Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 12

Standard


Yikyung tersadar dan Minho berusaha membantunya untuk bangkit. Yikyung malah bingung dan ketakutan karena tidak mengenal Minho.  Arwah Jihyun panik dan menghubungi Sang Penjadwal.
Injung pun sudah sampai ke TKP dan melihat Minho sedang berdua dengan Yikyung. Injung hendak melabrak tetapi Minho buru-buru menarik Injung ke tempat lain.

Han Kang pada saat itu sudah kembali dan khawatir dengan kondisi Yikyung yang tampak lelah. Kembali Yikyung merasa bingung melihat pria asing untuk kedua kalinya.
Sang Penjadwal pun sudah sampai lokasi dan terlihat kesal mengira Arwah Jihyun kembali berbuat masalah.
Yikyung yang kebingungan mencoba berjalan ke sembarang arah dan Han Kang diam-diam mengikutinya dari belakang. Kenangan Yikyung bangkit kembali mengingat masa lampaunya dengan Yisoo.
Ketika itu tanaman sakura bermekaran dan Yikyung dan Yisoo sedang asik berpacaran. Keduanya punya cita-cita untuk membangun rumah dan menanam sesuatu jika pensiun kelak.
***
Ditempat lain Injung sewot pada Minho. Injung mempermasalahkan Minho yang mengaku sedang dalam perjalanan bisnis tetapi ternyata tertangkap basah sedang berlibur bersama Jihyun (dalam wujud Yikyung).
Minho rupanya lebih mengkhawatirkan keselamatan Jihyun (dalam wujud Yikyung) sehingga tidak terlalu mempedulikan Injung. Minho meminta Injung menunggu di tempat ini  karena hendak memastikan kondisi Jihyun baik-baik saja.
***
Ditempat lain , Sang Penjadwal sedang mengomeli Arwah Jihyun. Menurut Sang Penjadwal selama Yikyung bangun maka Jihyun tidak bisa melakukan apa-apa.
Arwah Jihyun pun cemas karena masa 49 harinya bisa dipotong jika tidak pulang sebelum jam 12 malam.
Sang Penjadwal menjelaskan kalau Yikyung memang terbangun karena kemauannya sendiri maka itu bukan salah Jihyun.
Jihyun lega mendengar hal itu tetapi mengkhawatirkan kalau Minho dan Han Kang akan curiga . Sang Penjadwal berpandangan lain karena yang paling penting adalah apakah Yikyung tidak curiga ketika tidur dirumahnya dan bisa terbangun di tempat yang lain ?
Sang Penjadwal menjelaskan bahwa arwah Jihyun akan dikurangi sehari dari total 49 hari karena dinilai telah membangkitkan kenangan yang penting dari Yikyung.
Arwah Jihyun dan Yikyung kemudian mencari dimana Yikyung berada.

Saat itu Han Kang masih membuntuti Yikyung . Yikyung pun disisi lain sedang mengamati sepasang kekasih remaja yang sedang memadu kasih ditengah keindahan pohon sakura yang sedang mekar. Bersamaan dengan itu ada sepasang muda-mudi lain yang sedang membuka stand di taman sakura itu.
Yikyung dan Han Kang menjadi teringat sesuatu , demikian juga dengan arwah Jihyun dan Sang Penjadwal. Mereka berempat teringat sesuatu.
(Dahulu ternyata mereka berempat pernah saling bertemu. Ketika itu Jihyun dan Han Kang sedang membuka stand tarrot. Jihyun gelisah karena tidak mendapatkan seorangpun yang bersedia diramal . Han Kang ketika itu berada disampingnya dengan ekspresi tidak peduli.
Nah ketika itu pula datang Yisoo dan Yikyung yang lagi berpacaran di taman sakura. Yikyung dan Yisoo tampaknya berminat untuk diramal.
Akan tetapi Jihyun meminta mereka untuk membayar 5000 won terlebih dahulu. Yisoo akhirnya membayar.
Jihyun lalu menarik sebuah kartu yang ternyata bergambar “The Lovers”. Yikyung penasaran apa maknanya ? Ketika itu ekspresi Jihyun tampak berubah karena hasil kartunya tidak baik.
Jihyun berbohong akhirnya dengan menyatakan kartu itu adalah pertanda cinta tanpa syarat. Dan pasangan Yisoo dan Yikyung akan menjadi pasangan serasi dan langgeng.
Yikyung dan Yisoo tampak senang mendengar hasil ramalan itu. Jihyun akhirnya menghadiahi mereka dengan bunga mawar untuk pasangan yang sudah ditakdirkan bersama.
Yikyung dan Yisoo pamit dan melanjutkan kencan mereka di tempat lain di taman itu. Yisoo mengutarakan niatnya untuk membangun rumah impian yang disebut Cinta Februari seraya berlutut untuk mempersembahkan bunga mawar untuk Yikyung lalu mencium dahinya. )


Yikyung teringat hal itu dan kembali siuman tak sadarkan diri. Sang Penjadwal bergegas menangkap tubuh Yikyung untuk menyelamatkan. Yikyung sempat memandang Sang Penjadwal dengan pandangan yang samar-sama sebelum akhirnya pingsan.

Sementara itu Han Kang dan Jihyun pun sedang sibuk dalam kenangan mereka. Sang Penjadwal pun merasakan sesuatu yang aneh dalam perasaannya ketika berdekatan dengan Yikyung.

(Ternyata ketika itu Han Kang menuduh Jihyun berbohong dengan mengatakan Yisoo dan Yikyung sudah ditakdirkan bersama dan langgeng untuk selamanya , padahal kartu semacam itu bermakna sebaliknya.
Jihyun membela diri karena tidak tega melihat pasangan yang sedemikian serasi karena itu tidak mengatakan yang sebenarnya.
Han Kang jengkel karena suatu kebohongan tetaplah kebohongan apapun alasannya. Jihyun tidak mau kalah membahas masalah Han Kang yang tidak mau makan sup buatan ibunya.
Han Kang dan Jihyun tetap bertengkar sehingga karena suatu hal kartu di meja stand menjadi berantakan. Han Kang sedikit menyesal dan hendak membantu membereskan tetapi Jihyun segera mengusirnya.
Han Kang akhirnya pergi dan Jihyun pun menangis.
Tak lama kemudian Han Kang menyesali kekasarannya dan hendak mencari Jihyun kembali dengan membawa buket mawar. Seowoo ketika itu menyebutkan bahwa Jihyun sudah pindah ke Seoul.
Jihyun memang pindah dan sedang dipaksa oleh orangtuanya ke mobil untuk lekas berangkat.
Sementara Han Kang hendak menyusul Jihyun tetapi bertemu ibunya yang sudah menyiapkan koper . Ibu Han Kang meminta anaknya untuk pergi ke Amerika Serikat bersama ayahnya.
Demikianlah jodoh antara Han Kang dan Jihyun mendadak saling berjauhan. )

Sang Penjadwal kini memberikan petunjuk bahwa sudah saatnya arwah Jihyun kembali memasuki tubuh Yikyung.  Sang Penjadwal kembali mengingatkan bahwa Jihyun (kini dalam wujud Yikyung) bahwa 49 harinya akan dipotong sehari lagi.
Jihyun kemudian menemui Han Kang. Han Kang pun sudah bisa menerka bahwa yang dihadapinya adalah Jihyun (dengan wujud Yikyung). Han Kang kemudian mengajak Jihyun untuk makan bersama.
Minho di tempat lain terus mencari Jihyun (dalam wujud Yikyung) namun tidak berhasil . Injungpun ditempat lain juga sangat sakit hati karena merasa dibohongi oleh Minho.
Han Kang mendapat telepon dari Seowoo tetapi Han Kang memutuskan untuk bersama dengan Jihyun. Han Kang mengamati cara makan Jihyun sambil merekomendasikan bahwa daging di Jinan sangat lezat.
Jihyun merasa cukup ., tetapi Han Kang tahu bahwa Jihyun (yang asli) punya nafsu makan yang besar. Jihyun pun bingung karena kali ini Han Kang tidak marah walaupun tahu Jihyun sedang pergi bersama dengan Minho.
Pada saat masih menyantap masakan , Jihyun menerima panggilan telepon dari Minho. Han Kang berinisiatif mencegah Jihyun menerima telepon Minho dengan alasan sedang makan.
Karena tidak berhasil menemukan Jihyun (dalam wujud Yikyung) , Minho lantas kembali ke tempat dimana dia meninggalkan Injung. Injung pun sudah tidak berada ditempat itu lagi.
Injung disisi lain sedang terkenang pada rumah lamanya dan teringat dulu ibunya pernah bertanya siapa gerangan pacar Injung karena tidak pernah sekalipun dibawa ke rumah.
Seowoo ditempat lain sedang mabuk sendirian karena menunggu kedatangan Han Kang. Minho heran melihat Injung tega meninggalkan Seowoo seorang diri di sini. Injung meminta  bantuan Minho untuk membawa Seowoo masuk ke mobil. Minho pun bersiap mengantarkan Injung dan Seowoo untuk kembali ke Seoul.
Jihyun masih berduaan dengan Han Kang. Jihyun memikirkan apa gerangan yang terjadi dengan Minho-Injung. Han Kang mengemudikan mobil dan memperhatikan sebuah restoran yang Han Kang tahu bahwa itu adalah restoran favorit ayah Jihyun.
Han Kang berinisiatif untuk memarkirkan mobilnya dan mengajak Jihyun belanja. Han Kang berkamuflase dengan pura-pura hendak belanja untuk Asisten Oh. Akhirnya Jihyun dan Han Kang selesai berbelanja oleh-oleh dan menuju mobil untuk bersiap kembali ke Seoul.

Pada saat itu Minho melintasi jalan yang sama dan melihat Jihyun dan Han Kang sedang menuju mobil. Minho memperhatikan mereka dari balik kaca spion.
***
Di cafe tempat kerja Yikyung waktu sudah menunjukkan hampir jam satu dinihari. Boss cafe menunggu kedatangan Yikyung dengan sabar. Saat itulah Yikyung masuk dan mengambil alih pekerjaan .
Anehnya Yikyung kali ini bersikap tidak biasa . Sorot matanya lain dari biasanya seperti gadis nakal . Yikyung segera membuat kopi untuk dinikmati sendiri.
Ah ternyata Sang Penjadwal sedang menyamar sebagai Yikyung.
Pada saat itu sepasang remaja memasuki cafe. Yikyung palsu ini segera mengusir secara halus remaja itu dengan menuduh bahwa remaja dibawah umur dilarang membeli rokok dan harus pulang sebelum terlalu malam.
Yikyung memanfaatkan waktu luangnya dengan menatap dirinya di cermin . Terlihatlah wajah asli Sang Penjadwal yang sedang mengomel mengeluhkan kelakukan remaja sekarang.
Pada saat itu Dokter Noh masuk ke cafe. Dokter Noh menanyakan kabar mengenai Yikyung. Sang Penjadwal tanpa sungkan mengatakan Yikyung tidak masuk dan kalau Dokter Noh tidak berniat memesan kopi sebaiknya jangan berdiri didepan kasir (mengganggu pekerjaan saja).
Dokter Noh meminta maaf dan lekas pergi. Sang Penjadwal kembali mengeluh bahwa pria seperti Dokter Noh bukan tipe pria yang rela mengeluarkan uang jika tidak untuk wanita.
***
Minho-Injung sudah kembali ke Seoul dan langsung mengantarkan Seowoo yang mabuk berat ke kamarnya. Minho hanya bisa menghela nafas prihatin melihat kondisi Seowoo.
Injung kemudian menyindir Minho yang baru pertama kalinya ke rumah Injung-Seowoo dan baru pertama kalinya melihat kamar Injung (padahal mereka diam-diam berpacaran selama bertahun-tahun.)
Minho tentu saja merasa wajar karena secara resmi dirinya adalah pacar dan tunangan dari Jihyun. Injung mempersoalkan Minho bisa pergi dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang baru beberapa minggu berkenalan.
Minho akhirnya mengaku bahwa dirinya memang tertarik dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung) , dan meminta maaf pada Injung untuk semua ini.
Injung terperanjat tetapi Minho buru-buru menenangkan bahwa dirinya tidak akan melakukan apapun terhadap Jihyun (dalam wujud Yikyung).
Injung tidak sabar lagi karena merasa sudah mengalah selama lima tahun .
Pada saat itu Seowoo baru keluar dari kamar mandi setelah sibuk muntah. Minho tersadar kehadiran Seowoo yang walaupun mabuk tetap riskan membahas masalah sensitif seperti itu. Minho meminta Injung mengecilkan suaranya.
Injung tampak sudah tidak peduli lagi ketahuan oleh Seowoo , Injung kali ini sudah tidak gentar jika hubungannya dengan Minho ketahuan.
Seowoo yang mabuk berat sempat melihat Minho secara samar-samar.
***

Han Kang pun lagi mengantar Jihyun (dalam wujud Yikyung) untuk pulang. Han Kang penasaran bertanya apa betul Jihyun menyukai Minho sampai rela bersama ke Jinan ? Jihyun mengaku punya alasan tersendiri untuk ikut Minho.
Setelah pulang , Arwah Jihyun sulit keluar dari tubuh Yikyung. Jihyun menduga bahwa itu karena memori Yikyung akan dihapus sehari berkaitan dengan insiden tadi siang di Jinan.
***
Minho mengunjungi Han Kang di cafe Heaven untuk menanyai kenapa Han Kang bisa berada di Jinan. Han Kang langsung memukul Minho. Minho kaget untuk apa Han Kang memukul dirinya.  Han Kang rupanya marah dengan kenyataaan bahwa Minho pacaran diam-diam dengan Injung.  Han Kang memukul Minho sekali-dua kali lagi demi Jihyun.

Setelah itu Han Kang mengajak Minho masuk ruang kantor cafe seraya menyodorkan obat untuk mengobati luka kecil akibat pukulan. Minho menyindir bahwa Han Kang mengobati setelah memukulnya.
Han Kang mendesak Minho sejak kapan berpacaran dengan Injung ? Minho berdusta mengatakan bahwa dirinya berkencan sejak Jihyun mengalami kecelakaan.
Sebaliknya Minho pun penasaran kenapa Han Kang bisa berada di Jinan ? Han Kang menolak untuk menjelaskan.
Han Kang tidak menerima bahwa Minho berpacaran dengan Injung dan juga Yikyung , sementara tunangannya sendiri lagi mati suri di rumah sakit.
Han Kang menyarankan kalau memang Minho suka dengan Injung maka janganlah Minho mengganggu Jihyun (dalam wujud Yikyung) lagi .
Minho mempertanyakan apakah sikap Han Kang karena Jihyun (dalam wujud Yikyung ataukah Jihyun (yang asli) ?
Han Kang tidak percaya teman yang sudah seperti kakak sendiri ini bisa bermuka tebal . Han Kang tahu mungkin Minho dalam kesulitan , tetapi bukankah Minho punya prinsip untuk tidak menjadi seorang penjilat dan berlutut di hadapan orang kaya , tidak juga merendahkan orang miskin , tidak juga membuang waktu . Han Kang mengaku sangat menghormati kepribadian Minho yang dulu dikenalnya.
“Kau sungguh tidak tahu kehidupanku teramat sulit ? ” ungkit Minho
“Aku tahu karena kau dulu pernah cerita.” sahut Han Kang.
“Aku tidak sanggup memiliki mobil dan ibuku pun tidak bisa membayar uang sekolah dan akupun tidak punya uang untuk makan di restoran , hanya itukah yang kau tahu ? ”
“Apa yang kau maksud ? ”
“Kau bilang cinta akan datang kalau kau bisa mencintai dan mencintai siapapun yang kau cintai ?
“Sekali lagi aku peringatkan agar kau lupakan Yikyung.!!”
Minho berlalu dari hadapan Han Kang. Sementara Han Kang mulai memandangi stempel milik Jihyun sambil bertanya-tanya apa maksud benda ini bisa berada di cafe ?
***
Keesokan paginya , Han Kang mengajak Asisten Oh berdiskusi mengenai 49 hari . Han Kang menduga bahwa hari pertama bisa dihitung sejak Jihyun mengalami kecelakaan berat dan koma . Han Kang teringat pula di hari pertama sesudahnya muncul Jihyun (dalam wujud Yikyung). Han Kang mulai paham bahwa arwah Jihyun bisa saja memasuki tubuh orang lain.
Lantas , Han Kang menduga-duga kenapa Jihyun sangat ketakutan jika identitasnya terbongkar. Dari situ Han Kang menyimpulkan bahwa Arwah Jihyun dalam kondisi tidak bisa atau terlarang untuk mengatakan. Asisten Oh tetap berpendapat bahwa yang terpenting adalah mencari ketulusan seseorang yang sangat dibutuhkan oleh arwah Jihyun.
Karena menduga Jihyun tidak bisa bercerita apapun , Han Kang meminta Asisten Oh untuk menutup mulut karena nyawa Jihyun menjadi taruhannya.
Han Kang menyodorkan stempel dan bertanya-tanya kenapa Jihyun menyembunyikan stempel itu di cafe Heaven. Asisten Oh yang pengalaman menjelaskan bahwa stempel seperti itu bisa digunakan untuk transaksi penting seperti tanah atau rumah . Han Kang mulai menduga ada kaitannya dengan dengan hubungan Minho-Injung.
***
Arwah Jihyun terbangun dalam posisi masih berada ditubuh Yikyung. Jihyun menyimpulkan bahwa Yikyung tidur terus menerus.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) teringat telah membeli oleh-oleh dari Jinan. Jihyun segera membawa oleh-oleh kerumah sakit untuk dipersembahkan pada Ayah Jihyun.
Ibu Jihyun segera menyambut baik kedatangan Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang mengaku sebagai Park Jung-Eun. Ayah bingung dengan kehadiran “Jung-Eun” ini dan bertanya siapa gerangan ? Ibu Jihyun menjelaskan bahwa Jung-Eun ini adalah teman Jihyun dalam komunitas sulap di dunia maya.
Ayah Jihyun segera tersadar dan teringat bahwa “Jung-Eun” inilah yang membuat istrinya bersemangat.
Jihyun (dalam wujud Yikyung ) alias Jung-Eun menjelaskan maksud kedatangannya untuk membawakan oleh-oleh masakan dari Jinan. Ibu Jihyun terheran mendengar oleh-oleh dibawakan dari Jinan .
“Apa dia mengatakan apa makanan kesukaan ayahnya ?” tanya Ayah Jihyun.
“Dia berkata kalau ayahnya pergi jauh maka dia (Jihyun yang asli) akan seperti zombie dan meskipun nanti punya suami hebat , ayahnya tetap menjadi sandaran baginya . Oh yah , dia juga bilang ingin ayahnya hidup sehat sampai tua.”
***
Injung penasaran dengan pengirim SMS misterius , karena itu Injung mengajak Jihyun (dalam wujud Yikyung) untuk bertemu.
Setelah bertemu , Injung langsung menanyakan apa maksud Jihyun mengirim SMS kepadanya. Jihyun mengaku walaupun bisa menyimpan rahasia rapat-rapat tentang Injung , tetapi tidak sanggup berjanji untuk tidak bertemu dengan Minho.
Injung marah karena merasa Jihyun tidak tahu diri menggoda Minho yang merupakan kekasih Injung. Jihyun tidak kalah gesit mengungkit betapa Jihyun berpacaran dengan tunangan sahabatnya sendiri.
Injung keceplosan menghardik bahwa Minho memang pacarnya sejak awal. Jihyun langsung menuduh bahwa Injung sengaja mengirimkan pacarnya sendiri kepada sahabatnya sendiri.  Dengan teknik “me too” , Jihyun mencoba mencari pijakan alasan yang kuat untuk berbuat yang sama dengan Injung.
Injung merasa hubungannya dengan Minho baik-baik saja . Jihyun kembali menyindir dengan membenarkan karena Minho-Injung sedang sibuk berkonspirasi.
Jihyun menuduh Injung bersama Minho melakukan konspirasi untuk menjadikan pacar sendiri sebagai tunangan sahabat demi mendapatkan kekayaan sahabat.
Jihyun semakin lihai dalam bermain kata-kata. Jihyun terus mendesak kenapa Injung harus takut pada wanita biasa saja seperti Yikyung sedangkan nekat menyodorkan pacarnya kepada gadis kaya seperti Jihyun (yang asli).?
Jihyun menuduh Injung memanfaatkan kedekatannya dengan keluarga Jihyun , juga posisinya sebagai sekretaris pribadi presdir untuk membuat ayah Jihyun yakin pada Minho.
Menurut Jihyun , bagaimana mungkin kolaborasi sehebat Injung-Minho bisa runtuh begitu saja hanya karena gadis biasa seperti Yikyung .
***
Han Kang mencoba meminta maaf pada Seowoo karena tidak sempat bertemu selama di Jinan. Seowoo tentu saja lunak terhadap pria yang diam-diam dicintainya ini. Jadi tak mengapa .
Han Kang juga menyelidiki kenapa Seowoo bisa sendiri , sementara Injung entah kemana gerangan. Han Kang bertanya juga apakah Seowoo tahu bahwa Minho pergi ke Jinan ?
Seowoo bingung karena baru tahu Minho juga pergi ke Jinan.  Han Kang lalu bertanya siapa yang mengantar Seowoo kembali ke Seoul ?
Seowoo mengaku sedang mabuk dan hanya mengingat ada seseorang yang menggendongnya dan rasanya seperti mimpi. Apakah itu Minho ? Seowoo penasaran.
Seowoo juga tidak yakin tetapi merasa mendengar Minho dan Injung bertengkar di rumah Seowoo. Dan inti pertengkaran mereka adalah masalah pacaran yang sudah lima tahun lamanya.
Han Kang terkejut mendengar pengakuan Seowoo yang terakhir.  Han Kang mengorek apakah Seowoo pernah melihat pacar Injung ? Seowoo mengaku belum pernah lihat.
Seowoo mengaku saat itu mabuk karena sedang menunggu kedatangan Han Kang . Ditambah lagi Seowoo merasa gelisah mendengar kabar Ayah Jihyun mengidap tumor otak. Menurut Seowoo , Ayah Jihyun merasa tidak akan hidup lama sehingga berani menulis surat wasiat.
***
Asisten Oh bersama istrinya sedang membahas bagaimana seseorang menunjukkan perasaannya dengan tulus.  Pada saat itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) muncul dan menanyakan Han Kang dimana . Pelayan wanita yang tukang sirik itu mendadak ramah karena pernah menerima hadiah perpisahan dari Jihyun.
Han Kang memasuki mobilnya dan memikirkan setiap detail pembicaraannya dengan Seowoo barusan. Han Kang menduga bahwa dulu Minho menyelamatkan Jihyun itu adalah bagian konspirasi untuk mendekati Jihyun.
Dari Seowoo , Han Kang pun mengetahui ternyata Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengetahui hubungan gelap Minho-Injung. Han Kang mulai mengerti kenapa Injung membawa ibu Jihyun dan mencoba melabrak Jihyun (dalam wujud Yikyung) kemaren-kemaren.
Han Kang mulai menarik benang merah bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) mendekati Minho bukan karena masih cinta tetapi punya alasan penting yang lain.
***
Injung mengajukan surat resign kepada Minho. Minho kaget dengan keputusan Injung.
Injung bertanya apakah wanita yang bersama Minho (maksudnya Jihyun berwujud Yikyung)  yang mengirim SMS pada Injung itu adalah wanita yang disukai Minho ?
Minho mengaku tidak mengerti maksud pembicaraan Injung. Injung semakin tak sabar dan jengkel . Menurut Injung , Minho sudah membatalkan kebangkrutan perusahaan keluarga Jihyun sehingga Minho kali ini tidak memerlukan lagi bantuan Injung .
Injung kemudian menuju rumah sakit. Pada saat itu ada salah satu teman Jihyun . Injung heran dan spontan bertanya maksud kedatangan teman Jihyun ini.
Ibu Jihyun merasa aneh karena Injung bisa menegur seorang teman yang mengunjungi teman lain yang lagi sakit.
Teman Jihyun berbaju biru itu mengaku bahwa seorang gadis yang bernama Park Jung-Eun pernah mewawancarainya , karena itu sang teman ini tiba-tiba terkenang Jihyun dan datang membesuk.
Giliran Injung yang heran mendengar ada teman Jihyun yang lain yang bernama Park Jung-Eun. Injung merasa tidak pernah mengenal teman Jihyun yang bernama itu. Sang Teman itu melanjutkan ceritanya bahwa Jung-Eun ini menghubungi hampir semua teman Jihyun dan mewawancarainya dengan alasan untuk menstimulasi gelombang otak Jihyun yang lagi koma.
Injung semakin penasaran dan bertanya apakah gadis itu adalah gadis yang sama yang pernah mengunjungi keluarga Jihyun.

20 Hari , 4 Jam , 59 Menit
Jihyun (dalam wujud Yikyung) kembali berkerja di cafe Heaven. Pada saat itu Han Kang bersiap keluar dengan mengenakan busana jas terbaiknya.
Jihyun terpesona sesaat melihat penampilan Han Kang yang tidak biasanya dan hendak bertanya akan kemana gerangan Han Kang ?
Pada saat itu seorang pengirim bingkisan bunga datang membawakan pesanan bunga. Han Kang menerima kiriman itu dan mengaku pada Jihyun bahwa dia akan berkencan.
Jihyun penasaran seperti apa pacar Han Kang. Han Kang balas mencandai apakah dirinya tidak diperbolehkan menyukai seorang wanita ? Han Kang mengaku bukan punya pacar tetapi gebetan.
Jihyun mencandai Han Kang sebagai pria playboy. Bahkan Jihyun merasa aneh karena gadis yang akan diberi bunga itu punya selera bunga yang sama dengan dirinya.
Han Kang ternyata pergi ke rumah sakit. Ayah Jihyun tidak menyambut baik kedatangannya. Han Kang berusaha menenangkan bahwa dirinya siap menangani proyek perusahaan keluarga Jihyun.
Ayah Jihyun merasa Han Kang bukan pria yang bertanggungjawab dan tetap meminta agar jangan datang lagi. Han Kang mengaku bahwa ini bunga yang disenangi oleh Jihyun (yang asli).
Ayah Jihyun tetap tak peduli karena bukan urusan Han Kang yang hanya teman biasa bagi Jihyun. Ibu Jihyun jadi tidak enak dengan sikap suaminya. Ibu Jihyun lantas berbicara dengan Han Kang diluar ruangan dan meminta maaf atas keketusan suaminya pada Han Kang.
Ibu Jihyun menjelaskan bahwa keketusan suaminya mungkin karena faktor kesehatan yang memburuk.
Han Kang mencoba mengorek informasi dari Ibu Jihyun. Han Kang bertanya apakah saat kecelakaan itu Jihyun harus memberikan sesuatu kepada Minho ?
“Stempel milik Jihyun.” Ibu Jihyun menjawab.
“Untuk apa ? ” tanya Han Kang.
“Untuk transaksi tanah milik Jihyun sebagai dana proyek Haemido.” jawab Ibu Jihyun.
(Han Kang semestinya sudah paham hubungan antara stempel yang ditemukan di cafenya dengan proyek Haemido. )
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) akhirnya mengorbankan gengsinya dan menemui Minho. Jihyun mengaku bahwa memang dialah yang mengirimkan SMS kepada Injung.  Minho bertanya apa sebenarnya tujuan Jihyun?
Mereka berdua jadi berputar-putar kata karena hendak mengorek informasi satu sama lain. Akhirnya pertemuan ini diakhiri dengan kepergian Minho yang tampak tidak mempedulikan Jihyun.
Jihyun jadi kaget dengan sikap Minho yang berubah. Jihyun duduk termenung di pinggir jalan . Pada saat itu diam-diam seorang pria suruhan Minho mengambil foto sebanyak-banyaknya.
Disaat lain Han Kang sedang mengemudikan mobil untuk kembali ke cafe. Han Kang diam-diam memikirkan detail pembicaraan mengenai stempel dengan Ibu Jihyun barusan.
Han Kang mulai menduga bahwa Jihyun sengaja menyembunyikan stempel itu di cafe karena untuk menghindari jatuhnya stempel itu ke tangan Minho.
Han Kang juga mulai menyadari bahwa Minho memang sedari awal tidak berniat menikahi Jihyun. Han Kang juga teringat kejadian saat dia memberi batas waktu pada Jihyun untuk mengambil surat rekomendasi di hotel mantan tempat kerja Yikyung.
Saat itu Jihyun pulang dalam kondisi yang benar-benar lesu dan mengaku melihat tunangannya sedang bersama wanita lain.
Tanpa sadar Jihyun dan Han Kang sedang menuju cafe bersamaan. Han Kang turun dari mobil dan mendekati ke arah Jihyun yang sedang berjalan. Han Kang secara mengejutkan memeluk Jihyun.

0 comments:

Post a Comment