Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 14

Standard


Jihyun (dalam wujud Yikyung) menunjukkan sebuah foto kelulusan pada Sang Penjadwal . “Ini pasti dirimu, betul tidak ? ” Kau ternyata Song Yisoo , pria yang dicintai oleh kakak Yikyung. Dan kalian berdua saling mencintai.

Wajah Sang Penjadwal tampak bengong tetapi akhirnya mengakui bahwa pria dalam foto itu memang mirip dirinya. Jihyun lantas menyodorkan bukti lainnya , kartu-kartu Yisoo untuk ultah Yikyung.
Jihyun semakin yakin Yisoo dan Yikyung saling mencintai , alasan Yisoo menjadi Sang Penjadwal karena hendak melakukan sesuatu untuk Yikyung yang belum sempat dilakukan karena keburu mati.
Sang Penjadwal berkilah bahwa tidak mungkin dirinya mengorbankan waktu lima tahun untuk gadis seperti Yikyung itu . Lagipula sebagai seorang “Sang Penjadwal” memang ada aturan didunia roh bahwa ingatannya akan dihapus. Dengan konyol Sang Penjadwal juga menduga bahwa jangan-jangan wajahnya itu juga pinjaman.
Jihyun menantang Sang Penjadwal agar tampil dalam wujud manusia didepan Yikyung. Sang Penjadwal menolak karena menurut aturan dunia roh , wajah Sang Penjadwal akan berubah di hadapan orang yang dikenalnya selama hidup dulu.
Sang Penjadwal protes agar Jihyun tidak lagi mendesaknya dengan permasalahan yang tidak jelas seperti itu. Jihyun ngeloyor pergi sambil mengomeli Sang Penjadwal sebagai bad guy.
Sementara itu Sang Penjadwal terus merenung dan akhirnya frustasi memikirkan hal yang tidak jelas itu. Sang Penjadwal menelepon seniornya dan bertanya kemungkinan apakah bisa mengetahui lebih awal tujuan dirinya menjabat sebagai Sang Penjadwal ?
Dibalik telepon , sang senior mengomeli Sang Penjadwal dengan suara kencang sehingga Sang Penjadwal dengan wajah kocak menjauhkan ponselnya dari kupingnya.

Jihyun pun merenung dalam perjalanan pulang , betapa Yikyung sangat menyedihkan karena tidak bisa melupakan kenangan bersama Yisoo. Jihyun pun murung memikirkan nasibnya sendiri kalau benar-benar meninggal.
***
Minho mendapat laporan dari supirnya bahwa Yikyung pindah alamat dari alamat yang terlampir di kartu identitas. Yikyung pernah punya kekasih tetapi telah meninggal dunia.
Sang Supir juga melaporkan bahwa dirinya sempat kehilangan jejak Yikyung dan selama itu pula Yikyung tidak berkerja di café Heaven. Untuk itu sang Supir menyarankan agar Minho sendiri yang memeriksa keadaan di café Heaven.
Dari laporan ini Minho menyimpulkan bahwa kehidupan Yikyung memang menyedihkan dan mungkin saja Han Kang membantu karena kasihan.
Injung menghubungi Minho untuk mencari tahu apa keputusan Minho karena Han Kang pun sudah mengetahui hubungan gelap Minho-Injung. Minho menenangkan Injung agar tidak khawatir karena Han Kang tidak akan ikut campur , sedangkan Yikyung tidak akan melaporkan kepada orangtua Jihyun.
Injung bingung dari mana muncul keyakinan Minho seperti itu ? Apakah Yikyung tidak akan membocorkan rahasia karena menyukai Minho ?
Minho terdiam .
“Aku yakin bahwa Yikyung tidak menyukaimu , tetapi ada alasan lain mengapa wanita itu seakan mengitarimu terus. ”  Injung menduga.
“Kalau dia mau pasti sudah mengadukan kita kepada orangtua Jihyun.” bantah Minho.
“Apa kau percaya Yikyung benar-benar teman Jihyun ? Aku tak yakin. ”
“Maaf , kita lebih baik putus saja !” tegas Minho .
“Kumohon jangan kau lakukan ini” Injung menangis
“Aku tak bisa mengendalikanny.”
“Tetapi kau mencintaiku”
“Bukannya aku tidak mencintaimu , hanya saja kali ini kurasakan hal yang berbeda. Biarkanlah waktu yang akan berbicara.”
“Aku tak sanggup . Kau bilang hubungan kita adalah hubungan bisnis. Baiklah kalau begitu , aku minta kau tidak menemui Yikyung lagi atau aku akan mengatakan semuanya pada orangtua Jihyun !!”
“Jangan kau lakukan hal ini karena kau tidak akan mendapat keuntungan apapun. Cinta bukanlah hal yang bisa dipaksakan.”
Injung tidak menyerah begitu saja. Begitu dia kembali , dia mulai memeriksa identitas Park Jung-Eun yang digunakan Jihyun (dalam wujud Yikyung) melalui browser online. Injung menemukan fakta bahwa Park Jung-Eun yang asli sudah meninggal setahun yang lalu. Injung semakin curiga pada Jihyun (dalam wujud Yikyung).
***
Han Kang mulai memeriksa dokumen-dokumen proyek Haemido. Pada saat itu Asisten Oh datang melaporkan kegagalan untuk mendapatkan informasi bagi Han Kang. Asisten Oh juga melaporkan bahwa hari ini Jihyun (dalam wujud Yikyung) tidak masuk kerja.
Han Kang maklum karena tahu bahwa selama beberapa hari terakhir melihat hanya Yikyung yang berada di rumah Yikyung dan entah kemana arwah Jihyun selama ini.
Han Kang mulai menjelaskan duduk perkara proyek Haemido kepada Asisten Oh. Tanah milik Jihyun ternyata dijual kepada perusahaan fiktif.
Sementara itu Istri Oh sedang berdiskusi dengan si pelayan sirik tentang bagaimana menunjukkan ketulusan. Si Sirik berpendapat bahwa uang dan hadiah yang terutama sedangkan isi hati tidak bisa terlihat.
Pada saat itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) ternyata datang. Istri Oh menyambut Jihyun seraya bertanya apakah liburannya menyenangkan ? Jihyun tersadar bahwa Han Kang memberitahu semua orang bahwa Jihyun sedang berlibur.
Han Kang tidak mempedulikan masalah absensi Jihyun dan malah bertanya apa urusan Jihyun sudah beres ? Han Kang menduga Jihyun masih banyak masalah dan terlihat dari ekspresi wajahnya.
***
Injung ingin memastikan apakah Jihyun betul-betul menyukai Minho . Bagi Injung ini masalah penting karena curiga Jihyun punya maksud tertentu terhadap Minho. Injung menyodorkan beberapa bukti bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung)  ternyata bukan teman Jihyun , tetapi bisa-bisanya mewawancarai semua teman-teman Jihyun. Injung curiga karena jikapun iya , kenapa Jihyun tidak menghubungi Injung dan Seowoo yang jelas-jelas teman dekat ?

Jihyun (dalam wujud Yikyung) sebaliknya yakin bahwa Injung bukanlah teman Jihyun (yang asli). Alasannya adalah Jihyun adalah cewe yang polos dan tidak mungkin tidak bercerita mengenai diri Injung.
Injung mengaku masih tidak memahami kenapa Jihyun (dalam wujud Yikyung) sudah tahu rencana Minh0-Injung tetapi belum mengatakan pada siapapun dan mungkin saja karena Jihyun menyukai Minho. Tetapi Injung langsung menggugurkan dugaannya sendiri bahwa tidak mungkin jika memang teman Jihyun (yang asli) akan menyukai tunangan dari temannya sendiri.
Argumen Injung itu sebenarnya seperti mengorek borok sendiri. Jihyun melihat celah itu dan menukas bahwa memang banyak yang tidak masuk akal didunia ini , termasuk kenapa Injung bisa melakukan hal setega itu kepada seorang sahabat yang polos seperti Jihyun (yang asli) .
Injung mencoba menjelaskan bahwa Jihyun (yang asli) selalu memberi padaku. Karena itu Injung ingin membuat Jihyun (yang asli) seperti diri Injung sendiri.  Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengaku tidak memahami apa yang Injung maksud. Injung merasa bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) sangat mirip dengan Jihyun yang asli.
Pada saat itu Minho menelepon Jihyun . Jihyun mengambil kesempatan dengan menyindir Injung agar lebih memperhatikan Minho daripada menghabiskan waktu dengan dirinya.
***
Han Kang sedang membaca dengan seksama sebuah surat yang dibuat oleh Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang dibuat Jihyun sebelumnya pada saat menjelang insiden surat wasiat.
Isi surat Jihyun itu mengatakan tentang permohonan agar ayahnya membatalkan surat wasiat dan bersedia menjalani operasi medis.Dan juga permintaan maaf karena tidak bisa mendampingi ayahnya di masa sulit ini. Dalam surat itu Jihyun mengaku seperti berada di padang pasir tanpa ujung , bingung dan sendirian . Tetapi ada beberapa orang yang bagaikan mata air , seperti Han Kang . Jihyun merasa berterimakasih karena menjadi teman paling berharga di perjalanan akhir Jihyun.
Han Kang tak tahan lagi dan menangis saat membaca surat itu. Han Kang ingin menyampaikan hal itu pada Ayah Jihyun.

Diluar Injung bertemu dengan Han Kang. Han Kang mengaku tidak punya waktu dan hendak pergi. Injung pun lekas pulang untuk membandingkan tulisan tangan dalam surat itu. Injung jadi bertanya-tanya kenapa hal aneh itu terjadi antara Yikyung dan Jihyun ?
Sementara itu Han Kang membesuk Ayah Jihyun dirumah sakit. Ayah Jihyun marah karena Han Kang membuat kesan Jihyun telah meninggal. Han Kang menjelaskan bahwa meskipun Jihyun sesungguhnya sedang terbaring di rumah sakit tak sadarkan diri , arwahnya mungkin belum bisa kembali dan mengembara ke tempat lain.
Menurut Han Kang bisa saja arwah Jihyun juga sedang melihat ayahnya dan kecewa karena ayahnya tidak mau dioperasi. Tetap akan lebih baik Ayah Jihyun berusaha untuk sembuh daripada diam saja . Ayah Jihyun marah karena merasa diintimidasi.
“Apa kau punya perasaan terhadap Jihyun ? ” tanya Ayah Jihyun
“Tidak , dia sama sekali bukan tipeku .” kilah Han Kang.
“Kalau begitu mengapa kau mencampuri urusan keluarga kami ?” desak Ayah Jihyun
Han Kang berjanji akan menjelaskan jika Ayah Jihyun selesai menjalani operasi. Ibu Jihyun senang dengan ikut campur Han Kang .
***
Ditempat lain Minho mengunjungi ibunya di rumah sakit. Minho tidak berani menampakkan diri dan hanya melihat diam-diam. Ibu Minho melihat anaknya dan mengejar anaknya keluar. Tetapi Minho tidak ditemukan. Ibu Minho hanya bisa meratap memanggil anaknya. Minho memperhatikan ibunya diam-diam dan ikut menangis.

Setelah itu Minho bertemu dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung). Minho menilai Jihyun benar-benar bernyali besar. Minho berkata bahwa dirinya mengetahui bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) adalah teman Jihyun dan diperkenalkan kepada Han Kang.
“Apa kau menyembunyikan sesuatu ?” selidik Minho.
“Kalau aku bilang tidak ada apa-apa , kau percaya padaku ? Kau adalah pria yang pandai mencuri hati wanita” sahut Jihyun sekenanya.
Minho tersenyum dan merasa nyaman berduaan dengan Jihyun. Minho meminta Jihyun keluar kerja dari cafe Heaven agar lebih leluasa bersama Minho.
Jihyun berkilah belum merasa perlu keluar kerja karena tidak yakin akan terus bertemu dengan Minho atau tidak ?  Minho bersikeras ingin Jihyun keluar kerja dari cafe dan berjanji akan mencarikan pekerjaan lain.
Minho pun mengajak Jihyun untuk makan di resto favorit ibu Minho . Pada saat makan Jihyun memancing informasi mengenai ibu Minho. Minho heran melihat Jihyun tertarik pada ibunya seraya menyebut usianya 60 tahun. Jihyun sudah kepalang basah menggoda bahwa karena Ibu Minho lah , Minho terlahir kedunia ini.
Jihyun memberi pancingan dulu bahwa ultahnya (ultah Yikyung) adalah 8 November 1984. Minho jadi tidak curiga dan memberitahu bahwa ultah ibunya adalah 10 Januari.
Jihyun pulang dengan hati puas karena berhasil mengorek tanggal lahir ibu Minho (yang mungkin dijadikan password Minho) . Diam-diam supir suruhan Minho membuntutinya dengan taksi.
***
Yikyung terbangun dan Arwah Jihyun bercerita bahwa Yisoo sebenarnya sudah meninggal dunia , karena itu Yikyung tidak bisa melupakan dan hidup berantakan selama lima tahun terakhir. Arwah Jihyun menduga bahwa karena itulah arwah Yisoo mengajukan diri sebagai Sang Penjadwal. Arwah Jihyun meminta Yikyung bersabar dan berjanji akan membuat Yisoo datang menemui Yikyung. Yikyung sepertinya bisa mendengar suara arwah disampingnya itu tetapi bersikap seperti biasanya dan bersiap berangkat kerja.
Di cafe , seorang pria mengamati Yikyung. Yikyung merasa aneh dengan pandangan orang seperti itu. Rupanya Sang Penjadwal menampakkan diri tetapi karena Yikyung mengenal di kehidupan dunia , maka otomatis wajah Sang Penjadwal berubah menjadi orang lain.

Sang Penjadwal masih tak yakin dengan dugaan Jihyun sebelumnya dan ragu-ragu tingkahnya akan merusak imaji seorang Sang Penjadwal. Akhirnya Sang Penjadwal masuk dan memesan kopi mocha plus krim. Yikyung menyebut harga 5300 won untuk kopi pesanan. Sang Penjadwal (dalam wujud orang lain) membayar kopi pesanannya.
Sang Penjadwal masih tidak yakin dengan dugaan Jihyun. Sekilas dia melihat gadis-gadis lain yang lebih ceria dan modis dan membandingkannya dengan Yikyung yang lusuh tidak bergairah. Sang Penjadwal tidak percaya bahwa dulu dimasa hidup pernah mencintai gadis tidak bergairah seperti Yikyung ini.
Yikyung membuatkan kopi pesanan dan menyerahkannya pada Sang Penjadwal . Sang Penjadwal berpikir Yikyung ternyata tidak mengenalinya dan apa betul pernah menjadi kekasihnya ? (Sang Penjadwal benar-benar konyol tidak ingat bahwa dirinya sedang berwujud orang lain).

15 Hari 4 Jam 29 Menit 
Jihyun (dalam wujud Yikyung ) menyadari surat untuk ayahnya telah hilang. Jihyun ketakutan surat itu akan membongkar identitas gaib arwahnya selama ini .
Di tempat lain Ayah Jihyun membaca surat , disaat itu pula kalung air mata di leher Jihyun memerah dan pecah. Arwah Jihyun terlempar dari tubuh Yikyung. Sang Penjadwal segera menampakkan diri dalam busana formal .
“Sudah kukatakan berkali-kali bahwa tidak boleh seorangpun tahu mengenai identitas arwahmu !!” Sang penjadwal mengingatkan Jihyun.
“Apa aku berakhir seperti ini dan mati ? ” Jihyun panik.
“Shin Jihyun , aku akan memberitahumu bahwa kau dikeluarkan dari program 49 hari! tegas Sang Penjadwal sambil menarik Jihyun menuju lift akhirat.
Ternyata Jihyun sedang berimajinasi hal-hal buruk.
Ayah Jihyun pun sedang berada di kantor dan diam-diam merenungkan perkataan Han Kang sebelumnya. Ayah Jihyun juga teringat kejadian gaib seperti jatuhnya foto Jihyun pada saat hendak menandatangani surat wasiat untuk Minho dan juga artikel koran yang menunjukkan seorang gadis tersadar setelah koma selama 20 tahun. Mungkinkah memang Arwah Jihyun ? pikir ayah Jihyun
***
Injung mengunjungi rumah keluarga Jihyun. Dari situ Injung mendapatkan informasi bahwa gadis yang mengaku sebagai Park Jung-Eun (Jihyun dalam wujud Yikyung) itu keluar ketika Injung baru datang.
Injung semakin curiga karena merasa tidak melihat Jung-eun ketika itu. Dan untuk apa pula gadis itu bersembunyi ? Pembantu rumah keluarga Jihyun juga bercerita bahwa Jung-eun sepertinya mengenal Jihyun dengan baik termasuk kebiasaan ibunya yang tidak makan sup tulang.
***
Ibu Jihyun memandangi foto Jihyun ketika masih balita. Ayah Jihyun melihat itu menjadi kesal karena dianggap bisa membawa sial (menganggap seolah-olah Jihyun akan atau telah mati).
Ayah Jihyun meminta istrinya untuk berjanji akan terus mendampingi Jihyun sampai dia tersadar walaupun sampai bertahun-tahun.

Ayah Jihyun juga akhirnya mengaku bersedia melakukan operasi karena takut disalahkan oleh Jihyun kelak.
Ibu Jihyun terperanjat mendengar hal ini dan mengabari hal itu pada Han Kang yang sedang berada di cafe.
Han Kang senang mendengar kabar baik itu tetapi mulai bingung dengan surat Jihyun yang sedang berada ditangannya. Asisten Oh menasehati Han Kang agar memberitahu Jihyun terlebih dahulu.
***
Pada saat itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) sedang pergi ke rumah sakit dan menanyakan pada Ibu Jihyun mengenai surat miliknya. Ibu Jihyun bingung dengan pertanyaan itu.
Jihyun (yang menyaru sebagai Jung-eun)  menyadari ketidakhadiran ayahnya. Ibu Jihyun lantas bercerita bahwa suaminya sudah bersedia untuk dioperasi.
Jihyun jadi penasaran kenapa ayahnya ini mendadak bersedia untuk di operasi. Ibu Jihyun menjawab bahwa Han Kang lah yang berhasil membujuk dan meyakinkan Ayah Jihyun untuk bersedia di operasi. Jihyun kaget mendengar hal itu.
Ibu Jihyun juga mengira Han Kang menyukai Jihyun (yang asli sedang tak sadarkan diri) karena selalu menyediakan mawar yang segar di ruang rawat Jihyun.

Pada saat itu Han Kang menelepon Jihyun agar cepat kembali ke cafe karena ada informasi penting yang hendak disampaikan. Jihyun bergegas keluar dengan perasaan penuh syukur sambil menangis mendengar kabar baik tentang ayahnya. Lagi-lagi Injung kebetulan berada disini dan melihat tingkah Jihyun yang aneh.
Injung masuk menemui Ibu Jihyun seraya hendak memastikan apa Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang baru dilihatnya itu adalah Park Jung Eun ? Ibu Jihyun mengiyakan.
Injung semakin bingung menghadapi banyak keganjilan. Injung merasa Jihyun boleh saja terbaring tak sadarkan diri tetapi Injung merasa Jihyun berada didalam tubuh Yikyung. Injung tiba-tiba merasa ketakutan dan dihantui dan segera bergegas pergi.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) kembali ke cafe . Han Kang ternyata menunggu Jihyun keluar dari ruang loker dan memasukkan surat milik Jihyun ke tas. Jihyun pun mengetahui hal itu dan menunggu sampai Han Kang pergi meninggalkan ruangan.
Jihyun lantas memeriksa isi tasnya dan menemukan surat berwarna pink. Jihyun menyadari pasti Han Kang sudah membaca surat ini.
Pada saat itu Han Kang mencari-cari Jihyun keluar cafe . Tetapi Asisten Oh merasa Jihyun belum keluar ruangan.
Tiba-tiba Jihyun keluar cafe mengejutkan Han Kang dan Oh. Jihyun terus berlari dengan tergesa-gesa meninggalkan cafe.
***
Rupanya Jihyun cemas rahasianya sebagai arwah sudah diketahui Han Kang dan melanggar aturan dunia roh. Jihyun hendak mencari Sang Penjadwal untuk meminta kepastian.
Sang Penjadwal dengan santai menyimpulkan bahwa kalung air mata Jihyun masih utuh. Jihyun bingung karena menurut aturan yang pernah dikatakan Sang Penjadwal menyebutkan bahwa jika orang lain tahu rahasia dunia roh ini maka kalung air mata itu akan pecah.
Sang Penjadwal menjelaskan bahwa jika manusia tahu sendiri rahasia itu tanpa Jihyun membocorkan maka itu tidak masalah. Fenomena ini memang sesekali terjadi bagi arwah yang diberi kesempatan mengembara selama 49 hari.
Jihyun lega mendengar hal ini. Walau demikian Sang Penjadwal mengingatkan Jihyun agar tetap berhati-hati dalam sisa waktu yang ada.

Tiba-tiba Jihyun bertanya apakah Sang Penjadwal mengingat Yikyung ? Sang Penjadwal mengaku tidak ingat kehidupannya yang lampau sampai masa jabatannya berakhir. Sang Penjadwal juga merasa Jihyun terlalu banyak ikut campur masalah orang lain padahal urusan sendiri belum dituntaskan. Sang Penjadwal menghilang secara gaib .
Jihyun kembali ke cafe sambil merenungkan perhatian Han Kang selama ini dan mendadak merasa bahwa Han Kang mungkin menyukai Yikyung (tubuh yang dipinjamnya).
Di luar cafe , Han Kang sedang gelisah menanti Jihyun kembali. Saat Jihyun kembali , Han Kang mempertanyakan kemana saja Jihyun dengan ekspresi jengkel.  Setelah saling bertatapan , Han Kang menjadi bersikap normal.

Berbeda dengan Minho yang sedari kecil sudah hidup susah dan kelaparan . Ayah Minho seorang penjudi dan pemabuk sehingga hari kematian ayahnya bagaikan hari yang sangat melegakan bagi Minho remaja. Tetapi tetap saja ibunya terlalu miskin dan Minho remaja hidup berkesusahan.
Han Kang mendesak bahwa apapun alasannya bukan keluarga Jihyun yang menyebabkan kesulitan bagi Minho. Minho membenarkan seperti yang tadi dibilang bahwa keluarga Jihyun tidak beruntung saja.
“Aku harus lampiaskan amarahku pada siapa ? Tuhan ? Buddha ? yang telah membuatku menderita.” kilah Minho.
Minho tetap merasa yakin bahwa Han Kang harus hidup susah seperti dirinya ketika remaja baru bisa memahami perasaan Minho.
Han Kang akhirnya mengancam akan menghentikan sepak terjang Minho. Minho yang arogan mempersilahkan Han Kang jika mau mencoba menghalangi.
***
Injung sengaja menyodorkan salinan surat milik Jihyun (dalam wujud Yikyung) pada Seowoo. Injung rupanya hendak memancing apakah Seowoo mengenali tulisan dalam surat itu.
Seowoo yang sahabat dekat Jihyun tentu saja mengenali tulisan dalam surat itu dan mengira itu adalah tulisan Jihyun (yang asli).
Injung kali ini semakin yakin karena Seowoo pun bahkan mengenali tulisan khas Jihyun.

Injung kemudian melaporkan hal itu pada Minho di apartemennya. Injung membawa barang bukti surat dan kartu untuk meyakinkan Minho bahwa Jihyun = Yikyung. Minho merasa Injung tidak masuk akal dan mungkin saja karena Injung cemburu pada Jihyun (dalam wujud Yikyung).
***
Sementara itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) pulang kerumah. Dalam perjalanan itu Jihyun bertemu dengan Dokter Noh. Jihyun tentu saja cemas dan berpura-pura menjadi Yikyung.
Dokter Noh mempertanyakan kenapa Yikyung tidak menjalani jadwal terapi ? Jihyun berbohong mengatakan sedang sakit.
Walau demikian , Dokter Noh merasakan Yikyung yang dijumpainya ini punya sikap dan penampilan yang sama sekali lain dari yang dikenalnya.
***
Keesokan paginya , Jihyun (dalam wujud Yikyung) berusaha membuka pintu apartemen Minho. Ternyata password digital dalam pintu itu sudah di ganti sehingga Jihyun tidak berhasil masuk. Pada saat itu Minho menelepon Jihyun dan mengajak makan bersama.
Dikala Minho mulai gelisah karena teringat cerita Injung sebelumnya , pada saat itu pula Minho melihat Jihyun yang datang menemui ternyata mengenakan sepatu dengan aksesoris khas . Minho teringat bahwa butir aksesoris sepatu itu pernah tertinggal dalam lorong hotel (Episode 2) .
Minho berusaha menyelidiki sepatu itu dengan cara mengajak Jihyun berbelanja sepatu. Minho membayar sebuah sepatu dan meminta Jihyun langsung mengganti sepatu jeleknya dengan sepatu baru , serta meminta agar sepatu jelek yang lama itu dibuang saja.
Diam-diam Minho memberikan sepatu jelek itu kepada supirnya dan mulai merenung sesuatu. Pada saat Minho melihat butir aksesoris sepatu  itu , Minho sedang bersama Injung secara diam-diam dan menyadari bahwa ada seorang wanita yang sedang membuntuti mereka.Hanya saja wanita itu sudah keburu melarikan diri ke lift dan Minho ketika itu hanya melihatnya samar-samar.
Setelah pulang , Minho mencocokkan sepatu jelek Yikyung dengan aksesoris sepatu yang masih berada dilemari bajunya. Minho mulai curiga dan teringat cerita Injung sebelumnya.
Minho kemudian mendatangi rumah Yikyung diam-diam. Pada saat itu Yikyung yang asli keluar dari rumah. Minho kaget ternyata Yikyung tidak mengenalinya dan terus berlalu. Minho yang penasaran kemudian mengikuti Yikyung yang sedang menuju cafe tempat kerjanya.
Minho terus mengikuti dan bahkan sampai sengaja memesan kopi untuk menyelidiki Yikyung. Yikyung menyapa Minho sebagai pelanggan.
Minho yang masih bingung spontan menyebut nama Yikyung.
Apa yang terjadi ?
Tanpa diduga Yikyung pun dengan spontan menyebut nama Minho.

0 comments:

Post a Comment