Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 09

Standard


Han Kang meminta ketegasan Jihyun . Kalau Jihyun memang tertarik pada Minho maka Han Kang tidak akan peduli lagi . Tetapi jika bukan karena hal itu maka Han Kang meminta dengan tegas agar tidak berkerja lagi ditempat Minho. Tanpa banyak basa-basi , Han Kang langsung menarik tangan Jihyun dan menyeretnya keluar dari apartemen Minho.

Jihyun mengeluh bahwa Han Kang bisa menyeretnya keluar dengan cara seperti itu. Han Kang pun dengan kesal mengungkit bahwa dirinya telah mengajak pergi sebelumnya tetapi Jihyun bersikeras untuk tinggal ditempat Minho.
“Apa kau tetap ingin tinggal disini? “
“Aku harus bagaimana? “
Han Kang tidak mengijinkan Jihyun sekalipun harus mati untuk berkerja di apartemen Min Ho. Tak lama Han Kang mengkoreksi bahwa maksudnya Jihyun tidak boleh ada di sekitar tunangan temanku (Minho tunangan Jihyun yang asli).

Han Kang bertanya sekali lagi, apakah Jihyun mau tetap tinggal disini? Jihyun akhirnya menggelengkan kepala pertanda tidak .
Han Kang kemudian mengajak Jihyun masuk  ke mobil. Didalam mobil yang melaju keduanya bersikap kaku. Han Kang ternyata membawa Jihyun kembali ke cafe Heaven. Orang-orang café menyambut kembalinya Jihyun.
Han Kang mengingatkan para pegawai agar Jihyun tidak dibiarkan mencuci karena salah satu lengannya terluka melepuh. Si Sirik Heejoo menyindir Jihyun sebagai gadis yang sangat beruntung sampai seorang boss café seperti Han Kang bisa memanggil kembali.
Mendadak perhatian yang lain menuju pada celemek kerja yang masih dikenakan Jihyun. Si Sirik Heejoo semakin yakin bahwa Han Kang sendiri yang mencari Jihyun dan membawanya kembali ke café.  Jihyun mengalihkan perhatian dengan mulai berkerja. Han Kang pun mengamati Jihyun kerja.
Di lantai outdoor atas Asisten Oh bertanya apa Han kang sudah lebih tenang daripada sebelumnya. Han Kang mengiyakan tetapi merasa galau karena jika berada didekat Jihyun (dalam wujud Yikyung) , Han Kang merasa Jihyun berada dalam didalamnya.
Jihyun yang sedang berkerja di ruang outdoor bawah melihat keduanya diatas kemudian berusaha melambaikan tangan. Asisten dengan ramah membalas lambaian sambil tersenyum. Akan tetapi Han Kang melihat hal itu pura-pura galak dengan menghardik Jihyun untuk fokus pada pekerjaannya.

Jihyun tampak riang sekali kembali berkerja di café yang sudah dianggap sebagai rumahnya sendiri. Han Kang pun melihat hal itu ikut tersenyum manis sambil mengeluh bahwa Jihyun selalu menganggap dia sebagai teman (bukan bossnya).
Asisten Oh mencandai Han Kang yang seperti “gila” tersenyum. Han Kang mengiyakan tuduhan Asisten Oh. Asisten Oh berujar bahwa waktu akan menjawab segalanya.

***
Minho kembali ke apartemennya dan menyadari Jihyun tidak lagi berada ditempatnya. Minho mendadak galau.
Injung mengabari Minho via ponsel mengenai kekhawatirannya tentang kedatangan mendadak Ayah Jihyun keperusahaan itu seperti pertanda ketidakpercayaan pada Minho diperusahaan.
Minho pikirannya sedang galau memikirkan Jihyun yang mendadak menghilang dari apartemen sehingga tidak menganggap penting kecurigaan Injung barusan. Minho mengaku bahwa ada urusan yang lebih penting. (tentu saja yang dimaksud adalah kegalauan akan hilangnya Jihyun)
Minho menduga Han Kang ada dibalik hilangnya Jihyun. Karena itu Minho mengunjungi Café Heaven . Han Kang mengaku bahwa memang dia yang membawa Jihyun pergi dari apartemen Minho.
Mendengar hal itu Minho jadi penasaran ingin menemui Jihyun yang baru menampakkan diri didepan mereka berdua  . Han Kang tidak kalah sigap untuk mencengkram lengan Minho .
Minho akhirnya berbincang dengan Han Kang. Minho bertanya apakah Han Kang sendiri yang menyeret Jihyun keluar dari apartemen . Han Kang membenarkan dugaan Minho.
Han Kang beralasan melakukan itu karena ada tanggung jawab moral kepada Jihyun (dalam wujud Yikyung). Han Kang juga bertanya apakah Minho masih merasa Jihyun (yang asli) sebagai tunangannya. Minho mengaku sudah tidak merasa Jihyun (yang asli) sebagai tunangannya.

Minho menjelaskan bahwa dirinya adalah pria yang realistis dan punya visi jauh kedepan. Sangatlah tidak mungkin baginya untuk jatuh cinta pada seorang gadis yang sudah tidak punya harapan (hidup). Minho bertanya pada Han Kang , harus berapa lama Minho harus menunggu Jihyun sadarkan diri ? Apakah harus sampai 10 tahun ?
Jika Minho memperlihatkan sikap realistis , maka Han Kang justru memperlihatkan idealisnya. Han Kang merasa cinta tidak sedangkal apa yang diuraikan Minho.  Minho merasa Han Kang tidak mengerti dia. Minho menegaskan bahwa pria seperti dirinya bisa jatuh cinta kalau memang menyukai seorang gadis
Han Kang jadi menduga bahwa Minho memang tertarik pada Jihyun (dalam wujud Yikyung). Minho menyangkal karena dirinya merasa hanya membantu Jihyun yang dipecat oleh Han Kang sendiri. Menurut Minho jika memang Jihyun sudah kembali berkerja pada Han Kang semua sudah kembali normal.
Pelayan pria datang memberitahu Minho dan Han Kang bahwa Injung dan Seo Woo sudah datang.
Injung memperlihatkan rasa penasarannya dengan mengungkit kenapa Han Kang buru-buru pergi pada saat Injung dan Seowoo datang mengunjungi café tadi siang. Injung juga penasaran kenapa Minho bisa datang ke café padahal mengaku sedang ada urusan penting.  Minho dengan ringan berdusta bahwa hari ini adalah ultah Han Kang.
Han Kang sendiri heran bagaimana mungkin teman-temannya ingat ultahnya. Injung menjelaskan bahwa Seowoo sudah tahu sejak lama ultah Han Kang (maklum karena Seowoo menyukai Han Kang diam-diam).
Akhirnya mereka duduk bersama di meja untuk menyanyikan lagu  ultah Han Kang. Jihyun hanya bisa menyaksikan dari jauh seraya ikut mengucapkan selamat ultah dalam hatinya saja.

Jihyun sambil membawa termos menghampiri meja mereka dan memberikan salam . Minho memperhatikan Jihyun dengan raut muka yang berbeda. Jihyun menyindir dengan berkata seperti  melihat Injung ada dimana-mana. Injung terlihat gelisah mendengar sindiran ini.
Jihyun rupanya hendak mengembalikan termos yang dibawa Injung sebelumnya di apartemen Minho. Giliran Seowoo yang kaget karena merasa itu adalah termos miliknya. Kok bisa ? Jihyun menyuruh Seowoo menanyakan langsung pada Injung.
Seowoo yang penasaran terus bertanya dan Jihyun pun mulai meladeninya. Injung yang khawatir buru-buru berdiri dan mengajak Jihyun berbicara diluar.
Saat mereka berdua meninggalkan ruangan , Seowoo mempertanyakan pada Han Kang dan Min ho mengenai kenapa belakangan  Injung menjadi tidak biasanya. Seowoo bercerita bahwa Injung merahasiakan kekasihnya . Han Kang ikut kaget mendengar penuturan Seowoo karena baru tahu Injung punya kekasih (belum ada yang tahu selain arwah Jihyun bahwa yang dimaksud adalah Minho).
Minho jadi cemas mendengar rahasia terdalam antara Injung dengan dia tercetus tanpa sengaja dari Seowoo.
Diruang outdoor , Jihyun merasa heran kenapa Injung berusaha mencegahnya bercerita bahwa mereka telah bertemu di rumah Minho. Injung tentu saja tidak bisa menceritakan leluasa karena menyangkut skandalnya sendiri.
Jihyun merasa Injung tidak fair karena telah menyuruh tutup mulut tanpa memberitahu alasannya. Jihyun merasa bukan hal yang aneh untuk bercerita tentang Injung yang seorang sekretaris dan sedang disuruh (mengantar makanan ketika itu) ke apartemen Minho , terlebih lagi Injung juga teman dari tunangan Minho .
Melihat tekanannya cukup berhasil dan Injung terlihat gugup maka  Jihyun pura-pura menduga jangan-jangan Injung tidak menjalankan perintah dan bahwa ternyata Injung dan Minho adalah sepasang kekasih ? Jihyun pura-pura berjanji akan merahasiakan hal itu.  Injung semakin panik karena semua perkataan Jihyun seperti asal-asalan tetapi tepat semua.
Injung berusaha menyangkal dan Jihyun tetap berjanji akan merahasiakan sambil menggerakkan tangan membentuk setengah lingkaran dibibir pertanda Jihyun sedang menegaskan akan menutup mulut dan menyimpan rahasia untuk Injung .


Han Kang yang saat itu kebetulan keluar mencari Injung untuk kembali ke acara ultah. Han Kang kebetulan melihat ekspresi Jihyun (dalam wujud Yikyung) menjadi teringat pada Jihyun (yang asli) yang dikenalnya ketika sekolah dulu.
Injung kembali ke dalam dan Han Kang sudah membawakan tas dan jaket Jihyun seraya memintanya untuk pulang. Pada saat itu ponsel Jihyun berbunyi dengan ringtone yang tentu saja suara Sang Penjadwal. Jihyun buru-buru pamit dan Han Kang memandang aneh suara ponsel Jihyun. (hehehe namanya juga ponsel arwah).
***
Usai acara Seowoo dan Injung kembali kerumah. Seowoo masih ngotot ingin tahu apa yang dibicarakan Injung dengan Jihyun. Injung terlihat enggan menanggapi . Seowoo mulai menduga macam-macam sampai dugaan terparah bahwa Injung berpacaran dengan pria yang sudah beristri.
Pada saat itu Injung menerima SMS dari Minho yang memintanya untuk menemui di taman didekatnya.
Injung bergegas menemui Minho di taman dekat rumah. Injung mengingatkan lokasi pertemuan ini terlalu dekat dari rumahnya dan berbahaya jika ada yang melihat. Minho mengaku cuaca hari itu sedang segar dan sedang tidak ingin berada di mobil .
Injung melaporkan bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) mungkin sudah mengetahui hubungan gelap mereka. Minho merasa tidak masalah kalau Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengetahui hubungan mereka. Yang menjadi masalah kalau sampai Seowoo dan Han Kang yang tahu.

Injung malah ingin hubungannya dengan Minho diketahui oleh umum karena sudah merasa jenuh berhubungan secara sembunyi. Menurut Injung walaupun Ayah Jihyun tahu pun sudah terlambat karena proyek besar sudah berada ditangan Minho. Minho memahami perasaan Injung tetapi mengingatkan bahwa bagaimanapun Ayah Jihyun masih memiliki kekuasaan besar diperusahaannya sendiri.
Rupanya kedatangan Minho menemui Injung itu hendak membahas masalah kedatangan Han Kang yang mendadak ke apartemen Minho yang berbuntut keributan antara Han Kang dengan Jihyun. Minho menduga bahwa Injunglah yang menyebabkan Han Kang mendadak datang. Injung membenarkan. Minho mengaku tahu alasan Injung melakukan hal itu .
Injung mengaku benci dengan kehadiran Jihyun di apartemen Minho. Didepan Jihyun , Injung merasa muak harus terus mengaku sebagai sekretaris. Minho minta maaf untuk itu.
Tanpa mereka sadari , Seowoo diam-diam menguping pembicaraan mereka dari balik pohon besar.
***

Jihyun sudah pulang dan seperti biasa arwahnya meninggalkan tubuh Yikyung. Tidak ada teman untuk berbagi membuat arwah Jihyun berbincang sendiri didepan Yikyung. Arwah Jihyun mengaku senang saat Han Kang menyeret paksa dirinya dari apartemen Minho. Arwah Jihyun juga membahas mengenai sulitnya mendapatkan tiga tetes air mata. Jihyun berjanji akan mencari Song Yisoo (anak lelaki yang berada di foto lama Yikyung) untuk Yikyung , berusaha menyemangati Yikyung. Padahal Yikyungnya sendiri tidak bisa mendengar dan melihat keberadaan arwah seperti Jihyun. Yikyung sendiri sedang bermuram durja seperti biasanya didepan mie instant .
***
Setelah mengetahui kondisi kesehatan Ayah Jihyun , Minho kini memahami alasan Ayah Jihyun dahulu ingin mempercepat pernikahan antara Minho dengan Jihyun (yang asli).
Sementara itu Ayah Jihyun merundingkan dengan istrinya mengenai surat wasiat yang ingin mewariskan perusahaan keluarga mereka pada Minho. Ibu Jihyun keberatan karena Minho belum menikah dengan Jihyun. Ayah Jihyun beralasan kalau Minho kini yang menangani isu-isu penting di perusahaan.
Ibu Jihyun jadi curiga bahwa suaminya sakit dan karenanya membuat surat wasiat. Ayah Jihyun menyangkal karena takut istrinya khawatir , dan mengaku kondisi fisiknya kurang fit karena jarang berolahraga.
Sesudahnya , Ayah Jihyun menerima kedatangan Minho dirumah sakit. Minho mendadak meminta Ayah Jihyun untuk bersedia menjalani operasi. Ayah Jihyun kaget tahu darimana Minho tentang penyakitnya. Minho mengaku tahu dari Dokter Jo.

Ayah Jihyun mengaku tidak mau menjalani operasi karena resiko kegagalan adalah 70%. Minho mendorong sisi lain bahwa kemungkinan sembuh dan hidup adalah 30%. Minho menyemangati Ayah Jihyun agar menjalani operasi agar tetap hidup.
***
Jihyun (dalam wujud Yikyung)  merasa optimis bisa mendapatkan tiga tetes  air mata hari ini sambil berjalan memeriksa kamera digital . Paras Jihyun memperlihatkan keoptimisan dan berpikir mungkin saja karena tubuh aslinya masih tak sadarkan diri di rumah sakit , belum meninggal dunia sehingga belum ada teman yang menangis tulus untuknya.
Tanpa sengaja Jihyun melihat Han Kang sedang berjalan didekatnya. Jihyun sok akrab memanggil bossnya dengan menyebut namanya saja , Han Kangggg !!!!. Han Kang tentu saja memandang heran walaupun sudah terbiasa dengan kelakuan pegawai seperti Jihyun yang nyentrik.
Jihyun mengampiri setengah berlari dengan ekspresi riang. Han Kang dengan wajah dingin meminta Jihyun memanggilnya sekali lagi dengan namanya saja. Jihyun mengira Han Kang berpikir dia tidak berani menyebut bossnya dengan namanya saja . Jihyun kembali memanggil , “Han Kang!” .
Han Kang merasa cara Jihyun (dalam wujud Yikyung) memanggil Han Kang itu mirip dengan Jihyun (yang asli) . Han Kang menanyakan Jihyun dulu sekolah dimana. Jihyun mengaku dari SMU Chuncheon, dan balik bertanya kenapa Han Kang tiba-tiba ingin tahu asal sekolahnya?
Han Kang bertanya apa Jihyun gemar akan kerang. Jihyun menggeleng tidak. Han Kang lantas heran kenapa waktu ultahnya , Jihyun memasakkan untuknya sebuah sup dengan kerang. Bagaimana Jihyun bisa masak seperti itu?
Jihyun mulai cemas kalau Han Kang mulai mencurigai sesuatu. Jihyun berdusta bahwa ketika itu di kulkas Minho hanya tersisa kerang sehingga Jihyun memasukkan bahan kerang kedalam sup. “
“Aneh, kenapa kau tanya hal seperti itu?”
”Kau mirip sekali dengan temanku.”
“Apa kau dekat dengan temanmu itu? Bukankah kau yang selalu menjaga tunangan temanmu itu?”
“Aku tidak begitu dekat.”
“Kalau tidak begitu dekat lantas mengapa kau selalu menjaga temanmu itu?”
“Karena aku berhutang budi  pada temanku itu.”

***
Minho dan Ayah Jihyun (Presdir) menghadiri rapat bisnis. Pada saat itu Minho membawakan presentasi tentang proyek besar Haemido. Minho memaparkan didepan hadirian bahwa Haemido Island dan dua islet di pantai di Geoje akan disatukan untuk menjadi resort kepulauan.
Minho merinci bahwa proyek itu  akan dibagi menjadi family resort dan hunian pribadi yang mewah. Proyek ini akan tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Pembangunan resort juga akan disesuaikan dengan lingkungan.
Salah satu hadirin ada yang meragukan situasi gunung di sekitar pulau dan juga kondisi ketinggian sungainya. Dikhawatirkan  jika ketinggian sungai  meningkat maka akan menjadi masalah besar bagi proyek ini . Minho menenangkan hadirin agar tidak percaya dengan rumor negatif begitu saja.
Sementara itu Injung sedang mempersiapkan surat pengunduran dirinya dengan mengetik di laptopnya . Tiba-tiba Direktur Jung datang memberikan amplop berisi dokumen. Injung menerima dokumen tersebut dan kemudian membaca. Injung terkejut melihat isi dokumen itu ternyata surat wasiat yang menyatakan bahwa Ayah Jihyun akan menghibahkan sahamnya pada Minho yang akan menjadi pewaris tunggal perusahaan.
Injung menemui Minho untuk melaporkan perkembangan terakhir. Minho menanyakan sekali lagi apa betul Ayah Jihyun diam-diam sudah membuat surat wasiat. Jihyun mengulang lagi apa yang dibacanya . Injung penasaran kenapa Ayah Jihyun bisa mendadak seperti itu. Minho sungkan menjelaskan dan hanya bergumam bahwa kelak akan tahu jika waktunya telah tiba.
***
Jihyun melanjutkan usaha untuk mengumpulkan tiga tetes air mata dengan  menemui teman-temannya di café . Teman-temannya tentu tidak mengenali karena Jihyun tampil dalam wujud Yikyung.

Jihyun mengaku sebagai Jung-eun dan menanyakan kenapa keduanya tidak bersedih dan menangis setelah mendengar kabar mengenai Jihyun (yang asli sedang tergolek dirumah sakit) . Tak lupa Jihyun juga menyiapkan kameranya untuk merekam.
Mereka beralasan bahwa orangtua Jihyun menolak kunjungan mereka. Jihyun merekam mereka dan minta keduanya menceritakan hari-hari bersama Jihyun ketika masih  di kampus.
Mereka mulai menangis dan Jihyun tampak senang . Tetapi Jihyun heran karena kalung airmata ajaibnya belum juga terisi. Jihyun jadi teringat perkataan Sang Penjadwal mengenai berbagai jenis air mata. Benar saja , mereka ternyata sibuk menangisi kesulitan mereka sendiri.

Salah satu temannya berkesan bahwa Jihyun (yang asli) terlalu memamerkan Minho sebagai pria yang ditakdirkan untuknya. Teman yang satunya lagi menganggap Jihyun (yang asli) gadis yang terlalu baik tetapi justru itu jadi mengusik perasaan teman-temannya , karena tidak punya kepekaan pada teman seperti ada pria yang jelas menyukai Jihyun. Karena Jihyun tidak peka ketika itu malah terus menjodokan pria itu pada teman-temannya. Jihyun (dalam wujud Yikyung) kini menyadari perkataan teman-temannya.
Jihyun pergi meninggalkan pertemuan itu dengan putus asa. Sebelumnya dia mengira tugas mencari 3 tetes air mata yang tulus itu pekerjaan mudah. Tetapi ternyata lebih sukar dari yang dibayangkan. Mengingat hal itu Jihyun kehilangan semangat dan kembali bersedih.
***
Ibu Jihyun mengatakan pada Seowoo kalau suaminya punya rencana mewariskan perusahaan pada Min Ho. Seowoo merasa heran karena Ayah Jihyun masih dalam kondisi sehat. Ibu Jihyun meminta bantuan Seowoo untuk bertanya pada Injung tentang kemungkinan masalah di perusahaan yang tidak diketahui sang ibu.
Seowoo merasa Ibu Jihyun lebih baik menanyakan langsung pada yang bersangkutan. Akan tetapi Ibu Jihyun merasa Injung belakangan ini berubah dan bahkan tidak pernah menjenguk Jihyun (yang asli) dirumah sakit.
***
Jihyun sedang berjongkok di café dan sibuk mencoret daftar teman yang tidak mungkin menangisinya. Han Kang yang barusan keluar ruangan terheran melihat melihat Jihyun bertingkah seperti itu dalam kondisi wajah yang pucat. Jihyun menyangkal dan mengatakan tidak apa-apan/
Pada saat itu Seowoo datang dan memberikan informasi pada Han Kang bahwa Ayah Jihyun (yang asli) akan mengubah surat wasiat dan mengalihkan perusahaan kepada Minho.
Jihyun panik mendengar ini dan dengan spontan menyatakan tidak mungkin !! Jihyun tergopoh-gopoh pergi mencari Sang Penjadwal.
Jihyun akhirnya menemukan Sang Penjadwal yang tampil dalam busana gaul. Jihyun mengadu bahwa ayahnya akan mengalihkan perusahaan kepada Minho. Jihyun meminta pertolongan Sang Penjadwal agar mengatakan pada Ayah Jihyun bahwa Minho bukan pria baik-baik.
Sang Penjadwal merasa itu bukan urusannya dan malah akan membuat Sang Penjadwal menerima hukuman dari atasannya didunia roh. Jihyun semakin putus asa.
Melihat hal itu Sang Penjadwal tergugah dan memberitahu bahwa arwah Jihyun bisa menyentuh benda tetapi konsekuensinya adalah terkena denda satu hari dari 49 hari . Jihyun tampak setuju dan siap menerima segala konsekuensinya.

Sang Penjadwal mengingatkan agar Jihyun jangan tergopoh-gopoh menggunakan fasilitas itu karena sampai saat ini Jihyun belum berhasil mengumpulkan satu tetes air matapun dari tiga airmata yang diwajibkan.  Sang Penjadwal meminta agar Ji Hyun berhati-hati dalam memikirkan untuk menggunakannya . Jihyun mengerti dan bergegas naik taksi .
Tanpa disadari Jihyun , Si Sirik Heejoo dan Istri Asisten Oh memperhatikan Jihyun sedang berbicara seorang diri.
Sementara itu Han Kang sedang berdiskusi dengan Asisten Oh tentang masalah Jihyun yang tiba-tiba berperilaku aneh dan meloyor pergi tanpa pamit pada saat Seowoo datang tadi.
Istri Asisten Oh dan Heejoo datang melapor bahwa baru saja mereka melihat Jihyun sedang berbicara sendirian. Han Kang menanyakan sedang berada dimana Jihyun ? Mereka menjawab kalau Yi Kyung sedang bergegas pulang dengan menumpang taksi. Han Kang segera meminta alamat Jihyun dari Asisten Oh dan ngeloyor pergi.
Jihyun (dalam wujud Yikyung) sedang memasukkan koran kedalam amplop dan menemui boss Yikyung di café nya. Jihyun mengaku bahwa ada amplop pelanggan malam hari yang tertinggal di café itu dan Jihyun meminta tolong boss Yikyung untuk mengirimkan amplop . Sang Boss menyanggupi tetapi heran melihat penampilan Yikyung (versi Jihyun) yang lain biasanya.
Setelah itu Jihyun kembali kerumah Yikyung. Segera arwah Jihyun keluar dari tubuh Yikyung. Arwah Jihyun bergegas pergi menuju kantor ayahnya. Jihyun menunggu sampai pengirim paket datang dan ikut menyelinap masuk.
Di dalam kantor , Ayah Jihyun sedang meeting dengan pengacara dan saksi Dokter Jo untuk menyiapkan dokumen penting berkaitan dengan surat wasiat.

Sementara itu Jihyun terus mengikuti petugas pengirim paket itu sampai kepada Injung. Injung menerima surat itu . Arwah Jihyun jadi tak sabaran dan memaki Injung agar cepat mengirim surat itu kedalam. Tentu saja makian Jihyun itu tidak berguna karena Injung sama sekali tidak bisa mendengar dan melihat arwah Jihyun.
Pada akhirnya Injung tetap masuk keruangan dan menyampaikan surat pada Ayah Jihyun. Ayah Jihyun menunda menandatangani dokumen dan membuka amplop tersebut.
Isi amplop itu ternyata hanya kliping Koran dari alamat pengirim yang mengaku sebagai Ge Shan. Ayah Jihyun memandang sekilas kliping Koran itu dengan perasaan aneh. Walaupun demikian Ayah Jihyun akhirnya tertarik pada satu artikel mengenai seorang gadis di Amerika Serikat yang bangun dari koma setelah 20 tahun. Inikah sebuah tanda ?

Arwah Jihyun berada didekat ayahnya dan berjanji tidak akan membuat ayahnya menunggu selama itu (20 tahun) seraya memohon agar ayahnya tidak menandatangani dokumen surat wasiat itu. Tentu saja Ayah Jihyun tidak bisa melihat arwah anaknya sendiri dan tetap ingin melanjutkan proses dokumen surat wasiat.
Ji Hyun menggunakan fasilitas gaib untuk menyentuh benda dan berhasil membuat stempel ayahnya itu terjatuh ke lantai. Semua yang ada disitu jadi heran melihat keanehan yang terjadi.
Ayah Jihyun sempat merasakan firasat aneh dari stempel yang terjatuh tetapi tetap hendak melanjutkan proses penandatanganan surat wasiat. Arwah Jihyun semakin panik melihat detik-detik menjelang dimana stempel ayahnya nyaris mendarat di atas surat dokumen. Sia-sia saja Arwah Jihyun berusaha mencegah ayahnya.
Disaat genting , foto kecil Jihyun yang asli yang ada diruangan itu mendadak terjatuh. Ternyata Sang Penjadwal yang menjatuhkannya karena sudah tidak tahan lagi .
Ayah Ji Hyun kembali heran melihat foto anaknya terjatuh tanpa ada penyebab. Firasat buruk sang ayah menguat dan merasa tidak enak hati karena telah menganggap Jihyun sudah mati. Karena berbagai fenomena aneh itu Ayah Jihyun akhirnya menunda proses surat wasiat. Jihyun tampak lega melihat hal itu.
Ditempat lain giliran Minho dan Injung yang bingung mendengar kabar pembatalan surat wasiat itu.  Injung bercerita bahwa dia mendengar dari pengacara yang ikut menyaksikan didalam ruangan bahwa terjadi banyak fenomena aneh.
Arwah Jihyun berjalan bersama Sang Penjadwal keluar gedung. Jihyun merasa berterimakasih pada bantuan Sang Penjadwal. Padahal Sang Penjadwal sendiri bersikap aneh merasa was-was memandang kiri dan kanan seperti ketakutan akan ada sesuatu yang datang.
Tak lama seorang nenek tua dengan tampilan biker ala rocker mengendarai motor besar datang menghampiri . Nenek itu langsung turun dari motor dan menghampiri Sang Penjadwal.
Sang Penjadwal tampak cemas dan berusaha menyapa seniornya “Sunbaenimm” . Si nenek itu malah memiting Sang Penjadwal dan memukuli kepalanya. Sang Penjadwal protes mendapat perlakuan itu karena merasa tidak bersalah.
Jihyun juga berusaha menolong Sang Penjadwal dengan berusaha menarik lengan si nenek dan bertanya siapa gerangan si nenek yang berani memukuli Sang Penjadwal. Si nenek malah mencengkram leher Sang Penjadwal dan mengangkatnya keatas sambil menegur kenapa Sang Penjadwal berani ikut campur urusan manusia.
Sang Penjadwal tampak panik tidak berdaya dan hanya memberikan isyarat pada Jihyun agar pulang. Sang Penjadwal juga memohon pada si nenek agar memberikan muka pada Sang Penjadwal didepan Jihyun.
Jihyun berjinjit pergi sambil was-was dan pada saat berbalik untuk melihat , Sang Nenek dan Sang Penjadwal sudah tidak berada lagi ditempat itu.
***

Sang Nenek membawa Sang Penjadwal ke taman makam . Disana sang Nenek melanjutkan tegurannya yang keras pada Sang Penjadwal yang dinilai telah melanggar aturan main profesi mereka didunia roh.
Sang Penjadwal membela diri bahwa dirinya terpaksa melakukan hal itu. Sang Penjadwal mengaku bahwa selama karirnya didunia roh baru kali ini menjumpai kasus yang membuatnya tidak bisa menahan diri.
Sang Nenek jadi mencurigai Sang Penjadwal pacaran dengan Jihyun. Sang Penjadwal tergopoh-gopoh membantah dan menyebut Jihyun sebagai gadis yang depresi dan keras kepala. Sebagai buktinya Jihyun mungkin satu-satunya roh yang bisa mengembalikan pinjaman 50 ribu won secepat itu.
Sang Penjadwal mengira bahwa Sang Nenek akan memberikan kesempatan kedua untuk kali ini. Sang Nenek kembali memukuli Sang Penjadwal dan mengingatkan bahwa dulu Sang Penjadwal yang merengek agar tidak mati seperti pria manja yang menyebalkan . Sang Nenek mengaku tetap khawatir dan karena itu terus mengawasi Sang Penjadwal bertingkah impulsive dan mengakibatkan rohnya bisa musnah karena melanggar aturan.
Akhirnya Si Nenek memutuskan untuk memperpanjang masa bakti Sang Penjadwal satu minggu tambahan . Sang Penjadwal merasa keberatan karena sudah tidak sabar menuntaskan masa jabatannya yang tinggal satu bulan lagi dan merasa bisa gila kalau harus memperpanjang satu minggu lagi.
Sang Penjadwal histeris dan meminta Si Nenek lebih baik membunuhnya , terlebih lagi ketika si Nenek mengancam akan menghapus jasa Sang Penjadwal selama lima tahun terakhir jika Sang Penjadwal berani membangkangnya sebagai atasan. Sang Nenek juga mengingatkan bahwa dalam kasus tertentu kita bisa menutup sebelah mata tetapi tidak untuk kasus tertentu.
Sang Penjadwal menghujat Si Nenek sungguh tidak berperasaan. Si Nenek dengan ringan menukas bahwa dirinya sudah bukan manusia lagi yang tentu saja tidak punya perasaan lagi. Si Nenek menghilang dari pandangan dan Sang Penjadwal membanting-banting kaki karena frustasi dan jengkel .
***

***
Han Kang mengunjungi Jihyun (yang asli) di rumah sakit keesokan harinya. Han Kang membawa bunga untuk mengganti bunga yang telah layu di ruang rawat Jihyun. Ayah Ji Hyun kebetulan sedang berada diruangan itu dan tampak kesal pada perhatian Han Kang.
Ayah Jihyun memang tidak bersimpati pada Han Kang karena mendengar Han Kang mengabaikan proyek perusahaannya yang dipercayakan Minho pada Han Kang. Ayah Jihyun meminta Han Kang tidak perlu datang lagi menjenguk Jihyun.
***
Jihyun kembali berkerja seperti biasanya di café Heaven. Pada saat dia datang tidak ada siapa-siapa . Jihyun jadi tergoda untuk bermain piano. Jihyun duduk dan mulai memainkan piano sambil bernyanyi.

Han Kang yang baru datang mendengar lagu dan musik piano seiring dia melangkah mendekati bangunan café. Han Kang terheran melihat Jihyun (dalam wujud Yikyung) yang memainkan lagu itu. Padahal dalam ingatan Han Kang , lagu yang sama sering dimainkan Jihyun (yang asli) ketika dibangku sekolah dulu . Ingatan Han Kang melayang pada masa lampau mengenang betapa ketika itu Han Kang tertidur sementara  Jihyun (yang asli) masih seorang siswi pelajar sedang memainkan lagu yang sama dan membuat Han Kang terbangun ketika itu.

Han Kang menghampiri piano dan bertanya sebenarnya Jihyun (dalam wujud Yikyung) itu siapa . Apakah kamu Jihyun (yang asli) ?

0 comments:

Post a Comment