Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 17

Standard


Han Kang menyadari bahwa nasib Arwah Jihyun ditentukan oleh Yikyung. Jika Yikyung menghilang maka arwah Jihyun tidak punya tubuh untuk dipinjam lagi. Han Kang memutuskan untuk mencari Yikyung sampai dapat , termasuk menelepon taksi yang mungkin ditumpangi Yikyung. Han Kang berhasil mendapatkan informasi dengan berbohong bahwa istrinya ingin mati dan tidak membawa ponsel.

Sementara itu Sang Penjadwal membawa arwah Jihyun dengan naik sepeda motor balapnya. Setelah sampai ke stasiun kereta api , Sang Penjadwal berhenti karena sudah melampaui wewenangnya . Jihyun mengerti dengan kesulitan Sang Penjadwal.

Arwah Jihyun dan Han Kang berhasil menaiki kereta api yang mulai melaju. Mereka menemui Yikyung yang sedang duduk di kursi penumpang didekat jendela. Han Kang memperkenalkan dirinya pada Yikyung dan memohon maaf jika membuat Yikyung kaget dengan kehadirannya. Yikyung tahu maksud kedatangan Han Kang dan juga tahu bahwa arwah Jihyun sedang berada disebelah Han Kang. Yikyung merasa heran kenapa Han Kang mendesaknya untuk rela meminjamkan tubuhnya untuk arwah Jihyun.

Arwah Jihyun mulai menangis dan meminta maaf karena sudah memarahi Yikyung. Jihyun mengaku sangat ingin hidup dan butuh bantuan Yikyung  dalam 10 hari saja. Yikyung tampak terharu mendengar permohonan arwah Jihyun dan ikut menangis.
***
Ditempat Yikyung , Minho datang dan menemui ibu pemilik tempat. Sang ibu mengaku ada pria (maksudnya Han Kang) yang selalu mengikuti Yikyung. Minho tampak gelisah mendengar informasi ini dan bergegas pergi dari tempat itu.
***
Han Kang berhasil membawa Yikyung kembali dan dimobilnya ada arwah Jihyun .  Han Kang bertanya pada Yikyung apa bisa melihat arwah Jihyun. Yikyung mengaku baru saja bisa melihat arwah Jihyun padahal sebelumnya tidak.
Han Kang menduga Yikyung pasti ketakutan melihat arwah. Yikyung menjelaskan bahwa dirinya tidak takut dan bahkan ingatan dan emosi Jihyun tetap teringat dan berbagi ingatan bersama walaupun tidak seluruhnya antara arwah Jihyun dan tubuh Yikyung.
Tiba-tiba Han Kang gelisah memikirkan kemungkinan Minho mengetahui Yikyung tidak jadi pergi ke Busan. Yikyung kemudian menjadi perantara komunikasi antara arwah Jihyun dan Han Kang. Yikyung menyampaikan pesan bahwa Jihyun baik-baik saja.

Sang Penjadwal menampakkan diri dikursi sebelah Han Kang yang sedang mengemudikan mobilnya. Jihyun menanyakan aturan main pada Sang Penjadwal apakah Han Kang yang mengetahui hubungan arwah Jihyun dan Yikyung itu tidak mengapa ? Sang Penjadwal mengkonfirmasi bahwa hal itu tidak apa-apa dan juga menjelaskan bahwa sudah biasa tubuh yang dipinjem arwah bisa melihat dan mendengar arwah tersebut jika memang cocok.
Sang Penjadwal juga mengingatkan agar arwah Jihyun tidak berlama-lama dibawah terik matahari karena menjelang berakhirnya masa 49 hari maka kekebalan arwah terhadap sinar matahari mulai menurun . Sang Penjadwal mulai gelisah menatap Yikyung dan mengaku tidak bisa lama-lama lagi di mobil.
***
Arwah Jihyun berkomunikasi dengan Yikyung dirumahnya. Jihyun meminta agar Yikyung tidak perlu terlalu bersikap formal padanya. Yikyung meminta maaf karena gara-gara dirinya mau bunuh diri maka Jihyun mengalami kecelakaan.(Lihat Episode 1).

Jihyun menenangkan bahwa itu bukan kesalahan Yikyung semata. Jihyun juga mengaku teledor karena mengambil ponsel disaat mengemudikan mobilnya. (Lihat Episode 1). Yikyung penasaran apa karena itu arwah Jihyun mendatanginya. Jihyun mengatakan tidak , tetapi juga tidak bisa menjelaskan semua hal didunia roh pada Yikyung.
Setelah berkomunikasi , Yikyung menegaskan kembali bahwa dirinya bersedia meminjamkan tubuh pada arwah Jihyun karena merasa punya hutang bersalah atas kecelakaan Jihyun .
Setelah itu arwah Jihyun memasuki tubuh Yikyung dan menemui Han Kang yang sedang menunggu diluar. Han Kang lega melihat Jihyun (dalam wujud Yikyung) kembali . Jihyun menyampaikan niatnya untuk tidak berkerja dulu untuk hari ini dan kembali berkerja besok . Han Kang memaklumi bahwa mungkin Jihyun kecapean karena insiden hari ini. Han Kang berniat untuk menyelesaikan masalah kontrakan , tetapi Jihyun menolak dan ingin menyelesaikan permasalahan sendiri. Jihyun menatap kepergian Han Kang dengan pandangan berterimakasih.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) sedang berbelanja. Sang Penjadwal menampakkan diri dan seperti anak nakal dia memasukkan sembarang sayur . Sang Penjadwal mengaku sudah mengetahui rencana Jihyun dan mengingatkan agar Jihyun tidak mengganggu kepentingan Yikyung sebagai pemilik tubuh.

Sang Penjadwal berterimakasih karena Jihyun sudah berhasil membawa Yikyung kembali. Jihyun merajuk bahwa Sang Penjadwal hanya memikirkan Yikyung dan mungkin tidak peduli hidup dan matinya Jihyun dalam 10 hari terakhir ini.
Sang Penjadwal mengingatkan agar Jihyun membelikan Yikyung daging untuk menyampaikan terimakasihnya. Jihyun menolak karena harganya bisa diatas 50 ribu won. Sang Penjadwal malah dengan genit merangkul bahu Jihyun.
Jihyun tampak keberatan melihat kegenitan Sang Penjadwal dan menghardik Sang Penjadwal bahwa dia bukan Yikyung. Sang Penjadwal langsung melepaskan rangkulannya dan teringat bahwa seniornya mungkin sedang menguji kesabarannya.
Sang Penjadwal mengingatkan bahwa walaupun arwah Jihyun mencintai Han Kang , namun tidak boleh melakukan kontak fisik dengan menggunakan tubuh Yikyung termasuk jabat tangan sekalipun. (Sang Penjadwal menampakkan sifat posesifnya pada Yikyung hahaha).
Jihyun dengan kesal menanyakan apa boleh melakukan kontak fisik dengan Han Kang dengan minta ijin terlebih dahulu pada Yikyung? Sang Penjadwal terperanjat dengan pertanyaan polos ini.
Jihyun kembali kerumah Yikyung dan mulai memasak dan menulis surat untuk Yikyung. Dalam surat itu Jihyun menjelaskan bahwa tinggal bersama Yikyung disini membuatnya sangat berhasrat memasakkan sesuatu untuk Yikyung. Dan semua mie instant yang menjadi makanan sehari-hari Yikyung sudah dibuang. Jihyun menyampaikan terimakasih dalam surat itu.
Yikyung terbangun dan membaca surat itu sambil memandang heran masakan yang sudah tersaji didepannya. (Sudah terbiasa makan mie instant barangkali ? ) . Arwah Jihyun mengawasi disudut ruangan dan meminta Yikyung mencoba bayamnya. Jihyun cemas masakannya keasinan tetapi Yikyung merasa tidak mengapa.
Jihyun menjelaskan bahwa beberapa masakan itu dipelajari dari Song Yisoo (Sang Penjadwal). Yikyung kaget mendengar hal itu dan bingung kenapa Jihyun mengetahui banyak hal tentang Yisoo. Jihyun menjelaskan bahwa pria itu sudah menunggu Yikyung selama lima tahun. Yikyung semakin bingung karena Yisoo sudah meninggal dunia lima tahun lalu.
Jihyun menenangkan bahwa Yikyung sebagai manusia mungkin tidak akan mengerti apa yang sedang dibicarakan (dunia roh). Jihyun memberi contoh bagaimana arwahnya bisa ada dihadapan Yikyung sendiri. Memang ada banyak fenomena dalam dunia ini yang sukar untuk dijelaskan.
Jihyun melanjutkan bahwa Yikyung dahulu suka berpura-pura menyukai bayam karena Yisoo menyukai bayam juga. Demikian pula dengan sosis dan sebagainya. Yikyung menangis mendengar penjelasan Jihyun.

(Dahulu Yisoo tertidur disaat mata kuliah berlangsung. Yikyung ketika itu membangunkan Yisoo. Yisoo tersenyum ketika terbangun. Rupanya Yisoo kelelahan karena berkerja diberbagai pekerjaan untuk membiayai Yikyung. Yisoo juga selalu datang untuk membawakan makan siang untuk Yikyung.
Yikyung meminta Yisoo untuk berhenti kerja dari klub malam karena semester berikutnya Yikyung mendapatkan beasiswa. . Yisoo enggan karena membutuhkan uang untuk rumah kontrakan mereka. Yikyung khawatir Yisoo akan pingsan karena kelelahan. Yisoo bersikeras tetap ingin berkerja. )
Yikyung jadi penasaran apa Jihyun melihat Yisoo (didunia lain)? Jihyun membenarkan dan menjelaskan bahwa nanti Yisoo sendiri yang akan mengatakan langsung pada Yikyung jika saatnya tiba. Diam-diam Sang Penjadwal mendengarkan percakapan mereka dengan penuh kesedihan.
Han Kang sedang menunggu di mobilnya dan sementara itu Injung pun datang untuk membuntuti Yikyung yang keluar dari rumahnya.  Injung mengabari apa yang dilihatnya pada Minho. Minho terperanjat mendengar informasi bahwa Yikyung ternyata belum meninggalkan kota.
***
Yikyung melaporkan perkembangan yang terjadi pada Dokter Noh. Sang dokter menanyakan apa Yikyung benar-benar yakin itu arwah tidak akan mengikutinya untuk selamanya. Yikyung terpaksa berbohong bahwa arwah itu tidak bisa bersamanya.

Tak lama Minho datang untuk bertemu Yikyung dan menanyakan kenapa Yikyung tidak jadi keluar kota. Yikyung menceritakan apa yang terjadi di kereta api tadi siang . Yikyung tampaknya bisa membaca situasi dan bisa menghadapi Minho dengan tenang. Yikyung menjelaskan juga bahwa dirinya akan berkerja pagi hari . Minho kaget mendengar Yikyung akan berkerja di cafe Heaven milik Han Kang.
Yikyung berkilah bahwa arwah Jihyun bisa meminjam tubuh Yikyung karena tidur di pagi hari dan kerja malam hari. Dengan cara Yikyung berkerja pagi hari , Yikyung pura-pura yakin bahwa arwah itu tidak bisa lagi meminjam tubuhnya. Lagipula Yikyung mengaku ketakutan dan tidak bisa berkerja lagi malam hari karena insiden arwah tersebut.
Minho tak percaya begitu saja dan merasa sedang dipermainkan oleh Yikyung (dan Jihyun). Yikyung menjelaskan kembali bahwa dirinya punya sebagian ingatan kolektif yang sama dengan arwah Jihyun. Minho makin merasa penjelasan Yikyung itu tidak masuk akal. Yikyung dengan sinis menukas bahwa dirinya tidak punya kepentingan apakah Minho mau percaya atau tidak .
Minho tetap mendesak Yikyung untuk pergi ke kota Busan. Yikyung menukas bahwa Minho tidak berhak mengatur dirinya. Yikyung mengaku tidak jadi pergi bukan karena takut pada Minho , melainkan takut pada arwah Jihyun.
Minho masih tidak percaya Yikyung bisa takut pada arwah. Yikyung kembali menjelaskan bahwa dirinyalah yang membuat Jihyun mengalami kecelakaan dan arwah Jihyun marah pada Yikyung karenanya.
Diam-diam dua arwah mendengarkan percakapan Minho dengan Yikyung. Sang Penjadwal merasa situasinya menjadi semakin mencekam dan berbahaya. Jihyun merasa tak enak hati dan mengaku bahwa itu adalah inisiatif Yikyung sendiri. Sang Penjadwal meledek bahwa tidak mungkin otak Jihyun bisa punya rencana brilian seperti yang diutarakan Yikyung ketika terus membohongi Minho. Jihyun juga merasa Minho sudah kemakan tipuan Yikyung.
***
Han Kang melaporkan perkembangan terakhir pada Asisten Oh. Asisten Oh merasa lega mendengar Yikyung mau bersedia membantu Jihyun.
Pada saat itu Han Kang ditelepon oleh ayahnya. Sang ayah mengkonfirmasi apa betul Han Kang ingin mengetahui informasi mengenai JC Consulting? Han Kang membenarkan . Ayah Han Kang menginformasikan bahwa JC Consulting adalah perusahaan tidak resmi .
Ditempat lain Ibu Jihyun mendapat kabar mengenai dokumen pailit Perusahaan Shin. Ibu Jihyun terperanjat mendengar hal itu . Han Kang diam-diam mengamati keresahan Ibu Jihyun dan membatalkan bertemu .
Han Kang lekas pulang dan mengambil stempel milik Jihyun . Setelah itu Han Kang mengunjungi rumah Yikyung. Jihyun dalam wujud Yikyung panik melihat kemunculan mendadak Han Kang. Jihyun lekas memperbaiki suasana ruang dengan menyemprotkan parfum ruangan.
Han Kang lalu menjelaskan bahwa perusahaan keluarga Jihyun sedang mengalami kesulitan keuangan dan membutuhkan stempel itu untuk menyelamatkan perusahaan dari status pailit. Jihyun mengalami dilema karena kalung airmatanya mulai memerah menunjukkan bahwa situasi mulai melanggar aturan dunia roh. Jihyun menjadi waspada.
Tetapi akhirnya Han Kang membawa Jihyun (dalam wujud Yikyung) menemui Ibu Jihyun. Ibu Jihyun sedang kebingungan mengatasi masalah pailit dan bagaimana mengatakan pada Ayah Jihyun yang kesehatannya memburuk kelak.
Han Kang lekas menenangkan Ibu Jihyun bahwa ada solusi untuk itu. Han Kang menjelaskan bahwa dengan stempel milik Jihyun itu maka perusahaan bisa mendapatkan pinjaman besar dengan jaminan tanah milik Jihyun dan menghentikan krisis finansial perusahaan. Han Kang wanti-wanti agar Ibu Jihyun tidak membiarkan Minho tahu tentang hal ini.
***
Sementara itu Minho ditempat lain menerima laporan dari supirnya bahwa apa yang dikatakan Yikyung adalah benar. Supir itu melaporkan bahwa Yikyung memang betul kerja pagi di cafe Heaven dan kembali kerumah dimalam hari. Minho jadi percaya pada keterangan Yikyung sebelumnya.
Injung dikantor juga terkejut bahwa perusahaan mendapatkan pinjaman besar. Injung bingung dan melaporkan hal itu pada Minho. Minho tak percaya bahwa perusahaan bisa mendapatkan dana 40 miliar won untuk mengatasi kepailitan.

Ditempat lain , Han Kang dan Jihyun bergembira mendengar kabar baik dari Ibu Jihyun bahwa kepailitan perusahaan berhasil dicegah. Jihyun sangat ingin melampiaskan kegembiraannya dengan memeluk Han Kang. Apa daya Jihyun teringat peringatan Sang Penjadwal yang melarang Jihyun menggunakan tubuh Yikyung untuk kontak fisik dengan Han Kang.
Pada saat Jihyun hendak pulang , Injung tampak sedang menunggunya. Injung memang hendak menemui Jihyun dan menanyakan keterlibatan Jihyun dalam kasus stempel. Jihyun menyindir balik bahwa semua orang penasaran dengan identitas gandanya selama ini , apa itu karena Injung sering berbuat jahat ?
Injung mengingatkan Jihyun bahwa Minho adalah pria yang tidak mudah menyerah. Injung mendesak Jihyun itu mau apa sebenarnya ? Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengintimidasi secara halus kalau dirinya memang Jihyun yang asli maka arwah Jihyun akan menghantui Injung selamanya. Jihyun berbohong bahwa arwah itu bisa memasuki tubuh siapa saja atau bisa saja gentayangan kemana-mana.
Di rumah sakit , Ayah Jihyun kaget mendengar perusahaannya terancam bangkrut dan kaget juga bahwa masalahnya sudah diatasi. Ibu Jihyun menenangkan bahwa suaminya sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi.
Han Kang yang sudah berada diruang rawat juga bertanya darimana Ayah Jihyun bisa mengenal JC Consulting. Ayah Jihyunmenjawab bahwa dirinya kenal melalui manajernya.
***

hari-harinya yang tersisa semakin dekat.
Jihyun mengelak bahwa dirinya tidak punya harapan hidup lagi dan hanya menyakiti perasaan Han Kang.
Sementara itu ditempat lain Han Kang mendengar Seowoo pindah tempat . Seowoo mengaku pada Han Kang bahwa sudah tidak sanggup lagi tinggal bersama Injung.
Han Kang puas mendengar penjelasan Seowoo dan merasa bersukur bahwa Jihyun masih punya teman sebaik Seowoo.
Giliran Seowoo yang memancing kalau Jihyun memang mati seperti analisis dokter  , butuh berapa lama bagi Han Kang untuk membuka diri terhadap wanita lain?
Han Kang tampak menghindar dari pertanyaan itu.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) menuju apartemen Minho dan mencoba membuka pintu dengan password.
Sementara itu Han Kang mencoba menghubungi Jihyun via ponsel tetapi tidak bisa . Asisten Oh menyarankan untuk menggunakan cara GPS. Han Kang menuruti dan terdengar suara Sang Penjadwal yang menjawab . menjelaskan alamat yang ternyata apartemen Minho.
Jihyun memang berhasil masuk untuk mencoba membobol brankas tetapi Minho diluar dugaan datang menampakkan diri. Minho kali ini sudah yakin bahwa Yikyung menipunya. Arwah Jihyun akhirnya terlempar dari tubuh Yikyung. Minho akhirnya berdebat dengan Yikyung.

Yikyung menuduh Minho sebenarnya mencintai Jihyun. Minho membantah dengan tegas.
“Jika bukan dia , apa diriku yang kau cintai ? ” sahut Yikyung.
“Jangan main main !”
“Jika kau mencintai pada saat dia berada ditubuhku maka itu sama saja kau masih mencintai Jihyun. Hanya saja malang sekali kau tidak mengenalinya.”
Yikyung hendak pergi tetapi ditahan oleh Minho. Arwah Jihyun hanya bisa berteriak menyebut kakak Yikyung.
“Aku tidak peduli bagaimana kalian akan menentangku. Bagaimanapun perusahaan Shin akan tetap bangkrut juga. Aku paling tidak harus memastikan itu sebagai ganjaran kalian telah membuatku gila !!” ancam Minho.
Yikyung terus menyindir sehingga Minho jengkel dan memanggil kaki tangannya. Minho dkk ingin mengusir arwah Jihyun dari tubuh Yikyung. Tetapi seorang pria yang tampaknya punya kemampuan paranormal tidak merasakan ada arwah ditubuh Yikyung.

Minho tidak percaya begitu saja dan meminta pria itu memeriksa sekali lagi. Si pria itu akhirnya memeriksa seruangan untuk menyelidiki dimana arwah Jihyun. Pria itu memang pandai dan sanggup menemukan posisi arwah Jihyun. Apa yang akan terjadi ?
Ternyata Han Kang muncul disaat yang tepat dan menggedor pintu dengan keras. Minho dkk anehnya melihat Han Kang ditemani seorang polisi (Sang Penjadwal yang menyaru).  Melihat kehadiran polisi diluar pintu , Minho dkk pun terpaksa membuka pintunya.
Han Kang segera masuk . Minho tergopoh-gopoh meminta agar Han Kang jangan marah karena Jihyun (dalam wujud Yikyung) sendiri yang masuk ke tempat Minho secara diam-diam.
***
Han Kang membawa pulang Yikyung. Dimobilnya sudah ada arwah Jihyun dan Sang Penjadwal . Han Kang menegur Yikyung sebenarnya mau melakukan apa ? Sang Penjadwal tidak terima Yikyung dimarahi . Tetapi apa daya Sang Penjadwal hanya berupa arwah yang hanya bisa menyaksikan. Ternyata memang Yikyung yang mengajak arwah Jihyun untuk ke tempat Minho. Yikyung menjelaskan bahwa ada dokumen penting dalam brankas Minho sebagai alasan kedatangan Jihyun dan Yikyung ke tempat Minho.
***
Injung menanyakan kabar insiden di tempat Minho. Minho hanya bisa kesal mengeluh sebenarnya siapa yang dicintai Minho ?
Minho kemudian menemui Ayah Jihyun di rumah sakit . Ayah Jihyun langsung menanyakan mengenai masalah di perusahaan belakangan ini.  Minho terkaget .
“Apa bapak sudah dengar ? ”
“Meskipun perusahaan terancam bangkrut tetapi produk dan pergantian peralatan tetap saja. Dana finansial proyek Haemido juga tak kunjung datang.”
“Sepertinya kau sudah menyelidiki secara menyeluruh ?”
“Minho , aku punya pemikiran yang janggal mengenai hal ini.”
“Itu tidak aneh” gumam Minho
***
Minho menemui Direktur Jang . Direktur Jang marah besar karena Minho tidak sanggup menemukan stempel Jihyun dan akhirnya tanah milik Jihyun bisa dijual untuk mencegah kebangkrutan perusahaan Shin. Menurut Direktur Jang , Minho selalu terlihat percaya diri tetapi tidak pernah menyelesaikan setiap masalah dengan tuntas.
Minho menukas bahwa tujuan bersama adalah mendapatkan Perusahaan Shin milik keluarga Jihyun. Minho tetap yakin bisa mendapatkan proyek Haemido dan mengalihkan Perusahaan Shin kepada Direktur Jang.
Direktur Jang mengintimidasi bahwa demi proyek Haemido maka Minho tidak akan mati dengan tenang. Minho tanpa gentar memperingatkan kembali Direktur Jang agar jangan mengancamnya dan menegaskan dirinya tidak akan mati di tangan sembarang orang.
***
Sementara itu Han Kang sedang sibuk membantu Yikyung memindahkan barang karena Yikyung akan pindah ke cafe Heaven.
Sesampainya di cafe , Han Kang mengajak Yikyung untuk masuk kedalam ruangan dan bersiap mengajak Yikyung untuk makan bersama. Han Kang bertanya juga apakah Arwah Jihyun juga sudah berada diruangan itu ?

Pada saat itu Sang Penjadwal ikut masuk menggendong Arwah Jihyun dan membaringkannya di sofa. Jihyun bergumam lirih memanggil Yikyung. Yikyung kemudian melaporkan pada Han Kang bahwa Jihyun sudah berada diatas sofa dan juga menyampaikan pesan bahwa Jihyun meminta maaf karena sudah membuat Han Kang cemas.
Han Kang pun minta maaf karena Yikyung terpaksa pindah karena kasus Jihyun . Han Kang keluar ruangan sambil mengajak makan. Yikyung menolak karena belum merasa perlu makan.
Yikyung bertanya pada arwah Jihyun apakah baik-baik saja dan bagaimana pula bisa sampai ke ruangan ini ? Jihyun berbohong dengan mengaku punya malaikat pelindung. Sang Penjadwal memprotes bahwa dirinya bukan malaikat pelindung melainkan malaikat kematian , upss tidak , Sang Penjadwal.
Jihyun meminta Yikyung lekas makan karena tahu bahwa masakan di cafe Heaven itu terkenal lezat terutama pastanya. Saat itu Sang Penjadwal berusaha menyentuh rambut Yikyung . Yikyung tampak bisa merasakan sentuhan gaib itu.
Setelah itu Yikyung makan bersama Han Kang. Yikyung mengaku bahwa Han Kang itu terkesan familiar (Sebenarnya mereka pernah bertemu saat sekolah dulu). Han Kang berulang kali minta maaf dan berterima kasih atas kesediaan Yikyung membantu Jihyun.
Diruangan lain , Arwah Jihyun mengucapkan terima kasih pada Sang Penjadwal. Sang Penjadwal merasa tidak menyelamatkan Jihyun karena menurut peraturan 49 hari , dalam kondisi genting Sang Penjadwal diijinkan untuk membantu.  Jihyun bertanya apakah dirinya akan semakin lemah seiring berakhirnya masa 49 hari. Sang Penjadwal membenarkan.
Setelah itu Yikyung berduaan dengan Arwah Jihyun . Yikyung tampak tidak bisa tidur . Jihyun jadi merasa tidak enak hati dan kembali meminta maaf karena telah membuat Yikyung pergi ke tempat yang asing seperti cafe Heaven. Yikyung membantah karena justru belakangan ini tidur nyenyak karena Jihyun. Yikyung mengajak jalan-jalan tetapi Jihyun menolak karena merasa semakin lemah.

Han Kang gelisah dalam ruangannya. Pada saat itu Yikyung datang menyampaikan pesan bahwa Jihyun berpesan agar Han Kang tidur. Han Kang mengaku bahwa yang membuat dirinya resah adalah Minho.
Yikyung menasehati agar Han Kang tidak terlalu terperosok semakin dalam hubungan ini karena Jihyun tidak punya banyak waktu tersisa.
“Apa artinya ? ” sahut Han Kang.
” Semakin kau percaya dan mencintai maka akan semakin susah jika orang tersebut meninggalkanmu.”
“Mengapa kau bicara seolah Jihyun akan mati ? ”
“Sebaiknya pertimbangkan bahwa kalian berdua tidak berjodoh dalam kehidupan saat ini. Buanglah harapanmu.”
“Aku memang sangat berterimakasih padamu Yikyung. Tetapi aku sudah mulai marah sekarang dan sebaiknya kita hentikan pembicaraan ini !”
“Ini demi kalian berdua.”
“Lupakan saja. Sampai Jihyun benar-benar pergi maka aku tidak akan menyerah.
Han Kang berbalik tetapi Yikyung diluar dugaan merangkul Han Kang dari belakang.

0 comments:

Post a Comment