Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 11

Standard


Jihyun (dalam wujud Yikyung) sudah sangat putus asa dan merasa kesepian. Secara ajaib kalung air mata milik Jihyun terisi satu tetes air mata yang tulus. Melihat hal itu Jihyun menemukan semangat hidupnya kembali dan bergairah.

Siapa gerangan yang memberikan air mata yang tulus pada Jihyun ?
Air mata tulus yang pertama didapatkan Jihyun ini membuat semangatnya kembali pulih. Jihyun menangis terharu merasa harapannya masih ada.

***
Ternyata air mata tulus itu berasal dari Han Kang. Bermula ketika Asisten Oh menemukan stempel milik Jihyun. Han Kang pun bingung darimana stempel itu bisa masuk ke ruang kantor Han Kang ?
Han Kang jadi tersadar bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) sendiri yang melakukan itu. Han Kang teringat kemiripan yang amat sangat antara Jihyun (dalam wujud Yikyung) dengan Jihyun (yang asli) , dari urusan masakan , cara meniup peluit dstnya sangat mirip.
Dari situlah Han Kang segera mengunjungi Rumah Sakit tempat tubuh asli Jihyun sedang koma alias mati suri. Han Kang menangis mengenang Jihyun dan sesuai aturan main 49 hari maka air mata Han Kang yang tulus itulah yang mengisi kalung air mata Jihyun secara gaib.

Jihyun tentunya tidak tahu darimana air mata tulus itu berasal. Masih ada dua air mata lagi yang dibutuhkan untuk kembali hidup.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) terus berjalan di satu jalanan yang indah karena bertaburan bunga musim semi seperti perasaannya yang kembali bersemi.
Sang Penjadwal muncul secara gaib dan mengucapkan selamat untuk air mata pertama Jihyun. Sang Penjadwal juga berpendapat bahwa kehidupan Jihyun selama ini ternyata punya makna juga bagi orang lain.

Diluar dugaan , Jihyun memeluk Sang Penjadwal untuk melampiaskan kegembiraannya. Sang Penjadwal menjadi gelagapan salah tingkah dan secara reflek mendorong tubuh Jihyun agar menjauh dari hadapannya.
Sang Penjadwal mengeluh bahwa Jihyun sama sekali bukan tipe gadis yang disukainya (hahaha) . Menurut Sang Penjadwal kalau sampai ada hubungan asmara , dirinya bisa dihukum berat.
Jihyun meminta maaf dan tetap merasa gembira. Sang Penjadwal menyindir Jihyun sebagai pendusta karena sebelumnya telah meninggalkan pesan digital melalui ponsel untuk mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini.
Sang Penjadwal mengeluh bahwa kaum wanita gampang sekali berubah pikiran. Jihyun penasaran darimana datangnya air mata itu . Sang Penjadwal enggan untuk memberitahu walaupun Jihyun sempat menduga dari Seowoo.
***
Han Kang berusaha menyelidiki dengan mendatangi rumah keluarga Jihyun. Orangtua Jihyun sudah pergi ke RS sehingga Han Kang hanya berhadapan dengan pembantu dirumah itu.
Han Kang mengorek informasi apakah ada teman Jihyun yang datang selama ini ? Sang Pembantu membenarkan tetapi tidak tahu namanya seraya menyebutkan ciri-ciri fisik seorang gadis yang cantik langsing dan tinggi.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) menduga Seowoo lah yang memberikan air mata yang tulus . Karena itu dia mendatangi Seowoo untuk mengucapkan terimakasih.
Seowoo bingung dengan sikap terimakasih Jihyun sementara Jihyun salah mengira Seowoo yang menangis untuknya.
Pada saat itu datang Injung yang cemas Seowoo akan membocorkan banyak rahasia kepada Jihyun.
“Untuk apa kau datang kemari ? Sekedar beli roti ? ” Injung melabrak Jihyun.
” Sekretaris dimasa sekarang sungguh nyaman karena bisa keluar dan jalan-jalan kapan saja. Kau pasti punya boss yang baik hati . Oh Astaga , putri si boss adalah Shin Jihyun , tunangan dari Kang Minho.” sindir Jihyun sekenanya.
“Song Yikyung-ssi!”
“Terlalu kau ! “sahut Jihyun sambil ngeloyor pergi.
Pada saat itu Seowoo datang dan menanyakan apa maksud kedatangan Injung. Pada saat itu Injung menyadari Jihyun berada dibalik kaca toko roti. Jihyun seperti mengeluarkan gestur yang meledek Injung dan pergi beneran.
***
Minho memimpin rapat proyek Haemido. Hanya saja Minho sulit untuk konsentrasi karena yang muncul dipikirannya hanya Jihyun (dalam wujud Yikyung).  Pada saat itu Minho keluar ruangan untuk menerima laporan dari sang Supir.
Sang Supir melaporkan bahwa ponsel Jihyun (dalam wujud Yikyung) sama sekali tidak terdaftar. Hal ini disimpulkan setelah memeriksanya berulang kali.
Setelah itu , Han Kang datang ke kantor Minho dan menanyakan kabar mengenai Jihyun . Minho heran dengan pertanyaan Han Kang ? Bukankah Jihyun sedang dirawat di rumah sakit dan koma ?
Han Kang mengkoreksi pertanyaannya itu tentang kabar Yikyung.  Minho kembali bingung karena sebagai atasan dari “Yikyung” , semestinya Han Kang memiliki data pribadi sebagai arsip perusahaan.
Giliran Minho yang penasaran menyusul Han Kang sampai ke lift. Minho bertanya kenapa tadi Han Kang menyebut nama Jihyun. Han Kang berkilah bahwa itu adalah salah ucap. Minho tetap penasaran kenapa Han Kang mencari “Yikyung” ?
Pada saat itu Injung juga ada disana. Han Kang pamit pada Minho. Sedangkan Injung penasaran kenapa Han Kang mencari Yikyung (versi Jihyun).
***
Han Kang berhasil menemukan Jihyun (dalam wujud Yikyung) didekat rumah Yikyung . Han Kang keceplosan dengan menyebut identitas Jihyun :
“Kau hendak pergi kemana Jihyun ? ”
“Aku bukan Jihyun , tapi Song Yikyung!” Jihyun mulai panik takut ketahuan.
Benar saja saat itu kalung air mata Jihyun mulai memerah dan akan meledak. Han Kang tidak menyadari bahaya yang mengancam Jihyun dan terus mendekati posisi Jihyun.

Jihyun tidak ada jalan lain selain menyangkal , dan menegaskan terus menerus bahwa dirinya adalah Yikyung.
Han Kang mendadak tersadar bahwa mungkin saja Jihyun tidak dalam posisi bisa mengatakan identitas aslinya. Han Kang akhirnya pura-pura mengerti dengan penyangkalan Jihyun.
Jihyun masuk ke dalam rumah Yikyung karena panik sedangkan Han Kang terus mengamati dari jauh karena penasaran.
Saat itu Jihyun jadi teringat bahwa dia sebelumnya membersihkan tempat Yikyung karena merasa sudah putus asa dan hendak meninggalkan dunia ini.
Jihyun terpaksa kembali membuat rumah Yikyung menjadi kotor seperti semula. Pada saat itu Jihyun menemukan kartu-kartu antara Yisoo dan Yikyung.
Tertulis dalam sebuah kartu sebuah ucapan selamat dari Yisoo kepada Yikyung tentang selamat ultah Yikyung. Jihyun jadi menyadari bahwa hubungan Yisoo dan Yikyung bukanlah kakak-adik , tetapi sepasang kekasih.
Jihyun penasaran dan bertekad mencari tahu mengenai keberadaan Yisoo.
***
Yikyung terbangun dan menyadari ada yang aneh dengan rumahnya yang lebih bersih daripada biasanya. Arwah Jihyun hanya bisa memandang dengan was-was takut ketahuan.
Yikyung keluar rumah untuk berkerja di ikuti oleh Arwah Jihyun. Kali ini giliran Han Kang yang bingung melihat kemana gerangan gadis itu pada larut malam begini ?
Yikyung ternyata menemui Dokter Noh untuk berkonsultasi tentang fenomena ganjil yang dialaminya. Dokter Noh menduga bahwa Yikyung tidur sambil berjalan. Dokter juga menganjurkan agar Yikyung bersedia menjalani terapi hipnotis.
Sementara itu Arwah Jihyun berada diruang rawat ayahnya. Jihyun sedih melihat ayahnya bersikeras tidak mau dioperasi.
Pada saat itu Ibu Jihyun menegaskan bahwa dirinya enggan kalau Minho yang menjaga keluarga ini. Ibu Jihyun menegaskan kalau sampai sang suami mati , maka dirinya siap untuk mengurus proses pemakaman . Ibu Jihyun berjanji akan hidup lebih lama demi Jihyun.
Ayah Jihyun menduga bahwa istrinya tidak mempercayai Minho. Arwah Jihyun berharap agar sikap ibunya menular pada ayahnya.
Ibu Jihyun menjelaskan bahwa bukan tidak mempercayai Minho , tetapi tidak membutuhkan. Ibu adalah tetap seorang ibu , dan ibu Jihyun merasa suaminya sudah melindungi keluarga selama ini dan apa salahnya kalau gantian sang ibu yang menjaga keluarga ini.


Jihyun juga menyindir bahwa Minho seorang pria yang tega menjadi pacar dari sahabat tunangan sendiri.
Minho membenarkan bahwa menurut standar etika dan moralitas , maka dirinya memang pria yang jahat.
Jihyun menambahkan tuduhannya bahwa Minho sedang sibuk merancang kebangkrutan perusahaan milik keluarga yang selama ini sedemikian baik kepada Minho.

Minho mengaku bahwa dirinya memang sudah lama pacaran dengan Injung. Jihyun merasa tidak seru kalau Minho sedemikian mudah membenarkan tuduhannya. Jihyuun hendak pamit dan kebetulan ketika itu Minho menerima panggilan telepon.
Minho tetap menahan Jihyun dengan tangannya agar duduk kembali . Minho kemudian menerima panggilan telepon itu.
Ternyata Minho sedang berbincang dengan Direktur Seo mengenai urusan pekerjaan. Minho menyanggupi bahwa besok dirinya akan pergi ke Jinan.
Injung mendengar kabar rencana perjalanan Minho ke Jinan . Injung ingin agar dirinya diajak pergi juga oleh Minho. Minho menolaknya dengan berbagai alasan.
***
Jihyun kembali ke cafe dan melihat Han Kang sedang senam di halaman parkir. Asisten Oh tersenyum melihat adegan lucu itu .
Pada saat itu Injung muncul di cafe dan terheran melihat Jihyun berkerja lagi di cafe dan menduga Han Kang telah berkencan dengan Jihyun . Han Kang tentu saja menyangkal . Injung terus mendesak karena merasa Han Kang terus mencari Jihyun kemana-mana termasuk di lift sebelumnya menyangkut pembicaraan antara Minho-Han Kang.
Injung juga tahu bahwa Han Kang akan ke Jinan dari mulut Han Kang sendiri. Injung segera pura-pura punya rencana yang sama hendak mengajak Seowoo ke Jinan pula dengan alasan ingin melihat keindahan taman sakura di Jinan.
Han Kang menghindar untuk pergi bersama karena merasa akan pergi pagi-pagi sekali untuk urusan yang banyak sekali.
Setelah itu Injung menemui Jihyun di ruang duduk terbuka cafe. Jihyun mencoba menenangkan Injung bahwa dirinya tidak akan membocorkan rahasia .
Injung jadi ingin berteman dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung ini) . Injung bahkan berbasa-basi hendak mengajak Jihyun nonton bersama. Jihyun celetuk bagaimana kalau membuat temu janji besok ?
Injung mengaku tidak bisa karena akan pergi ke Jinan. Jihyun jadi bertanya-tanya untuk apa Injung pergi ke Jinan .
Injung kemudian pulang dan memohon agar Seowoo mau menemani pergi ke Jinan. Injung memberi iming-iming bahwa Han Kang juga akan datang.
***
Yikyung mulai menjalani terapi hipnotis dari Dokter Noh. Yikyung jadi teringat bahwa dirinya sempat hendak bunuh diri dengan menggantung diri. Pada saat itu seorang arwah (Jihyun) memohon dengan serius agar Yikyung tidak bunuh diri.

Yikyung jadi gelisah melihat ingatan ini. Dokter Noh kemudian menghentikan proses terapi dan bertanya ada apa gerangan ?  Yikyung gelisah karena melihat fenomena gaib seperti arwah dan meminta petunjuk Dokter Noh tentang apa yang dilihatnya dalam terapi itu.
***
Sang Penjadwal datang melabrak Jihyun (dalam wujud Yikyung) . Sang Penjadwal menilai Jihyun terlalu gegabah berani memutuskan untuk pergi seharian dengan seorang pria seperti Minho. Sang Penjadwal menilai bahwa Jihyun terlalu gegabah dalam meminjam tubuh orang lain.
Jihyun merasa tidak merencanakan suatu masalah baru dan yakin bisa kembali ke Seoul sebelum jam 12. Sang Penjadwal merasa Jihyun terlalu polos karena tidak bisa melihat situasi dan tipikal pria . Sang Penjadwal menduga perjalanan ke Jinan akan molor menjadi dua hari.
Jihyun bingung sebenarnya Sang Penjadwal sedang mencemaskan dia ataukah Yikyung? Jihyun menegaskan bahwa dirinya tidak akan sudi menginap bersama pria seperti Minho. Sang Penjadwal kembali mengingatkan bahwa perjalanan bersama Minho sangat beresiko.
Jihyun menjelaskan bahwa kepergian ke Jinan itu karena Injung – Minho akan muncul di tempat yang sama. Sang Penjadwal menduga bahwa Jihyun sedang merencanakan suatu drama cinta segitiga untuk merusak hubungan Minho-Injung.
Menurut Sang Penjadwal , seharusnya Jihyun fokus pada usaha mencari dua tetes air mata yang jelas lebih penting.  Jihyun bersikeras bahwa urusan ayahnya jauh lebih penting dan sedang dipertaruhkan.
Sang Penjadwal menjadi jengkel dan akhirnya kehabisan akal . Dia mempersilahkan Jihyun dengan rencananya dan juga harus siap tanggung resikonya nanti.
***
Asisten Oh mempersiapkan kepergian Han Kang dengan bekal yang diperlukan. Sementara itu Jihyun (dalam wujud Yikyung) mendekati Minho agar bisa menumpang pergi ke Jinan.
***
Minho penasaran apa tujuan Jihyun ke Jinan ? Jihyun menggombal bahwa itu karena Minho juga pergi ke Jinan .  Sepanjang perjalanan , Jihyun (dalam wujud Yikyung) ini mulai mengorek informasi mengenai pandangan Minho terhadap Jihyun (yang asli )  , kenapa gadis seperti itu bisa dihianati oleh tunangan dan juga sahabatnya ?

Minho berkomentar bahwa Jihyun (yang asli) merupakan gadis polos dan karena itu jadi tidak menarik. Jihyun tak mau kalah menyebutkan Minho juga bukan tipe pria yang menarik karena gampang ditebak.
Jihyun mengaku hanya satu saja yang tidak dimengerti dari Minho , yakni tujuan membuat perusahaan bangkrut ? Jihyun (dalam wujud Yikyung) tidak mengerti kesalahan apa keluarga Jihyun terhadap Minho.
Minho mengaku bahwa keluarga Jihyun adalah orang-orang baik , hanya saja mereka tidak beruntung seperti dirinya. Minho pun menghindar dari pertanyaan Jihyun lebih jauh dan mengalihkan topik pembicaraan tentang keindahan kawasan Jinan. Jihyun tentu saja bosan karena sebenernya Jihyun pernah lama di Jinan.
***
Han Kang sudah sampai ke Jinan dan menemui rahib biara untuk bertanya tentang perjalanan arwah 49 hari. Han Kang hendak mengkonfirmasi apakah memang betul sang arwah itu tidak boleh mengatakan kepada siapapun ?
Sang Rahib mengaku tidak tahu.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) ingin ikut bersama Minho mengunjungi pabrik sebagai bagian dari perjalanan dinas Minho.
Minho berkilah tidak akan pergi ke pabrik dan meminta Jihyun menunggu saja . Minho berjanji akan menghubungi Jihyun kembali kalau urusannya sudah selesai.
Minho kemudian pergi . Jihyun hendak membuntuti tetapi tidak berhasil
Ternyata Minho menemui Direktur Seo. Tuan Seo berpendapat Minho mengulur-ngulur proses kebangkrutan perusahaan dan karena itu Tuan Seo mengintimidasi Minho dengan cara melaporkan kepada Ayah Jihyun.
Minho tidak kena ancaman ini karena merasa Ayah Jihyun pun sudah tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi kesehatannya.  Minho malah meminta Tuan Seo agar tak bertindak apapun tanpa perintahnya.
***
Injung dan Seowoo pun sudah sampai ke Jinan. Mereka bernostalgia pada sekolah mereka dulu . Seowoo ketika itu pindah ke Jinan karena mengidap penyakit kulit tertentu. Saat itu teman-teman mengejek kelainan Seowoo. Hanya Jihyun yang berani mendukung Seowoo.
Injung merasa Seowoo penuh dengan kenangan indah di Jinan. Tetapi Injung mencoba memisahkan diri dari Seowoo karena ada urusan dengan Minho.
***
Han Kang pun sedang berkeliling kota penuh kenangan ini. Han Kang merenung nasib Jihyun sebagai arwah yang kesepian dan tidak bisa mengatakan apa-apa .
Han Kang terkenang dulu ketika sekelas , Jihyun pernah mengeluh satu kelompok dengan Han Kang. Han Kang jengkel dan mencoba menjitak kepala Jihyun.

Disaat yang sama Jihyun (dalam wujud Yikyung) pun terkenang hal yang sama. Han Kang melihat Jihyun kemudian memanggilnya dengan nama “Yikyung”.
Jihyun jadi cemas dengan kehadiran Han Kang yang sama sekali diluar rencananya. Tetapi akhirnya Jihyun mengaku pergi ke Jinan bersama dengan Minho.
Han Kang kali ini sudah paham dan tidak terlalu mempermasalahkan kebersamaan Jihyun-Minho. Giliran Jihyun yang bingung dengan perubahan sikap Han Kang.
Pada saat itu Minho menelepon Jihyun dan Seowoo pun menelepon Han Kang. Sementara itu Injung mengirim pesan pada Minho untuk temu janji. Minho yang sudah mati rasa berbohong dengan mengatakan masih sibuk berkerja.
Injung rupanya hendak mencomblangi Han Kang dengan Seowoo dengan mengatur pertemuan pada jam 6 sore nanti. Rencana Injung adalah membiarkan Seowoo dan Han Kang makan duluan dan Injung akan pura-pura terlambat. Seowoo tentu saja senang dengan rencana ini.
Pada saat itu Jihyun mengirimkan SMS misterius kepada Injung yang isinya mengenai Minho yang tahu Injung berada di Jinan dan meminta Injung datang kesebuah tempat.
***

Jihyun masih bersama dengan Han Kang yang bersedia menjadi pemandu . Jihyun merasa berterimakasih atas perhatian Han Kang. Setelah itu Han Kang berpesan agar Jihyun bisa melanjutkan acara dengan Minho dengan baik.
Pada saat itu Seowoo menelepon Han Kang. Han Kang menyanggupi untuk bertemu dan bersiap pergi.
Jihyun memang sengaja membuat Injung datang ketempat dia sedang bersama dengan Minho. Jihyun berpura-pura menikmati kebersamaannya dengan Minho sambil menunggu kedatangan Injung.
Minho semakin senang dengan sikap Jihyun yang berbeda (geer) . Tetapi pada saat itu Jihyun mendadak pusing lalu jatuh pingsan dan Arwah Jihyun terlempar dari tubuh Yikyung.

Yikyung terbangun dan tentu saja bingung melihat pria asing seperti Minho bersikap sok kenal sok dekat dengannya .
“Siapa kau ? ” tanya Yikyung dengan heran.

0 comments:

Post a Comment