Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 19

Standard


Sang Penjadwal terperanjat melihat tiga tetes air mata sudah berada di kalung air mata milik Jihyun. Sang Penjadwal terkagum ternyata kehidupan Jihyun berharga di didunia ini.

Jihyun sendiri tidak menyangka disaat terakhir ternyata  tiga orang sudah meneteskan air mata yang tulus untuknya. Jihyun mengkonfirmasi apakah dia bisa kembali ?
Sang Penjadwal hendak memberikan bocoran mengenai identitas tiga orang yang meneteskan air mata untuknya . Jihyun keberatan dan merasa lebih baik tidak tahu sama sekali.
Sang Penjadwal kemudian mengantarkan arwah Jihyun untuk kembali pada tubuh fisiknya didunia.
Kedua orangtua Jihyun berada di samping ranjang pasien di rumah sakit . Tetapi Ayah Jihyun yang pertama kali menyadari Jihyun sudah siuman. Orangtua kegirangan mendapatkan kejutan yang membahagiakan ini. Anak mereka sudah sadar.
***
Yikyung sedang berkemas-kemas dan pamit pada Asisten Oh karena sudah merasa tidak perlu lagi tinggal di café. Asisten Oh tidak berdaya untuk mencegah karena Yikyung ngeloyor pergi.
Asisten Oh melaporkan hal itu pada Han Kang yang sedang mengemudikan mobilnya dijalan. Han Kang panik mendengar hal itu dan segera menepikan mobilnya dijalan untuk menenangkan diri.
***
Jihyun benar-benar siuman setelah penantian panjang. Disana sudah ada Seowoo yang menemani orangtua Jihyun. Mereka tampak bahagia melihat Jihyun sudah siuman.

Ibu Jihyun mengabari Han Kang bahwa Jihyun sudah siuman. Han Kang yang semula mengira Jihyun sudah meninggal menjadi terkejut.
Sementara itu Yikyung sudah kembali kerumahnya dan merenungkan kebersamaannya yang singkat bersama arwah Jihyun.
Han Kang telah menyusul ke rumah sakit. Han Kang tak lupa memberikan selamat pada orangtua Jihyun atas kesembuhan anak mereka. Ayah Jihyun membalas ucapan selamat untuk Han Kang.
Pada kesempatan ini Han Kang melaporkan bahwa Ayah Han Kang setuju untuk investasi di perusahaan keluarga Jihyun. Orangtua Jihyun semakin lega mendengar kabar baik beruntun.
Seowoo membawa pesan bahwa Dokter Jo ingin mengungkapkan analisa medisnya. Menurut Dokter Jo , Jihyun mengalami mukjizat karena jantung dan darahnya tetap normal setelah tak sadarkan diri lebih dari sebulan. Dokter Jo hanya menyebut bagian persendian dan otot Jihyun yang masih kaku tetapi bukan masalah besar.
Seowoo kemudian menyuapi Jihyun dengan bubur. Jihyun tampak menikmati . Tak lupa Jihyun memeluk ibunya pertanda kangen yang teramat sangat. Seowoo tak mau kalah hendak dipeluk oleh Jihyun.

Pada saat itu Han Kang masuk ruang rawat kembali dengan ekspektasi tinggi . Han Kang malah kecewa ternyata Jihyun seperti tidak mengingat pengalaman arwahnya selama 49 hari. Jihyun malah menanyakan kabar mengenai tunangannya , Minho. Semua kebingungan menjawab pertanyaan Jihyun yang satu ini.
Diluar ruangan , Ibu Jihyun meminta Han Kang dan Seowoo untuk merahasikan kejahatan Minho dari Jihyun sampai Jihyun benar-benar pulih. Han Kang masih terpukul karena Jihyun tidak mengingat 49 harinya. (Dengan kata lain Jihyun tidak mengingat rasa cintanya pada Han Kang).
***
Kabar kesembuhan Jihyun pun sampai ke telinga Minho melalui sindiran orang-orang kantor kepadanya. Minho kaget mendengar Jihyun sudah siuman.
Minho malah menemui Yikyung . Kehadiran Minho ini mengejutkan Yikyung. Tetapi Minho minta maaf karena telah mengira tidak ada orang dirumah Yikyung sehingga masuk menyelonong.
Minho meyakinkan Yikyung bahwa dia tidak akan lama-lama dirumah Yikyung. Minho berkata akan mengembalikan status rumah Yikyung seperti semula. Yikyung meminta kunci rumahnya pada Minho.
Yikyung terus bersikap ketus pada Minho dan menegaskan bahwa dia bukanlah Jihyun. Minho mengaku tidak mau menyulitkan Yikyung.
***
Jihyun sedang asik bercengkrama dengan orangtuanya untuk merayakan kesembuhannya. Han Kang ikut tersenyum melihat hal ini. Jihyun memandang Han Kang dengan aneh. Teman biasa seperti Han Kang kok masih terus berada disini , pikir Jihyun.
Orangtua jadi cemas dan buru-buru menjelaskan bahwa selama ini Han Kang yang membawakan bunga untuk Jihyun. Jihyun malah semakin sengaja berkata sinis pada Han Kang. Menurut Jihyun orang yang berubah kebiasaan biasanya orang yang akan mati. Jihyun mempertanyakan kenapa Han Kang melakukan hal yang bukan kebiasaannya.
Orangtua Jihyun semakin tidak enak mendengar omongan anak mereka. Jihyun tidak peduli dan meminta Han Kang pergi dari ruangan itu. (Alangkah malangnya Han Kang seperti habis manis sepah dibuang.)
Han Kang kembali kecafe dan melaporkan semuanya pada Asisten Oh. Han Kang mengeluh Jihyun melupakan 49 harinya. Asisten Oh mengerti mitos 49 hari dan memahami bahwa menurut aturan main orang yang mengalami seperti Jihyun akan melupakan pengalaman 49 harinya untuk menghindari bocornya rahasia alam. Han Kang walaupun sedih tetapi tetap bersyukur bahwa Jihyun kembali hidup.
***
Yikyung duduk termenung seorang diri dalam rumahnya yang gelap. Yikyung melamunkan Yisoo dan tidak sadar bahwa Sang Penjadwal ada disampingnya.

Keesokan harinya Yikyung menerima laporan dari Han Kang mengenai kesembuhan Jihyun termasuk sikapnya yang seperti melupakan 49 harinya bersama Han Kang. Yikyung dari senang mendengar kesembuhan menjadi turut kecewa dan bersimpati pada Han Kang.
Han Kang menyampaikan rasa terimakasihnya atas bantuan Yikyung selama ini dan menawarkan pekerjaan kepada Yikyung. Yikyung tak enak hati , tetapi Han Kang memiliki alasan kuat bahwa Yikyung memang professional untuk berkerja di café sesuai latar belakang pendidikannya.
Yikyung menyerahkan gelang milik Jihyun pada Han Kang. Yikyung mengaku bahwa Jihyun yang memintanya untuk menyerahkan kalung ini pada Han Kang. Jihyun juga bilang bahwa itu adalah kalung milik ibu Han Kang. Han Kang terheran ada hubungan apa Jihyun dengan mendiang ibunya.
***
Direktur Jung mendesak Minho agar bertanggungjawab atas dana proyek . Direktur Jung juga mendesak agar Minho menemui Keluarga Jihyun untuk membahas dana pinjaman dan pengembaliannya.
Minho menolak usulan itu. Direktur Jung menjadi marah dan mencela Minho yang dianggap serakah. Jika saja Minho tida menunda pengumuman status pailit perusahaan masalah tidak akan menjadi berlarut-larut seperti sekarang ini.
Minho jadi kehilangan akal menghadapi perubahan situasi yang tidak menguntungkan dirinya. Sampai Injung menelepon juga tidak digubris oleh Minho.
Minho menemui pelayan Joonhee di café Heaven untuk mengorek informasi apa yang dikatakan Han Kang mengenai masalah keuangan Keluarga Jihyun. Joonhee mengaku bahwa Han Kang pergi ke Amerika Serikat untuk menggalang dana investasi. Minho menegur kenapa Joonhee tidak melaporkan hal itu sebelumnya.
Joonhee tidak peduli karena merasa dirinya bukan tipe pria yang bisa berhianat demi uang. Minho menuduh Junhee selama ini telah memberikan informasi palsu. Joonhee tetap tidak peduli dan ngeloyor pergi.

Han Kang penasaran dan terus bertanya apakah Han Kang muncul dalam mimpi Jihyun. Jihyun merasa aneh untuk apa Han Kang muncul dimimpinya. Jihyun ingin kembali kedalam rumah sakit dan Han Kang terpaksa mengantarnya kembali. Minho dari jauh memperhatikan Jihyun dan Han Kang dan melihat sendiri ternyata Jihyun sudah benar-benar siuman.
***
Sesuai permintaan Jihyun , ibu Jihyun bersama Seowoo menemui Injung dan menginformasikan bahwa Jihyun sudah siuman. Seowoo meminta Injung agar bersedia diajak Ibu Jihyun untuk menemui Jihyun.
Walaupun sudah diberitahu bahwa Jihyun tidak tahu perbuatan Injung dan Minho selama mati koma , Injung tetap menolak untuk menemui Injung dan memohon agar bilang saja Injung sedang keluar negri sebagai alibi.

Ibu Jihyun mulai kesal dan berkata bahwa dia tidak menyuruh Injung minta maaf pada Jihyun . Ibu Jihyun hanya meminta Injung agar bersikap biasa seperti sebelum terjadi kecelakaan.
Injung tetap menolak. Ibu Jihyun semakin kesal dan ketus dengan berkata bahwa Injung selama ini sudah berakting selama dua tahun . Ibu Jihyun meminta Injung tetap berakting saja seperti biasanya.
Injung mencoba protes tetapi Ibu Jihyun sudah muak dipanggil bibi . Seowoo membujuk sekali lagi , “Injung coba dengarkan kata hatimu sekali ini dan pergi , berlakulah seperti sebelum kecelakaan. !!
Injung makin tersudut dan mengaku bersalah tetapi tetap tidak mau menemui Jihyun. Seowoo dan Ibu Jihyun kehabisan kesabaran dan menyeret Injung untuk menemui Jihyun.
***
Han Kang masih menenami Jihyun yang sedang duduk diranjang pasien. Jihyun merasa tidak nyaman melihat Han Kang terus menempelnya seperti itu . Jihyun bertanya apakah Han Kang akan datang setiap hari ? Han Kang mengiyakan .

Jihyun mengalihkan topic pembicaraan mengenai kenapa Han Kang tidak menekuni design arsitektur dengan serius. Jihyun menunjuk satu lukisan dan menyebut lukisan karya Han Kang ini benar-benar bagus . Jihyun masih heran kenapa dengan pria yang sangat berbakat seperti Han Kang terus menyembunyikan kemampuannya ?
Han Kang mengaku tidak ada orang yang bisa diajak berbagi untuk menunjukkan karya-karyanya. Han Kang balik bertanya jika Han Kang rajin merancang apakah Jihyun mau melihatnya ? Jihyun jadi salah tingkah mempertanyakan kenapa Han Kang terus seperti itu ?
Pada saat itu Ibu Jihyun datang bersama Injung. Jihyun memberikan isyarat agar Han Kang menemani ibunya untuk minum kopi diluar. Han Kang mengerti bahwa Jihyun perlu privasi untuk berbincang dengan Injung . Han Kang mengajak Ibu Jihyun keluar ruangan.
Tinggallah Injung dengan salah tingkah berdiri didepan ranjang Jihyun. Jihyun tersenyum manis pada Injung. Jihyun mengaku tertidur panjang dan bermimpi. Jihyun juga mengungkit pada hari pertunangannya saat sepatunya rusak , Injung rela memberikan sepatunya untuk dipakai Jihyun. Jihyun berkata bahwa sepatu adalah kehormatan seorang wanita , dan memuji Injung rela melepaskan kehormatan demi Jihyun , demi teman.  Injung tersentuh mendengar penuturan Jihyun.
(Jihyun menunjukkan kebesaran jiwanya dengan melupakan kejahatan Injung dan memaafkannya. Injung dalam hati kecilnya pun memang menganggap Jihyun sebagai sahabat baiknya.)
***
Sang Penjadwal uring-uringan karena ingatannya sudah pulih sedangkan dia menerima hukuman tambahan satu minggu. Sang Penjadwal jadi menghujat nenek tua sebagai nenek yang jahat. Si Nenek mengingatkan agar Sang Penjadwal jangan kurang ajar pada seniornya karena mentang-mentang masa jabatannya akan berakhir.
Sang Penjadwal mengaku sangat kesal karenanya jadi bersikap seperti itu. Si Nenek memaklumi karena ingatan Sang Penjadwal pulih sehingga uring-uringan seperti itu.
Si Nenek tiba-tiba menganjurkan agar Sang Penjadwal menemui Yikyung sebelum masa akhirnya. Si Nenek menjelaskan bahwa hari ini adalah hari terakhir masa jabatan Sang Penjadwal selama lima tahun. Untuk bertemu Yikyung waktunya tidak berubah dan tetap diperkenankan sehari bertemu dengan Yikyung.
Sang Penjadwal kegirangan mendengar hal itu . Akhirnya dia bisa menemui Yikyung dalam wujud manusia. Sang Penjadwal kemudian mengirimkan kartu ajaib untuk mengajaknya bertemu disebuah tempat.
Yikyung untuk pertama kalinya dalam lima tahun berdandan sebagaimana wanita umumnya yang ingin terlihat cantik untuk menemui Yisoo (Sang Penjadwal).

Akhirnya mereka bertemu disebuah taman. Sang Penjadwal menatap wajah Yikyung dalam-dalam dan merasa belum berubah jauh. Yikyung pun menangis dan menyentuh pipi Sang Penjadwal . Keduanya berpelukan sambil menangis terharu karena sudah terpisah sekian lama.
Sang Penjadwal membonceng Yikyung menuju tempat dimana Sang Penjadwal mengalami kecelakaan dan meninggal sambil bernostalgia.
Sang Penjadwal bercerita bahwa ketika itu dia masih pemuda yang tidak sabaran dan seorang pemusik dan punya perbedaan pandangan dengan Yikyung. Sang Penjadwal berpikir karena tidak bisa membahasnya akhirnya memilih bertindak semaunya. Sang Penjadwal walaupun bermain musik dan jalan dengan para wanita lain tetap menganggap Yikyung adalah kampung halaman . Jadi ketika itu Sang Penjadwal membelikan cincin untuk melamar Yikyung.
Sang Penjadwal mencari cincin yang dulu pernah dia beli dan akhirnya memasangkan cincin itu pada jari Yikyung dan dirinya .
Setelah bernostalgia . Sang Penjadwal membawa Yikyung ke taman hiburan. Sang Penjadwal mengaku dulu tidak punya uang karena itu tidak pernah mengajak Yikyung ketempat ini ketika pacaran dulu.

Setelah puas di taman hiburan , Sang Penjadwal justru membawa Yikyung pulang kerumah. Sang Penjadwal meminta Yikyung untuk belanja makanan seorang diri . Yikyung jadi bertanya “Kau sendiri ingin melakukan apa membiarkanku pergi belanja seorang diri ? “.
Sang Penjadwal berjanji tidak akan pergi tanpa pamit , dan mengaku sedang ada yang harus dikerjakan. Sang Penjadwal berjanji kerjaan itu akan selesai saat Yikyung pulang nanti.
Yikyung akhirnya pergi belanja. Sang Penjadwal diam-diam membersihkan dan menghias rumah Yikyung menjadi lebih indah dengan mengganti interior , wallpaper dan perabotan.
Pada saat itu Dokter Noh muncul hendak mengunjungi Yikyung. Dokter Noh heran melihat Sang Penjadwal dan sempat menduga rumah itu sudah ganti pemilik . Sebaliknya Yikyung pun tampak tidak suka dengan kehadiran Dokter Noh.

Dokter Noh menanyai terus Sang Penjadwal. Sang Penjadwal merasa terganggu dan mengaku bahwa dirinya tidak berkerja dirumah itu untuk menjawab pertanyaan Dokter Noh. Sang Penjadwal minta Dokter Noh tidak datang , paling tidak untuk hari ini dan besok paginya.
Dokter Noh mencoba menitip pesan. Sang Penjadwal dengan ketus mengancam kalau Dokter Noh tidak lekas pergi maka tidak akan menyampaikan pada Yikyung . Dokter Noh juga tidak suka dengan sikap Sang Penjadwal tetapi akhirnya pergi juga.
Walau demikian Sang Penjadwal merasa Dokter Noh pria baik-baik . Sang Penjadwal menduga bahwa Dokter Noh itu menyukai Yikyung.
Yikyung sudah kembali ke rumahnya. Dia terkejut suasana rumahnya sudah berbeda drastic. Ruangan dalam sudah ada ranjang dengan rumahnya dan furniture baru (seperti ranjang penganten saja hahaha) . Yikyung panik melihat Sang Penjadwal belum menampakkan diri.
Ternyata Sang Penjadwal baru mandi dan keluar sambil tersenyum. Sang Penjadwal bercanda bahwa dirumah Yikyung banyak debu sehingga harus mandi.
Yikyung bertanya kenapa Sang Penjadwal melakukan semua itu. Sang Penjadwal beralasan bahwa dirinya tinggal bersama Yikyung walaupun untuk sehari dan menginginkan tempat yang bersih.
Malam hari sudah tiba . Yikyung sudah tidur sambil menikmati suasana ruangan baru yang lebih indah daripada sebelumnya. Sang Penjadwal ada disampingnya sambil menatap Yikyung.

Keesokan harinya , Sang Penjadwal mengajak Yikyung jalan-jalan. Yikyung merasa aneh bahwa Sang Penjadwal tampak nyata seperti manusia yang masih hidup di tengah terik sinar matahari.
Sang Penjadwal menjelaskan bahwa dirinya tetap orang yang sudah mati. Dia mengaku menunggu selama lima tahun untuk bisa melihat kembali Yikyung dan memberikan cincin dan mengatakan perasaan cinta
Walau demikian Sang Penjadwal mengatakan bahwa Yikyung harus menatap masa depan. Sang Penjadwal memutuskan hubungan dengan Yikyung agar tidak meninggalkan kepahitan cinta.
Yikyung tidak rela dengan kepergian Sang Penjadwal dan menangis. Sang Penjadwal menekankan bahwa mereka tidak bisa bersama lagi (karena sudah merupakan dunia yang berbeda). Meskipun Yikyung memilih kematian pun mereka berdua tetap akan terpisah . Percuma saja.
Sang Penjadwal menasehati Yikyung agar lebih kuat dan tabah. Sang Penjadwal ingin melihat kebahagiaan Yikyung dimasa mendatang. Sang Penjadwal mengaku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang (RIP) jika melihat Yikyung tidak bahagia.
Sang Penjadwal berusaha mengambil cincin mereka berdua . Yikyung menolak. Sang Penjadwal tetap memutuskan mengambil dan membuangnya ke sungai .
Dengan sedih Sang Penjadwal menangis dan mengatakan cincin itu sudah tidak ada artinya lagi. Sang Penjadwal mengaku sudah membereskan kesalahpahaman diantara mereka. Yikyung tetaplah orang yang paling berharga dimata Sang Penjadwal.
Sang Penjadwal meminta Yikyung untuk berjanji agar tetap menjadi gadis yang bahagia sehingga Sang Penjadwal bisa pergi tanpa penyesalan dan bisa memulai lagi di kehidupan mendatang (reinkarnasi).

Sebelum benar-benar pergi , Sang Penjadwal meminta agar Yikyung membuka hati untuk pria lain yang mencintai Yikyung dimasa mendatang. Keduanya akhirnya terus menangis . Sang Penjadwal mencium Yikyung dan benar-benar pergi dan menghilang secara gaib.

***
Minho mengunjungi ibunya di rumah sakit. Minho menunjukkan sikap penyesalan yang mendalam melihat kondisi ibunya.
Pada saat mengharukan itu justru petugas menciduk Minho dan menahannya atas perintah kejaksaan. Minho memohon agar diijinkan menemui ibunya untuk sekali ini saja.
Minho rupanya ingin memastikan ibunya menyembunyikan dokumen yang diberikan supir Cha kepadanya. Minho meminta ibunya tidak memberikan kepada siapapun kecuali Minho.
Giliran Ibu Minho yang bingung karena tidak mengenali Minho. Tetapi lama-lama ibu Minho teringat dan berkata apa Minho sudah menuntaskan kuliah dan meraih gelar ? Ibu Minho mencela anaknya tidak memberitahu kepulangannya. Ibu Minho berpikir jangan-jangan uang kiriman kepada Minho masih tidak cukup.
Minho mengaku sudah cukup . Ibu Minho tidak percaya dan menduga Minho takut ibunya berkerja keras . Ibu Minho percaya anaknya akan sukses . Ibu Minho memeluk anaknya . Minho hanya bisa menangis.

Minho akhirnya digiring petugas untuk di interogasi ditempat lain. Dalam interogasi itu Minho ingin menanggung kejahatannya sendiri dan menyangkal keterlibatan Injung. (Disaat terakhir rupanya Minho masih punya hati nurani dengan menyelamatkan Injung).
***
Yikyung masih galau sejak ditinggal pergi Sang Penjadwal. Tetapi Yikyung teringat pesan terakhir Sang Penjadwal agar Yikyung harus kuat dan tabah untuk menghadapi masa depan.

Yikyung akhirnya kembali bersemangat. Dia mengunjungi Jihyun dirumah sakit. Didepan ruangan , Yikyung agak ragu-ragu karena teringat Han Kang bercerita bahwa Jihyun kehilangan ingatan 49 harinya.
Jihyun keluar ruangan dan melihat Yikyung. Jihyun tampak gembira dan langsung menyambut Yikyung yang sudah seperti kakaknya sendiri. Mereka saling berpelukan melepas kangen.

Yikyung heran bahwa Jihyun masih mengingat dirinya tetapi tidak mengingat Han Kang. Raut wajah Jihyun jadi berubah mendengar nama Han Kang. Yikyung menduga bahwa Jihyun hanya pura-pura tidak mengingat Han Kang.
Jihyun akhirnya mengaku bahwa dia berpura-pura tidak mengingat Han Kang karena akan mati untuk kedua kalinya. Yikyung terperanjat mendengar hal itu.
Sinopsis Lengkap

0 comments:

Post a Comment