Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 20 (Tamat)

Standard


Yikyung heran bahwa Jihyun masih mengingat dirinya tetapi tidak mengingat Han Kang. Raut wajah Jihyun jadi berubah mendengar nama Han Kang. Yikyung menduga bahwa Jihyun hanya pura-pura tidak mengingat Han Kang.

Jihyun akhirnya mengaku bahwa dia berpura-pura tidak mengingat Han Kang karena akan mati untuk kedua kalinya. Yikyung terperanjat mendengar hal itu.
(Sang Penjadwal mendatangi Jihyun dalam kostum dokter. Jihyun agak ragu dan memastikan bahwa dokter gadungan itu adalah Sang Penjadwal. Sang Penjadwal berpura-pura marah mendengar hal itu karena merasa Jihyun telah melupakan Sang Penjadwal begitu cepatnya.
Jihyun teringat bahwa Sang Penjadwal pernah memberitahu bahwa jika berhasil hidup setelah melalui mati suri 49 hari maka kenangan Jihyun akan pengalamannya selama 49 hari akan dihapus. Jihyun bertana kenapa dirinya masih mengingat pengalamannya selama 49 hari.
Sang Penjadwal merasa tidak enak hati tetapi akhirnya mengaku bahwa ingatan itu adalah hadiah terkejam untuk hari-hari terakhir dalam kehidupan Jihyun. Sang Penjadwal menawarkan bahwa hadiah ini bisa ditolak jika Jihyun mau.
Jihyun pada awalnya bingung tetapi akhirnya mengerti bahwa maksud Sang Penjadwal , Jihyun akan mati lagi. Sang Penjadwal menjelaskan dengan sedih bahwa jadwal terakhirnya dalam masa jabatan Sang Penjadwal justru adalah Jihyun. Hari kematian Jihyun telah ditetapkan enam hari berikutnya. Jihyun terperanjat mendengar “vonis mati” untuknya justru dikala dirinya merasa sehat .
Sang Penjadwal kembali mengulang penjelasan bahwa Arwah Jihyun telah melewati 49 hari dengan selamat dan juga telah mendapatkan tiga tetes airmata yang tulus karena itu Jihyun diberikan kesempatan untuk mengingat kenangan 49 hari tersebut. Sang Penjadwal mengatakan bahwa itu adalah instruksi dari atasannya didunia roh.
Jihyun akhirnya menangkap maksud Sang Penjadwal. Sang Penjadwal sedang menawarkan apakah Jihyun mau menerima kenangan 49 hari itu . Jika tidakpun kenangan 49 hari itu bisa dihapus dan dihari kematiannya Jihyun akan melihat Sang Penjadwal seperti baru pertama kali melihat.
Jihyun sedih mendengar “vonis mati” yang kejam itu justru disaat dirinya merasa sehat dan siap mengarungi kebahagiaan dengan orangtuanya , Han Kang dan teman-temannya. Sang Penjadwal ikut sedih melihat kesedihan Jihyun. Sang Penjadwal mempersilahkan Jihyun untuk melampiaskan kemarahan jika mau. Jihyun merasa tidak ada alasan baginya untuk marah. )
Yikyung turut sedih mendengar kisah Jihyun yang akan mati untuk kedua kalinya. Yikyung menganggap hal ini terlalu kejam bagi Jihyun. Jihyun yang sudah kenyang dengan asam garam dunia selama menjadi arwah kali ini sudah menjadi wanita dewasa yang lebih menghargai kehidupan. Jihyun menganggap bukanlah hal yang kejam berakhir dengan kematian. Jihyun menjelaskan pada Yikyung kalau Jihyun tidak dikasih kesempatan 49 hari mungkin keluarga Jihyun akan hancur-hancuran ditangan Minho.
Jihyun menjelaskan pula pada Yikyung bahwa dirinya memang akan mati tanpa kecelakaan lalu lintas yang disebabkan usaha bunuh diri Yikyung saat itu. Yaitu bunuh diri karena penghianatan Minho dan Injung. Jihyun merasa beruntung dengan 49 hari malah mendapatkan cinta yang tulus dari Han Kang dan bisa melindungi keluarga Jihyun dari kehancuran.
Yikyung memahami Jihyun tetapi masih tidak mengerti kenapa Jihyun berpura-pura tidak mengingat Han Kang. Jihyun menjelaskan bahwa jika Han Kang tahu maka Han Kang akan lebih sakit hati mendengar Jihyun akan mati lagi. Jihyun memohon agar Yikyung tidak membocorkan rahasia itu pada Han Kang.
***
Han Kang mengunjungi Minho di penjara. Minho mengira bahwa Han Kang akan menikmati kemenangan setelah berhasil mengirimnya ke penjara. Ternyata Han Kang menawakan perdamaian yang tulus. Minho mengaku bahwa sudah terlambat bagi dirinya untuk kembali seperti dulu. Han Kang dengan bijaksana mengatakan akan menunggu Minho yang sudah seperti kakaknya sendiri keluar dari penjara. Han Kang yakin bahwa mereka berdua akan dapat kembali berhubungan baik dan saling menghormati seperti dulu lagi.

Minho juga mengakui bahwa dirinya menyukai Han Kang sebagai teman baik . Han Kang seperti Minho juga mengalami rasa sakit karena orang tua mereka. Han Kang memberitahu Minho bahwa kondisi Jihyun baik-baik saja. Han Kang menenangkan Minho bahwa Jihyun belum mengetahui apa yang telah diperbuat Minho (Han Kang menganggap Jihyun telah lupa kenangan 49 harinya). Minho meminta Han Kang untuk tidak membahas topic itu lagi.
***
Jihyun sudah kembali kerumahnya dan menikmati suasana keluarga yang hangat dengan ayah dan ibunya. Mereka bersenda gurau sambil menikmati makan bersama. Dibalik keceriaannya , Jihyun dalam hati bersedih karena akan mati enam hari lagi. Jihyun bisa menjaga emosinya agar tidak mengganggu kebahagiaan orangtuanya .
Setelah itu Jihyun memasuki kamarnya dan berusaha mencerap suasana yang sudah lama tidak dia rasakan selama menjadi arwah. Jihyun mengamati foto-foto kecil yang terserak didinding dimana ada banyak wajah Seowoo dan Injung yang selama ini menjadi teman terdekat Jihyun.

Sesudah itu Jihyun mengunjungi rumah Yikyung sambil membawa keranjang piknik. Yikyung sendiri ternyata sedang menunggu Jihyun didepan rumahnya. Mereka saling menyapa dengan akrab laksana sahabat baik yang sudah kenal lama.
Jihyun tersadar dan heran kenapa Yikyung berdiri seperti itu didepan rumahnya sendiri. Yikyung ternyata hendak mencandai Jihyun bahwa seperti itulah Jihyun ketika menjadi arwah yang menunggu kepulangan Yikyung setiap hari . Jihyun tersenyum mengenang 49 harinya.
Mereka berdua kemudian menyiapkan bekal piknik untuk acara Jihyun. Yikyung membantu Jihyun untuk membuatkan kimbap. Jihyun mengaku senang jika bisa hidup bersama Yikyung. Yikyung tersenyum karena merasa Jihyun sedang mengkhawatirkan Yikyung. Jihyun mengaku bangga dengan Yikyung yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri. Jihyun berkata bahwa akan ada banyak orang baik disekeliling Yikyung nanti.
***
Jihyun membuat kejutan bagi Han Kang dengan mengunjungi café Heaven. Han Kang menegur bahwa Jihyun harusnya berada dirumah sakit. Jihyun mengaku menyelinap keluar  karena ingin pergi ke sebuah tempat bersama Han Kang.
Jihyun seperti gadis manja mengaku tidak pernah piknik dengan pacarnya. Han Kang jadi salah tingkah sejak kapan Jihyun menganggapnya sebagai pacarnya. Jihyun meminta Han Kang untuk meminjamkan mobil , mp3 player . Han Kang bertanya apa lagi yang hendak dipinjam oleh Jihyun. Jihyun berkata : “Kamu Han Kang!”
Han Kang setuju untuk menjadi untuk kekasih Jihyun untuk sehari dan Jihyun sebagai kekasih Han Kang untuk sehari. (Bukankah memang itu yang diharapkan Han Kang?)
Mereka berdua piknik dipinggir danau diatas hamparan rumput. Jihyun membuka kotak bekal dan memamerkan kimbap buatannya . Han Kang terkagum mendengar Jihyun yang membuatnya. Jihyun menyebut itu sebagai ucapan terimakasih karena sedari siuman dirumah sakit telah mendengar bahwa Han Kang telah merawat orangtuanya selama ini .
Han Kang mencoba kimbap tersebut . Tiba-tiba Han Kang menggoda Jihyun mengenai aroma kimbap tersebut. Han Kang bertanya apa Jihyun sudah memilih bayam dengan benar ? Jihyun jadi masam mukanya mengira Han Kang tidak menyukai kimbap buatannya.
Han Kang ternyata memang hendak mencandai Jihyun saja, Han Kang malah menyuapkan kimbap tersebut ke mulut Jihyun seraya berkata kalau kimbapnya tidak enak tentu Han Kang tidak akan memakannya.
Pada saat Jihyun memakan kimbap yang disuapi Han Kang , Han kang mengambil ponsel dan mengabadikan Jihyun. Jihyun protes karena enggan di potret. Han Kang tetap bersikeras mengambil foto Jihyun.

Setelah itu Han Kang melihat hasil bidikannya. Han Kang bergurau dengan memuji foto dirinya sendiri sebagai pria yang keren. Jihyun mencibir kekonyolan Han Kang. Kemudian Han Kang membahas mengenai foto anak perempuan yang terlihat………. , Jihyun memotong perkataan Han Kang , “cantik khan ?” . Han Kang membantah , “Jelekkk” sambil menunjukkan cara Jihyun dalam menyantap kimbap. Jihyun menjadi gusar dan hendak merampas ponsel Han Kang . Keduanya malah jadi seperti anak kecil yang sedang berebut ponsel.
Pada saat itu kalung peninggalan ibu Han Kang terjatuh dari tubuh Jihyun tanpa sengaja. Han Kang bingung karena mengenali kalung itu sebagai barang peninggalan ibu Han Kang. Jihyun merasa Han Kang tidak lagi jutek seperti dulu sebelum Jihyun mengalami kecelakaan , karena itu Jihyun memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya mengenai kalung itu.
Jihyun mengaku sangat dekat dengan ibu Han Kang. Han Kang kaget mendengarnya.
(Sebenarnya bagi yang menonton serial drama ini dari awal tidak akan heran karena Jihyun pernah membantu ibu Han Kang agar Han Kang mau menerima masakan yang dikirim ibunya , Lihat Episode 8.
Setelah itu Jihyun menjadi akrab dengan ibu Han Kang. Suatu ketika Ibu Han Kang memasakkan sesuatu dan Jihyun menikmatinya dengan lahap. Ibu Han Kang tersenyum melihat keceriaan Jihyun , dan memuji Jihyun terlihat cantik dan ceria saat menikmati makanan.
Jihyun ketika itu heran kenapa Ibu Han Kang terus membuat masakan ini padahal Han Kang tidak menyukainya ? Ibu Han Kang mengaku bahwa dia tidak bisa menjaga anaknya dengan baik. Jadi Ibu Han Kang cukup puas kalau anaknya makan masakan buatannya sesekali.
Jihyun berganti penasaran kenapa Han Kang tidak menyukai ibunya. Ibu Han Kang menjelaskan bahwa itu karena dirinya tidak mengatakan apa yang Han Kang ingin ketahui. Jihyun bertanya kenapa begitu ?
Ibu Han Kang melanjutkan penjelasan bahwa ketika mencintai seseorang , meskipun orang itu salah paham padamu maka tetap ada hal yang tidak bisa kau katakana kepadanya . Jika kau katakana malah bisa melukai perasaanya. Itu mungkin yang dinamakan cinta , meskipun terjadi kesalahpahaman , kau tetap tidak merasa perlu menjelaskan segalanya. Daripada melukai , aku memilih lebih baik dia salah paham saja. )
Han Kang mendengar kisah masa lampau Jihyun dengan Ibu Han Kang menjadi mengerti. Han Kang membenarkan bahwa menyembunyikan perasaan lebih melelahkan daripada tidak mengetahuinya sama sekali.)
Han Kang kemudian mengajak Jihyun kesebuah tempat. Han Kang menunjuk sebuah lokasi yang konon jika melempar koin sambil mengatakan harapan maka harapan itu akan terkabut. Jihyun menjadi bersemangat mendengar hal itu.
Jihyun mengikuti apa yang dikatakan Han kang. Dia melempar koin lalu menyampaikan harapan sambil berdoa. Diam-diam Han Kang mengamati Jihyun yang sedang khusuk berdoa.
(Sebelumnya , Yikyung melanggar permintaan Jihyun yang melarangnya menceritakan rahasia kematiannya pada Han Kang. Yikyung malah menemui Han Kang dan menceritakan segalanya .  Han Kang terkejut mendengar hal ini padahal Han Kang sangat mengharapkan Jihyun hidup. Han Kang sempat meragukan informasi Yikyung yang terkesan gaib itu . Han Kang rela tidak melihat Jihyun selama hidupnya asalkan Jihyun tetap hidup. Harapan tinggallah harapan.)
Han Kang ikut-ikutan Jihyun berdoa. Dalam hati Han Kang memohon agar Jihyun tetap hidup dan berada disisinya. Sebaliknya Jihyun memohon agar Han Kang melupakannya. Sungguh aneh permohonan dua orang yang saling mencintai saling bertolak belakang dalam hati mereka. Walau demikian keduanya membuka mata dan tertawa riang. Setelah itu Han Kang mengantarkan Jihyun kembali ke rumah sakit.
***
Jihyun sudah mandi agar tubuhnya segar. Ibu Jihyun heran karena merasa Jihyun tidak perlu mandi dan cukup cuci muka jika memang merasa lelah. Jihyun merasa tidak apa-apa , karena hari itu Jihyun mengaku sangat bahagia.
Ayah Jihyun datang menghampiri dan bertanya siapa gerangan yang membuat Jihyun berbahagia ? Jihyun malah senang menyambut kedatangan ayahnya. Jihyun memancing : “Ayah apakah kau tahu apa yang menyebabkan aku bahagia ? “
Jihyun berbisik pada ayahnya bahwa Jihyun berbahagia karena terlahir sebagai putri ayahnya. Ayahnya senang mendengar pengakuan itu. Giliran ibu Jihyun yang merasa cemburu melihat kemesraan ayah dan anak. Jihyun pun berganti bermanjaan pada ibunya. Jihyun mengaku hal serupa pada ibunya. Ibunya senang mendengar hal itu.
Sesudah itu Jihyun berjalan dalam ruangan itu. Jihyun merasakan perutnya tiba-tiba sakit. Jihyun langsung tersungkur kelantai tak sadarkan diri. Orang tua Jihyun panik.

Ternyata Jihyun benar-benar meninggal dunia seperti yang sudah diwanti-wanti oleh Sang Penjadwal. Arwah Jihyun keluar dari tubuhnya . Dan Sang Penjadwal tiba-tiba sudah berada dihadapannya.
Sang Penjadwal menyambut Arwah Jihyun secara formal dengan membungkukkan badan seraya berkata bahwa Jihyun telah melakukan kehidupannya dengan baik. Jihyun menghela nafas melihat masa yang ditakutkan akhirnya tiba. Tetapi Jihyun menurut dan dengan tenang mengikuti Sang Penjadwal setelah melihat kedua orangtuanya sedang memeluk tubuh fisiknya yang sudah meninggal.

Sang Penjadwal mengantarkan Jihyun menuju lift arwah . Didepan lift , Sang Penjadwal berjabat tangan dengan Jihyun dan lift terbuka. Arwah Jihyun sudah siap mengarungi dunia lain dengan tenang karena merasa sudah tidak ada lagi masalah yang ditinggalkan didunia.

Jihyun masuk lift dan perlahan pintu lift menutup. Jihyun memandang Sang Penjadwal dengan mata berkaca kemudian tersenyum. Sang Penjadwal juga balas memberikan senyuman. Setelah lift tertutup arwah Jihyun sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Sang Penjadwal menangis mengenang kebersamaan mereka selama 49 hari.

***
Diruang rawat , Ayah Jihyun marah-marah kepada dokter karena kematian mendadak anaknya. Sang dokter menduga kematian Jihyun disebabkan oleh infeksi aorta yang menyebabkan kematian mendadak (sudden death).
Han Kang pun datang untuk melihat kondisi Jihyun. Han Kang walaupun sudah mendapatkan bocoran dari Yikyung tetap bersedih .
Ditempat lain Injung sedang berkerja diperkebunan juga mendengar kabar kematian Jihyun . Injung menangis mendengar kabar itu. Injung menginformasikan kabar duka pada Minho yang juga menangis.
***
Orang-orang terdekat Jihyun memberikan penghormatan terakhir di rumah duka. Injung diam-diam datang menangis untuk Jihyun. Yikyung pun menangisi teman “dadakan” yang terasa sudah sangat dekat walau baru mengenal . Yang paling bersedih tentu saja Han Kang yang ditinggal pergi oleh gadis yang dicintainya.



Yikyung melihat isi tas pink dan menemukan sepatu pink dan buku tabungan. Yikyung kaget karena itu buku tabungan Yisoo untuk membeli rumah impian mereka.
Yikyung kembali kerumah dan merenung seorang diri . Yikyung menatap buku tabungan dan tersentuh dengan kesungguhan mendiang Yisoo dalam menabung untuk membangun rumah impian mereka.
Yikyung teringat ketika Yisoo mengajaknya ke bank untuk membuka rekening.  Yisoo pura-pura ketinggalan kartu pelajar sehingga buku tabungan terpaksa dibuat atas nama Yikyung.
Yikyung mengenang hal itu jadi semakin sedih dan menangis. Sang Penjadwal pun menyaksikannya dan ikut menangis. Sang Penjadwal dalam wujud roh yang tidak terlihat oleh Yikyung , memohon agar Yikyung tidak bersedih lagi.
***
Han Kang yang baru saja menemani Yikyung , pergi mengunjungi rumah . Han Kang memasuki rumah Jihyun tetapi orangtua Jihyun tidak menyadari kehadiran Han Kang.
Orangtua Jihyun rupanya sedang berdebat mengenai masalah apakah arsip foto lama keluarga itu harus dibuang ataukan terus disimpan. Ibu Jihyun yang melankolis hendak menyimpan foto itu sementara sang ayah menginginkan foto yang menyimpan kenangan buruk itu agar dibuang saja. Sang ayah terlihat kesal dan ngeloyor pergi.
Han Kang menghampiri Ibu Jihyun yang sedang memunguti foto lama keluarga. Han Kang memperhatikan Ibu Jihyun sedang mengamati sebuah foto . Han Kang penasaran dan bertanya siapa gerangan yang ada dalam foto itu.
Ibu Jihyun menyebut bahwa foto itu adalah kakak kandung Jihyun semasa kecil. Han Kang terperanjat mendengar Jihyun memiliki kakak kandung. Ibu Jihyun menjelaskan bahwa ada satu lagi putri kandung yang raib entah kemana. Dia bernama Jimin.

(Ketika itu Ibu Jihyun masih merupakan ibu muda yang dikaruniai dua putri bernama Jihyun dan Jimin. Jihyun yang bungsu selalu marah jika tidak mendapat barang yang sama dengan Jimin kakaknya. Jihyun selalu menginginkan barang yang serupa dengan kakaknya.
Suatu ketika pernah Jimin cilik sedang memakai sepatu . Jihyun cilik datang untuk merebut salah satu sepatu milik Jimin. Jihyun memakainya dan Jimin hanya tersenyum melihatnya.  Ibu Jihyun versi muda datang menengahi kedua putrinya. Ibu Jihyun meminta Jihyun mengembalikan sepatu Jimin.
Suatu hari Ibu Jihyun sedang bersama kedua putrinya sedang menunggu disebuah terminal bis. Jimin duduk tenang disamping ibunya sementara Jihyun tidak bisa diam dan mondar-mandir didepan mereka. Diam-diam ada seorang wanita yang terus mengamati gerak-gerik Jimin.
Tiba-tiba Jihyun cilik melihat anak kecil lain membawa balon. Jihyun spontan mengikuti anak pembawa balon itu. Jimin menyaksikan adiknya pergi menjauh lantas mengingatkan ibunya agar menyusul Jihyun kembali. Jihyun cilik berhasil ditemukan. Tetapi ibu Jihyun menjadi panik karena Jimin malah hilang. Ibu Jihyun mencoba mencari sekuat tenaga tapi tidak ketemu juga.
Seminggu setelah Jimin hilang ada beberapa orang yang datang meminta tebusan . Mereka datang dan mengambil uang lalu kabur . Jimin tetap saja tidak berhasil ditemukan sampai sekarang. )
Han Kang antusias mendengar cerita itu . Han Kang bertanya apakah mendiang Jihyun tidak ingat masa kecilnya. Ibu Jihyun menjelaskan bahwa saat itu Jimin dan Jihyun masih terlalu kecil sehingga seiring waktu Jihyun lupa pada kakaknya yang hilang.
Han Kang mengamati foto yang dimaksud . Lama-lama Han Kang terkejut melihat tas punggung berwarna pink dan sepatu pink yang dikenakan Jimin dalam foto itu. (Han Kang tentu saja ingat bahwa barusan dia menemani Yikyung dan teringat tas pink dan sepatu pink yang sama dengan foto itu.)
Han Kang berkata bahwa dia mengenal seseorang yang punya ciri aksesoris yang sama pada Ibu Jihyun. Han kang menambahkan bahwa orang yang dimaksud juga tidak memiliki orangtua. Ibu Jihyun kaget mendengar hal ini.
***
Han Kang membawa Ibu Jihyun ke apartemen Yikyung. Yikyung tentu saja bingung kenapa Han Kang datang bersama Ibu Jihyun hendak melihat tas dan sepatu miliknya. Han Kang menjelaskan persoalannya pada Yikyung.
Yikyung was-was dan sempat enggan karena merasa dulu ibu kandungnya telah membuangnya sehingga sempat tinggal di panti asuhan.  Ibu Jihyun terus membujuk sehingga Yikyung melunak.
Yikyung membawa tas dan sepatu dihadapan mereka. Ternyata memang benar tas dan sepatu pink itu mirip sekali dengan foto cilik Jimin. Ibu Jihyun kaget melihat tas pink yang sudah rongsok itu masih ada.
Ibu Jihyun kini yakin bahwa Yikyung adalah Jimin , anak kandungnya yang hilang , kakak dari mendiang Jihyung. Yikyung bingung melihat Ibu Jimin menangis histeris menyebut dirinya sebagai Jimin . Yikyung tetapi tersentuh dan membiarkan Ibu Jihyun .
Han Kang menyaksikan momen penting itu dengan berkaca-kaca. Sang Penjadwal dalam bentuk roh juga ikut kaget karena tidak menyangka perkembangannya bisa seperti itu. Ternyata mantan kekasihnya adalah kakak dari Jihyun. Sang Penjadwal teringat mengenai tiga tetes air mata yang tulus yang membuat Jihyun sempat hidup kembali.
(Pada saat Sang Penjadwal mengantarkan Jihyun kepada lift , Jihyun bertanya mengenai dua tetes air mata terakhirnya berasal dari siapa ? Jihyun menduga yang pertama adalah Han Kang , sementara dua sisanya adalah Seowoo dan Yikyung.
Sang Penjadwal membenarkan dugaan mengenai Seowoo , sementara Yikyung bukan. Jihyun bingung dari siapa lagi yang bisa memberikan air mata tulus untuknya.
Sang Penjadwal menjelaskan bahwa ketika Injung menghampiri ruang rawat Jihyun dan hendak membunuhnya. Roh Jihyun ketika itu juga panik dan berusaha mencegah tanpa daya karena dalam wujud roh.
Tiba-tiba Injung merasa dirinya sudah keterlaluan. Injung menangis karena tidak percaya dirinya punya niat untuk membunuh Jihyun. Injung menghampiri tubuh Jihyun yang sedang mati suri di ranjang pasien dan mengakui kesalahannya.
Pada saat itulah Han Kang melihat secuil kejadian dan salah paham mengira Injung hendak mencelakai Jihyun. Tidak tega dan gagal membunuh , Injung melapor pada Minho mengenai kejadian itu.
Injung mengaku tidak sanggup membenci Jihyun dan meminta Minho agar mengakhiri rencananya. Minho menolak usulan Injung.
Injung terus mendesak. Menurut Injung , Minho selalu mengulur-ngulur kebangkrutan perusahaan keluarga Jihyun. Minho berdusta bahwa itu semua demi surat wasiat.
Injung tidak percaya. Kalau perusahaan dinyatakan bangkrut maka surat wasiat tidak akan berguna lagi. Injung menyimpulkan bahwa Minho selalu menunda proses kebangkrutan perusahaan dan masih peduli pada Ayah Jihyun. Setelah sekian lama berinteraksi dengan orangtua Jihyun , Injung percaya bahwa muncul perasaan sayang pada orangtua Jihyun dan Minho terganggu dengan perasaan bersalahnya.
Usai menghadap Minho , Injung berusaha mendapatkan dokumen dari ibu Minho untuk diserahkan ke jaksa . Setelah hari yang melelahkan itu , Injung berjalan seorang diri sambil menangis menyesali penghianatannya terhadap Jihyun. Dan air mata Injung itulah mengisi kalung air mata Jihyun.
Jihyun nyaris tak percaya bahwa Injung menangis tulus untuknya. Tetapi Jihyun merasa senang dan bersukur Injung bisa kembali menjadi sahabat baiknya. Jihyun semakin tenang untuk meninggalkan dunia ini karena sudah tidak ada masalah lagi didunia ini. )
***
Yikyung menyesali pukulan kedua baginya setelah kehilangan Yisoo kini Yikyung kehilangan Jihyun yang ternyata adik kandungnya. Yikyung menyesal . Jika saja Yikyung tahu lebih awal tentu dengan sukarela membiarkan arwah Jihyun meminjam tubuhnya lebih lama.
Sang Penjadwal melihat Yikyung jadi teringat perkataan sunbae-nya (seniornya) , yakni si nenek tua pengemudi motor.

(Sang Penjadwal sedang bersama dengan sunbae / seniornya , yakni Sang Nenek Tua. Nenek mengkonfirmasi apa rencana Sang Penjadwal dengan Yikyung. Apa perasaan Sang Penjadwal belum berubah padanya ? Apa hendak meluruskan salah paham yang masih tertinggal ? Apa hendak memberikan cincin padanya ataukah mengakui perasaan cinta padanya ?
Sang Nenek mengingatkan bahwa hal yang sudah disebutkan itu tidak akan membantu orang yang sudah ditinggalkan oleh orang yang sudah mati. Sang Penjadwal membantah , bahwa Yikyung sudah menderita selama lima tahun.
Sang Nenek terkekeh melihat dan menertawakan anak muda yang hanya tahu mengenai cinta dan mengira cinta adalah segalanya.
Sang Penjadwal tersadar bahwa Sang Nenek punya maksud lain , yakni membiarkan ingatan Sang Penjadwal pulih dan melihat kehidupan Yikung agar Sang Penjadwal dapat berubah pemikirannya.
Sang Nenak malah tertawa lebih kencang lagi dan memuji otak Sang Penjadwal kali ini berkerja dengan cepat. Nenek menjelaskan bahwa jika bukan karena Jihyun , Yikyung tidak akan bertahan selama lima tahun ini bahkan bisa terkena serangan jantung saat melihat Sang Penjadwal alias Yisoo dan langsung mati jantungan .
Sang Nenek mengingatkan bahwa takdir antara Jihyun , Yikyung dan Sang Penjadwal masih terus berlanjut sampai kehidupan mendatang. Nenek tidak menjelaskan lebih jauh pada Sang Penjadwal yang makin penasaran. Sang Nenek segera menghilang dari hadapan Sang Penjadwal. )

Sang Penjadwal mengunjungi Yikyung untuk yang terakhir kali. Hari ini adalah hari terakhir masa jabatannya sebagai Sang Penjadwal. Sang Penjadwal berpesan agar Yikyung hidup lebih baik dan berbahagia. Sang Penjadwal hendak menyentuh Yikyung tetapi mengurungkan niatnya. Yikyung tentu tidak bisa melihat roh Sang Penjadwal disampingnya. Sang Penjadwal kemudian mengenakan stelan jas rapih dan menghilang di taman.
***
Yikyung terbangun pagi hari dan teringat nasehat mendiang Jihyun agar menjalani pola makan sehat dan melanjutkan kehidupan menjadi lebih baik.
Sementara itu Han Kang sedang merenung dipinggir Sungai Han. Han Kang kini menyadari kenapa Jihyun ingin meninggalkan dunia dengan diam-diam.
***
Dua tahun berlalu . Injung melewati sebuah trotoar.

(Tiba-tiba Injung terkenang pada masa lampau ketika dirinya bersama Jihyun dan Seowoo masih remaja dan sedang berlari . Ternyata mereka bertiga terlambat disekolah dan harus menerima hukuman . Injung teringat juga betapa Jihyun mulai lapar dan perutnya berbunyi saat menjalani hukuman. Injung geli membayangkan suara perut Jihyun kemudian menyuapi Jihyun dan Seowoo dengan kue.)
Injung kemudian mengunjungi Minho dipenjara. Minho meminta Injung tidak datang lagi. Injung tetap bersikeras akan terus mengunjungi. Injung juga melaporkan bahwa ibu Minho semakin sehat.
Minho mengungkap bahwa dirinya masih harus menjalani hukuman penjara tiga tahun lagi. Injung tetap menyatakan keinginannya untuk terus mengunjungi Minho.
Minho kali ini lebih bijaksana dan insaf . Minho berkata bahwa kesalahan mereka dimasa lampau bukanlah kesalahan Injung. Injung memang mengusulkan gagasan , tetapi gagasan itu tidak akan terwujud tanpa keputusan Minho. Minho meminta Injung agar tidak merasa bersalah terus menerus.
Minho mengaku telah bersalah pada Injung , Jihyun dan keluarganya dan sangat menyesal. Injung menenangkan bahwa tiga tahun lagi mereka bisa hidup bersama lagi. Injung berharap Minho dapat memaafkan dirinya sendiri setelah menuntaskan hukuman penjara.
***
Han Kang sedang berada diproyek dan kesal menyaksikan perkembangan proyek yang ada. Pada saat itu Istri Asisten Oh menghubungi Han Kang.
Di café Heaven , Yikyung ternyata berkerja disitu dan hari ini adalah hari terakhirnya. Sementara itu Seowoo sedang berada di café juga dan sedang asik berpacaran dengan pelayan pria di café itu.
Dokter Noh datang mengunjungi Yikyung di café. Yikyung tersenyum menyambut kedatangan Dokter Noh. Yikyung mengajak Dokter Noh makan siang bersama. Akhirnya mereka duduk berhadapan sambil menanti pesanan makanan.
Pelayan wanita datang dan meladeni pesanan mereka. Pelayan wanita mempertanyakan apa Yikyung dan Dokter Noh hanya teman biasa ? Yikyung menjelaskan bahwa Dokter Noh adalah teman special karena selalu membantunya saat putus asa.
Pada saat itu Han Kang datang mengunjungi café Heaven miliknya . Han Kang memanggil Yikyung dan mengaku sedang sangat kelaparan. Yikyung terpaksa meninggalkan Dokter Noh sebentar untuk mengantarkan makanan untuk Han Kang. Han Kang rupanya ingat bahwa hari ini adalah hari terakhir Yikyung berkerja di café. Han Kang menawarkan farewell party untuk Yikyung.
Yikyung menolak ide Han Kang karena sedang ada janji untuk makan bersama orangtuanya. Han Kang mengingatkan agar Yikyung tidak melupakan acara mereka besok pagi.
Yikyung mengunjungi orangtua Jihyun (kini orangtuanya juga). Mereka membahas rencana Yikyung untuk berkerja di proyek perusahaan keluarga. Yikyung melaporkan juga bahwa besok akan pergi untuk mengunjungi makam Jihyun . Jihyun baru bisa pergi ke proyek Haemido lusa harinya.
***

Keesokan hari Han Kang dan Yikyung mengunjungi makam Jihyun. Ternyata abu jenasah Yisoo juga dimakamkan disamping makam Jihyun . Yikyung curhat pada Jihyun didepan makamnya bahwa Han Kang kini sibuk berkerja setiap hari dan kini menjadi teman baikku.
Han Kang juga melaporkan bahwa karena 49 hari yang dilalui Jihyun maka Han Kang juga merasa hidupnya tinggal 49 hari . Jika manusia tidak tahu kapan akan mati maka manusia tidak bisa berubah .
Yikyung meletakkan bunga di makam Sang Penjadwal alias Yisoo sementara Han Kang meletakkan di makam Jihyun. Han Kang berkata didepan makam keduanya bahwa disinilah terbaring dua orang terpenting dalam hidup kita.

Yikyung juga berkata bahwa dua orang itulah yang mengubah hidup kita dan pergi dengan kenangan indah. Yikyung mengaku akan menghargai setiap hari seolah-olah hari terakhirnya didunia ini.
TAMAT

0 comments:

Post a Comment