Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 16

Standard


Sang Penjadwal alias Yisoo akhirnya mengingat kembali kehidupan cintanya bersama Yikyung. Dia dirundung duka yang mendadak dan mendalam karena ingatannya pulih , terus menangis seperti kanak-kanak.


Sang Penjadwal wajah Yikyung yang tubuhnya sedang dipinjam oleh Jihyun dan terus bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Jihyun menjadi geli karena dia hanya meminjam tubuh Yikyung sementara Sang Penjadwal kehilangan akal sehat dan memandang Jihyun sebagai Yikyung kekasihnya. Jihyun menegaskan bahwa kali itu dirinya bukan Yikyung karena hanya meminjam tubuhnya saja.
Sang Penjadwal tersadar dan penasaran bagaimana Jihyun (dalam wujud Yikyung) bisa memperoleh foto tersebut. Jihyun menjelaskan bahwa foto itu diperoleh dari loker Yikyung. Sang Penjadwal masih bingung karena baru pertama kali melihat foto tersebut.
Sang Penjadwal mulai terkenang masa lampaunya.
Ketika itu Yikyung melabrak kegandrungan Yisoo (Sang Penjadwal) pada bidang musik ketika masih hidup dulu . Yikyung mengingatkan rencana awal mereka berdua yang kuliah dan berkerja bersama dengan harapan untuk membangun rumah impian mereka berdua. Yisoo (Sang Penjadwal) tampak tidak suka hobby bermusiknya di usik oleh Yikyung.
“Apa aku harus menghentikan apa yang kusukai hanya untuk menyenangkanmu ? Apakah itu yang dinamakan cinta ? ” Yisoo meradang.
“Lalu apa kau ingin terus bermusik dan bukan karena ingin dikelilingi gadis-gadis? ”
“Didalam band sudah biasa ada para gadis disekitar mereka dan itu tidak ada artinya.”
“Lalu apa karena kau berkata tidak ada artinya lantas memang tidak ada apa-apa ? ”
“Apa maksudmu ? Jangan berbicara dengan berputar-putar !” hardik Yisoo.
“Aku hanya ingin mendengar dari mulutmu sendiri siapa gadis itu bagimu .”
“Cukup , aku muak dengan gadis sepertimu ini dan kalau aku berpikir akan menikah denganmu , aku tidak bisa bernafas dan sulit memikirkan bisa tahan hidup denganmu selama sisa hidupku nanti !!!”
“Yisooo …” Yikyung berkata lirih sambil menangis
“Yikyung , kapan kau akan dewasa dan masih sama saja ketika kau masih berusia 5 , 10 , 19 , 23 tahun ? “
Yikyung akhirnya menangis dan meninggalkan Yisoo. Sementara Yisoo duduk dengan wajah jengkel.
Kemudian hari , Yisoo sedang menunggu didepan hotel tempat Yikyung berkerja. Salah seorang rekan bandnya melihat Yikyung keluar dan menasehati Yisoo agar mau berbaikan , terlebih lagi Yisoo akan pergi dalam dua minggu kedepan. Yisoo menampik bahwa hal ini bukan perkara yang mudah diselesaikan.
Rekan band Yisoo menghela nafas mendengar hal itu dan pergi dengan mobilnya. Sementara Yikyung bersiap naik sepeda motornya sambil memperhatikan Yikyung yang sedang berjalan ke arah berlawanan.
Ternyata Yisoo pergi dua minggu untuk berkerja keras di proyek konstruksi. Yisoo giat berkerja dan hidungnya sampai mimisan karena kelelahan.
Setelah usai , Yisoo pergi ke toko perhiasan untuk membelikan Yikyung cincin bersama. Yisoo meminta karyawan toko perhiasan untuk menuliskan S Love K dalam cincin itu. Yisoo kemudian pulang dengan penuh kegembiraan dan mengemudikan motor sambil sesekali menatap cincin tersebut.
Musibah terjadi ketika cincin yang sedang diperhatikannya terjatuh dan Yisoo hendak meraihnya. Pada saat itu sebuah truk sedang melaju ke arahnya. Keduanya tampak menghindar tetapi Yisoo mengalami kecelakaan naas . Kepalanya terjatuh mencium aspal dan darah mengalir dengan deras perlahan tapi pasti merenggut nyawanya.
Yisoo yang sekarat hanya sanggup menatap cincin itu .

Memikirkan masa lampaunya , Sang Penjadwal menjadi semakin sedih dan terus menangis. Sang Penjadwal menatap bingung foto itu . Sang Penjadwal merasa dalam kondisi apapun tidak mungkin berselingkuh dengan gadis dalam foto tersebut.
Tiba-tiba Sang Penjadwal merasa tidak seharusnya dia bisa mengingat masa hidupnya dalam posisinya sebagai Sang Penjadwal didunia roh. Sang Penjadwal melabrak seniornya via ponsel dan mempertanyakan kenapa membuat Yikyung hidup seperti itu selama hampir lima tahun lamanya.
Dan tiba-tiba pula Sang Penjadwal merasa kesakitan dan mengaduh . Jihyun menjadi bingung atas apa yang terjadi. Sang Penjadwal menjelaskan ada panggilan dan menyarankan Jihyun pergi saja dulu dan berhati-hati dengan tubuh Yikyung. Setelah itu Sang Penjadwal menghilang.
***
Injung menemui seorang paranormal tradisional (dukun) dan berkonsultasi mengenai arwah . Sang dukun menjelaskan menurut terawangnya arwah itu pergi ke beberapa tempat dan sudah menunjukkan keberadaannya. Injung mulai menduga bahwa masalah stempel itu perbuatan arwah Jihyun.
Sang dukun bertanya balik kenapa Injung melakukan banyak kejahatan ? Injung malah bertanya apa yang harus dilakukan ? . Sang dukun menjelaskan bahwa ada arwah yang gentayangan dan Injung harus membuatnya keluar dari tubuh yang dipinjamnya.
Setelah itu Injung kembali ke kantor dan menyelidiki amplop yang pernah digunakan Jihyun (dalam wujud Yikyung) ketika mengirim arsip koran pada Ayah Jihyun. Dari amplop itu Injung mendapatkan alamat Coffe Purple (tempat Yikyung berkerja di malam hari)
***
Han Kang geli melihat keributan kecil antara Asisten Oh dengan istrinya. Setelah mereka berbaikan , Han Kang kembali masuk ruangan . Han Kang teringat bahwa setiap bertanya tentang Jihyun kepada Jihyun (dalam wujud Yikyung) , Jihyun dalam wujud Yikyung itu terus memegang kalungnya. Han Kang menyadari bahwa bentuk kalung itu seperti air mata. Han Kang membuka catatan dan berusaha mencari hubungan antara peristiwa dan menyimpulkan bahwa bukti ketulusan adalah air mata.
Eurekaa , Han Kang keluar ruangan dan bertemu dengan Istri Asisten Oh . Disaat bersamaan ternyata mereka berdua menyadari pentingnya air mata. Mereka berdua berpelukan karena senang. Istri Oh mencandai bahwa begini rupanya dipeluk oleh pria tinggi berbahu lebar.
Karena senangnya , Han Kang memutuskan untuk meliburkan cafe pada hari itu juga.
Pada saat Han Kang bertemu dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung) mata Han Kang terus mengamati kalung di leher Jihyun. Jihyun merasa aneh dengan kejanggalan sikap Han Kang. Hang Kang bertanya dimana Jihyun membeli kalung yang indah itu ? Jihyun mengaku tidak membelinya tetapi mendapatkan dari sebuah tempat.
Dengan jeli Han Kang mengungkit bahwa dikalung itu sebelumnya tidak ada air mata dan lantas kenapa sekarang ada air mata dalam kalung itu. Jihyun menjelaskan bahwa kalung itu berubah setelah Jihyun memberikan surat pengunduran diri ketika itu. Dalam hati Han Kang menduga apa air matanya yang berada dalam kalung itu ? Jihyun jadi bingung dan bertanya.
“Ada apa gerangan ? ”
“Hari itu ketika kau memberikan surat pengunduran diri , aku sangat sedih dan pergi kekamarmu dan menangis.”
“Kau bilang kau menangis ? Jihyun terkaget menyadari dalam hati bahwa ternyata air mata Han Kang dan mulai menangis terharu karena merasa sangat berterima kasih pada Han Kang.
Pada saat itu Seowoo masuk ruangan ketika Jihyun hendak keluar ruangan . Keduanya saling menyapa dengan ramah.
Seowoo menemui Han Kang rupanya hendak mengadu mengenai hubungan gelap antara Injung dengan Minho.
Pada saat itu Minho sedang berada ditempat  lain bersama Direktur Jang. Direktur Jang mengingatkan agar Minho tidak menunda rencana lagi. Diam diam pelayan cafe milik Han Kang mulai beraksi dengan pura-pura mengabdi pada Minho.
***
Han Kang sedang berbincang dengan Asisten Oh mengenai niat Han Kang untuk menghubungi ayahnya . Kali ini Han Kang tidak merasa gengsi karena memang sangat memerlukan bantuan ayahnya. Han Kang juga bercerita bahwa dirinya sudah mengetahui Jihyun membutuhkan air mata yang tulus agar dapat kembali hidup.
Asisten Oh mendengar hal itu berencana meminta bantuan istrinya. Han Kang memuji Asisten Oh memiliki wanita yang baik disisinya. Sebaliknya Asisten Oh juga tahu bahwa Han Kang mencintai Jihyun. Asisten Oh bingung kenapa Minho bisa tega melakukan kejahatan pada gadis sebaik Jihyun.
Han Kang menjelaskan bahwa Minho punya masa lampau yang susah. Asisten Oh membantah bahwa dia juga susah tetapi tidak melakukan hal seperti Minho. Han Kang berkesan bahwa Minho dulu tidak seperti ini saat kuliah di Amerika Serikat. Minho berkerja keras untuk meraih MBA sambil memikirkan ibunya. Karena itulah Han Kang menyukai Minho sebagai teman.
***
Minho dalam keadaan mabuk menelepon Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang masih berada di cafe. Han Kang mengetahui hal itu dan berusaha mencegah Jihyun. Jihyun malah bersikeras hendak menemui Minho yang sedang menunggu di tempat parkir.
Setelah bertemu  , Minho mengeluh karena Yikyung lama sekali keluar walaupun sudah diminta untuk keluar. Jihyun mengutarakan bahwa dia tidak berminat untuk keluar menemui Minho karena ada orang yang disukai di cafe ini. Minho jadi menduga Jihyun menyukai Han Kang.
Jihyun meminta Minho lekas pergi. Tetapi Minho bukan tipe pria yang menyerah begitu saja.
“Bukankah kau menyukaiku ? Kau dulu berkata kau menyukaiku . ”
“Aku tidak pernah mengatakan itu . Barangkali itu hanya khayalanmu saja. Ada saatnya aku mengira menyukaimu memang , persis seperti kau salah paham sekarang ini.”

Minho tetap tidak melepaskan Jihyun.Han Kang terpaksa turun dan menarik lepas Jihyun dari tangan Minho. Han Kang gusar dan meminta Minho untuk tidak menemui Jihyun lagi dan jangan datang ke cafe itu lagi.
Minho tiba-tiba nyeletuk . ” Kau pulang ke Korea untuk mencari seorang gadis . Apakah itu Jihyun? ” . Han Kang enggan menanggapi Minho.
***
Han Kang mengantar Jihyun pulang dengan mobilnya. Wajahnya terlihat masam dan Jihyun merasa tidak enak hati. Rupanya Han Kang kesal karena Jihyun tidak mengindahkan nasehatnya agar tidak menemui Minho.  Sementara itu Minho pun sudah kembali ketempatnya dengan wajah lesu.
Setelah pulang , Arwah Jihyun keluar dari tubuh Yikyung. Jihyun meracau pada Yikyung bahwa ingatan Sang Penjadwal sudah kembali dan telah mengingat Yikyung. Arwah Jihyun mengira Yikyung tidak bisa melihat dan mendengarnya. Tetapi secara mengejutkan Yikyung menatap ke arah Jihyun. Jihyun cemas Yikyung bisa mendengar suaranya. Jihyun lega setelah yakin Yikyung hanya kebetulan saja dan tidak bereaksi sesudahnya.

Jihyun kembali meracau sendiri.
” Aku tidak bisa mengatakan seluruhnya , tetapi kau adalah orang yang sangat dicintai Yisoo (Sang Penjadwal). Kau sangat berharga di matanya.”
Yikyung ternyata bisa mendengar suara arwah Jihyun  tetapi pura-pura tidak mendengar karena tertarik dengan topik Yisoo. ”
***
Yikyung keluar rumah untuk berkerja. Sang Penjadwal membuntutinya dari belakang sambil membuat lampu menyala sepanjang jalan yang dilalui oleh Yikyung. Setelah sampai , Sang Penjadwal menatap Yikyung yang sedang berkerja.

Sang Penjadwal merasa Yikyung berwajah muram dan teringat dahulu Dokter Noh berkata bahwa Yikyung tidak bisa percaya dengan orang lain setelah Yisoo mencampakannya. Sang Penjadwal hanya bisa memandang dalam wujud arwahnya dan bergumam lirih memohon Yikyung agar memaafkannya.
Tiba-tiba dada Yikyung tampak sakit. Sang Penjadwal spontan hendak menolong tetapi akhirnya mengurungkan niatnya . Berbalik sambil menghela nafas.
Pada saat itu Han Kang masuk ruang cafe. Yikyung yang baru kesakitan pura-pura tidak terjadi apa-apa dan menyambut Han Kang layaknya pelanggan . Han Kang memesan kopi sambil memantau kondisi Yikyung.
Pada saat itu Injung diam-diam duduk disudut cafe dan memperhatikan semuanya. Injung menyimpulkan bahwa Han Kang pun sudah tahu bahwa arwah Jihyun yang selama ini ada di tubuh Yikyung.
Setelah pesanan selesai , Han Kang mengucapkan terimakasih dan pergi dari cafe dan dalam hati memastikan bahwa Yikyung memang tidak mengenalnya sama sekali.
Yikyung hanya memandang heran pria misterius yang belakangan ini sering menampakkan diri dihadapannya sambil menatap Injung yang sedang duduk didalam ruangan.
***
Arwah Jihyun sedang sendirian dalam rumah Yikyung. Mendadak lampu ruangan menyala dan Sang Penjadwal menampakkan diri. Jihyun bertanya tentang apa komentar senior dari Sang Penjadwal dan ada hal penting apakah sampai Sang Penjadwal menampakkan diri.

Sang Penjadwal mengaku hendak menemui Yikyung sebagai Yisoo. Tetapi tidak boleh menemuinya sampai masa jabatannya berakhir. Sang Penjadwal juga dilarang untuk membuat Yikyung tahu dan tidak boleh intervensi sama sekali.
Jihyun mempertanyakan kenapa ingatan Sang Penjadwal bisa kembali ? Sang Penjadwal menjelaskan bahwa itu karena Jihyun sering meminjam tubuh Yikyung dan karena itu teringat kembali.
Sang Penjadwal mengingatkan agar Jihyun berhati-hati dalam meminjam tubuh Yikyung karena ada hal penting yang hendak dikatakan Sang Penjadwal pada Yikyung jika waktunya tiba.
“Kalau sampai Yikyung terluka , awas kau !! ” ancam Sang Penjadwal.
Jihyun mengiyakan dan Sang Penjadwal menghilang .
***
Injung sedang berada di apartemen Minho untuk membawakan sup . Injung menduga Minho habis minum dan tidak ada makanan. Benar saja tak lama Injung mencium aroma alkohol dirungan itu. Minho yang sedang duduk mempertanyakan apa urusan Injung datang kesana. Injung meminta Minho lekas mandi lalu makan .
Minho heran kenapa Injung masih perhatian padanya. Injung beralasan karena tidak ada yang membantu Minho lagi. Injung menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Minho.
Tak lupa Injung melaporkan bahwa Jihyun tampil dalam wujud Yikyung dan Han Kang pun sudah mengetahuinya.
Injun lalu pulang. Setibanya dirumah , Seowoo langsung menyatakan bahwa hendak tinggal terpisah saja dengan Injung. Seowoo menuduh bahwa Injung sengaja tinggal di rumah keluarga Jihyun untuk melaksanakan rencana bersama Minho. Seowoo semakin yakin bahwa Injung selama ini hanya berpura-pura saja berteman dengan Jihyun.
Injung berusaha menyangkal sehingga Seowoo semakin marah menuduh manusia macam apakah Injung bisa menipu teman selama 10 tahun lamanya ? Injung berusaha mengalihkan topik dengan menceritakan bahwa Han Kang saat di Amerika Serikat hendak mencari Jihyun jika kembali ke Korea.
“Seowoo , apakah kau masih menyukai Jihyun ? ” hasut Injung.
Seowoo semakin marah dan meminta Injung berhenti berbohong.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) teringat pertemuannya dengan arwah paman yang juga sedang melalui perjalanan arwah selama 49 hari. Jihyun jadi teringat juga betapa dia mencintai orangtuanya , …dan juga Han Kang. Jihyun jadi bingung jika air mata yang tulusnya bukan air mata Han Kang , berarti bukan Seowoo yang menangis untuknya.
Jihyun menemui Seowoo di toko roti tetapi Seowoo cemberut karena mengetahui Yikyung adalah teman Jihyun. Seowoo menyambut Jihyun dengan perasaan kesal karena Yikyung tidak terbuka selama ini.
***
Ayah Jihyun sedang berada dirumah sakit. Dokter Joo menjanjikan jika perawatan berlangsung baik maka Ayah Jihyun bisa keluar dalam satu minggu berikutnya. Ibu Jihyun mendengar hal itu membungkuk dan mengucapkan terimakasih.
Pada saat itu Han Kang juga mengunjungi Ayah Jihyun. Mereka saling tersenyum dan terlihat lebih akrab daripada sebelumnya.
Setelah itu Han Kang dan Ibu Jihyun menuju ruang rawat Jihyun . Melihat kondisi Jihyun yang masih belum sadarkan diri tetapi kulitnya terlihat segar , maka mereka menjadi senang.
Han Kang bertanya pada Ibu Jihyun bagaimana cara membuat sup rumput laut. Ibu Jihyun tersadar bahwa hari ini adalah hari ultahnya Jihyun. Han Kang meminta Ibu Jihyun memasakkan sup rumput laut.
Setelah itu Han Kang bergegas pulang ke cafe dan menyiapkan sup . Jihyun (dalam wujud Yikyung) pada saat itu baru datang. Han Kang bergegas meminta Jihyun memakan sup rumput . Jihyun bingung kenapa tiba-tiba diminta makan sup rumput laut. Han Kang berkilah bahwa hari ini adalah Hari Anak di Amerika Serikat dengan tradisi makan sup rumput laut juga.
Jihyun mencicipi sup rumput laut itu dan merasa sup itu persis buatan ibunya. Han Kang tentu saja mengucapkan dalam hati selamat ulang tahun untuk Jihyun. Dan dalam hati pula Jihyun mengucapkan terimakasih atas perhatian Han Kang.
Jihyun bertanya kabar Ayah Jihyun. Han Kang bercerita bahwa kondisi Ayah Jihyun semakin baik dan bisa pulang dalam beberapa hari. Jihyun merasa senang mendengar kabar baik itu.
***
Minho menemui ibu pemilik rumah yang disewa oleh Yikyung. Minho mengutarakan niatnya untuk menyewa rumah sewaan itu. Ibu pemilik merasa tidak enak karena masih ada Yikyung yang menyewa. Minho membujuk dengan memberi iming-iming nilai sewa tiga kali lipat. Ibu Pemilik itu segera terpengaruh dengan tawaran menggiurkan ini. Minho kemudian menelepon Jihyun (dalam wujud Yikyung) untuk mengajak temu janji.
Sementara itu Han Kang menemui Seowoo. Seowo tentu saja kegirangan dikunjungi oleh pria yang dicintainya diam-diam seraya menanyakan maksud kedatangan Han Kang. Ternyata berkaitan dengan ultah Jihyun. Seowoo heran tahu darimana Han Kang tentang tanggal ultah Jihyun. Han Kang berkilah bahwa dirinya ingat pada saat Minho membawa Jihyun berultah di cafe milik Han Kang.
Seowoo jadi cemburu mendengar maksud kedatangan Han Kang dan mulai menerka-nerka sejak kapan Han Kang mulai perhatian pada Jihyun.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) akhirnya menemui Minho yang sedang menunggu didepan rumah sewa Yikyung. “Darimana kau tahu tempatku ini ? Apa kau terus mengikutiku ? ” cecar Jihyun.
Minho dengan senyum genit berkata : “Apa kau pikir aku tipe pria yang tidak bisa menemukan wanita yang kusukai ? ”
Minho mengajak Jihyun untuk makan bersama . Jihyun menolak dan meminta Minho tidak menemuinya lagi. Minho mengancam bahwa dulu Jihyun bisa masuk keapartemen Minho , dan Minho pun sanggup masuk ke rumah Yikyung kalau mau. Jihyun akhirnya bersedia untuk ikut dengan Minho.

Minho ternyata mengajak Jihyun untuk makan di resto favorit ibunya lagi. Walaupun makanan sudah disajikan , Jihyun tampak kurang berselera karena khawatir Minho muncul didepan rumah setiap hari.
Minho membual bahwa dirinya tidak pernah membawa wanita sembarangan ke restoran favorit ibunya ini. Minho mengaku hanya pernah membawa Jihyun (dalam wujud Yikyung) dan Injung ketempat ini.
Jihyun terpaksa makan tanpa selera. Minho memberi selamat dengan sinis bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) sudah kembali dengan selamat seraya bertanya bukankah Arwah Jihyun harus mencari kembali ketubuhnya ?

Jihyun tidak mau disalahkan dan terus mendesak siapa orang yang membuatnya celaka seperti itu. Sang Penjadwal menenangkan bahwa orang itu pun mungkin dihukum dengan hidup yang kacau.
“Apakah itu kakak Yikyung ?” desak Jihyun. Jihyun tiba-tiba meradang dan menjambak-jambak rambut Yikyung yang sedang dipinjam tubuhnya oleh Jihyun. Sang Penjadwal panik dan berusaha mencegah , “Apa ini kepalamu ? Ini adalah tubuh kekasihku Yikyung !! ”
Jihyun mengomeli Sang Penjadwal. “Apakah kau tahu perasaanku ? Injung bilang ini salahku karena itu menghianatiku . Minho kini tahu identitasku dan waktuku tinggal 10 hari tanpa harapan !! Sementara kau , yang kuanggap teman satu-satunya enggan bertemu dengaku karena mengingatkanmu pada kekasihmu .”
“Kau tidak tahu rasanya bagaimana melihat orang yang kau cintai tetapi tidak bisa bicara dengannya .” sahut Sang Penjadwal.
Jihyun pun merasa senasib karena tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Han Kang.  Jihyun menjadi semakin sedih dan menangis. Sang Penjadwal berusaha menghibur dan merangkul Jihyun sambil menepuk-nepuk bahunya.

Jihyun meronta melepaskan diri dan mengingatkan Sang Penjadwal kalau dia adalah Jihyun. Jihyun merajuk dan mengancam Sang Penjadwal agar tidak masuk rumah Yikyung jika tidak dipanggil. Setelah itu Jihyun berlalu dari hadapan Sang Penjadwal.
***
Arwah Jihyun melampiaskan kemarahannya pada Yikyung yang sedang menatap kosong hidangan mie instantnya. Jihyun mengomel bahwa kenapa harus Yikyung yang mencoba bunuh diri. Jihyun menduga Yikyung sudah berkali-kali berusaha bunuh diri.
Sementara Yikyung tidak sadar seorang arwah sedang mengomel dan mencoba menikmati mie instant. Arwah Jihyun terus mengomel mempertanyakan jika Yikyung meninggal apa yang harus Jihyun lakukan ? Jihyun mendesak Yikyung untuk punya semangat hidup .
Kali ini Yikyung tampak bisa mendengar suara arwah yang sedang mengomel. Yikyung menatap kearah arwah Jihyun.
Jihyun masih mengomel karena mengalami kecelakaan akibat usaha bunuh diri Yikyung. Sangking kesalnya , Arwah Jihyun menjatuhkan sumpit yang digunakan Yikyung untuk makan mie. Yikyung mulai ketakutan melihat fenomena gaib ini dan mendadak dia bisa melihat arwah Jihyun.  Yikyung balik bertanya apa yang sedang dilakukan arwah Jihyun ? Jihyun juga kaget karena Yikyun bisa melihatnya kali ini.
Pada saat itu Ibu Pemilik mengetuk dan memanggil Yikyung. Yikyung membuka pintu dan Ibu Pemilik menyampaikan pesan bahwa Yikyung menyewa tanpa kontrak sehingga si Ibu pemilik meminta Yikyung pindah dalam satu minggu.
Arwah Jihyun tampak cemas mendengar hal ini dan menyesal telah mengomeli Yikyung.
***
Yikyung menuju tempat kerjanya di cafe. Minho sudah menunggu di sana dan meminta maaf telah membuat Yikyung kaget.
Minho ternyata hendak menawari Yikyung pekerjaan di Busan. Yikyung heran kenapa dirinya harus berkerja di luar kota . Minho mengingatkan jika Yikyung menolak akan membahayakan dirinya sendiri.

Yikyung tampak tidak gentar dengan ancaman Minho (tentu saja karena Yikyung tidak punya semangat hidup dan memang sudah berkali2 hendak bunuh diri).
Minho mengingatkan bahwa jika Yikyung terus meminjamkan tubuhnya bisa membuat Minho merasa terancam . Minho mengaku tidak punya pilihan lain dan bisa saja mencelakakan Yikyung. Minho menyodorkan kartu nama yang berisi kontak pribadi orang yang akan memperkerjakan Yikyung.
Yikyung menggerutu bahwa masalah pergi atau tidak adalah keputusannya sendiri , bukan oleh ancaman.
Minho mempersiapkan amplop berisi tiket dan bekal uang untuk Yikyung.
(Sementara itu Arwah Jihyun sedang mondar-mandir gelisah menerka yang bukan-bukan . Jihyun mengira Yikyung takut dan tidak pulang karena diomeli seorang arwah sebelumnya)
Yikyung berkonsultasi dengan Dokter Noh berkaitan dengan desakan Minho. Dokter Noh sependapat bahwa Yikyung harus pergi . Dokter Noh ternyata cemas kalau arwah tersebut tidak mau meninggalkan tubuh Yikyung. Dokter Noh mengingatkan bagaimana kalau arwah itu ingin tinggal selamanya di tubuh Yikyung ?
Yikyung pulang dan merenungkan sesuatu di taman. Dia teringat orang-orang asing seperti Minho , Injung dan Hankang melihat Yikyung dengan aneh.
Yikyung akhirnya masuk rumah sewanya. Yikyung membiarkan pintu rumah terbuka lebar dan seperti tahu arwah Jihyun masih berada diruangan itu . Yikyung dengan tegas meminta arwah Jihyun keluar dari rumahnya.
Arwah Jihyun merasa heran . Yikyung memohon agar Arwah Jihyun bersedia pergi . Jihyun akhirnya keluar dari rumah Yikyung.
Tak lama kemudian Yikyung mengemasi barang-barangnya. Yikyung mempersilahkan Ibu Pemilik untuk membuang barang-barang sisanya yang tidak terbawa.

Diluar rumah , Jihyun berharap bantuan Sang Penjadwal . Sang Penjadwal pun tak berdaya dan tidak bisa membantu dalam hal ini. Sang Penjadwal pun terancam digusur ke lift akhirat jika melakukan pelanggaran aturan didunia roh.
Saat itu Yikyung sudah keluar dari rumahnya dan bersiap pergi . Arwah Jihyun mengejar Yikyung untuk mencegah.
Pada saat itu Han Kang baru datang dengan mobilnya dan memandang heran Yikyung yang pergi dengan taksi. Han Kang berusaha menelepon tetapi tidak berhasil.
Han Kang akhirnya masuk rumah dan menemui Ibu Pemilik . Sang ibu memberitahu bahwa Yikyung sudah pergi.
Sementara itu Arwah Jihyun terus mencegah Yikyung yang sudah masuk taksi. Usaha Jihyun tidak berhasil dan Yikyung tetap pergi.
Han Kang pun berusaha menyusuri jalan mencari keberadaan mereka.
Yikyung ternyata menuju stasiun kereta api . Arwah Jihyun mendadak lemas dan roboh tak berdaya di jalanan. Yikyung selagi itu sudah duduk di dalam kereta api sambil melamun.

Sinopsis Lengkap

0 comments:

Post a Comment