Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 13

Standard


Han Kang secara mengejutkan memeluk Jihyun (dalam wujud Yikyung) dengan sebuah pelukan . Han Kang merasa hendak menolong Jihyun tetapi tidak bisa melakukan apa-apa . Jihyun pun lekas menyadari dan segera melepaskan tubuhnya dari Han Kang .

Han Kang berseloroh dengan mengaku sedang tidur dan berjalan sehingga tidak mengingat apapun.  Tetapi tak lama Han Kang menyebut bahwa pelukan seperti itu sudah lumrah di Amerika Serikat.
Jihyun tidak percaya begitu saja dan menukas bahwa di Korea , pria yang sudah punya kekasih tidak bisa sembarangan berdekatan dengan wanita lain. Han Kang berkilah bahwa dia memang menyukai seseorang tetapi menyukai belum tentu pacar.
(Diam-diam orang suruhan Minho mengabadikan momen keakraban Jihyun dan Han Kang)
Begitu sampai di cafe , Han Kang segera memerintahkan Asisten Oh untuk menyiapkan beberapa masakan spesial . Asisten Oh tadinya bingung untuk apa masakan sebanyak itu. Tetapi begitu Jihyun muncul ke ruangan , Asisten Oh jadi mengerti maksud permintaan Han Kang dan siap menjalankan perintah Han Kang.
Disaat makan bersama , Jihyun “dipaksa” membantu menghabiskan masakan yang banyak. Han Kang mulai memancing dengan makna kehidupan dan kematian.
Menurut Han Kang setiap orang hidup perlu makan dan kehidupan memang penting. Setelah manusia mati maka makanan yang lezat sekalipun hingga cinta – dendam semuanya tidak berarti lagi.  Jihyun mulai merasa aneh dengan topik aneh pembicaraan Han Kang dan mulai curiga kalau Han Kang sudah tahu .
Han Kang berkilah bahwa dulu Jihyun pernah memberikan bocoran hanya bisa hidup 49 hari. Han Kang mengaku tidak tahu apa penyakit yang diderita Jihyun dan terus meminta Jihyun menikmati masakan yang ada.
(Sementara itu sang Supir melaporkan dan memberikan foto yang berisi adegan Han Kang – Jihyun kepada Minho).
***
Han Kang mendiskusikan masalah stempel milik Jihyun kepada Asisten Oh. Mereka merasa ada kecocokan dimana tanggal Jihyun menyembunyikan stempel dengan tanggal pernikahan Minho dan Jihyun. Mereka mulai menduga ada hubungan gelap antara Minho-Injung.
Han Kang mengaku sudah meminta seniornya untuk menyelidiki perusahaan keluarga Shin dan proyek Haemido. Tetapi Asisten Oh menasehati bahwa menyelamatkan Jihyun dari kematian lebih penting daripada menyelamatkan perusahaan keluarga Jihyun.
Han Kang mengeluh bahwa hal itu tidak mudah . Sedikit saja kesalahan akan membuat arwah Jihyun terancam. Han Kang mengutarakan niatnya untuk membujuk ayah Jihyun agar bersedia dioperasi. Asisten Oh tidak bisa berbuat lain kecuali memberikan dukungan moral .
Pada saat itu Istri Oh datang dan melaporkan penyelidikannya bahwa mata adalah cerminan dari hati. Jadi untuk mengetahui hati seseorang harus melalui mata .
***
Sang Penjadwal sedang menikmati musik dengan sentuhan hangat sinar mentari pagi di kursi taman. Kenikmatan itu hanya berlangsung sesaat karena Jihyun (dalam wujud Yikyung) tiba-tiba muncul dihadapannya.

Rupanya Jihyun hendak mengkonfirmasi apakah Han Kang mulai curiga keberadaannya atau tidak ? Apalagi Jihyun merasa Han Kang tiba-tiba berubah menjadi sangat baik padanya.
Sang Penjadwal menyindir bahwa Han Kang mungkin saja menyukai Yikyung (tubuh yang dipinjam Jihyun). Dan itu sangat menyedihkan bagi Jihyun yang merasakan cinta sejati setelah menjadi arwah.
Sang Penjadwal menjelaskan bahwa jika bukan Jihyun sendiri yang membocorkan , dan orang lain tahu tentang rahasia arwah maka tidak masalah . Maksudnya adalah setiap manusia yang hidup ini tahu bahwa suatu hari akan mati tetapi tidak tahu apa yang terjadi sesudah mati. Demikianlah rahasia dunia arwah.
Jihyun merasa tahu rahasia dunia arwah karena masih hidup walau mati suri. Sang Penjadwal kembali menjelaskan bahwa sesudah 49 hari berlalu dan Jihyun berhasil hidup maka ingatan Jihyun akan 49 hari akan dihapus.
Jihyun jadi panik kalau benar dia tidak ingat 49 harinya sebagai arwah maka bisa saja pas terbangun siuman nanti tidak ingat kebusukan Minho dan Injung dan tetap akan menikah dengan Minho.
***
Injung berusaha mengkonfirmasi apakah Seowoo mengenal seseorang yang bernama Park Jung-eun. Seowoo mengaku tidak ingat. Injung jadi bingung kenapa gadis yang mengaku Park Jung-Eun selalu kebetulan muncul bersamaan , baik di Jinan maupun pada saat Injung sedang mencari keberadaan stempel milik Jihyun.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung)  terperanjat begitu mengetahui pot tanaman di cafe Heaven sudah dipindah dan dibereskan. Jihyun teringat stempel miliknya disembunyikan di pot.
Jihyun masuk ruang kantor Han Kang untuk menyelidiki. Han Kang mempersilahkan Jihyun untuk masuk ruangan dan duduk.

Jihyun memanfaatkan kesempatan untuk mengamati tanaman yang ada di ruangan itu. Han Kang berbasa-basi bertanya apakah Jihyun menyukai tanaman itu ? Jihyun balas memancing dengan bertanya balik apakah Han Kang memindahkan pot ini ke bawah ?
Han Kang pura-pura kaget dan merasa tidak mungkin memindahkan pot sebesar itu kebawah. Menurut Han Kang tanaman itu tidak akan beranjak dari ruangan itu.
Jihyun masih berusaha menyelidiki dengan mencoba merogoh sebuah kotak . Han Kang cemas dan mencegah Jihyun beraksi dan mengajaknya keluar ruangan.
Pada saat itu Minho sedang berada di mobilnya yang diparkir di halaman cafe Heaven. Minho tampak tidak suka mendengar laporan dan foto yang memperlihatkan keakraban Han Kang – Jihyun.

Justru pada saat itu Minho menyaksikan dengan mata sendiri sedang berjalan keluar dari cafe. Karena satu insiden kecil , Jihyun tanpa sengaja merangkul pinggan Han Kang agar tidak jatuh. Jihyun gugup dan melepaskan tubuhnya dari Han Kang.
Minho menyaksikan semua itu dengan pandangan cemburu. Minho akhirnya keluar dari mobil dan memanggil Jihyun. Han Kang heran dengan kemunculan Minho , tetapi Minho mengaku datang hanya untuk menemui Jihyun.
Jihyun meminta Han Kang untuk masuk kedalam karena tahu Minho sedang mencari Jihyun seorang.
Setelah berduaan , Minho langsung menyindir bahwa Jihyun terlihat semakin akrab dengan Han Kang . Minho memuji selera Jihyun yang bagus.
Jihyun sengaja membenarkan . Menurut Jihyun seorang wanita punya penilaian terhadap pria tertentu dan bisa memilih pria yang akan berkencan atau tidak. Dan seorang wanita yang normal akan memilih Han Kang daripada Minho .
Minho terpukul oleh perkataan Jihyun yang tajam.  Minho menghardik Jihyun .
“Memangnya kau ini siapa ? Apa kau sedang mempermainkanku ? Mengapa kau bisa bertemu dia di Jinan ? Kau seharusnya mengatakan padaku saat kau menghubungi Han Kang.”
Jihyun merasa Minho bukan siapa-siapa pula yang bisa mengatur Jihyun sedemikian rupa. Jihyun berkilah karena Minho tidak bertanya , kalau saja bertanya mungkin Jihyun akan menjawab.
Jihyun dan Minho terus bergaduh . Han Kang hanya bisa memandang dari jauh dengan menahan kegeraman terhadap Minho.

Minho akhinya menyeret Jihyun masuk ke mobil dan mengajaknya ke sebuah bar. Minho masih penasaran kenapa Jihyun saat berada di Jinan tiba-tiba jatuh pingsan dan tidak mengenali Minho ?
Jihyun berbohong dengan mengaku sebagai penderita narcolepsi dimana pengidapnya akan pingsan dan disaat terbangun akan mengalami kebingungan dan tidak konsentrasi. Minho mencoba memahami dan memaklumi penjelasan Jihyun.
Minho meminta Jihyun bercerita lebih terbuka . Jihyun merasa tidak perlu mengatakan banyak hal kepada pria yang tega meninggalkan tunangan demi Injung.
Minho tebal muka dan mengacuhkan sindiran itu sambil terus bertanya kenapa Jihyun mengirim SMS pada Injung. Jihyun mengaku mengirim SMS agar merasa tenang. Minho terus bertanya tetapi Jihyun mengalihkan topik pembicaraan dengan membahas resto favorit ibu Minho.
Minho mengaku bahwa resto itu tempat makan terakhir sebelum dirinya berangkat kuliah ke Amerika Serikat. Sedangkan ibu Minho selama ini berada dirumah sakit karena suatu hal.
Minho merasa minum terlalu banyak karena untuk pertama kali membicarakan ibunya begitu banyak. Pada saat itu Jihyun menduga mungkin password brankas milik Minho berkaitan dengan tanggal ultah ibu Minho.
Jihyun jadi terus memancing informasi mengenai ibu Minho. Minho menghindar pertanyaan sensitif itu. Jihyun kali ini berpura-pura bersimpati pada Minho dan merasa Minho senasib karena ada banyak hal yang tidak bisa dikatakan.
Setelah itu Minho hendak mengantar Jihyun pulang. Jihyun menolak dan hendak pulang sendiri dengan bus. Sejak duduk di bis , supir suruhan Minho diam-diam mengikutinya .

Pada saat itu Sang Penjadwal muncul secara gaib. Sang Penjadwal berkelakar jika cinta tidak berhasil bagi Jihyun , bolehlah minum soju bersama. Jihyun yang kaget menjerit heiiii .
Sang Penjadwal mulai menuding Jihyun sebagai arwah pengacau yang menganggu masa jabatan Sang Penjadwal yang akan segera berakhir.  Sang Penjadwal juga menunjukkan bahwa ada yang sedang membuntuti mereka. Jihyun mengenali mobil itu karena mobil perusahaan keluarganya .
Sang Penjadwal membantah bahwa tidak mungkin ayah Jihyun menyelidiki seperti itu.  Jihyun menjelaskan bahwa supir perusahaan memang teman sekolah Minho dan menduga bahwa Minho yang merencanakan hal itu.
Sang Penjadwal akhirnya merencanakan sesuatu. Dia mengajak Jihyun turun dari bus dan sang supir pun kehilangan jejak mereka.

Setelah sang supir putus asa dan pergi barulah Sang Penjadwal duduk bersama Jihyun di kursi taman. Jihyun mengucapkan banyak terimakasih  tetapi Sang Penjadwal merasa melakukan hal itu karena menjalankan tugas untuk menjaga Yikyung yang tubuhnya dipinjam oleh arwah Jihyun.
Sang Penjadwal penasaran kenapa Jihyun bisa menyeret Yikyung kedalam hal yang berbahaya . Jihyun mengatakan tekadnya bahwa kejahatan Minho akan terungkap seraya optimis ayahnya akan di operasi dan perusahaannya akan selamat.
Sang Penjadwal mengingatkan bahwa Jihyun sendiri pun belum aman dan baru mengumpulkan satu tetes air mata. Jihyun mengungkap bahwa kesempatan 49 hari yang dia jalani sebagai arwah bukan saja untuk bertahan hidup tetapi juga untuk membaktikan sesuatu dan terakhir pada orang-orang terdekat didunia ini. Jihyun terus berusaha mengkonfirmasi mengenai air mata yang harus didapatkan.

(Saat itu Sang Penjadwal muncul dan mendengarkan. Sang Penjadwal mengeluh bahwa dia teledor tidak mengubah penampilan pada saat menghadapi Dokter Noh.)
Setelah kerja  , Yikyung menjalani terapi hipnotis dari Dokter Noh .

Yikyung merasa kembali dalam satu situasi bertemu dengan Yisoo. Pasangan muda ini sedang bertengkar. Tiba-tiba Yikyung melihat oppa Minho sedang bertemu dengan seorang wanita di hotel. (Episode 2). Yikyung merasa terkejut dan bersembunyi begitu ketahuan.
Dokter Noh dalam hipnotisnya menanyakan apa pria itu adalah Yisoo ? Yikyung merasa tidak kenal dengan pria itu dan pengalamannya itu seperti dirinya tetapi bukan dirinya.
Dokter Noh merasa memori Yikyung tercampur aduk dan tumpang tindih. Yikyung membantah karena tidak merasa seperti dugaan Dokter Noh.
Yikyung pulang dari terapi dan mulai merasa aneh sesuatu. Arwah Jihyun yang sedang menunggu merasa Yikyung semakin sering pulang terlambat. Dalam satu insiden tangan Yikyung mengenai arwah Jihyun dan seperti merasakan sesuatu yang aneh. Arwah Jihyun lekas menghindar dengan panik.
***
Han Kang menemui Minho dan menyatakan kesediaannya untuk bergabung kembali dalam proyek Haemido. Minho jadi heran kenapa Han Kang tiba-tiba berubah pikiran seperti itu. Han Kang berkilah karena pada saat lalu dia menghindari proyek itu karena bersamaan dengan kecelakaan fatal Jihyun dan merasa proyek itu akan sial.
Minho curiga tetapi Han Kang langsung menodong apakah Minho ingin Han Kang terlibat sebagai arsitek atau tidak ?
Minho tentu saja bersedia karena sudah memaksa Han Kang berkali2 sebelumnya untuk ikut serta. Han kang kemudian meminta Minho menghubunginya kalau ada pertemuan penting mengenai proyek itu.
***
Injung mendapati fakta baru bahwa nomer telepon Park Jung-Eun adalah sama dengan milik Yikyung.
Injung kemudian mengajak ibu Jihyun untuk makan siang bersama. Ayah Jihyun setengah cemburu mempermasalahkan bahwa hanya istrinya yang ajak. Injung pun berbasa-basi mengajak ayah Jihyun tetapi Ayah Jihyun akhirnya mempersilahkan Injung pergi bersama istrinya.
Injung membawa Ibu JIhyun pergi ke cafe Heaven. Han Kang kaget dengan kemunculan Ibu Jihyuun. Injung mengaku mengajak Ibu Jihyun karena hendak mengajak sang ibu untuk menikmati masakan kesukaan Jihyun (yang asli).
Saat itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) sedang tidak berada di cafe. Jihyun sedang mencari informasi seputar Yisoo demi membantu Yikyung. Jihyun berhasil mendapatkan informasi bahwa Yisoo dan Yikyung tumbuh bersama di panti asuhan sejak kecil. Tetapi Jihyun tidak berhasil mendapatkan informasi mengenai Yisoo berada dimana.
Setelah itu barulah Jihyun kembali ke cafe. Pada saat itu Injung melambaikan tangan pertanda air digelas sudah habis. Han Kang meminta Jihyun mengantarkan air untuk Injung. Pada saat itu pula Ibu Jihyun melihat dan menyapanya dengan nama Park Jung-Eun. Jihyun mati kutu dan terpaksa membenarkan dan balas menyapa. Kini Injung berhasil dengan rencananya.
Jihyun mulai gelisah karena ketahuan dan lekas meninggalkan ruangan cafe . Injung menyusul Jihyun keluar ruangan dan melabraknya kenapa mengaku sebagai Park Jung-Eun.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengaku sebagai teman komunitas online Jihyun (yang asli) . Injung tidak percaya begitu saja.  Disaat kritis bagi Jihyun , Han Kang datang untuk menyelamatkan Jihyun.
Han Kang meminta Jihyun masuk kembali. Injung protes karena merasa sedang berbincang dengan Jihyun. Han Kang balas menuding bahwa Injung sedemikian aneh mempermasalahkan Jihyun (dalam wujud Yikyung) bisa berkenalan dengan Jihyun (yang asli) . So What Big Deal ?
Injung mendesak apakah Han Kang memperkerjakan Jihyun (dalam wujud Yikyung) karena teman Jihyun (yang asli) ? . Han Kang pun tak mau kalah dengan menyindir Injung memanfaatkan Ibu Jihyun dengan membawanya ke cafe ini.
Ibu Jihyun yang polos senang mendengar bahwa Park Jung-Eun yang dikenalnya itu ternyata berkerja di tempat Han Kang atas rekomendasi Jihyun (yang asli).
***
Han Kang meminta Jihyun menghadapnya di ruang kantor. Di kantor , Han Kang langsung bertanya apa betul dia itu teman Jihyun (yang asli)? .
Jihyun (dalam wujud Yikyung) membenarkan dan mengaku sebagai teman online didunia maya dalam satu komunitas sulap.
Han Kang dapat menerima penjelasan karena teringat bahwa dulu Jihyun (dalam wujud Yikyung) bisa mempertunjukkan sulap sederhana persis seperti Jihyun (yang asli) saat satu sekolah dengan Han Kang.
Jihyun juga penasaran kenapa Han Kang datang “menyelamatkan”-nya dari desakan Injung. Han Kang mengaku sangat berhutang budi pada Jihyun (yang asli).
Menurut Han Kang , Jihyun (yang asli) itu sangat baik hati  tetapi karena itu pula Han Kang tidak menyukai Jihyun. (terlalu banyak ikut campur urusan orang lain.)
Setelah itu Han Kang mengantarkan Ibu Jihyun kembali ke rumah sakit. Sedangkan Jihyun mulai berpikir keras karena tahu bahwa Injung akan melaporkan hal barusan kepada Minho.
Jihyun dengan cerdik mendahului Injung dengan menelepon Minho terlebih dahulu. Minho yang sedang jatuh cinta menerima telepon Jihyun dan mengabaikan panggilan masuk dari Injung. (Hahaha dasar pria sedang jatuh cinta , habis manis sepah dibuang).
***
Han Kang memberi hormat pada Ayah Jihyun. Sang ayah kesal karena Han Kang yang “bukan siapa-siapa” itu terlalu sering datang menjenguk.
Han Kang tidak pantang menyerah melihat sikap ketus Ayah Jihyun. Han Kang mengaku bahwa dirinya senasib dengan Jihyun.
Han Kang bercerita bagaimana ibunya meninggal tanpa sepengetahuan dirinya. Han Kang baru tahu hal itu setahun kemudian.
Ayah Jihyun tentu saja bingung apa maksud perkataan Han Kang .
Han Kang melanjutkan cerita bahwa dulu ibu Han Kang tidak mengatakan apa-apa saat bercerai , apa penyakit yang diderita , kapan dia sekarat sampai tiba-tiba mengirimkan Han Kang ke Amerika Serikat. Ibunya beralasan bahwa itu demi melindungi Han Kang .
Ayah Jihyun penasaran apa hubungan cerita itu dengan Jihyun ?
Han Kang menjelaskan bahwa jika Jihyun siuman kelak dari koma-nya dan melihat Ayah Jihyun tidak menyaksikan dan juga tahu bahwa Ayah Jihyun menolak dioperasi karena memikirkan Jihyun . Apa jadinya ?
Ayah Jihyun mulai murka karena merasa tersindir dan terintimidasi . Ayah Jihyun merasa Han Kang tidak punya hak untuk mengatakan hal itu. Mungkin karena emosi , Ayah Jihyun tiba-tiba wajahnya berubah membuat Han Kang menjadi panik.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) sedang menunggui Minho . Minho pulang ke apartemen dan mengajak Jihyun untuk jalan-jalan. Jihyun menolak dan hendak berbincang didalam apartemen saja.
Sampai didalam Jihyun memandangi foto pertunangan Jihyun (yang asli) dengan Minho. Minho merasa Jihyun agak aneh memandang foto itu terlalu lama.
Jihyun kemudian mengaku bahwa dirinya punya teman yang bernama Jihyun (yang asli). Minho terperanjat mendengar pengakuan itu.
Menurut Jihyun pada awalnya dirinya senang melihat Minho yang notabene merupakan tunangan Jihyun (yang asli) . Tetapi setelah Jihyun tahu hubungan gelap antara Minho dan Injung maka jadi membenci Minho sampai sekarang.
“Apa betul kau teman Jihyun ?” Minho hendak memastikan
Jihyun menjelaskan bahwa nama Park Jung-Eun adalah teman dunia maya dari Jihyun (yang asli) , dan Minho tentunya sudah mendengar informasi itu dari Injung.
Jihyun berpura-pura meminta agar lain kali Minho tidak memajang foto pertunangan Minho-Jihyun.
Pada saat itu Injung telah tiba di apartemen Minho. Lagipula Jihyun merasa urusannya sudah selesai. Injung hendak mencecar Jihyun , tetapi Jihyun segera pergi dari apartemen Minho.
Injung kemudian mengadukan masalah Park Jung-Eun kepada Minho. Tentu saja Minho sudah tahu dari “kejujuran” Jihyun barusan dan menganggap informasi Injung itu basi.
Minho malah tidak mengacuhkan dan meminta Injung pergi saja. Injung pergi dengan rasa kesal dan sakit hati.
Jihyun diam-diam mengamati saat Injung keluar dari apartemen. Jihyun kemudian kembali pulang dan arwahnya keluar dari tubuh Yikyung.  Arwah Jihyun punya rencana untuk menyelidiki apartemen Minho dalam wujud arwahnya.
***
Istri Oh benar-benar membantu dengan sepenuh hati usaha Han Kang dan Asisten Oh untuk menyelidiki perasaan manusia. Istri Oh bahkan sampai membuat diagram dengan detail untuk itu.
Menurut Istri Oh , ketulusan seseorang dapat ditunjukkan oleh beberapa hal seperti hadiah , komunikasi , pertemuan , perasaan dan surat-menyurat. Dari situ faktor hadiah bisa dibagi-bagi lagi kedalam beberapa ragam seperti baju , bunga  dan seterusnya.
1. Hadiah : bunga , baju , ungkapan perasaan
2. Pertemuan : pertemanan , pekerjaan , lawan jenis (teman kantor , teman almamater)
3. Telepon : telepon rumah , ponsel , SMS , Email
4. Perasaan : pandangan (jelek , bagus ) , cinta (kepercayaan , lawan jenis , persahabatan)
(Begitu sulitnya rupanya bagi manusia untuk mengetahui bahwa rahasia ketulusan adalah air mata )
Pada saat itu Minho datang melabrak Han Kang di ruang kantor cafenya. Minho menuduh Han Kang tidak memberitahu bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) adalah teman dari Jihyun (yang asli).
Han Kang berkilah bahwa itu karena sudah menganggap Minho punya kesetiaan sebagai tunangan Jihyun.
“Lalu kenapa kau tetap mempertahankan Jihyun (Yikyung) disini ? Kenapa tidak kau biarkan dia pergi ?  ” desak Minho.
” Apa kau benar-benar tidak tahu bahwa aku menyukainya ? tukas Han Kang.
” Jadi betul bahwa kau menyukainya ? “
Tentu saja yang dimaksud Han Kang dalam hati adalah mencintai Jihyun (yang asli) bukan Yikyung.
***
Arwah Jihyun menemani Yikyung jalan-jalan yang ternyata menuju ke sebuah gereja. Jihyun merasa kasihan dengan Yikyung yang tampak kesepian .
Setelah itu Arwah Jihyun pamit pada Yikyung karena harus pergi ke Apartemen Minho. Yikyung tentu saja tidak menyadari seorang arwah seperti Jihyun.
Arwah Jihyun masuk ke Apartemen Minho . Dia menunggu Minho untuk membuka brankas tetapi Minho malah tertidur dengan nyenyak. Jihyun mengulangi pengawasan selama tiga hari berturut-turut tetapi sia-sia belaka. Yang ada , Jihyun hanya membazirkan waktunya yang berharga .
Arwah Jihyun pulang menunggu kedatangan Yikyung dan berteriak kegirangan saat Yikyung kembali. Yikyung tampaknya sudah mulai peka karena merasa ada seseorang yang memanggilnya.
Karena menjalani terapi hipnotis , Yikyung mulai teringat kembali kenangannya bersama Yisoo. Yikyung jadi sedih dan menangis. Arwah Jihyun pun ikut merasakan kesedihan Yikyung.
Arwah Jihyun akhirnya masuk ke tubuh Yikyung. Jihyun (dalam wujud Yikyung) mulai menyelidiki buku perpisahaan almamater. Jihyun berhasil menemukan Yikyung dalam buku perpisahan itu. Tak lama Jihyun menyadari foto pria yang persis berada disebelah Yikyung.
Jihyun terkaget karena pria itu ternyata …………… Sang Penjadwal.
Jihyun menghubungi Sang Penjadwal , tetapi Sang Penjadwal lagi tidak mood menemui Jihyun.
Akhirnya Jihyun mendatangi Sang Penjadwal yang sedang nongkrong disebuah studio.  Sang Penjadwal kesal dengan kelancangan Jihyun mendatanginya .
Jihyun tak peduli dan menyodorkan buku tahunan dan halaman yang berisi foto Yikyung dan Yisoo. Sang Penjadwal juga terkejut melihat foto pria itu yang mirip identik dengan dirinya.
Sinopsis Lengkap

0 comments:

Post a Comment