Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 08

Standard


Injung masuk ruang apartemen dan terperanjat seakan tak percaya bahwa Jihyun bisa berada diruang apartemen Minho. Jihyun pun demikian. Dua wanita berpostur tinggi dan cantik itu saling memandang untuk sesaat.

Injung (versi Yikyung) dan Jihyun saling bertanya kenapa mereka bisa berada di apartemen Minho. Injung berdalih bahwa dia diminta oleh Ibu Jihyun untuk mengantarkan masakan untuk Minho. Pada saat hendak pergi , Jihyun bertanya bagaimana mungkin Injung bisa tahu password masuk ruang apartemen Minho. Injung terpaksa berbohong menjawab pertanyaan mematikan dari Jihyun.
(Tentu saja , dalam pandangan umum , Injung hanyalah teman Minho sedangkan Jihyun yang asli yang sedang dirumah sakit adalah tunangan dan calon istri. Sungguh aneh Injung bisa tahu kode password masuk apartemen. Makin ketahuan saja kalau Injung punya hubungan gelap dengan Minho.)

Sesudah Injung pergi , Jihyun makin ngeri terhadap sifat Injung yang baru disadarinya. Jihyun kini tidak kaget lagi dengan kebohongan-kebohongan Injung.
Pada saat Injung memasuki lift justru Minho malah keluar dari lift lain sehingga mereka tidak saling melihat. Minho langsung masuk apartemennya dan terheran melihat Jihyung sedang menyiapkan sup untuknya. Minho tentu tahu bahwa di apartemennya tidak ada bahan masakan karena itu bertanya darimana sup itu. Jihyun menyindir bahwa Injung lah yang mengirimnya dan bisa tahu kode masuk apartemen. Jihyun juga bertanya apakah Minho tadi tidak melihatnya diluar ?
Injung masih penasaran dan menghubungi ponsel Minho. Minho segera menjauhkan diri dari Injung agar tidak curiga dan masuk kamarnya.Jihyun diam-diam mengawasi sambil memandang tajam dan terus berpikir dimana Minho menyembunyikan dokumen pentingnya.
Minho menerima telepon di kamar. Ternyata Injung mempertanyakan kenapa Minho memperkerjakan Jihyun (versi Yikyung). Minho berjanji akan menjelaskan pada saat makan malam bersama diluar.
Usai berbincang via ponsel , Jihyun tiba-tiba pamit pada Minho untuk pulang. Minho membiarkan dan meminta Jihyun kembali besok. Diam-diam Jihyun menunggu sampai Minho pergi lalu mulai mencari-cari dokumen di berbagai tempat namun tanpa hasil memuaskan.
***
Minho menemui Injung disebuah restoran. Injung langsung menanyakan kembali kenapa Minho memperkerjakan Jihyun (versi Yikyung). Minho malah meminta agar Injung jangan sembarangan pergi ke apartemen Minho karena bisa menimbulkan kecurigaan.
Minho menanyakan apa apa Jihyun yang membukakan pintu untuk Injung tadi ? Injung tidak berani menjawab sehingga Minho yakin bahwa Injung lah yang membuka pintu sendiri melalui kode password sehingga memunculkan kecurigaan dari Jihyun. Minho mulai cemas Jihyun akan menyebarkan rumor mengenai kedatangan Injung tadi ke apartemennya.
Injung masih bersikeras ingin tahu alasan Minho memperkerjakan Jihyun karena selama ini terlihat seperti saling bermusuhan. Minho mengaku bahwa bahwa memutuskan untuk memperkerjakan Jihyun karena Han Kang telah memecatnya. Injung makin curiga karena bukan sifat Minho seperti itu.
Minho meradang karena dicurigai. Minho memberikan contoh bahwa selama dua tahun resmi berpacaran dengan Jihyun (yang asli) pun tanpa perasaan. Injung mengiyakan. Minho kemudian meminta tidak membahas topik itu lagi. Tetapi Injung tampak cemburu secara misterius pada Jihyun dan meminta Minho untuk memecatnya. Minho menenangkan Injung agar tidak terlalu sensitif.
***
Jihyun sedang berlari malam untuk tujuan olahraga. Tiba-tiba Jihyun merasa ada yang mengikuti tanpa wujud. Jihyun lari ketakutan sebelum tahu bahwa Sang Penjadwal sedang mencandainya. Sang Penjadwal heran bahwa Jihyun yang telah menjadi roh malah takut dengan kaum sebangsanya.
Jihyun menjelaskan bahwa berolahraga malam adalah demi mengembalikan kebugaran pada tubuh Yikyung yang dipinjamnya. Menurut Jihyun pola hidup Yikyung tidak sehat karena jarang beraktivitas dan hanya makan mie instant setiap hari.

Sang Penjadwal merasa Jihyun terlalu mengurusi masalah orang lain padahal belum berhasil mengumpulkan tiga tetes air mata sebagai syarat agar arwahnya bisa kembali ke tubuhnya di rumah sakit. Sang Penjadwal bahkan nge-Rap dengan konyol. Jihyun menanggapi dengan wajah cemberut.
Jihyun dan Sang Penjadwal duduk berdekatan diatas rumput. Jihyun curhat bahwa dirinya telah menyadari betapa berharganya hari-hari dalam kehidupan setelah mengalami empat hari tidak bisa melakukan aktivitas. Jihyun menghaturkan terima kasih seraya merangkul bahu Sang Penjadwal karena merasa telah diperhatikan.
Sang Penjadwal tidah terharu dan malah mencandai bahwa Arwah Jihyun adalah pembuat masalah di masa akhir jabatan Sang Penjadwal. Sang Penjadwal menghilang secara misterius.

***
Injung mengunjungi Cafe Heaven milik Han Kang. Rupanya Injung hendak mencari informasi dan kebetulan ada si Sirik Junhee yang mengatakan bahwa Jihyun sudah dipecat oleh Han Kang karena dinilai telah menggoda tunangan Jihyun (Jihyun yang asli sedang berada dirumah sakit dan dirawat).
Injung lalu pergi keluar sambil memikirkan bahwa ternyata Han Kang sangat memperhatikan Jihyun (yang asli). Injung selama ini mengira bahwa Han Kang membenci Jihyun karena selalu bersikap ketus.
Sementara itu Asisten Oh menemui Han Kang yang sedang membaca sesuatu. Asisten Oh menyindir kalau Han Kang khawatir keadaan Jihyun , bisa saja Han Kang melihat tempatnya berkerja. Han Kang berusaha menyangkal untuk apa dirinya harus pergi ketempat Jihyun . Han Kang mengaku tidak mau ikut campur.
Asisten Oh mengingatkan Han Kang bahwa ibunda Han Kang dahulu pernah mengurus Asisten Oh padahal tanpa hubungan darah . Asisten Oh mengaku bahwa jika bukan karena jasa Ibu Han Kang maka Asisten Oh mungkin tidak bisa bertahan hidup.
***
Jihyun sudah kembali dan arwahnya keluar dari tubuh Yikyung. Jihyun mengucapkan terimakasih pada Yikyung dan berharap Yikyung akan baik-baik saja walaupun tubuhnya akan sakit karena barusan dipakai untuk olahraga malam.
Yikyung  pergi berkerja ke cafe . Pada saat itu Dokter Noh mengunjunginya sambil memesan kopi. Dokter Noh mengaku sambil tersenyum bahwa merasa dirinya seperti penguntit Yikyung kemanapun. Dokter Noh memperlihatkan ekspresi gembira melihat Yikyung telah kembali berkerja.
Yikyung diluar biasanya mengatakan bahwa Dokter Noh ketika itu sudah melakukan yang terbaik . Yikyung berpendapat bahwa Dokter Noh tidak perlu merasa bersalah dan tidak harus menemui Yikyung terus menerus.

Dokter Noh mengiyakan karena sebagai dokter memang akan melakukan hal yang terbaik untuk menyelamatkan pasien. Dokter Noh bercerita kembali pada saat Yikyung dahulu menemuinya , Dokter Noh merupakan pengantin baru yang baru menikah tiga bulan. Pada saat itu Dokter Noh mengemudikan mobil dalam keadaan lelah dan akhirnya mengalami kecelakaan dan melihat sendiri istrinya meregang nyawa didepan matanya sendiri.Dokter Noh selamat ketika itu dan karena itu bisa memahami rasa kehilangan yang dialami Yikyung.
Yikyung tampak tersentuh dengan cerita Dokter Noh sehingga ceroboh menyemprotkan bahan kopi ke tangannya dan menumpahkan sebagian bahan kopi diluar cangkir sehingga meluber ke top-table.
***
32 Hari , 4 Jam , 59 Menit
Yikyung tampak terpengaruh oleh cerita Dokter Noh. Sampai dirumah dia membuka sebuah amplop dan melihat foto kenangan didalamnya. Terlihat sepasang anak kecil lelaki dan perempuan di foto tersebut. Arwah Jihyun pun mengamatinya sambil menduga bahwa anak lelaki dalam foto tersebut adalah saudara lelaki Yikyung.
Tak lama Yikyung tertidur dan arwah Jihyun kembali memasuki tubuhnya. Jihyun merasakan untuk sesaat luka kulit yang melepuh pada saat Yikyung berkerja di cafe pada dini hari. Jihyun bergegas ke apartemen Minho. Jihyun menghadap Minho dan berbicara pahit terlebih dahulu mengenai jam kerja dan upah perjam.
Minho menegaskan bahwa Jihyun harus lembur jika Minho masih memerlukannya. Jihyun menolak karena ada kegiatan lain disore hari. Tampaknya dua musuh ini sedang tawar menawar mengenai pekerjaan. Minho pun meminta kartu identitas dan Jihyun segera menyodorkannya. Minho memperhatikan tangan Jihyun yang melepuh dan diam-diam merasa khawatir.
***
Injung mengunjungi kamar perawatan Jihyun (yang asli) dirumah sakit. Rupanya Injung datang hanya karena keperluan pekerjaan . Injung harus menyerahkan dokumen perusahaan pada Ayah Injung. Injung tampak tidak kerasan diruang rawat itu (mungkin karena merasa bersalah pada Jihyun).
Ibu Jihyun juga melaporkan bahwa Seowoo datang mendadani Jihyun yang masih tak sadarkan diri. Injung tampak kurang antusias dan hendak bergegas pergi tanpa melihat Jihyun sedikitpun. Ibu Jihyun mengeluhkan sikap Injung yang tidak seperti biasanya .
Selepas dari rumah sakit , Injung hendak menemui Minho. Apa daya Minho sudah keburu pergi dengan mobilnya. Injung berusaha menelepon menanyakan Minho ada dimana. Minho berdusta bahwa dia sedang sibuk urusan rapat perusahaan.
Injung menyusul keperusahaan hanya untuk mendengar dari sekretarisnya Minho bahwa Minho buru-buru pulang karena merasa tidak enak badan. Minho juga ternyata telah membatalkan kegiatan sore hari.
Injung berganti arah menuju Cafe Heaven untuk menemui Han Kang. Giliran Han Kang yang bingung kenapa Injung datang ke cafe. Injung beralasan datang untuk mengingatkan bahwa Han Kang harus meeting dengan team desain keesokan paginya. Han Kang heran karena sudah mengatakan tidak akan terlibat dalam proyeknya Minho.
Mendengar hal itu Injung menasehati Han Kang agar mengatakan sendiri pada Minho dengan tegas tidak akan terlibat dalam rancangan proyek. In Jung juga bercerita bahwa Minho pulang dari kantor lebih awal karena stress. (Injung dengan cerdik rupanya hendak membenturkan Han Kang dengan Minho dengan membuat Han Kang datang mengunjungi tempat Minho.)
Sementara itu Minho memang sudah pulang ke apartemen. Jihyun kaget dengan kepulangan mendadak Minho , karena Jihyun sedang sibuk mencari dokumen penting di tempat Minho.
Minho ternyata buru-buru pulang karena khawatir akan luka kulit di lengan Jihyun yang melepuh . Minho membawakan obat untuk luka Jihyun.


(Wah baik sekali Minho , pasti sudah mulai jatuh cinta pada Jihyun. Padahal Han Kang pun sedang menuju tempat Minho. )
Jihyun merasa sungkan karena merasa lukanya tidak serius. Minho menangkap lengan Jihyun ketika hendak berlalu. Jihyun kembali menegaskan dirinya tidak apa-apa. Minho tetap memaksa karena tidak tahan melihat tangan melepuh memaksakan diri berkerja untuk bersih-bersih. Jihyun akhirnya terpaksa menerima obat pemberian Minho.
Pada saat hendak berlalu tiba-tiba Jihyun mencium bau asap . Ternyata arahnya dari dapur , Minho pun mencium bau yang sama . Akhirnya mereka berdua tergopoh-gopoh menghampiri dapur . Ruangan sudah penuh dengan asap dan Minho membantu Jihyun menjinakkan sumber asap.
Pada saat itu Han Kang mengetuk pintu dan membunyikan bel. Han Kang segera melihat Minho yang membukakan pintu. Minho merasa tidak nyaman dengan kedatangan Han Kang yang mendadak. Benar saja , pada saat itu Han Kang melihat Jihyun yang menampakkan diri. Han Kang kaget melihat Jihyun berada ditempat Minho.

Walaupun gugup dan sulit berkata-kata , Han Kang masuk kedalam langsung menanyakan dengan sewot kenapa Jihyun bisa berada disitu. Jihyun menerangkan bahwa dirinya memang berkerja di tempat Minho.  Minho pun berusaha menjelaskan bahwa Jihyun dipecat karena Minho karena itu Minho menawarkan pekerjaan pada Jihyun.
Han Kang makin sewot karena teringat Jihyun bercerita mengenai pekerjaan baru pada saat berkunjung terakhir di cafe. Ternyata pekerjaan baru yang dimaksud adalah ditempat Minho. Minho berusaha menenangkan Han Kang tetapi Han Kang bertanya balik apa yang sebenarnya dilakukan Minho ?
Han Kang tidak tahan lagi dan berusaha menarik paksa Jihyun dari tempat itu. Jihyun menepis cengkraman Han Kang dan balik bertanya kenapa Han Kang marah-marah ? Toh Han Kang sendiri yang memecat Jihyun sebelumnya.
Han Kang bertanya apa Jihyun tahu kenapa dipecat ? Itu karena Minho adalah tunangan teman Han Kang (maksudnya Jihyun yang asli yang sedang berada dirumah sakit). Jihyun malah bertanya apa hubungannya dengan dirinya dengan semua itu.
Han Kang hendak membatalkan pemecatannya tetapi sudah terlambat dan memaksa hendak menyeret paksa Jihyun dari tempat itu. Jihyun menolak karena masih ingin berkerja di tempat Minho. Jihyun tentu berat memutuskan itu dan dalam hati merasa bersalah pada Han Kang . tetapi apa boleh buat , Jihyun merasa masih ada yang harus dituntaskan ditempat Minho seperti mencari dokumen penting .
Jihyun diam-diam menangis dalam toilet ketika Han Kang berlalu dari tempat Minho. Han Kang pun tampak kesal dan membanting kertas berisikan alamat Yikyung. Han Kang kembali ke cafe dan melihat dua pegawainya sedang asik bersantai di area outdoor . Han Kang yang sedang gusar hanya memandang tajam sementara Asisten Oh tidak bisa berkata apa-apa.
Setelah Han Kang masuk , Asisten Oh mengomeli dua pegawai itu. Mendadak terdengar suarah barang pecah dari dalam. Rupanya Han Kang melampiaskan kekesalannya dengan membanting benda-benda diruang kantornya.
***
Jihyun kembali meneruskan pekerjaan. Minho belum juga pergi dan sedang mempelajari berkas-berkas sketsa rancangan Han Kang yang terjatuh tadi. (Han Kang memang  datang ke tempat Minho tadi itu untuk menyerahkan berkas-berkas sketsa). Jihyun diam-diam sedang menunggu Minho pergi tetapi Minho tidak kunjung pergi juga.
Diam-diam Minho juga merenungkan dalam hati bahwa dulu Jihyun menyatakan kebencian tetapi kini mendadak ingin tetap berkerja ditempatnya. Minho bingung sambil tersenyum geer.
Jihyun tiba-tiba menghampiri Minho dan meminta uang belanja. Minho malah mengajak Jihyung untuk makan diluar dengan alasan tangan Jihyun masih terluka dan tidak bisa lama bersentuhan dengan air disaat mencuci.
Minho benar-benar membawa Jihyun untuk makan malam bersama di sebuah restorant yang sederhana . Sang pemilik restoran pun mengenali Minho dan menyapanya. Setelah berbasa-basi usai , si pemilik mempersilahkan Minho dan Jihyun untuk duduk.
Jihyun mengaku tidak pernah tahu restorant ini (Dalam wujud aslinya Jihyun sebagai pacar dan tunangannyapun rupanya tidak pernah diajak Minho ketempat ini). Minho menerangkan bahwa restoran ini adalah tempat makan favorit Minho dan ibunya.
Jihyun memancing dengan merasa tidak enak pada tunangan Minho yang tidak pernah diajak kesini. Han Kang malah balas menyindir kenapa tidak kembali berkerja untuk Han Kang dan mengungkit masalah kemiskinan Jihyun.  Minho merasa Jihyun ini tidak mengenal sopan santun. Jihyun berusaha menahan kesabaran karena masih merasa perlu berkerja pada Minho .

Usai acara makan Minho memberikan upah harian dan menawarkan untuk mengantarkan Jihyun pulang tetapi Jihyun menolak. Setelah berpisah , Jihyun mulai curiga kenapa boss seperti Minho bisa mengajak “pembantu” seperti dirinya untuk makan malam bersama dan mengajak makan ditempat spesial di hati Minho. Jihyun mulai curiga Minho jatuh cinta padanya dalam wujud Yikyung .
Jihyun pulang kerumah dan arwahnya keluar dari tubuh Yikyung. Jihyun curhat pada Yikyung yang sejak makan mengenai kemungkinan Minho menyukai Jihyun dalam wujud Yikyung. Tentu saja Yikyung tidak mendengar dan melihat arwah disampingnya dan asik menikmati mie instant.
Arwah Jihyun terus mengikuti Yikyung ke tempat kerjanya . Jihyun juga menghubungi Sang Penjadwal untuk menemuinya ditempat kerja Yikyung. Sementara Yikyung sedang tekun berkerja di cafe , Arwah Jihyun ada didekatnya dan sedang menunggu kedatangan Sang Penjadwal.
Jihyun melihat jam dimana waktu sudah menjelang pukul 2 dinihari dan Sang Penjadwal belum juga datang. Ternyata Sang Penjadwal sudah berada dibelakangnya dan dengan iseng mencolek punggungnya. Jihyun berbalik dan mengeluh Sang Penjadwal datang terlambat. Sang Penjadwal tidak mau kalah menyebut Jihyun terlalu cerewet  . Sang Penjadwal merasa sudah bagus dirinya mau datang menemui Jihyun.
Sang Penjadwal bertanya kenapa Jihyun mengajaknya ketemu di cafe tempat kerja Yikyung. Jihyun beralasan bahwa Sang Penjadwal sendiri yang meminta Jihyun tidak memanggil di rumah Yikyung karena Sang Penjadwal merasa ada yang aneh dengan rumah Yikyung.
Sang Penjadwal merasa sedang sibuk dan meminta Jihyun menyampaikan apa yang hendak dikatakan . Jihyun meminta bantuan Sang Penjadwal untuk mencari orang yang bernama Song Yisoo. Sang Penjadwal makin kesal karena Jihyun terus membebaninya . Sang Penjadwal bukannya tidak sanggup melakukan tetapi tidak mau melakukan hal yang bukan urusannya.
Jihyun berbalik kesal dan memaki Sang Penjadwal sebagai bajingan. Jihyun mengingatkan Sang Penjadwal ketika hidup menjadi manusia pasti pernah jatuh cinta. Sang Penjadwal membantah karena dia mati ketika berusia 23 tahun sehingga tidak banyak kesempatan mengenal kehidupan dan cinta.
Mendengar hal ini Jihyun jadi melunak dan bersimpati pada Sang Penjadwal . Rupanya walaupun Sang Penjadwal kehilangan ingatan tentang kehidupan masa lampau sebagai manusia , perasaannya masih tersisa termasuk perasaan sedih . Untuk alasan itulah dia memilih untuk menjadi Sang Penjadwal secara sukarela.
Sang Penjadwal mengingatkan kalau Jihyun sudah mengerti harap jangan mengganggu waktu berharga milik Sang Penjadwal. Pada saat bergegas pergi , Yikyung yang tidak melihat kedua roh ini tiba-tiba membersihkan pintuk masuk kaca . Sang Penjadwal dan Yikyung berbalik bersamaan  dan dua insan yang tidak bisa saling melihat ini berdiri berhadapan.

Ekspresi muka Sang Penjadwal menjadi lain dari biasanya menyaksikan wajah Yikyung dari dekat. Sang Penjadwal mendadak tertular kesedihan Yikyung . Sedangkan Yikyung pun sedang menatap jauh menembus roh Sang Penjadwal dengan pandangan yang kosong.
***
Injung sebelumnya telah berhasil membuat Han Kang datang ke tempat Minho. Kali ini Injung ingin mengetahui apa yang terjadi diantara Han Kang , Minho dan Jihyun. Injung dengan cerdik mengajak Seowoo untuk membelikan kado ultah untuk Han Kang karena hari ini sedang berulang tahun. Seowoo walaupun menyukai Han Kang merasa tidak enak hati dengan Jihyun (yang asli) yang sedang terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit.
Injung memancing Seowoo dengan berandai-andai kalau Han Kang sudah punya kekasih. Seowoo jadi tergugah rasa penasarannya.
Sementara itu Jihyun sedang mencoba berbagai kombinasi password untuk membuka brankas dalam lemari Minho . Usahanya tidak berhasil karena malah membuat brankas digital menjadi error.
Minho sendiri sedang melakukan meeting. Meetingnya tertunda sesaat karena salah satu orang kepercayaannya menelepon dan memberitahu bahwa Ayah Jihyun akan kembali kekantor.

***
Istri Asisten Oh berencana menyiapkan masakan khusus untuk menyambut ultah Han Kang. Hanya Istri Oh tidak bisa membuat masakan sup rumput laut . Jihyun datang menampakkan diri dan ternyata sudah menyiapkan masakan khusus.
Sementara itu Asisten Oh memandang Han Kang yang sedang mabuk tertidur di kamarnya. Asisten Oh menepuk pantat Han Kang seperti layaknya orang tua sedang memperlakukan anak manja. Asisten Oh berusaha menyeret paksa Han Kang dari kamarnya.
Han Kang sudah duduk di meja . Dia terheran melihat masakan sup rumput laut di atas meja. Han Kang dengan konyol bertanya siapa gerangan yang sedang ulang tahun ? . Asisten Oh mengeluh Han Kang semuda itu sudah pikun pada ultahnya sendiri.
Han Kang makin kaget saat menemukan kerang dalam sup itu. Han Kang menduga bahwa mendiang ibunya memberitahu Asisten Oh mengenai hal ini. Asisten Oh menggelengkan kepala pertanda tidak. Han Kang jadi penasaran . Asisten Oh akhirnya mengaku bahwa Jihyun lah yang memasak untuk menyambut ultah Han Kang.
Keheranan terus berlanjut , bagaimana mungkin Jihyun bisa mengetahui hari ultahnya ? . Asisten Oh mengatakan bahwa Jihyun memasak terlalu banyak hingga membawa sebagian ke cafe .
(Dimasa SMA , Ibu Han Kang mengunjungi anaknya disekolah dengan membawakan sup rumput laut untuk makan siang. Han Kang rupanya sedang bermasalah dengan ibunya dan bersikeras menolak masakan kiriman ibunya. Ibu Han Kang terus memaksa dan Han Kang malah membuang bekal masakan itu ke tanah. Han Kang kemudian menjauh menghindari ibunya.

Sesudahnya diruang kelas , Jihyun (yang asli) sedang memamerkan kemampuan sulap dan meminta rekan-rekan kelasnya untuk menebak dimana tutup botol berada. Jihyun menantang sambil menawarkan bahwa orang yang bisa menebak akan ditraktir masakan khusus .
Seisi kelas mengangkat tangan tanda berminat untuk ikut tantangan Jihyun , terkecuali Han Kang. Han Kang dengan sinis mengatakan tidak ikut karena menganggap hal itu seperti tingkah kanak-kanak. Jihyun jengkel dan menantang Han Kang bahwa yang kalah harus bersedia melakukan apapun yang dikehendaki pemenang.
Han Kang terpaksa menerima tantangan dan kalah. Seisi kelas jadi gaduh melihat sesuatu yang seru . Mereka menyerukan Han Kang sebagai pihak yang kalah agar mengikuti Jihyun. Han Kang terpaksa menyerah. 
Jihyun mengajak Han Kang makan siang bersama. Masakan itu ternyata masakan kiriman ibu Han Kang. Han Kang kaget bahwa Jihyun rupanya melihat peristiwa barusan dengan ibunya. Jihyun mengomeli Han Kang sebagai anak yang tega memperlakukan ibunya sendiri seperti itu. Jihyun mengancam bahwa jika Han Kang tidak menepati imbas dari kekalahan dalam bertaruh dikelas , maka Jihyun akan menyebarkan foto Han Kang sehingga Han Kang tidak akan bisa lagi berjalan sambil mengangkat wajah dimasa depan.

Han Kang merasa diancam , tetapi Jihyun menganggap itu sebagai janji dari pihak yang kalah. Han Kang menyerah tetapi meminta Jihyun membalikkan badan agar Han Kang bisa makan dengan tenang. Walaupun sudah membelakangi , Jihyun terus mengancam agar Han Kang tidak menyisakan makanan . Han Kang yang tadinya memperlambat makan karena masih jengkel pada ibunya , akhirnya mendengus tak tahan dan dengan cepat menghabiskan makanan agar tidak “tersiksa” oleh keadaan. )
Asisten Oh melihat Han Kang termenung jadi bertanya-tanya apa yang dipikirkan Han Kang. Han Kang berusaha mengkonfirmasi lagi apa betul Jihyun (versi Yikyung) yang membawa masakan ini. Asisten Oh jadi bertanya kenapa ?
Han Kang menjelaskan bahwa sup rumput laut ini persis seperti buatan ibunya . Asisten Oh jadi ikut kaget mendengar hal itu. Kali ini Han Kang mengaku bahwa perasaan di hatinya menjadi tidak jelas disebabkan oleh Jihyun (yang asli) atau Jihyun (versi Yikyung).
***
Seowoo dan Injung sedang berjalan menuju cafe Heaven dengan membawa kado ultah untuk Han Kang. Mereka berdua terheran melihat Han Kang sedang masuk mobil dan hendak bergegas pergi.
Rupanya Han Kang sedang melabrak Jihyun (versi Yikyung) di apartemen Minho. Minho menggedor pintu dengan kencang sambil memanggil Jihyun dengan emosi. Jihyun yang sedang mengurus pakaian Minho membukakan pintu.
Han Kang meminta ketegasan Jihyun . Kalau Jihyun memang tertarik pada Minho maka Han Kang tidak akan peduli lagi . Tetapi jika bukan karena hal itu maka Han Kang meminta dengan tegas agar tidak berkerja lagi ditempat Minho.
Tanpa banyak basa-basi , Han Kang langsung menarik tangan Jihyun dan menyeretnya keluar dari apartemen Minho.

0 comments:

Post a Comment