mengetahui lagi dimana pria itu berada sekarang dan memperingatkan Oh Young karena pria itu bukan pria baik-baik. Oh Young tidak percaya begitu saja karena punya penilaian sendiri. Menurut Oh Young pria itu baik hati karena walaupun sedang tergesa-gesa , pria itu masih sempat memberitahu bahwa kakaknya sangat mencintainya. Oh Young mengungkap bahwa jika tanpa pemberitahuan pria itu mungkin Oh Young sekarang merasa tidak nyaman berada bersama Oh Soo.

Pada saat itulah Heesun dan Jinsung sedang berada disebuah area pepohonan di hamparan tanah bersalju. Jinsung menelepon Oh Soo dan menegur kenapa bisa Oh Soo melupakan peringatan kematian kakaknya Heesun yang merupakan mantan kekasih Oh Soo. Heesun yang jelas-jelas jengkel merebut ponsel Jinsung dan melabrak Oh Soo dengan kata-kata  , menyindir Oh Soo yang bisa-bisanya bersenang-senang dengan gadis lain di hari kematian Heejoo.
Oh Soo menerima umpatan itu tanpa bisa berkata apa-apa sementara Oh Young yang berada disamping Oh Soo lebih bingung lagi merasakan perubahan pada Oh Soo. Di depan makam , Heesun mengambil papan nisan buatan Oh Soo dan membantingnya ke arah pohon hingga hancur. Heesun kembali berkata melalui ponsel pada Oh Soo : “Aku tak butuh nisan yang kamu buat . Kamu benar-benar pria bajingan dan aku bersumpah jika bukan Mochul yang membunuhmu maka aku sendiri yang akan membunuhmu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.”
Oh Soo yang merasa bersalah tidak menjawab pertanyaan Oh Young dan malah menghardik Oh Young agar diam. Oh Soo pun meminta Sekretaris Wang untuk menjemput Oh Young. Giliran Oh Young yang menjadi sedih dengan perubahan sikap Oh Soo yang mendadak dingin kepadanya.

(Kenangan dua pria yang berkelahi ini melayang kembali ke masa lampau ketika Oh Soo memutuskan untuk meninggalkan Heejoo karena merasa terlalu muda dan tidak siap menjadi ayah bagi bayi yang dikandung Heejoo. Ternyata pada saat itu Moochul pun menyaksikan kejadian itu dari jauh. Heejoo yang sangat mencintai Oh Soo kemudian memohon agar Oh Soo tidak meninggalkannya. Oh Soo yang masih menjadi remaja yang labil tetap memutuskan meninggalkan Heejoo dan melajukan sepeda motornya. Heejoo yang tidak menerima kenyataaan kemudian mengejar Oh Soo dengan motor bebeknya. Terjadilah tragedi ketika gadis belia yang cantik dan sedang mengandung seperti Heejoo harus tewas mengenaskan karena tertabrak truk. )
Moochul akhirnya membalas pukulan Oh Soo dan mereka berkelahi dengan sengit. Sambil berbaku hantam , mereka juga beradu mulut dan argumen. Moochul tidak terima dengan kematian Heejoo . Bagi Moochul , Heejoo adalah wanita pertama dan terakhir yang dicintainya dan menyalahkan Oh Soo yang telah mencampakkan Heejoo begitu saja . Moochul juga mengingatkan Oh Soo bahwa Heejoo sangat bersemangat memberitahu kehamilannya pada Oh Soo tetapi karena itulah Oh Soo pun meninggalkan Heejoo.

Oh Soo berdalih bahwa pada saat itu dirinya masih sangat muda . Moochul menganggap usia 19 tahun itu bukanlah alasan . Moochul : ” Jika kau beralasan takut memiliki bayi karena orangtuamu membuangmu dulu maka aku akan langsung membunuhmu , karena kau lebih buruk dari orangtuamu dulu.”
Serangan kata-kata ini lebih menyakitkan bagi Oh Soo . Hati Oh Soo terluka dan matanya mulai sembab karena menangis histeris. Moochul terus mendesak bahwa bagi Heejoo , perkataan Oh Soo adalah segala-galanya bahkan Heejoo ketika itu lari meninggalkan orangtuanya demi Oh Soo.
Entah karena kejam atau merasa kasihan , akhirnya Moochul memberikan satu solusi pada Oh Soo. Moochul mengeluarkan sebuah pil langka yang dapat membunuh seseorang ataupun bunuh diri dengan kematian yang cepat dan tidak menyakitkan. Efek pil tersebut pun tidak dapat terdeteksi pada saat otopsi. Moochul mempersilahkan Oh Soo untuk menggunakannya sendiri atau untuk membunuh Oh Young. Moochul dengan sinis menduga bahwa diantara dua pilihan maka Oh Soo akan mengambil pilihan untuk membunuh adik palsunya . Moochul sudah menganggap Oh Soo sebagai belatung diatas tumpukan sampah.
Moochul akhirnya pergi dan Oh Soo semakin sakit hatinya mengenang kematian Heejoo. Sebelum pergi , Oh Soo berusaha memperbaiki papan nisan Heejoo seadanya.
***
Sekretaris Wang sedang membahas masalah surat wasiat Oh Young dengan Pengacara Jang. Sekretaris Wang memotong topik dengan membahas bahwa Oh Young pergi ke pantai sebelumnya dan Sekretaris Wang meminta suatu waktu Pengacara Jang juga bisa mengajak Sekretaris Wang untuk pergi ke pantai. Pengacara Jang menjadi gugup mendengar Sekretaris Wang mengajaknya berkencan di pantai. Bagi pria setua Pengacara Jang ini didepan Sekretaris Wang yang diam-diam dicintainya serasa menjadi remaja kembali yang gugup didepan idolanya.  Pengacara Jang tampak pura-pura segan dengan mendiang Presiden Oh kalau berkencan dengan Sekretaris Wang . Tetapi akhirnya Pengacara Jang bertanya apakah Sekretaris Wang lebih menyukai pantai barat atau timur ? Sekretaris Wang menjadi tersenyum sendiri melihat tingkah kikuk Pengacara Jang. Terlebih ketika Pengacara Jang dengan gugup pergi dan tersandung setelah mengatakan akan selalu berada disisi Sekretaris Wang. Sekretaris Wang menjadi tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan Pengacara Jang.

Sekretaris Wang kemudian masuk ke kamar Oh Young . Pada saat itu Oh Young sedang membuat buku Braille . Sekretaris Wang memberikan kamera SLR yang diminta Oh Young pada Pengacara Jang. Sekretaris Wang berusaha mengambil hati Oh Young yang sedang dingin kepadanya. Sekretaris Wang mengingat bahwa ibu Oh Young pun memiliki hobby yang sama dengan Oh Young.
Oh Young tetap saja dingin menanggapi Sekretaris Wang dan bahkan menolak tawaran Sekretaris Wang untuk berfoto bersama. Sekretaris Wang tidak lupa menyampaikan surat wasiat dari Pengacara Jang kepada Oh Young.
Selepas Sekretaris Wang meninggalkan ruangan , Oh Young menggunakan kamera baru itu untuk merekam dirinya.
“Ini sebagai hadiah bagi Oppa Oh Soo jika aku mati. Kurasa tumor otakku kambuh lagi. Sejak dua bulan lalu kepalaku sering sakit. Seluruh tubuhku bisa merasakannya. Aku bertanya-tanya apakah aku harus pergi ke rumah sakit. Tetapi setelah menghabiskan waktu bersama Oppa , kuputuskan untuk tidak pergi. Aku tak mau dioperasi lagi. Aku tak mau mereka membuka kepalaku dan masuk ruang operasi yang dingin sendirian. Aku tak ingin orang-orang mengobrak-ngabrik kepalaku. Aku tak ingin menjalani kemoterapi yang tak ada habisnya dan menyakitkan. Dan kau pergi saat aku menjalaninya . Aku tak mau . Jika aku punya sisa waktu maka aku ingin bersamamu seperti sekarang bersenang-senang dan bahagia.”
Rekaman yang dibuat Oh Young terhenti karena penyakitnya kambuh lagi dan terdengar Oh Soo sudah kembali kerumah. Oh Young tampak tak sabar ingin bertemu dengan kakaknya .
Sampai kerumah , Oh Soo langsung membasahi tubuhnya dengan pakaian masih lengkap . Ini pertanda bahwa Oh Soo pun sedang stress memikirkan masalah yang baru dia hadapi dan juga perjumpaannya dengan Mochul yang berujung pada “hadiah” pil euthanasia . Oh Young datang menyusul ke kamar Oh Soo dan menuntut permintaan maaf serta penjelasan kenapa Oh Soo tadi siang membentaknya. Oh Young mengaku bahwa selama hidupnya tidak pernah ada yang berani membentaknya seperti itu.  Oh Soo yang sedang galau tampak tidak bersemangat meladeni Oh Young sekalipun Oh Young menunjukkan luka ditangannya untuk mencari perhatian Oh Soo. Oh Young akhirnya meninggalkan ruangan Oh Soo dan menutup pintu dengan sedikit membantingnya.
Oh Soo masih tampak kesal dan membanting sesuatu . Setelah menenangkan diri sesaat Oh Soo menghampiri Oh Young. Saat itu Oh Young belum benar-benar meninggalkan ruangan Oh Soo tetapi masih menunggu didepan kamar Oh Soo. Oh Young tersenyum menggoda , “Kenapa , apa kau mau pergi kekamarku untuk meminta maaf? Maafmu kuterima. “. Oh Young pun masuk kembali kamar Oh Soo.

Mereka berdua duduk . Mata Oh Soo sesekali menatap pil euthanasia pemberian Moochul. Sementara Oh Soo masih penasaran kenapa sikap Oh Soo mendadak dingin. Akhirnya Oh Soo mengaku baru dari makam Heejoo dan mengenang hari kematiannya. Oh Young mendengar hal itu menjadi maklum dan mendekati Oh Soo. Tanpa sengaja Oh Young menyenggol pil beracun tersebut. Oh Young merangkul kepala Oh Soo dan berusaha memberikan hiburan pada Oh Soo. Oh Young mengaku tidak tahu bagaimana cara menghibur Oh Soo dan Oh Soo pun meminta Oh Young untuk duduk kembali.
Pada saat Oh Young kembali ke tempat duduknya , dia menginjak pil yang sebelumnya dia senggol. Oh Young yang punya pendengaran sensitif merasakan sesuatu dan kemudian mengambil pil tersebut. Oh Young bertanya pada Oh Soo dan Oh Soo menjawab bahwa itu adalah jimat. Oh Soo berbohong dengan mengatakan bahwa temannya (Moochul) bersusah payah mendapatkan benda itu yang bisa digunakan saat ingin mati tanpa rasa sakit , sebuah kematian yang cepat dan damai.
Oh Young jadi merasa bahwa benda itulah yang dibutuhkannya (sebagai penderita tumor otak yang sering mengalami kesakitan). Oh Young meminta benda itu pada Oh Soo.

Sinopsis Lengkap That Winter The Wind Blows (2013) [Episode 1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16-Tamat]


0 comments:

Post a Comment