Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 18

Standard


Han Kang terperanjat merasa Yikyung memeluknya dari belakang. Han Kang berusaha meronta tetapi ternyata Jihyun (dalam wujud Yikyung).

Han Kang menahan emosinya dan memohon agar “Yikyung” menyampaikan pesan pada Jihyun,  agar jangan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal seperti dulu yang pernah dilakukan Ibu Han Kang. Minho diam-diam melihat mereka dari balik kaca .
Jihyun mengucapkan terima kasih. Yikyung jadi berandai bertukar tempat dengan Jihyun agar bisa bertemu dengan Yisoo (Sang Penjadwal). Jihyun merasa sedih karena tahu bahwa Sang Penjadwal sedang menunggu Yikyung. Yikyung merasa bahwa Yisoo bukan manusia yang bisa kembali kepadanya.
Jihyun dan Yikyung memang mengalami masalah masing-masing. Walaupun mereka sedih tetapi mencoba saling menyemangati .
Sang Penjadwal melihat Yikyung tertidur dan berusaha menunjukkan rasa sayangnya. Arwah Jihyun tahu diri dan membelakangi mereka berdua.
***
Sementara itu Injung sedang tidur . Tetapi mendadak Injung merasa Jihyun sedang berada disampingnya. Injung jadi paranoid merenungkan ancaman Yikyung : “ Kalau aku adalah Jihyun maka aku akan menghantuimu selamanya.” Injung mulai merasa di hantui dan ketakutan. Injung mencoba mengirim SMS pada Minho .
Minho akhirnya datang dan Injung mengucapkan terimakasih . Minho akhirnya membenarkan dugaan Injung bahwa arwah Jihyun kembali dalam wujud Yikyung. Injung lega mendengar dugaannya selama ini ternyata benar.
Minho menyimpulkan bahwa Yikyung adalah Jihyun dan Jihyun adalah Yikyung. Injung masih ketakutan . Minho menenangkan bahwa arwah Jihyun itu bukan hantu karena tubuhnya masih terbaring hidup tak sadarkan diri di rumah sakit. Minho merasa arwah Jihyun hendak membalas dendam dan membuat mereka sengsara.
Solusinya , Injung harus  menyelesaikan semua ini dengan membunuh Jihyun dirumah sakit. Minho tampaknya hendak lepas tangan dan mendesak Injung yang telah memulai semua ini maka dia pula yang harus mengakhirinya. Injung kembali putus asa dan menangis.
***
Yikyung sudah bangun dipagi hari. Arwah Jihyun mengatakan bahwa waktunya tinggal empat hari lagi. Jihyun bertanya apa Yikyung ingat peristiwa tadi malam ? Yikyung malah tersenyum. Jihyun heran melihat Yikyung tersenyum.
Yikyung menjelaskan bahwa setelah memberi ijin Jihyun memasuki tubuhnya pasti Yikyung dalam posisi tertidur dan tidak mengingat apapun. Jihyun bertanya apa Yikyung sudah tidak takut lagi kepadanya (sebagai arwah) ?  Yikyung mengaku bahwa Yisoo (Sang Penjadwal) yang akan bertemu denganku juga bukan manusia.
Han Kang datang mengetuk pintu untuk mengajak belanja. Arwah Jihyun memasuki tubuh Yikyung dan mereka pergi bersama. Han Kang mengajari Jihyun untuk memilih bayam yang tepat.

Han Kang mengaku dia punya pengetahuan soal itu karena pernah hidup sendiri di Amerika Serikat saat kuliah dulu.
Jihyun meledek apa arwah Minho memasuki tubuh Han Kang ? Karena Han Kang terlihat sama sombongnya dengan Minho. Han Kang jadi jengkel disamakan dengan Minho.
Han Kang memasakkan sesuatu untuk Jihyun. Jihyun merasa masakan Han Kang itu enak sekali . Mungkin karena Jihyun baru bangun tidur. Han Kang menganggap itu hanya alasan Jihyun saja karena keahlian Jihyun justru dalam hal memakan (bukan memasak).
Han kang memberikan upah yang sudah dihitung dan meminta Jihyun agar jalan-jalan dan belanja pakaian yang layak . Han Kang berkata akan menemui Ayah Jihyun dirumah sakit.
Jihyun jadi khawatir ada masalah di perusahaan keluarganya. Han Kang menenangkan bahwa kepergiannya hanya untuk memberikan informasi  dan membahas kejaksaan , sedangkan masalah kebangkrutan perusahaan sudah berhasil diatasi. Jihyun lega mendengar penjelasan Han Kang dan sudah tidak punya beban lagi (kalau meninggal).
Han Kang menemui Ayah Jihyun dan membahas masalah keuangan. Ayah Jihyun menceritakan bahwa dia telah menjual tanah milik Jihyun dan menginvestasikan uangnya dalam proyek Haemido yang jangka waktunya tinggal seminggu lagi.
Han Kang bertanya apa resiko jika tidak bisa mengembalikan uang. Ayah Jihyun menjawab bahwa pihak perusahaan harus menyerahkan 20% saham perusahaan . Han Kang jadi penasaran apa tidak bisa menyediakan uang sebesar 7 miliar won. Ayah Jihyun meminta Han Kang untuk melihat saja perkembangannya besok pagi.
Ayah Jihyun dan Han Kang akhirnya tiba di kantor dan Injung datang menyambut mereka. Wajah Han Kang berubah saat melihat Injung sementara Ayah Jihyun merasa bingung kenapa Injung selalu menghindar bertatapan mata (ini adalah ciri orang yang merasa bersalah).
Han Kang kemudian mengajak Injung berbicara berdua. Han Kang mendesak Injung untuk membujuk Minho menghentikan rencananya. Menurut Han Kang , Minho bisa saja bersikap tak peduli pada Jihyun tetapi bagaimanapun Injung adalah teman Jihyun.
Injung tidak percaya Minho bisa menyerah begitu saja dan Injung mengaku tidak bisa hidup tanpa Minho. Injung bertekad akan bersama dengan Minho sampai akhir dan sudah terlambat untuk menghentikan rencana yang sudah bergulir.
Han Kang menasehati Injung tidak ada kata terlambat karena belum ada yang mati . Han Kang mengancam Injung dengan mengaku sudah mengetahui semua rencana Minho dan Injung.
***


Sang Penjadwal jadi sedih mendengar Yikyung berpikir seperti itu. Jihyun masih bertanya , apa untuk tujuan itukah Sang Penjadwal mengajukan diri untuk jabatan Sang Penjadwal ? Sang Penjadwal jadi sedih dan pergi .
***
Injung yang terpengaruh ancaman Han Kang , akhirnya membahas hal itu kepada Minho. Injung cemas karena Ayah Jihyun dan Han Kang bukanlah orang bodoh dan sudah mengetahui rencana Minho dan Injung.
Pada saat itu Minho mendengar laporan dari supirnya melalui ponsel bahwa Han Kang telah mengantar orangtua Jihyun pulang. Minho jadi gusar karena apa urusannya Han Kang melakukan hal itu.
Injung jadi heran melihat sikap Minho dan menduga Minho telah dipecat karena Han Kang ? Minho balik bertanya apa maksud Injung ?

Injung terus melontarkan tuduhan bahwa Minho sekarang menyukai keduanya , baik Jihyun maupun Yikyung. Menurut Injung , Minho ingin minta maaf pada Jihyun dalam tubuh Yikyung dan mencoba untuk melamar kembali tetapi Minho takut ditolak dan akhirnya uring-uringan sendiri.
Minho kesal dan membenarkan dirinya seperti orang gila karena Jihyun dan Yikyung. Minho juga meledek jangan-jangan Injung yang sedang berada didepannya ini juga sedang dirasuki arwah Jihyun. Minho jadi tidak yakin dengan segalanya.
Injung pulang dengan kesedihan menjulang. Tak lama Injung kembali ke rumah sakit tempat tubuh asli Jihyun sedang dirawat. Disana ternyata sudah ada arwah Jihyun yang sedang menunggu. Arwah Jihyun tak percaya Injung masih punya nyali untuk datang keruangannya.

Injung menatap tubuh fisik Jihyun dalam-dalam. Jihyun sedang tak sadarkan diri di ranjang. Arwah Jihyun mulai curiga apa yang hendak dilakukan Injung ? Injung sedang mendekati ranjang dan tangannya gemetaran seperti sedang berjuang melawan hati nurani.
Pada saat itu Han Kang datang dan melihat Injung sedang menjulurkan tangan dekat pipi Jihyun. Han Kang menduga Injung akan mencabut selang oksigen dari mulut Jihyun.
Han Kang menghardik untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Han Kang sudah muak dengan Injung yang dikiranya sudah gila dan bukan manusia lagi. Han Kang bertanya apa kesalahan Jihyun sehingga Injung tega menjahati Jihyun ?

Injung hanya bisa menangis dengan tubuh gemetaran . Han Kang mengusir Injung pergi karena mengaku kehilangan kesabaran dan bisa saja membunuh Injung sangking marahnya.
Arwah Jihyun yang paling terpukul melihat Injung yang sudah bertahun-tahun menjadi sahabat dekatnya. Pandangan Jihyun menjadi kosong karena galau. Han Kang sementara itu sedang duduk disamping tubuh fisik Jihyun yang berbaring diranjang.
***
Keesokan harinya , Han Kang datang untuk melabrak Minho di apartemennya. Kedua sahabat ini sudah berubah menjadi musuh bebuyutan. Han Kang menyampaikan maksud kedatangannya adalah untuk bertanya orang seperti apakah Minho itu ? Apakah masih punya rasa malu ?
Han Kang menyerang Minho dengan kata-kata bahwa Minho tidak puas dengan Tuhan kemudian melampiaskan amarahnya kepada manusia disekitarnya. Menurut Han Kang , Minho jauh lebih kejam daripada ayah Minho.
Minho mulai geram .
Han Kang meneruskan tuduhannya. “Kau tahu kenapa kau menjadi pria yang kejam ? Ibumu sibuk mencari uang demi sekolahmu . Dia adalah ibu yang baik .

Minho gusar dan meminta Han Kang untuk tutup mulut.
Han Kang tak peduli dan meneruskan bahwa Ibu Minho tidak ingin Minho mengikuti jejak ayah Minho , tetapi Han Kang merasa Minho lebih buruk dari ayah Minho.
Han Kang merasa Minho adalah pria bajingan yang mendorong seorang teman untuk menarik tabung oksigen dari wanita yang pernah mencintai Minho. Karenanya Minho dipandang jauh lebih buruk dari ayah Minho dan sungguh seorang pria yang tak punya rasa malu.
Minho tak tahan lagi dan mencengkram kerah baju dan meminta Han Kang untuk tutup mulut .
Han Kang tidak gentar dan menantang apa yang akan Minho berani lakukan padanya. Han Kang merasa punya kemampuan dan bisa terus mengikuti Minho kemanapun.
(Hahahaha tantangan maut ini , Han Kang memang punya kemampuan yang diakui sendiri oleh Minho , yakni sebagai arsitek berbakat dan langka)
Han Kang hendak pergi dan mengingatkan agar Minho jangan coba mengancam .
***
Han Kang tidak main-main dengan tantangannya. Sampai di café Heaven miliknya dia mulai menyusun siasat. Han Kang menyuruh Joonhee menjadi agen ganda dan pura-pura berkerjasama untuk Minho.  Joonhee juga memastikan bahwa pemilik Haemido sebelumnya adalah Park Seung-Jae yang merupakan mantan supir. Han Kang merasa sudah punya cukup bukti untuk menjerat Minho dan menyeretnya kepada hukum.
Setelah itu Han Kang masuk ruang kantornya . Tanpa sengaja dia menemukan kamera digital milik Jihyun. Han Kang memperhatikan rekaman video yang dibuat Jihyun pada saat menyaru sebagai Jung-eun yang sedang memancing air mata yang tulus dari teman-temannya.
Han Kang sadar bahwa Jihyun sudah berusaha keras mengumpulkan air mata dari teman-temannya tetapi belum beruntung.
Han Kang kemudian keluar ruangan dan bersama Asisten Oh sedang memperhatikan Jihyun melayani pelanggan café. Asisten Oh malah mencandai Han kang kenapa menatap Jihyun terus dengan cara seperti itu.
Kembali ke dalam , Han Kang menumpahkan unek-uneknya pada Asisten Oh. Han Kang sambil menangis menyampaikan tekadnya untuk menyelamatkan Jihyun agar tetap hidup.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) menemui Sang Penjadwal. Jihyun memohon pada Sang Penjadwal agar bisa menemui Han Kang sekali lagi sebagai Jihyun dan ingin mendengar Han Kang menyebut namaku . Jihyun merasa akan mati dalam tiga hari lagi dan sangat tidak adil harus mati dengan meninggalkan beban begitu banyak didunia ini.

Sang Penjadwal menghela nafas karena diapun merasakan hal yang sama dengan Yikyung. Sang Penjadwal kemudian duduk disamping Jihyun dan bertanya apakah Jihyun tidak punya kepercayaan akan tetap hidup ?
Jihyun menjadi jengkel karena walaupun hidup kembali maka kenangan 49 hari bersama Han Kang akan hilang termasuk perasaan cintanya pada Han Kang. Sang Penjadwal membenarkan . Jihyun merasa aturan 49 hari sungguh kejam.
***
Ayah Jihyun mendengar kabar bahwa salah satu investor Haemido sudah keluar dari proyek ini. Ayah Jihyun menduga bahwa ini ulah Minho.
Sementara itu Han Kang menemui Seowoo dan meminta maaf sudah membuat Seowoo jadi begini. Seowoo tidak mengerti apa maksud Han Kang.
Han Kang menjelaskan bahwa Jihyun sangat menyayangi Seowoo dan Injung tetapi Injung justru mengharapkan Jihyun untuk mati. Giliran Seowoo yang tak percaya bahwa Han Kang masih yakin Jihyun masih hidup normal.
Han Kang menjelaskan bahwa Jihyun belum mati dan walaupun meninggal tidak berarti hubungan persahabatan akan berakhir.
Pada saat itu Han Kang mendengar kabar dari Ibu Jihyun bahwa salah satu investor menarik diri dari proyek Haemido. Han Kang mengerti dan hendak bergegas pergi menuju rumah sakit.

Tanpa sengaja Han Kang bertemu dengan Jihyun (yang baru bertemu dengan Sang Penjadwal). Han Kang tiba-tiba berhasrat untuk menyentuh Jihyun tetapi diurungkan niatnya. Mereka berdua akhirnya berjalan bersama sambil bersentuhan tangan.

***
Han Kang mulai mengantisipasi langkah Minho . Han Kang berkata pada Asisten Oh , bahwa Han Kang akan pergi ke Amerika Serikat dalam beberapa hari saja.
Asisten Oh menyarankan Han Kang untuk berkomunikasi via telepon saja dengan ayahnya di Amerika. Han Kang menjelaskan bahwa dia pergi  Amerika Serikat untuk meyakinkan ayahnya agar mau berinvestasi di proyek Haemido. Untuk urusan sepenting itu jelas tidak sopan kalau via telepon saja.
Han Kang mengira masih ada waktu lima hari sebelum 49 hari Jihyun berakhir. (Padahal Jihyun terkena denda beberapa hari ). Han Kang yakin bisa kembali dalam dua hari dan menyelamatkan perusahaan keluarga Jihyun.
***
Minho mengunjungi tempat Injung dan memberikan buku tabungan. Minho mengaku walau buku tabungan itu atas nama Minho tetapi passwordnya adalah ulang tahun Injung. Injung kaget untuk apa Minho mengatakan ini.
Minho ternyata meminta Injung agar pergi dulu ke luar negri. Setelah semua masalah beres Minho berjanji akan menyusul Injung. Injung menolak pergi dan merasa tidak membutuhkan uang itu.

Pada saat itu Ibu Jihyun datang pula ke tempat Injung. Ibu Jihyun tidak percaya melihat Minho berada dirumah Injung. Ibu Jihyun memaki Minho . Injung cemas dan mengembalikan buku tabungan itu dan meminta Minho lekas pergi.
Minho pergi .
Ibu Jihyun langsung menampar Injung :  “ Omooo !!! Kau ternyata berani melakukan hal itu didepan mataku ? Aku tahu bahwa dari dulu kau bukan gadis baik-baik dan juga aku malas bertanya kenapa kau bisa berduaan dengan tunangan temanmu sendiri . “
Ibu Jihyun masih merasa heran karena selalu menganggap Injung sebagai bagian dari keluarga Jihyun.
Injung membantah dengan mengungkit ketika Injung dulu mendapat kasus , Ibu Jihyun lebih mengkhawatirkan Jihyun . Ibu Jihyun teringat tetapi merasa hal yang wajar orangtua lebih memprioritaskan anak kandung mereka . Ibu Jihyun membalas , apa karena hal itu kau membalas kami dengan cara kejam seperti ini ?
Injung sudah merasa kepalang tanggung ,kemudian membenarkan yang dikatakan Ibu Jihyun. Injung merasa tidak bersalah dan kenapa dulu Ibu Jihyun menerima Injung sebagai anaknya sendiri padahal sejak awal sudah membenci ?
***
Arwah Jihyun berdiskusi dengan Yikyung. Jihyun merasa harus membalas budi atas kebaikan Han Kang. Jihyun merasa selalu membuat Han Kang menderita.
Jihyun meminta pendapat Yikyung , apa yang akan dilakukan Yikyung untuk Yisoo (Sang Penjadwal) jika mereka bertemu ? Yikyung mengaku akan membuat kimbap dan piknik bersama sambil mendengarkan musik dan membaca buku.
Jihyun merasa ide Yikyung boleh juga. Jihyun mengaku tidak pernah kencan seperti itu.
***
Han Kang benar-benar pergi ke Amerika Serikat . Dia hanya pamit dalam hatinya dan berjanji akan lekas pulang. Han Kang berharap Jihyun dapat menjaga diri.
2 Hari , 4 Jam , 29 Menit
Asisten Oh menanyakan apa Han Kang benar-benar tidak mau pamit langsung pada Jihyun ? Han Kang berkata tidak akan pamit langsung karena jika Jihyun tahu malah akan membuat segalanya jadi kacau. Han Kang menitip agar Asisten Oh menjaga Jihyun baik-baik.
Setelah Han Kang pergi , Jihyun (dalam wujud Yikyung) pamit pada Asisten Oh untuk pergi sebentar saja. Jihyun ternyata pulang ketempat Yikyung dan menyiapkan kimbap.
Pada saat itu Minho muncul membuat Jihyun jadi cemas. Minho merasa Jihyun sedang bersembunyi di tempat Han Kang karena ketakutan pada Minho.
Jihyun dengan sinis menyindir bahwa Minho selalu merasa paling hebat padahal disitulah kelemahan Minho. Minho bertanya apakah Jihyun (dalam wujud Yikyung) adalah Jihyun ? Jihyun menjawab bahwa Minho semestinya sudah tahu jawabannya.
Tak lama Ibu pemilik rumah sewaan datang memberikan surat kontrak pada Jihyun atas nama Yikyung.
Sementara Jihyun terheran , Minho malah pergi . Ibu pemilik mengaku Minho menyewa tempat tanpa pernah meninggalinya.
***
Sang Penjadwal sedang merasakan sensasi kekuasaan ketika sebagai yang lebih senior (sunbae) sedang memberikan petunjuk pada penjadwal baru. Dengan gaya angkuh , Sang Penjadwal memberikan petunjuk bagaimana cara kerja seorang penjadwal dan juga mengingatkan agar si junior (maknae)  bisa mempertahankan selera yang baik dalam berpakaian.  Sang junior mengiyakan segala petunjuk dari Sang Penjadwal.
Sang Penjadwal kemudian memeriksa ponselnya untuk mengetahui daftar pekerjaan mendatang.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) kembali ke café dan menjumpai Han Kang tidak berada dikantornya. Asisten Oh akhirnya mengaku bahwa Han Kang sedang ke Amerika Serikat untuk menemui ayahnya.
Jihyun jadi cemas karena waktunya didunia ini tinggal dua hari lagi , terlebih setelah mendengar Han Kang baru pulang lusa hari. Jihyun jadi kecewa karena tidak bisa menemui Han Kang di hari-hari terakhirnya.
Jihyun lari ketempat lain untuk menangis sejadi-jadinya merenungkan ketiadaan Han Kang disisinya. Jihyun teringat padahal Han Kang sendiri yang pernah bilang padanya agar tidak seperti ibu Han Kang yang meninggalkan Han Kang tanpa pamit.
Jihyun kembali ke café dan keluar dari tubuh Yikyung. Yikyung mendengarkan sambil berusaha menghibur. Jihyun mengadu pada Yikyung bahwa Han Kang baru pulang dua hari lagi padahal waktu yang tersisa untuk arwah Jihyun sudah terkena denda sehingga mungkin tidak akan sempat bertemu dengan Han Kang disaat-saat terakhir.
Yikyung bertanya apa Jihyun masih membutuhkan tubuhnya . Karena jika tidak Yikyung ada keperluan lain untuk pergi sebentar.
***
Yikyung menemui Dokter Noh dan membahas mengenai arwah. Yikyung memahami bahwa Dokter Noh tentu tidak akan mengerti maksudnya. Karena tidak mengalami sendiri .
Dokter Noh merasa Yikyung belum mempercayainya sepenuh hati padahal sudah mengira Yikyung sebagai teman dekatnya. Yikyung pamit dan mengucapkan terimakasih atas bantuan Dokter Noh selama ini.
***
Sang Penjadwal muncul dimalam hari untuk mengingatkan waktu yang tersisa bagi arwah Jihyun tinggal 16 jam , 55 menit lagi. Sang Penjadwal akan menjemput arwah Jihyun keesokan pagi tepat dimana waktu kecelakaan terjadi dan mengakhiri perjalanan arwah Jihyun selama 49 hari .

Sang Penjadwal mengingatkan bahwa di hari terakhir Jihyun , segala jenis surat tidak perkenankan. Semua surat akan dimusnahkan untuk menjamin tidak bocornya rahasia alam. Sang Penjadwal akan menjemput Arwah Jihyun lima menit sebelum waktunya.
Arwah Jihyun hanya bisa pasrah .
***
Seowoo tidak percaya Injung masih menjalin hubungan dengan Minho. Seowoo menyesalkan Injung sudah kehilangan pacar gelap dan juga sahabat-sahabat dekatnya.
Injung bersikeras merasa hubungan dengan Minho belum berakhir. Seowoo bercerita bahwa Han Kang masih merasa Jihyun hidup. Seowoo pun merasa senasib dengan Injung karena Han Kang yang disukainya ternyata menyukai Jihyun.
Seowoo duduk berdampingan dengan Injung dilantai sambil menatap foto mereka bertiga. Seowoo mengingatkan bahwa walaupun Jihyun tengah sekarat tidak berarti hubungan persahabatan mereka juga berakhir.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengisi pagi  dengan berbelanja kosmetik dan parfum. Kemudian dia berjalan menikmati keindahan alam .

Setelah itu Jihyun kembali ke café dan mengemasi barang-barangnya (membersihkan jejak). Jihyun mengamati suasana café dan koleganya satu persatu. Jihyun sedih karena harus meninggalkan kehangatan suasana café yang sudah seperti rumahnya sendiri.
Setelah itu Jihyun mengunjungi Seowoo di toko roti. Jihyun meminta Seowoo untuk memberikan kue paling indah . Seowoo heran ada even khusus apa gerangan ? Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengaku bahwa hari ini adalah pernikahan orangtua Jihyun.
Seowoo terkagum bahwa Jihyun (yang asli) ternyata masih punya teman baik seperti Jihyun (dalam wujud Yikyung) karena masih ingat hal detail seperti ini.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) juga berkata bahwa menurut Jihyun (yang asli) , Seowoo adalah sahabat yang paling disukai oleh Jihyun setelah kedua orangtuanya sendiri. Seowoo dapat diibaratkan sebagai pepohonan yang rimbun yang selalu meneduhi Jihyun .
Seowoo tersentuh mendengar penuturan itu.
Jihyun kemudian kerumah sakit untuk memberikan kue dari toko Seowoo kepada orangtua Jihyun. Orangtua Jihyun tersenyum menerima perhatian khusus seperti itu. Ibu Jihyun mengenang bahwa Jihyun selalu menyanyi dalam event seperti itu.
Jihyun menyalakan CD Player dan keluar dari tubuh Yikyung. Arwah Jihyun mendekati kedua orangtuanya dan menyanyi untuk mereka. Sementara itu Yikyung sudah kembali menjadi dirinya baru pertama kali menyaksikan Jihyun dengan tubuh aslinya sedang terbaring tak sadarkan diri di ranjang pasien. Yikyung merasa kasihan melihat kondisi tubuh Jihyun yang asli.
Arwah Jihyun menyanyi untuk kedua orangtuanya. Sementara orangtua Jihyun menangis mendengar lagu dari CD Player.
***
Jihyun dan Yikyung sudah pulang dan berbincang. Yikyung merasa orangtua yang betul memang harus seperti orangtua Jihyun. Yikyung mencontohkan ada orangtua yang membuang anaknya (seperti dirinya). Jihyun menghibur bahwa bisa jadi Yikyung tidak dibuang oleh orangtuanya.
Yikyung merasa memang seperti itu. Sejak kecil Yikyung merasa ibunya jengkel padanya terutama sejak adiknya lahir. Yisoo muncul sebagai pengganti keluargaku.
(Ketika itu , Yikyung cilik menangis karena mendapat hinaan dari rekan-rekannya. Yisoo cilik datang menghibur dan menyarankan agar Yikyung mengabaikan ejekan teman-temannya.  Yisoo berjanji disaat sudah dewasa nanti akan mencarikan nama Yikyung yang sebenarnya.  Yikyung cilik memanggil Yisoo kembali dan menyerahkan pita sebagai symbol bahwa Yikyung menganggap Yisoo sebagai pengganti orangtua dan saudaranya yang entah kemana . Demikian Yisoo dan Yikyung sudah akrab sejak mereka kecil)
Jihyun jadi memahami setelah mendengar cerita itu bahwa bagi Yikyung , Yisoo adalah kekasih sekaligus pengganti keluarga aslinya yang entah kemana .
Yikyung juga minta maaf karena tanpa sengaja telah membuat Jihyun celaka. Yikyung mengaku ingin mengakhiri hidupnya berkali-kali dengan berbagai metode namun tetap hidup juga.
***
Keesokan paginya Yikyung baru menyadari bahwa arwah Jihyun sudah tidak berada disitu lagi. Yikyung malah menemukan makanan dan bingkisan berwarna pink. Yikyung membuka kotak itu dan menemukan hadiah dan surat untuknya. Ternyata itu adalah surat pertama yang ditulis Jihyun untuk Yikyung pada saat Jihyun sudah putus asa hendak meninggalkan Yikyung untuk selamanya (Lihat detail surat di Episode 10)
Sang Penjadwal sudah siap menjemput arwah Jihyun dengan sepeda motornya. Saat Jihyun menampakkan diri , Sang Penjadwal menyebutkan bahwa Jihyun masih punya waktu 7 jam 55 menit lagi. Sang Penjadwal menawarkan akan menemani Jihyun melakukan apapun. Jihyun menolak dan meminta Sang Penjadwal memanggil lift akhirat saat itu juga. Sang Penjadwal kaget mendengar Jihyun mau buru-buru meninggalkan dunia ini.
Sang Penjadwal akhirnya membawa Arwah Jihyun kesebuah tempat. Sang Penjadwal mengajak Jihyun untuk berjabat tangan tanda perpisahan terakhir. Jihyun merasa nanti saja berjabat tangan saat didepan lift pintu akhirat.
Sang Penjadwal memanggil lift alam baka. Tetapi keajaiban terjadi , disaat yang tepat kalung air mata milik Jihyun terisi oleh air mata . (Tinggal kurang satu lagi ).

Keajaiban berlanjut secara beruntun Jihyun mendapatkan tetes mata yang ketiga. Lengkap sudah bagi Jihyun syarat tiga airmata yang tulus untuk kembali ke tubuhnya di rumah sakit dan kembali hidup.
Ternyata saat itu Seowoo sedang menangis bersama ibu Jihyun saat mendengar kabar kesehatan Jihyun memburuk. (Lalu satu air mata lagi dari siapa ?
Pada saat itu arwah Jihyun sudah kembali pada tubuhnya . Jihyun siuman dirumah sakit.

0 comments:

Post a Comment