Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 10

Standard


Jihyun kembali berkerja seperti biasanya di café Heaven. Pada saat dia datang tidak ada siapa-siapa . Jihyun jadi tergoda untuk bermain piano. Jihyun duduk dan mulai memainkan piano sambil bernyanyi.

Han Kang yang baru datang mendengar lagu dan musik piano seiring dia melangkah mendekati bangunan café. Han Kang terheran melihat Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang memainkan lagu itu.
Padahal dalam ingatan Han Kang , lagu yang sama sering dimainkan Jihyun (yang asli) ketika dibangku sekolah dulu . Ingatan Han Kang melayang pada masa lampau mengenang betapa ketika itu Han Kang tertidur sementara  Jihyun (yang asli) masih seorang siswi pelajar sedang memainkan lagu yang sama dan membuat Han Kang terbangun ketika itu.
Han Kang menghampiri piano dan bertanya sebenarnya Jihyun (dalam wujud Yikyung) itu siapa . Apakah kamu Jihyun (yang asli) ?
Jihyun tampak tertegun mendengar dugaan Han Kang tersebut. Jihyun menghentikan permainan piano dan berlagak pura-pura bodoh tidak mengerti apa maksud Han Kang. Jihyun khawatir identitasnya terbongkar sambil memeriksa kalung air mata di lehernya karena khawatir kalung itu pecah jika identitasnya terbongkar.
Han Kang sangat yakin bahwa cara permainan musik Jihyun (dalam wujud Yikyung) persis sama dengan Jihyun yang dikenalnya disekolah dulu. Bahkan mereka pun sama menggunakan kunci minor.
Jihyun merasa heran kapan Han Kang melihat dirinya bermain piano sebelumnya ? Jihyun menyangkal dengan alasan lagu ini terlalu umum yang sering dimainkan oleh orang lain .
Han Kang makin bingung karena memang merasa tidak masuk akal tetapi kemiripan antara Jihyun (dalam wujud Yikyung) dengan Jihyun (yang asli) tampak begitu banyak. Jihyun berpura-pura menukas , “lalu apa hubungannya denganku?” Dalam hati Jihyun memohon agar Han Kang jangan terus mendesaknya seperti itu karena identitas arwahnya bisa terancam terbongkar.
Pada saat itu Asisten Oh datang untuk mencairkan suasana dengan berbasa-basi berujar bahwa musim semi kali benar-benar sangat indah. Han Kang dengan wajah jengkel meninggalkan ruangan . Sementara Asisten Oh menghampiri Jihyun yang masih berdiri dekat piano.
Asisten Oh mengalihkan topic bahwa piano ini adalah peninggalan ibunda Han Kang yang bukan tipe barang yang bisa disentuh oleh siapa saja. Jihyun memahami dan meminta maaf.
***

Han Kang dan Jihyun kembali secara kebetulan berdiri dalam posisi sejajar namun tidak saling melihat didepan pintu luar café. Mereka berdua tampak melamun peristiwa barusan .
Jihyun dalam hati bingung bagaimana Han Kang bisa menebak dengan tepat bahwa dirinya adalah Jihyun walaupun dalam tubuh Yikyung. Han Kang juga dalam hati masih merenungkan betapa tidak masuk akalnya dugaannya tetapi kemiripannya begitu banyak.
Mereka berdua akhirnya saling melihat. Jihyun berinisiatif mengalihkan kecurigaan Han Kang . Jihyun merasa dirinya mungkin mirip dengan teman Han Kang . Han Kang mengiyakan . tetapi jika dipikir lagi juga tidak mirip sahut Han Kang.
Jihyun hendak pamit meninggalkan café karena ada urusan. Han Kang buru-buru meminta nomer ponsel Jihyun . Han Kang meminta agar Jihyun tidak membuat dirinya cemas.
Han Kang mengungkit bahwa kemaren malam dirinya datang mengunjungi rumah Jihyun (rumah Yikyung maksudnya) dan tidak ada siapa-siapa disana. Jihyun jadi teringat ketika dalam wujud arwah menyaksikan bayangan pria dibalik pintu sedang menggedor pintu rumah. Jihyun baru sadar ternyata pria itu adalah Han Kang.
Jihyun pergi dan Han Kang kembali melanjutkan lamunannya di ruang pribadinya.   Jihyun sembari berjalan merenungkan dalam hati karena merasakan perhatian Han Kang pada dirinya tetapi segera sadar perhatian Han Kang pada wujud Yikyung . Jihyun merasa Han Kang menyukai dirinya tetapi dalam wujud Yikyung. Oh alangkah malangnya bagi Arwah Jihyun yang belum berhasil menemukan air mata yang tulus agar bisa kembali hidup.
Jihyun menemui Seowoo di toko roti . Seowoo menyambut dengan ramah dan menyarankan agar Jihyun mencoba produk roti terbaru tokonya. Seowoo pun seperti Han Kang , merasa Jihyun (dalam wujud Yikyung) punya banyak kemiripan dengan Jihyun (yang asli) yang mereka kenal.
Seowoo mengungkit kembali mengenai termos miliknya yang bisa berada ditangan Jihyun. Apa Injung berkencan dengan saudara lelaki dari Jihyun ? Jihyun mengaku tidak memiliki saudara lelaki dan menghimbau agar Seowoo menanyakan langsung pada Injung mengenai hal itu.
***

Minho mengaku sedang mencemaskan Jihyun . Jihyun berhasil menepis tangan dengan sikap tubuh yang kurang suka. Jihyun pun berlalu dari hadapan Minho.
Minho mengunjungi ruang rawat Jihyun (yang asli) . Ibu Jihyun dengan panik menceritakan kondisi suaminya pada Minho. Minho merasa tidak enak karena mengetahui kondisi Ayah Jihyun yang sebenarnya. Ayah Jihyun diam-diam memberikan isyarat agar Minho tutup mulut . Ayah Jihyun juga meminta istrinya keluar untuk memanggil perawat agar bisa mengganti kantung infusnya. Ibu Jihyun dengan kesal berkata kalau hanya untuk melakukan hal itu diapun bisa , tanpa perlu perawat. Minho berdiri mematung dengan sikap serba salah .
Tetapi pada saat berada diluar ruangan akhirnya Minho mengaku pada Ibu Jihyun bahwa Ayah Jihyun menderita tumor otak. Ibu Jihyun seperti tersambar petir mendengar informasi ini. Betapa tidak , anak gadisnya , Jihyun masih tak sadarkan diri sejak kecelakaan dan kini suaminya pun krisis karena mengidap tumor otak. Jihyun (dalam wujud Yikyung) diam-diam mendengarkan dari jauh pembicaraan dan menduga Minho kembali membohongi ibunya. . Ibu Jihyun menjadi sempoyongan dan harus dipapah oleh Minho. Jihyun spontan hendak menghampiri ibunya tetapi teringat bahwa dirinya sedang meminjam tubuh Yikyung. Akan percuma saja dan akhirnya mengurungkan niatnya.
***
Sesuai anjuran Jihyun , Seowoo akhirnya menanyakan langsung pada Injung mengenai siapa kekasih misterius Injung. Seowoo baru mendengar bahwa Jihyun tidak punya saudara lelaki tadi di toko roti . Sebelumnya Seowoo pernah melihat Injung sedang berbicara pada pria yang dari jauh terlihat mirip Minho di hari hari sebelumnya.
In Jung terperanjat dan menyebut “Seowoo , Apa maksudmu ? ”. Seowoo meminta maaf dan sudah menduga bahwa Injung akan marah. Injung berjanji akan bercerita yang sebenarnya pada saat yang tepat. Seowoo masih penasaran hendak memastikan bahwa kekasih misterius itu bukan pria yang sudah menikah khan ? . Injung masih mencoba sabar meladeni keingintahuan Seowoo yang seperti anak kecil saja.
26 hari 4 jam dan 59 menit.
Sudah pukul sembilan pagi. Jihyun resah bahwa Yikyung belum juga pulang . Jihyun mengadukan hal itu pada Sang Penjadwal. Sang Penjadwal menjawab melalui video ponsel bahwa kehidupan Yikyung jauh lebih penting daripada arwah Jihyun .
Jihyun mengaku tahu maksud Sang Penjadwal. Jihyun dengan nada sungkan meminta Sang Penjadwal agar datang kerumah Yikyung sebentar saja. Sang Penjadwal meradang dan tampak kesal mempertanyakan kenapa dirinya harus datang.
Jihyun mempertanyakan apa kesalahannya sehingga Sang Penjadwal marah-marah seperti itu.  Sang Penjadwal akhirnya muncul dan masih mengekpresikan kejengkelannya. Sang Penjadwal tampaknya sejak kejadian dengan atasannya dan terkena hukuman denda menjadi uring-uringan dan gampang emosi. Sang Penjadwal tentu saja kesal karena hukuman yang diterimanya itu berkaitan dengan Jihyun.
Jihyun merasa bersalah tetapi mengaku tidak tahu harus melakukan apa selain meminta maaf. Sang Penjadwal belum cukup merasa puas dengan maaf saja , dia meminta agar Jihyun tidak menghubunginya sembarangan karena sedang sebal melihat Jihyun.
Sang Penjadwal mengaku bahwa selama lima tahun masa jabatannya tidak pernah melanggar aturan main tetapi demi Jihyun , Sang Penjadwal menerima hukuman satu minggu.
Jihyun tampaknya tidak peka . Setelah itu dia masih memohon bantuan Sang Penjadwal untuk mencari tahu Yikyung sedang melakukan apa-apa. Sang Penjadwal tak bisa menahan kesabaran lagi dan menghardik Jihyun lalu menghilang secara gaib.
***
Yikyung tak kunjung pulang karena sedang menjalani terapi Dokter Noh. Terapi itu berhasil membangkitkan kembali kenangan masa lampau. Seperti sedang bermimpi , Yikyung saat itu sedang memadu kasih dihamparan rumput yang luas dengan seorang pria bernama Yisoo (ternyata Sang Penjadwal yang dimaksud) . Yikyung dan Yisoo tampak berbahagia dan saling berciuman.  Dokter Noh seusai test menjelaskan bahwa gelombang otak Yikyung normal-normal saja.

***
Diruang kantornya , Han Kang sedang merenungkan kemiripan antara Jihyun (dalam wujud Yikyung) dengan Jihyun (yang asli) .  Han Kang mengingat lagi beberapa hal seperti permainan sulap itu, cara memakan pasta, sikap gugup dengan menjentikkan jari dan seterusnya.
Pada saat itu pelayan pria datang melapor bahwa Jihyun belum kunjung datang . Han Kang tampak khawatir tetapi pelayan pria mengingatkan bukankah Jihyun adalah pekerja bebas yang diupah perjam.
Han Kang menduga bahwa Jihyun tidak datang karena ayahnya sakit berkaitan dengan kecemasan Jihyun pada saat Seowoo melapor hal serupa pada Han Kang di hari-hari sebelumnya.  Han Kang memutuskan untuk menghubungi ponsel Jihyun tetapi tidak juga tersambung.
***
Jihyun masih berjalan kesana-kemari  didalam rumah Jihyun sambil menunggu kepulangan Yikyung. Jihyun terus berpikir rencana berikutnya untuk menghadapi Minho dan Injung dan menyelamatkan perusahaan ayahnya dari terkaman mereka.
Akhirnya Yikyung sedang berjalan untuk pulang dan pada saat itu Han Kang juga sudah sampai di daerah sekitar rumah Yikyung untuk memeriksa keadaan.
Han Kang keluar dari mobilnya dan terus berjalan. Tanpa sengaja Han Kang bertemu dengan Yikyung yang juga sedang berjalan pulang. Han Kang bingung karena Yikyung (tanpa arwah Jihyun didalamnya) tidak mengenalinya dan terus berlalu setelah memandang Han Kang sekilas.
Han Kang memanggil Yikyung dan menegur kenapa pura-pura tidak mengenalnya ? Tentu saja Yikyung bingung karena memang tidak mengenal Han Kang dan malah balik bertanya siapa gerangan Han Kang ? Han Kang menjadi bingung , demikian juga Yikyung.
Yikyung akhirnya masuk kedalam rumah tanpa mempedulikan Han Kang. Han Kang menduga Yikyung adalah saudara kembar Jihyun (dalam wujud Yikyung) . Yikyung langsung tertidur dan tidak mendengar suara arwah Jihyun yang menegur keterlambatannya.
Arwah Jihyun masuk ke tubuh Yikyung dan lari keluar dengan dandanan yang berbeda. Han Kang yang mempertimbangkan kemungkinan Jihyun punya saudara kembar teringat bahwa dulu Jihyun mengaku tidak punya saudara.  Selagi memikirkan hal itu Han Kang bengong melihat penampilan Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang berbeda dan sedang mencari taksi.
***
Ayah Jihyun akhirnya menandatangani surat wasiatnya karena mempertimbangkan kesehatannya yang semakin memburuk. Ayah Jihyun meminta maaf pada hadirin yang menyaksikan karena sudah merepotkan mereka untuk kedua kalinya. Setelah itu Ayah Jihyun merenung sambil memandangi foto Jihyun.
Sementara itu Ibu Jihyun meminta Injung dan Seowoo agar membantunya membujuk Ayah Jihyun agar mau menjalankan operasi. Menurut Ibu Jihyun , Seowoo dan Injung sudah dianggap sebagai putrinya sendiri. Ibu Jihyun juga mengaku bahwa Minho pun sudah membujuk suaminya tetapi tidak berhasil .
***
Minho bertemu dengan Direktur Jung. Minho merasa diatas angin karena Ayah Jihyun sudah menandatangani surat wasiat yang menyatakan Minho akan mewarisi perusahaan.
Minho merasa tidak perlu melakukan hal apapun lagi seperti mencoba menggembosi perusahaan dengan membuatnya bangkrut. Menurut Minho kali ini sudah berbeda karena Minho kelak bisa menjual dengan harga sesungguhnya.
Direktur Jung mendesak agar Minho tetap mengikuti rencana semula seperti kontrak yang telah disepakati. Merasa diintimidasi , Minho juga mengingatkan punya bukti bahwa Direktur Jung pernah membeli saham secara illegal.
***

Seowoo dan Injung usai menghadap Ibu Jihyun. Seowoo mengajak Injung untuk pergi ke Rumah Sakit. Injung menolak karena ada urusan lain. Seowoo tampak kesal dengan sikap tidak peduli Injung pada Jihyun. Injung tidak peduli dan tetap ngeloyor pergi.
***
Jihyun sedang berada di apartemen Minho untuk mencoba membuka brankasnya. Jihyun mengalami kegagalan terus menerus dalam mencoba berbagai kombinasi berdasarkan tanggal lahir orang-orang yang dekat dengan Minho.
Minho sendiri sudah kembali ke apartemennya. Minho kaget melihat Jihyun membawa cucian pakaian Minho. Minho bertanya apa yang sedang dilakukan Jihyun . Jihyun berdusta bahwa hendak bersih-bersih secara diam-diam untuk terakhir kalinya. Minho merasa alasan Jihyun tidak masuk akal.
Pada saat itu Injung pun ternyata sudah berada didepan pintu apartemen dan membunyikan bel. Minho panik dan mengajak Jihyun ke kamarnya dan menyuruh Jihyun untuk tetap diam .
Injung menyapa Minho . Minho mengaku sedang sibuk dan mengajak Injung bicara dimobil saja. Injung langsung memotong dan mengecam Minho yang tidak bercerita soal tumor otak yang diderita oleh Ayah Jihyun.
Jihyun yang diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka menjadi kaget mengetahui kabar tentang ayahnya.

Injung terus mengomeli Minho dan menduga karena itulah Ayah Jihyun memutuskan membuat surat wasiat. Minho berdusta dengan beralasan bahwa tidak bercerita karena takut Injung sedih. Minho cemas pembicaraan mereka akan didengar oleh Jihyun dibalik kamar dan terus mencoba mengajak Injung melanjutkan pembicaraan di jalan saja.
Injung meminta Minho agar lekas menyatakan kebangkrutan perusahaan. Minho makin cemas karena Injung terus mengobral rahasia mereka berdua . Injung tentu saja tidak sadar ada Jihyun dibalik kamar. Minho mencoba merangkul Injung dan Injung menepisnya berkali-kali sambil terus mengomel.
Injung tetap bersikeras agar perusahaan yang sudah menjadi hak waris Minho dinyatakan bangkrut saja agar masalah cepat selesai. Minho meminta Injung duduk dulu karena Minho akan berganti baju.
Jihyun sebelumnya menangis saat mendengar pembicaraan Injung dan Minho mengenai nasib ayahnya , keluarganya dan perusahaannya . Tetapi Jihyun kali ini sudah berbeda dengan dulu. Dengan cepat Jihyun menguasai emosinya dan bersikap biasa pada saat Minho hendak masuk kamar.

Dikamarnya , Minho akan berganti baju dan Jihyun berdiri membelakangi Minho mengambil salah satu pakaian sambil membuka brankas sementara Jihyun terus berdiri membelakangi dengan tangan yang gemetar diam-diam karena emosi.
Jihyun terus berusaha mengatasi emosinya , terlebih lagi saat mendengar Minho membuka brankasnya. Setelah siap , Minho berjanji akan menjelaskan semuanya pada Jihyun (mengenai pembicaraan antara Injung dengan Minho).
Setelah Minho dan Injung pergi , Jihyun tidak bisa menguasai emosinya lagi dan ambruk sambil meratapi nasib keluarganya .
Ditempat lain Minho ternyata sedang menemui kembali Direktur Jung dan memintanya tidak melakukan apapun sampai Min ho mengambil alih bisnis keluarga Jihyun.
***
Jihyun berjalan seperti tanpa nyawa padahal Han Kang dan Minho mencoba berkali-kali menghubungi Jihyun. Ponsel Jihyun hanya menjadi barang dagelan saja saat ringtone-nya berubah menjadi suara kocak Sang Penjadwal yang menyebutkan secara manual siapa saja yang menghubungi Jihyun. Akhirnya Jihyun sampai juga di café Heaven.
Minho sementara itu baru kembali ke apartemen dan melihat Jihyun sudah tidak berada disana lagi. Minho coba menghubungi lagi Jihyun tetapi tidak berhasil. Minho kesal dan membanting ponselnya sendiri. Disaat yang sama juga Han Kang cemas karena tidak berhasil menghubungi Jihyun.
Minho akhirnya menghubungi Han Kang via ponselnya. Minho meminta Han Kang untuk menyampaikan pesan pada Jihyun jika sudah berada di café agar menjawab panggilan ponselnya. Han Kang merasa Jihyun belum datang ke café. Minho meminta alamat Jihyun pada Han Kang dan Han Kang tentu saja pura-pura tidak tahu alamat Yikyung (Jihyun).
Han Kang keluar dari ruang kantornya menuju area outdoor. Han Kang terpana melihat Jihyun mendadak sudah duduk disitu . Asisten Oh datang membawa minuman hangat.
Asisten Oh melaporkan bahwa Jihyun sudah datang 20 menit lalu dalam kondisi seperti itu , kelelahan. Asisten Oh mengoper minuman pada Han Kang agar menyerahkan sendiri pada Jihyun.
Han Kang membawakan minuman hangat . Jihyun menerima minuman itu dan meminumnya. Han Kang menduga Jihyun belum makan dan menyuruh Jihyun agar makan didapur. Jihyun menolak .
Han Kang mulai menanyakan apa yang sedang terjadi pada diri Jihyun. Apakah Jihyun punya saudara yang sedang sakit ? Jihyun mengaku tidak punya saudara. Han Kang lalu mengungkit masalah kemaren dimana dia menemui orang yang persis dengan Jihyun (Yikyung) tetapi tidak mengenalnya sama sekali.
Han Kang seperti detektif yang sedang menyelidiki Jihyun . Han Kang mengingat bahwa Jihyun sebelumnya pernah berkata harus tengah malam karena ada seseorang dirumahnya yang harus dijaga. Jihyun mulai kewalahan menghadapi keingintahuan Han Kang dan buru-buru pamit untuk kabur dari Han Kang.
***
Seowoo masih terus membahas topik serupa dengan Injung. Ini mengenai kenapa Injung seperti enggan mengunjungi Jihyun dirumah sakit dan juga mempermasalahkan siapa kekasih misterius Injung yang sebenarnya.
Injung tampak bosan dengan ocehan Seowoo . Terlebih lagi ketika Seowoo mengingatkan bahwa Injung punya hutang budi pada keluarga Jihyun. Injung semakin muak dan menukas bahwa hutang budi bukan berarti harus selalu menyukai.
Seowoo jadi mencela sikap Injung yang makin berubah drastic. Injung yang sudah memendam emosi sekian lama mengaku bahwa dirinya sebenarnya membenci Jihyun. Seowoo terperanjat dan bertanya sejak kapan Injung membenci Jihyun.
Injung berpendapat bahwa Jihyun selalu menganggap dunia berputar disekeliling dirinya dan duniapun berhenti berputar jika dia tidur. Seowoo mempertanyakan apa Jihyun pernah menyakiti Injung ?
Sementara itu Minho sudah memerintahkan seseorang untuk menyelidiki nomer ponsel Jihyun untuk melacak keberadaannya.
***
Sang Penjadwal terlihat sedang bersantai di tali yang menggantung sambil mendendangkan lagu . Pada saat itu Jihyun (dalam wujud Yikyung)  menemuinya.
Jihyun mulai menduga bahwa Sang Penjadwal mengerjainya mengenai air mata yang tulus dan kenapa harus air mata untuk menunjukkan ketulusan seseorang.

Sang Penjadwal menghilang untuk sesaat dan kemudian secara ajaib berada dibelakang Jihyun. Sang Penjadwal menuduh Jihyun melampiaskan amarah padanya.
Jihyun menduga bahwa bisa saja ada orang yang mencintainya tetapi tidak menangis.
Sang Penjadwal mencoba bersabar dengan menjelaskan falsafah air mata.
Air mata adalah representasi perasaan seseorang yang akurat. Manusia akan menangis dalam keadaan yang terlalu sedih maupun terlalu gembira , terlalu kesepian dan seterusnya. Meskipun demikian  ada juga air mata yang menipu yang sukar dikenali oleh manusia biasa.
Jihyun tetap tidak percaya karena melihat sendiri teman-temannya tidak ada yang sanggup meneteskan air mata untuknya.
Sang Penjadwal balik bertanya apakah Jihyun sanggup menangis air mata yang tulus untuk orang lain ? Jihyun tidak percaya Sang Penjadwal bisa meragukan ketulusan hatinya , “Apa ?” . Jihyun tentu saja yakin dirinya sanggup menangis dengan tulus untuk orang lain.
Sang Penjadwal mengeluh karena itu dirinya tidak pernah menyukai manusia . Semua manusia pada dasarnya merasa diri mulia untuk hal yang belum pernah dialami dan dilakukan.
Jihyun meminta Sang Penjadwal mengatakan dengan jujur , adakah orang yang tulus hati mencintai Jihyun ? Sang Penjadwal mengaku tidak tahu dan bukan urusannya untuk mengungkap hal itu.
Jihyun mengaku bahwa tugas mencari air mata ini benar-benar lebih sulit dari yang dibayangkan.
Sang Penjadwal kembali berfalsafah bahwa hati manusia gampang berubah . Panas bisa berubah menjadi dingin , dari kesal berubah menjadi senang , dari mencintai jadi membenci dan seterusnya , tidak ada yang abadi .
***
Han Kang kembali berdiskusi dengan Asisten Oh mengenai wanita yang mirip sekali dengan Jihyun tetapi sama sekali tidak mengenalnya. Han Kang rupanya masih penasaran . Asisten Oh menebak bahwa Han Kang mungkin salah lihat . Han Kang tentu saja tidak merasa salah lihat. Asisten Oh menasehati agar Han Kang kembali memastikan mengenai hal itu jika memang penasaran Jihyun sedang berbohong atau tidak. Asisten Oh menghimbau Han Kang untuk mencari tahu sendiri perasaannya.

Han Kang akhirnya kembali pergi ke rumah Jihyun (Yikyung) . Kali ini Han Kang sembunyi sambil mengawasi Jihyun yang baru saja pulang kerumah sebelum jam 12 malam. Jihyun (dalam wujud Yikyung) masuk kedalam rumah dan Han Kang mendekati dan memperhatikan rumah Jihyun (Yikyung) dengan hati-hati.
Arwah Jihyun keluar dari tubuh Yikyung. Yikyung kembali beraktivitas dan keluar rumah. Lagi-lagi Yikyung melihat Han Kang dan karena tidak mengenal lantas mengabaikan dan terus pergi. Han Kang kembali bingung.
Han Kang membuntuti Yikyung ke café tempat berkerja. Han Kang diam-diam memperhatikan dan menyadari bahwa wanita yang masih dikira Jihyun ini punya dua pekerjaan paruh waktu.
Han Kang penasaran dan mencoba memasuki café. Yikyung menyapa pria yang tidak dikenalnya sebagai pelanggan.  Han Kang memesan kopi sambil memperhatikan name tag di baju kerja Yikyung yang menyebutkan identitas Yikyung yang sama.
(Bagi orang yang tidak menyaksikan drama awal ini tentu bingung mengenai overlap identitas antara Jihyun dan Yikyung. Sekedar mengingatkan bahwa Arwah Jihyun memasuki tubuh Yikyung itulah yang dikenal oleh Han Kang. Han Kang mengenal Yikyung yang dihuni oleh arwah Jihyun dan identitas yang digunakan adalah sama. Oleh karena itu Han Kang merasa mengenali sosok Yikyung sedangkan Yikyung sama sekali tidak mengenal Han Kang karena arwah Jihyun sudah meninggalkan tubuhnya)
Han Kang berusaha memastikan apa betul gadis didepannya itu bernama Yikyung. Yikyung mengiyakan tetapi tetap memperlihatkan ekspresi tidak mengenal Han Kang. Yikyung juga teringat pria yang bernama Han Kang itu juga menanyakan hal serupa di malam sebelumnya.

Han Kang kesal karena Yikyung tidak mengenalnya dan bergegas meninggalkan café. Yikyung pun melihat ada pria asing yang mengaku kenal dengannya.
Han Kang menemui Asisten Oh dan istrinya dan melaporkan apa yang terjadi . Asisten Oh bertanya apa betul gadis itu bernama Song Yikyung tetapi bukan Yikyung yang mereka kenal selama ini. Istri Oh menginterupsi bahwa sudah mendengar dugaan suaminya ini sebanyak 30 kali .
Han Kang menduga bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) punya dua pekerjaan. Istri Oh juga menambahkan bahwa Han Kang sudah mengatakan itu sebanyak 20 kali.
Han Kang makin merasa aneh karena teringat bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) tampak begitu perhatian pada waktu yang hanya tersisa 1-2 bulan .
Asisten Oh tiba-tiba bercerita bahwa ada seorang biarawan muda yang pernah mengatakan bahwa jika ada arwah yang gentayangan selama 49 hari berarti arwah itu masih mencari sesuatu atau menuntaskan sesuatu yang belum selesai. Han Kang tidak percaya dengan hal-hal gaib seperti itu.
***
25 hari, 4 jam, dan 59 menit
Arwah Jihyun menangisi nasib keluarganya yang bakal hancur oleh Minho dan Injung dan juga meratapi nasibnya yang belum juga berhasil mengumpulkan air mata yang tulus.
Pada saat itu Yikyung kembali ke rumah dengan perasaan bingung karena ada pria asing bernama Han Kang mengaku mengenalnya. Yikyung duduk termenung sementara arwah Jihyun mengucapkan terimakasih pada Yikyung atas segalanya.
Arwah Jihyun rupanya sudah putus asa dan memutuskan untuk pergi saja dan tidak mengganggu Yikyung lagi. Arwah Jihyun juga menyampaikan penyesalan karena belum bisa membantu Yikyung menemukan Yisoo. Sebelum pergi , arwah Jihyun masuk tubuh Yikyung untuk yang terakhir dan menyampaikan rasa terimakasih dengan membersihkan rumah Yikyung. Jihyun juga menuliskan surat untuk Yikyung. Dari cermin terlihat bahwa Sang Penjadwal diam-diam mengamati Jihyun yang sedang menulis surat. Jihyun juga menulis surat untuk keluarganya.
Ayah, ini aku Jihyun. Kau pasti sudah ketemu kak Yikyung sebelumnya, aku takut kau tidak akan percaya kata-kata kak Yikyung. Dan karena itu  aku menulis surat ini, dan kalian harus percaya apa yang dikatakan kakak Yikyung. Bacalah surat ini, dan di dalam tubuh kakak Yikyung ada aku , Jihyun, putrimu. Minho dan Hyuk San Industry telah berkomplot untuk mengambil  proyek Haemido dan perusahaan kita. Kau harus membatalkan wasiat itu dan juga lakukan operasi sesegera mungkin untuk memulihkan kesehatanmu. Saat operasi, aku takut aku tidak bisa ada di sisimu. Aku minta maaf. Aku minta maaf Ibu.

Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengenakan baju pink dengan kombinasi blazer putih sepertinya hendak pamit pada semua orang dari pegawai café hingga Han Kang. Jihyun membawakan oleh-oleh untuk orang café.
Pada saat hendak pamit pada Han Kang , Jihyun melihat Han Kang tertidur. Jihyun memberanikan diri untuk membangunkan Han Kang dengan menyapa dengan ucapan selamat pagi yang indah Han Kang!
Han Kang kaget. Jihyun menjelaskan maksudnya mau berhenti berkerja. Han Kang penasaran Jihyun mau pergi jauh kemana. Jihyun bingung untuk sesaat dan kemudian dengan riang menjawab bahwa dirinya akan pergi ketempat yang sangat indah dan jauh .
Han Kang teringat perkataan Minho sebelumnya yang sedang mencari Jihyun untuk urusan pekerjaan. Han Kang menduga bahwa Jihyun akan ke tempat bagus itu maksudnya ke tempat Minho. Jihyun jadi bingung melihat Han Kang tidak nyambung.
Han Kang masih tidak nyambung dan menuduh Jihyun hendak bersama Minho . Han Kang mendesak Jihyun agar terus terang saja jika memang menyukai Minho daripada membuat bingung semua orang.
Suasana hati Jihyun jadi rusak karena kecurigaan Han Kang. Jihyun juga curiga kenapa Han Kang yang tidak begitu akrab dengan Jihyun (yang asli) sekarang jadi memikirkan pertunangan gadis itu dengan Minho.
Han Kang seperti lancar mengeluarkan segala tuduhan pada Jihyun. Han Kang sampai bertanya apakah Jihyun merupakan seorang gadis yang hidup demi uang ? Han Kang rupanya masih uring-uringan karena malam kemaren dicuekin oleh Yikyung yang tidak mengenalnya.
Jihyun meradang meminta Han Kang menghentikan ucapannya. “Apa kau begitu ingin tahu tentang ku? Aku adalah anak yatim piatu dan tidak punya keluarga untuk diajak bicara, tidak ada orang yang mencintaiku. Sudah Puas? Hiduplah dengan baik, bocah ! “ . Setelah mengomel Jihyun benar-benar pergi meninggalkan café.
Han Kang tidak kalah kesal dan membiarkan Jihyun pergi dan jangan pernah kembali..jangan pernah berani kembali lagi!
Jihyun bergegas meningggalkan café sambil menahan tangis. Jihyun menyesal perpisahan terakhir itu tidak berlangsung mulus dan malah berujung pada keributan.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) menyempatkan untuk mengunjungi tubuh fisiknya sendiri yang belum juga  sadarkan diri di rumah sakit.  Karena tidak ada orangtuanya disana , Jihyun mengunjungi rumah keluarga Jihyun .
Jihyun ternyata hanya mendapati orangtuanya sedang bertengkar membahas masalah operasi tumor otak Ayah Jihyun. Ayah Jihyun bersikeras menolak operasi dengan alasan yang sama , mengenai Jihyun yang masih belum sadarkan diri. Jihyun hanya menguping dan tidak jadi menemui orangtuanya. Toh percuma saja karena Jihyun meminjam tubuh Yikyung . Jihyun sedih karena ayahnya menolak operasi gara-gara Jihyun masih belum sadarkan diri .
***
Asisten Oh sedang memberesi berbagai pot tanaman di café. Asisten Oh terheran melihat bungkusan plastik yang berisikan stempel. Asisten Oh bertanya apa itu milik Han Kang? Han Kang mengaku tidak pernah menyembunyikan stempel ditempat seperti itu.
Asisten Oh membuka bungkusan dan lebih kaget lagi melihat stempel itu milik Jihyun (yang asli) . Mereka berdua bingung bagaimana mungkin stempel milik Jihyun (yang asli) bisa tersimpan di café mereka ?
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung) sedang berada  ditengah keramaian orang ditempat umum. Ditengah orang sebanyak itu Jihyun merasa kesepian dan tidak ada siapapun yang bisa menolongnya. Jihyun berdoa agar diselamatkan dan tetap hidup. Secara ajaib kalung air mata milik Jihyun terisi satu tetes air mata yang tulus. Melihat hal itu Jihyun menemukan semangat hidupnya kembali dan bergairah. Siapa gerangan yang memberikan air mata yang tulus pada Jihyun ?

0 comments:

Post a Comment