Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 15

Standard


Minho masuk ke cafe tempat Yikyung bekerja dan memanggil nama Yikyung. Yikyung dengan tenang menjawab “Ya , Kang Minho-sshi ?” . Minho terperanjat , sementara itu Yikyung juga mulai bingung darimanadia bisa tahu nama pria yang ada didepannya.

Minho bertanya untuk apa Yikyung berada di sini. Yikyung hanya terdiam binggung. Pada saat itu Dokter Noh masuk melihat Yikyung gugup. Dokter Noh lantas balik bertanya siapa gerangan Minho ? Minho menjawab bukan siapa-siapa dan segera pergi meninggalkan cafe. Minho masih sempat menatap bingung dari luar cafe kearah Yikyung.
Dokter Noh bertanya apakah Yikyung mengenal Minho ? Yikyung menggelengkan kepala , mengaku tidak kenal tetapi anehnya saat pria itu memanggil nama Yikyung , tanpa sadar mengatakan nama “Minho”.
Dokter Noh juga jadi bingung. Yikyung menduga bahwa itu efek dari terapi hipnotis yang digunakan Dokter Noh kepada Yikyung.
Dokter Noh juga bertanya apakah Yikyung ingat mereka bertemu kemaren ? Yikyung heran dan merasa tidak ingat. Dokter Noh mengaku bertemu dengan Yikyung tetapi Yikyung tidak mengenali dan gaya penampilannya pun berbeda.
Muncul dugaan dalam benak Dokter Noh bahwa Yikyung mengidap kepribadian ganda. Menurut Noh , Yikyung mengalami stress berat sehingga pikiran Yikyung menciptakan identitas lain. Karena Yikyung kehilangan pria yang dicintai lantas sebagian dari diri Yikyung ikut mati .
Yikyung merasa tidak yakin dengan analisis Dokter Noh. Yikyung bertanya soal dugaan apakah ada seseorang yang menempati tubuhnya ? Dokter Noh merasa Yikyung sedang dihantui arwah tetapi Yikyung menampik . Menurut Yikyung hal ini berbeda karena sesuatu kepribadian yang hangat dan ramah dan peduli kepadanya. Yikyung mengaku bahwa pengalaman ini pertama kali dirasakan sejak kematian Yisoo.
Yikyung mulai bercerita masa lampau.

(Pada saat itu Yikyung cilik ditinggalkan ibunya di stasiun . Ibu Yikyung menyimpan semua milikku dalam tas ransel dan berkata akan pergi sebentar untuk mengganti popok adikku. Tetapi Ibu Yikyung tidak kembali. Pada saat itu ada seorang anak laki-laki mendekati dan menyodorkan coklat untuk Yikyung.
Anak lelaki itu bernama Yisoo . Dan dia berkata bahwa mulai sekarang nama Yikyung berubah menjadi Song Yikyung sebagaimana marga Song dari Yisoo.  Yisoo ternyata anak yang ditinggalkan ibunya dan dibesarkan di panti asuhan sehingga senasib dengan Yikyung. )
Pada saat itu Sang Penjadwal hadir dan ikut mendengarkan. Dan Yikyung terus bercerita.
(Yisoo dan Yikyung sama-sama ditinggalkan kedua orangtuanya di bulan February. Kami berdua menjadi saudara , kakak-adik  dan juga teman selama 18 tahun sampai Yisoo meninggalkan Yikyung. Yisoo kemudian meninggal dalam kecelakaan dua bulan kemudian )
Sang Penjadwal diam-diam terkejut dan merenung apa betul dirinya meninggalkan Yikyung ? (Ingatan Sang Penjadwal belum seluruhnya pulih.
Yikyung kemudian mengaku sejak saat itu tidak bisa percaya dengan orang lain dan tidak ada yang menginginkan dirinya.
Sang Penjadwal mulai menangis mendengar penuturan Yikyung.

Walaupun Yikyung sudah bertutur panjang lebar , Dokter Noh sulit mempercayai masalah hantu. Dokter Noh menganjurkan Yikyung untuk pindah rumah saja. Yikyung mengaku ketakutan dengan  arwah gadis itu tetapi menyadari arwah tersebut baik hati dan penyayang.
Dokter Noh meninggalkan kafe. Diam-diam Minho yang belum benar-benar pergi membuntuti Dokter Noh.
***
Injung menunggu kedatangan Minho didepan apartemen. Minho kemudian datang dengan wajah muram. Injung bertanya apakah Minho bisa membedakan Jihyun dan Yikyung ? Minho merasa pertanyaan Injung itu konyol. Injung meyakinkan Minho bahwa gadis tersebut adalah Jihyun karena sikap dan kebiasaannya itu sama persis.
Minho jadi meradang dan menghardik Injung , “Aku sudah bilang tidak !! Jadi pergilah !! ”
Injung memprotes tetapi Minho masih merasa apa yang diduga Injung itu tidak masuk akal. Minho masuk ke ruang apartemennya. Dia memandang sekeliling dan mulai memperhatikan foto dirinya dengan Jihyun (yang asli).
Minho memandang foto itu dan membantingnya . Minho masih merasa tidak yakin bahwa Jihyun merasuk kedalam tubuh Yikyung. Minho tidak bisa menerima kenyataan bahwa Yikyung yang dia cintai adalah Jihyun.
13 Hari 4 Jam 29 Menit 
Yikyung pulang kerumah. Arwah Jihyun sudah tidak sabar dan menyambut Yikyung sambil memohon agar lekas tidur karena hari ini Ayah Jihyun di operasi. Yikyung seolah mendengar dan lekas tidur. Arwah Jihyun kegirangan dan mengucapkan terimakasih.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) segera keluar . Pada saat itu Han Kang sudah menunggu didepan rumah. Jihyun meminta ijin agar tidak berkerja pada hari ini .

Seakan satu tujuan , Han Kang mengaku meliburkan cafe dan mengajak Jihyun untuk ke rumah sakit karena Ayah Jihyun akan dioperasi. Han Kang berkilah mengajak Jihyun lebih awal karena Jihyun (dalam wujud Yikyung) gampang menangis dan takut mengundang perhatian dari teman-teman yang lain .
Jihyun kemudian menemui kedua orangtuanya (yang tentunya tidak sadar kehadiran anaknya dalam wujud Yikyung). Orangtua Jihyun seperti punya firasat dan senang dengan kehadiran Jihyun. Ibu Jihyun memuji bahwa Jihyun punya teman setia seperti Jihyun (dalam wujud Yikyung).
Ayah Jihyun juga berpesan jika Jihyun siuman nanti , Jihyun (dalam wujud Yikyung) boleh mengunjunginya sering-sering.  Jihyun (dalam wujud Yikyung) meminta ijin untuk memeluk Ayah Jihyun. Ayah Jihyun walaupun heran tapi setuju.

Sampai diluar ruangan , Jihyun menangisi nasib ayahnya. Han Kang berusaha menghibur Jihyun dengan memberikan sapu tangan. Pada saat itu Minho juga sudah datang dan memperhatikan mereka berdua.
Minho melabrak Han Kang karena tidak suka Han Kang membawa gadisnya kesana-kemari. Minho juga menegur Jihyun agar meneleponnya jika mau pergi. Diluar dugaan Jihyun menarik lengan Minho dan mengajaknya pergi. Han Kang menjadi kesal karena sikap Jihyun sulit ditebak.

***
Minho mengantar Jihyun dan merasa mereka berdua sedang berkencan. Jihyun buru-buru mengaku sedang lelah dan ingin tidur saja. Minho menduga Jihyun (dalam wujud Yikyung) merasa bersalah dengan Jihyun (yang asli). Jihyun menyindir bahwa perasaan bersalah itu persoalan lain dan bukankah Minho dan Jihyun sangat pandai dalam hal ini ?
Sesampainya di cafe , Jihyun melihat Istri Oh sedang memprotes pada Asisten Oh kenapa harus menulis bagaimana cara menunjukkan suatu ketulusan. Asisten Oh marah dan mendesak istrinya untuk menurut saja demi Han Kang. Kebetulan hari ini adalah hari peringatan wafatnya Ibu Han Kang.
Jihyun jadi heran dan berpikir kenapa Han Kang menjaga Ayah Jihyun tepat dihari peringatan wafatnya ibu Han Kang sendiri ?
***
Ayah Jihyun puas dengan kehadiran Minho , Han Kang , Seowoo dan Injung di saat-saat terakhir menjelang operasi. Setelah menyampaikan pesan kepada teman-teman anaknya itu , Ayah Jihyun berkelakar bahwa tidak ada lagi yang harus disampaikan kepada Ibu Jihyun. Ibu Jihyun pun membalas bahwa dirinya sudah bosan mendengarkan suaminya sepanjang malam.
Han Kang pun terharu menahan tangis seraya tersenyum sambil mengatakan akan menunggu Ayah Jihyun keluar dari ruang operasi.
Minho dan Hang Kang turut melepas kepergian Ayah Jihyun ke ruang operasi. Minho dan Hang Kang segera membungkuk memberi hormat sebelum pintu tertutup. Setelah itu Injung , Minho dan Han Kang pergi dengan alasan masing-masing meninggalkan Seowoo seorang diri.
***

Sang Paman merasa Jihyun punya peluang yang lebih baik karena sudah mengumpulkan satu airmata dan punya waktu 13 hari lagi. Sang Paman juga mengingatkan bahwa seiring waktu  , seorang pengembara 49 hari akan kehilangan kekuatan .
Sang Paman mengaku kalau saja punya waktu seperti Jihyun , maka akan mengatakan sesuatu untuk istrinya , ibunya dan anak-anaknya.

Jihyun semakin iba dan memberikan uang pada sang paman agar mandi sebelum arwahnya meninggalkan dunia ini untuk selamanya.
Pada saat itu Injung sedang berada didekat mereka dan memperhatikan mereka.
Injung diam-diam menemui Sang Paman dan bertanya kenapa berbicara dengan Jihyun ? Sang Paman balik bertanya kenapa Injung menanyakan hal itu ?
Injung mengira Sang Paman datang memeras Jihyun dan menawarkan uang lebih banyak untuk Sang Paman. Sang Paman pura-pura tergiur dan menanyakan berapa banyak uang yang bisa diberikan Injung ?
“Sebanyak yang kau inginkan ! Asalkan kau beritahu siapa wanita itu ? ” sahut Injung
Sang Paman dengan sinis menyahut bahwa kalau Injung mau tahu  , harus menyelamatkan Sang Paman dan sebagai balasannya Injung akan diberikan gedung dan property . (Sang Paman khan aslinya seorang Presiden Direktur) . Sang Paman pun berlalu meninggalkan Injung.
***
Operasi medis terhadap Ayah Jihyun sudah selesai. Dokter Joo mengatakan kepada Han Kang , Minho dll kalau tumor sudah berhasil diangkat tetapi Ayah Jihyun belum siuman dan masih berada di ruang ICU. Han Kang menjadi puas mendengar perkembangan ini dan hendak mengabari Jihyun. Minho dan Injung jadi curiga dengan sikap Han Kang.
Han Kang menemui Jihyun dan mengajaknya makan bersama dan setelah itu membesuk Ayah Jihyun. Jihyun menolak karena tahu bahwa hari ini adalah hari peringatan wafatnya Ibu Han Kang. Han Kang menenangkan bahwa akan mengadakan peringatan di malam hari.

Benar saja , Han Kang menyiapkan peringatan mengenang wafatnya ibunya. Han Kang menuangkan anggur untuk mendiang ibunya seraya berkata agar ibunya bisa beristirahat dengan tenang. Han Kang pun turut mencicipi anggur tersebut. Sementara itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) ikut menyaksikan sambil duduk di kursi piano.
Han Kang bercerita bahwa ibunya adalah tipe wanita yang kepala batu. Ibu Han Kang sama sekali tidak meninggalkan foto dan hanya meninggalkan instrumen piano ini. Sementara itu Ayah Han Kang sibuk berkerja dan sering pulang pergi dari Amerika ke Korea. Sang Ayah memang sukses dan ibunya malah membuka cafe ini serta minum dengan banyak pria.
Han Kang mengaku ketika masih kecil mengira ibunya sedang berselingkuh. Pikiran Han Kang muda tentunya sulit memahami ayahnya yang sukses sementara ibunya justru kesepian. Ibu Han Kang kemudian meminta perceraian.
Setelah orangtuanya bercerai , Han Kang sulit menghubungi ayahnya. Han Kang menjadi marah karena mengira komunikasinya diputus oleh ibunya. Suatu ketika ibunya memaksa Han Kang untuk pindah ke Jinan.
Selama di Jinan itulah Han Kang tumbuh sebagai remaja yang pemberontak dan malas pulang kerumah. Sementara itu kulit ibu Han Kang semakin gelap . Han Kang muda mengira itu karena terik matahari , padahal yang sebenarnya , Ibu Han Kang mengidap kanker pankreas yang mematikan. Ibu Han Kang tidak mengatakan apapun mengenai penyakitnya dan kemudian mengirim Han Kang ke Amerika Serikat untuk meninggal dunia sendirian.
Di Amerika itulah Han Kang baru tahu bahwa sebenarnya ayahnya yang berselingkuh dan punya adik berusia 10 tahun.
Jihyun berusaha menghibur kegundahan Han Kang yang menangis mengenang ibunya. Menurut Jihyun , Ibu Han Kang sengaja meninggalkan piano , bukan foto , agar Han Kang tidak merasa makin bersalah.
Disaat mengharukan itu tiba-tiba perut Jihyun berbunyi pertanda lapar. Han Kang jadi berubah dan tersenyum melihat adegan lucu tersebut.
Diam-diam Min ho memperhatikan pembicaraan Han Kang – Jihyun. Minho jadi teringat ucapan Dokter Noh yang mengatakan bahwa Yikyung mengaku ada seorang arwah wanita yang memasuki tubuhnya dan bahkan melihat saat arwah itu memasuki tubuhnya. Pada saat itu Injung pun datang . Injung dan Minho saling berpandangan.

Han Kang – Jihyun (dalam wujud Yikyung)  makan bersama pasta andalan café Heaven. Jihyun bertanya apa yang membuat Han Kang merasa berhutang budi pada Jihyun (yang asli) ?
Han Kang melanjutkan cerita bahwa ketika itu dirinya mencuri uang ibunya untuk kabur ke Amerika Serikat. Tetapi ibu Han Kang menyeret anaknya ke Jinan. Setelah empat hari di Jinan , Han Kang terkilir karena insiden Jihyun yang menyelamatkan Han Kang dengan peluit dan mereka berdua jatuh bergulingan saat mengangkat sepeda.
Han Kang mengaku sangat kesal karena Jihyun membuatnya gagal ke Amerika Serikat. Han Kang remaja memutuskan membalas dengan cara mengganggu Jihyun. Tetapi Han Kang menyadari bahwa Jihyun adalah gadis yang baik dan lucu.
Nah , suatu hari Jihyun memperdayai Han Kang dengan trik sulap agar Han Kang mau memakan sup rumput laut buatan Ibu Han Kang. Walau demikian dikemudian hari Han Kang merasa berterimakasih karena keusilan Jihyun membuat Han Kang bisa memakan masakan ibunya untuk terakhir kali.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) berkomentar kalau hanya masalah itu sama sekali bukan hutang yang harus dibesar-besarkan.
Han Kang merasa masih ada satu lagi hutang besarnya pada Jihyun (yang asli). Han Kang menyodorkan sebuah gelang milik Jihyun (yang asli) dan meminta Jihyun (dalam wujud Yikyung) untuk mengembalikannya kelak pada Jihyun.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) menerima gelang itu dan teringat bahwa itu memang miliknya.
Pada saat sekolah dulu , Han Kang marah-marah dan menolak masakan kiriman ibunya sambil melempar tas ibunya. Jihyun remaja diam-diam memperhatikan . Ibu Han Kang hendak mengejar anaknya yang pergi menjauh , tetapi Jihyun datang ikut campur dan meminta Ibu Han Kang menyerahkan makanan itu seraya berjanji akan membuat Han Kang memakannya.
Jihyun berhasil memperdaya Han Kang dan membawa kembali tempat makan yang sudah kosong . Ibu Han Kang tampak senang dan tak percaya Jihyun bisa mengendalikan Han Kang . Ibu Han Kang lalu menyodorkan gelang kepada Jihyun dan memakaikannya langsung ke lengan Jihyun.
Ibu Han Kang mengaku bahwa gelang itu pemberian ayahnya. Gelang ini rencananya untuk anak perempuan , tetapi Ibu Han Kang tidak punya anak perempuan sehingga akan memberikan ke pacar Han Kang.
Jihyun enggan karena merasa bukan pacar Han Kang. Ibu Han Kang bersikeras bahwa paling tidak Jihyun adalah teman Han Kang. Jihyun kembali enggan karena merasa bukan teman Han Kang.
Pada saat itulah Han Kang menghentikan lamunan Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang sedang mengenang masa lampaunya bersama ibu Han Kang.
***
Injung – Minho sedang berada diapartemen Minho. Injung penasaran kenapa tadi Minho diam-diam memperhatikan Han Kang – Jihyun di café ? Injung menduga bahwa Minho pun punya kecurigaan yang sama , tetapi Injung menuduh kalau Minho belum menerima kenyataan kalau Yikyung itu dirasuki arwah Jihyun. Karena jika Minho jatuh cinta terhadap Yikyung yang dirasuki oleh Jihyun sama saja dengan keadaan Minho mencintai Jihyun.
Minho berkilah bahwa Jihyun bukan tipe gadis yang bisa berpura-pura. Injung melanjutkan sengatannya , “Apakah kamu berpikir kalau Yikyung mencintaimu ? “
Minho tampak menghindar dan meminta Injung lekas pulang. Injung mengingatkan bahwa Jihyun yang sekarang sudah berbeda dengan Jihyun yang dulu mencintai Minho.
Minho semakin kesal dengan kerecokan Injung .
***
Han Kang mengikuti Yikyung dari belakang. Pada saat itu Arwah Jihyun pun ada bersama mereka. Arwah Jihyun pamit karena hendak ke rumah sakit melihat ayahnya .
Han Kang terus mengikuti Yikyung dan memperhatikan gerak-geriknya saat berkerja.
Jihyun menunggu didepan ruang ICU ayahnya. Pada saat seorang perawat keluar ruangan , Arwah Jihyun mengambil kesempatan untuk menyelinap masuk.
Arwah Jihyun berdiri disamping ranjang ayahnya berbaring tak sadarkan diri dan memanggil ayahnya.
Ayah Jihyun ternyata bermimpi sedang berjalan di lorong ruangan yang penuh dengan pintu. Ruangan itu terang benderang dan Jihyun tampak dalam mimpi .
Ayah Jihyun mencari asal suara itu dan sebuah pintu terbuka , terlihat Jihyun sedang tersenyum dibalik benderang cahaya . Ayah Jihyun gembira melihat anaknya yang selama ini dirindukan dan mempertanyakan kenapa Jihyun tidak kembali ?
Pada saat terus memanggil dalam mimpi itulah Ayah Jihyun kembali siuman dan sempat melihat sekilas penampakan arwah Jihyun dalam keadaan setengah sadar.  Arwah Jihyun tampak sedang memandangi dan mengucapkan terima kasih pada ayahnya. Tak lama seorang perawat datang dan Ayah Jihyun tidak melihat siapapun lagi.

Arwah Jihyun kembali pulang . Pada saat itu Sang Penjadwal menampakkan diri di jalan dengan sepeda motornya. Sang Penjawal menyapa dan Jihyun melaporkan bahwa ayahnya baik-baik saja. Sang Penjadwal mulai usil dengan bersabda bahwa hidup dan mati bukan karena usaha manusia .
Jihyun tersadar bahwa Sang Penjadwal semestinya tahu kalau ayahnya tidak akan meninggal saat dioperasi tetapi pura-pura tidak tahu. Sang Penjadwal mengelak tuduhan ini.
Sang Penjadwal mengaku harus ada sedikit petunjuk untuk tahu sesuatu. Sang Penjadwal menyodorkan hape ajaibnya . “Hari ini aku tahu karena kemaren baru mendownload data dan tidak menemukan nama ayahmu dalam tugas penjadwalan menjemput orang mati.
Sang Penjadwal meminta Jihyun naik ke jok motor dan tiba-tiba Jihyun sudah mengenakan helm dan jaket motor. Sang Penjadwal mengantar pulang Jihyun sambil memberikan nasehat agar Jihyun menikmati kehidupan .
Menurut Sang Penjadwal kehidupan seseorang di masa sekarang sangat menentukan kehidupan dimasa berikutnya (reinkarnasi) . Jadi dari kehidupan tragisnya , Sang Penjadwal menyimpulkan bahwa di kehidupan yang lampau (reinkarnasi ) dirinya tidak menjalani hidup dengan baik.
Jihyun memohon maaf seraya berharap agar di kehidupan (reinkarnasi) mendatang , Sang Penjadwal akan panjang umur dan berbahagia.
Sesampainya dirumah , Arwah Jihyun melaporkan perkembangan kesehatan ayahnya pada Yikyung. Arwah Jihyun juga berjanji akan mencari dua air mata yang tulus lagi agar lekas hidup kembali dan membalas budi pada Yikyung.
***
Ibu Jihyun melaporkan perkembangan kesehatan suaminya kepada Seowoo. Seowoo turut senang mendengar kabar baik itu dan kembali pulang.
Dirumah , Seowoo melihat Injung sedang tertidur di sofa. Pada saat itu hape Injung berbunyi dan Seowoo melihat identitas panggilan dari Minho.
Injung terbangun dan tergopoh-gopoh mengamankan hapenya. Seowoo jadi sadar bahwa kekasih gelap Injung selama ini adalah Minho . Seowoo teringat pula ketika dulu memergoki seorang pria sedang berbicara dengan Injung.

Seowoo marah dan menjerit-jerit memanggil Injung sambil menjambak rambutnya seraya memaki Injung gadis yang jahat. Seowoo merasa tidak habis pikir bahwa Injung bisa melakukan hal ini kepada Jihyun . Menurut Seowoo , Injung bisa kuliah dan tinggal di rumah keluarga Jihyun lantas teganya menghianati . Seowoo mulai maklum karena itu Injung merasa bersalah dan takut melihat Jihyun.
***
Sebagaimana Seowoo , Han Kang pun turut senang mendengar kabar baik pulihnya Ayah Jihyun. Pada saat hendak memberitahukan Jihyun (dalam wujud Yikyung) ternyata juga sudah tahu duluan.

Jihyun mencandai Han Kang yang seharusnya memanggil dengan sebutan noona (kakak / cici) karena lebih tua . Jihyun yang lagi senang kemudian menyiapkan sarapan untuk Han Kang.
Han Kang terkejut melihat isi sarapan ini merupakan kesukaannya. Han Kang jadi bertanya-tanya apakah Jihyun (dalam wujud Yikyung) ini pernah bertemu dengan Ibu Han Kang ?
***
Minho mendapat laporan dari supir bahwa Yikyung berkerja di café Heaven pada pagi hari dan di café lain pada malam hari , dan karenanya Yikyung tidak punya cukup waktu tidur. Minho menerima laporan itu dan meminta sang supir untuk mengikuti Yikyung lagi.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) kali ini memboroskan waktu dengan menemui mantan kolega Yikyung di Hotel Seoul. Jihyun hendak mencari informasi tentang latar belakang Yikyung dengan berpura-pura amnesia .
Menurut mantan kolega :
(Yikyung dulunya adalah gadis yang baik tetapi juga tidak terlalu akrab dengan orang lain. Menurut kolega ini , Yikyung hanya sering bersama dengan Yisoo. Semua orang di hotel tahu tentang Yisoo dan Yikyung karena sama-sama berkerja di hotel ini. Yisoo hanya berkerja enam bulan dan keluar pekerjaan karena ingin jadi penyanyi. Setelah Yisoo meninggal dunia , Yikyung jatuh pingsan dan tidak berkerja lagi dan barang-barang Yikyung masih tersimpan di ruang penyimpanan. )
Jihyun kemudian membawa barang-barang Yikyung . Jihyun rupanya penasaran kasus berat apa yang membuat Yikyung menjadi gadis yang tidak normal. Pada saat itu Injung menelepon .
Injung menemui Jihyun dan mengaku wajahnya memar karena dipukuli Seowoo yang mengetahui hubungan gelap Injung-Minho. Tetapi Injung lega karena bebannya seperti terlepas setelah Seowoo tahu rahasia itu.
Injung bercerita latar belakang kenapa dirinya bisa melakukan hal ini kepada Jihyun (yang asli). Injung memang pernah tinggal dirumah keluarga Jihyun. Ayah Injung mengalami kecelakaan sehingga tidak sanggup menyediakan biaya sekolah untuk Injung.
Injung yang sedih kemudian berkunjung ke rumah Jihyun. Jihyun ketika itu berinisiatif untuk meminta ijin pada orangtuanya untuk mengijinkan Injung tinggal dirumah Jihyun.
Injung pun mengakui bahwa Jihyun merupakan gadis yang teramat baik hati yang siap melakukan banyak hal tanpa diminta. Bahkan Jihyun pernah menggantikan Injung yang sakit untuk berkerja. Jihyun yang baik hati dan setia kawan itu rela mengorbankan kursus pianonya yang mahal sebagai 250 ribu won sebagai anak orang kaya untuk gaji Injung yang hanya 30 ribu won. Ibu Jihyun ketika itu marah besar tetapi Jihyun bersikeras membela Injung yang terancam dipecat.
Saat Injung mulai berkencan dengan pria , Jihyun selalu mengatakan pada teman pria bahwa Injung adalah sahabat baik yang tinggal bersama. Demikian pula saat Injung putus , mantan prianya mulai sibuk menelepon Jihyun.
Saat Jihyun membeli baju baru . Jihyun akan bertanya pada Injung apakah baju itu indah atau tidak ? Jika Injung menyukai , Jihyun akan memberikannya.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) tidak mengerti cerita Injung . Kenapa Injung membenci Jihyun yang baik dan tulus kepada sahabat ?
Injung merasa kebaikan Jihyun itu menyakiti hatinya dan membuatnya tampak menjadi gadis yang menyedihkan. Jihyun sama sekali tidak memperhatikan perasaan Injung , paling tidak bertanya terlebih dahulu apa yang menjadi keinginan Injung yang sebenarnya.
Injung berandai-andai apakah Jihyun bisa kuliah jika bukan anak orang kaya ?
Jihyun (dalam wujud Yikyung) mulai terpancing marah . Tetapi saat itu kalung air matanya mulai memanas. Jihyun jadi terdiam karena takut melanggar aturan dunia roh.
Injung kemudian berdiri dan berpesan agar Jihyun (dalam wujud Yikyung) menyampaikannya kembali pada Jihyun (yang asli ) jika bertemu.

Jihyun (dalam wujud Yikyung) juga berpesan bahwa Jihyun menyayangi Injung dengan tulus. Injung membalas bahwa dirinya pun menyayangi Jihyun dengan tulus.
Injung diam-diam memperhatikan Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang mulai menangis dari balik jendela.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) mulai membuka kotak berisi barang-barang peninggalan Yikyung saat bekerja di hotel dulu. Jihyun menemukan foto-foto Yikyung bersama Yisoo. Jihyun juga menemukan buku dan didalamnya ada foto Yi Soo bersama cewek lain . Jihyun menjadi marah dan menilai Yisoo seorang playboy.  Jihyun kemudian menghubungi Sang Penjadwal .
Sang Penjadwal tampak enggan menemui karena sedang bermain musik. Jihyun tidak menyerah karena tahu Sang Penjadwal sedang berada dimana.
Sampai ketujuan , Jihyun menjerit memanggil Sang Penjadwal sebagai Song Yisoo !!! Sang Penjadwal bingung kenapa Jihyun menjerit seperti itu.

Jihyun segera menyerahkan foto Yisoo bersama seorang gadis dan langsung menuding Sang Penjadwal sebagai penghianat cinta. Jihyun bertanya apakah berhianat merupakan hobby dari Sang Penjadwal ?
Sang Penjadwal bingung menerima serangan kata-kata yang tajam dari Jihyun. Sang Penjadwal juga dengan polos bertanya apa pria dalam foto itu adalah dirinya . Jihyun dengan kesal mengiyakan.
Sang Penjadwal melempar foto itu dan dengan panik merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan. Jihyun yakin karena membawa barang bukti .

Tiba-tiba Sang Penjadwal teringat bahwa Yikyung berjongkok ditepi jalan pada saat hari kematian Yisoo. Sang Penjadwal mulai pulih ingatannya dan mulai menangis.  S
Sang Penjadwal menjadi lupa daratan dan mengira Jihyun (dalam wujud Yikyung) adalah Yikyung kekasihnya. Giliran Jihyun yang mulai panik hahaha.

0 comments:

Post a Comment