Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 05

Standard


Jihyun sudah tiba didepan rumahnya. Tentu saja dia harus memutar strategi karena rohnya meminjam tubuh Yikyung yang tidak dikenali oleh siapapun dirumah itu.
Jihyun mulai menekan bel rumah dan ibu Jihyun membalas menanyakan siapa via intercom. Jihyun mengaku sebagai Park Jung-eun yang datang kerumah untuk mengambil kembali CD sulap yang pernah dipinjam Jihyun sebelumnya.

Dalam perlombaaan mendapatkan stempel itu Jihyun selangkah didepan Injung yang masih berada dijalan dalam perjalanan menuju rumah Jihyun.
Jihyun menghadap ibunya sendiri yang tentu saja tidak mengenali Jihyun yang meminjam tubuh Yikyung. Jihyun mengaku sebagai teman didunia maya dan mengingatkan ibu Jihyun bahwa dulu Jihyun pernah memamerkan atraksi sulap pada ulang tahun pernikahan orangtuanya.
Ibu Jihyun entah mengapa bersikap ramah kepada orang asing yang baru pertama kali dilihatnya ini. (Mungkin ada ikatan batin antara ibu kandung dengan anaknya walaupun Jihyun meminjam tubuh orang lain.)
Jihyun versi Yikyung akhirnya diijinkan memasuki kamarnya sendiri (terdengar ironis memang). Jihyun akhirnya berhasil mendapatkan stempel miliknya tetapi masih ceroboh karena menjatuhkan sebuah kalung . Jihyun mengatur posisi boneka seperti kebiasaannya . Dia juga mengambil kameranya.

***
Injung bertemu dengan Minho membahas kejadian aneh yang dialaminya tadi dirumah Jihyun. Injung curiga ada teman Jihyun yang datang mengaku sebagai Jung-eun. Sebagai teman dekat Jihyun , Injung tidak pernah mengenal ada teman Jihyun yang bernama Jung-eun.
Minho tidak begitu percaya pada kekalutan Injung. Kalau benar orang itu mengambil stempel dan tahu rencana mereka berdua , tentu saja sudah melaporkan semuanya pada orangtua Jihyun. Minho mengira itu karena Injung kelelahan dan meminta Injung beristirahat saja.
***
Han Kang bercerita pada Asisten Oh bahwa tadi bertemu Jihyun (dalam wujud Yikyung tentunya) di rumah sakit. Han Kang curiga bahwa Jihyun mengalami sakit parah sehingga datang kerumah sakit. Han Kang teringat pula bahwa Jihyun memohon untuk berkerja di café dalam 40an hari ketika itu.
Han Kang mengeluh bahwa hidupnya selalu berjumpa dengan orang-orang seperti itu. Han Kang mengaku bisa saja sejak awal memberikan uang dan menyuruh Jihyun pergi ketika itu , tetapi entah kenapa tidak melakukannya. Asisten Oh mendesak jika Han Kang mengkhawatirkan Jihyun sebaiknya bilang saja secara terbuka. Han Kang tidak merasa begitu.
Asisten Oh menganjurkan agar Han Kang mengikuti kata hatinya saja. Han Kang mengaku frustasi karena merasa begitu banyak kemiripan antara Jihyun (dalam wujud Yikyung) dengan Jihyun yang dikenalnya. Asisten Oh kembali menasehati agar Han Kang melakukan apa yang dia bisa , jangan sampai menyesal.
***
Jihyun sudah tiba di café dan sedang berpikir untuk mencari tempat yang cocok untuk menyembunyikan stempelnya. Pada awalnya Jihyun mencoba menyembunyikan di pot tanaman didepan café. Jihyun merasa kurang aman dan perlu bantuan sekop kecil .
Jihyun kemudian mencari sekop dan berhasil menemukannya. Pada saat itu Asisten Oh sedang mengkalibrasi piano. Jihyun berusaha menghindar dari Asisten Oh tetapi Asisten Oh tanpa sengaja selalu mengikuti arah yang dilalui Jihyun.

Akhirnya Jihyun terpaksa bersembunyi di ruang kantor Han Kang. Jihyun berhasil bersembunyi untuk sesaat. Pada saat itu Asisten Oh dan Jihyun mendengar Han Kang yang sedang bersenandung lagu cinta sambil mandi di bathroom area yang semi transparan dalam posisi membelakangi.
Asisten Oh menghela napas melihat kekonyolan majikannya dan keluar dari ruangan. Jihyun terus mendengar Han Kang bersenandung dan berpikir dalam hati mengira Han Kang sebagai teman tampaknya tidak sedih walaupun tubuh fisik Jihyun sedang tergolek di ranjang pasien. Jihyun salah perkiraan karena dalam hati Han Kang terus memikirkan Jihyun yang sedang dirawat dirumah sakit.

Jihyun versi Yikyung ini akhirnya menyembunyikan stempel di sebuah pot yang terletak di ruang kantor Han Kang dan setelah itu berlalu dari ruangan itu.
Sesudah mandi , Han Kang memeriksa café dan mengawasi pegawai . Han kang heran karena Jihyun berada di café padahal café itu sedang libur. Han Kang mencegah Jihyun berkerja dan meminta Jihyun pulang. Han Kang akhirnya menarik paksa Jihyun. Aksi “macho” Han Kang ini mengundang pujian dari kekasih atau istri Asisten Oh yang menganggap Han Kang bersikap keren. Asisten Oh menghela nafas menganggap drama dimasa sekarang begitu meracuni pikiran wanita. Walau berpikir demikian Asisten Oh ikut-ikutan menarik tangan istrinya seperti cara Han Kang menarik tangan Jihyun.
Diruangan terbuka luar café , Han Kang menekankan bahwa Jihyun tidak perlu berkerja disaat café libur. Jihyun mengaku memang sungguh-sungguh ingin membantu beres-beres dan bersedia tidak dibayarpun. Han Kang khawatir mengira kesehatan Jihyun memburuk setelah melihatnya masuk rumah sakit , padahal tidak demikian yang terjadi.
Jihyun memohon agar Han Kang membiarkannya berada bersama di café karena tinggal sedikit waktu yang tersisa. Han Kang semakin cemas mendengar waktu tersisa tinggal 42 hari lagi. Jihyun mengaku penyakit yang dideritanya adalah penyakit langka dan berjanji bahwa setelah 42 hari berlalu , Han Kang tidak akan pernah melihat wajah Jihyun lagi untuk selamanya.
Han Kang malah menghela nafas dengan jengkelnya. Han Kang meradang bahwa terserah jika Jihyun mau bantu beres-beres atau pergi . Tidak masalah. Jihyun pun cemberut karena Han Kang terlihat perhatian pada dirinya , Jihyun dalam wujud Yikyung daripada Jihyun yang sedang tergolek dirumah sakit
Jihyun benar-benar membantu beres-beres café. Kebetulan Han Kang selalu berada ditempat Jihyun sedang beres-beres. Demikian pula saat Jihyun memindahkan pot tanaman yang cukup berat. . Han Kang sedang duduk di area outdoor dan ingin membantu tetapi tiba-tiba mengurungkan niatnya. Han Kang hanya memperhatikan sambil pura-pura membaca majalah.
Jihyun akhirnya terluka kecil sesudah memindahkan pot . Han Kang tak sabar dan segera beranjak dari mejanya untuk menghampiri Jihyun. Akhirnya malah Han Kang yang berkerja memindahkan pot. Demikian pula saat Jihyun membersihkan dinding kaca yang besar. Jihyun kerepotan karena hanya berpijak pada kursi dan hampir saja terjatuh .  Han Kang akhirnya muncul disaat yang tepat dan membantu membersihkan kaca bersama-sama.

Diam-diam Asisten Oh dan istrinya memperhatikan mereka berdua dengan tersenyum. Jihyun pun senang melihat sikap Han Kang. Tiba-tiba Asisten Oh menawakan untuk mengkalibrasi piano didalam café. Han Kang mengabulkan permintaan Asisten Oh.
***
Minho sedang bermain squash dengan rekannya. Setelah usai berolahraga , Minho naik keatas gedung dan memandang kota yang terhampar gemerlap di tengah gelapnya malam. Minho merenungkan nasib Jihyun yang masih berada di ranjang pasien dan oleh dokter telah divonis bahwa otaknya tidak berfungsi.
Minho kemudian mengunjungi rumah sakit. Pada saat itu Minho melihat Ayah Jihyun dan dokter sedang berdebat dilorong rumah sakit. Tak lama Ayah Jihyun pun seperti mengalami kesakitan di kepalanya.
Minho kemudian mengajak calon ayah mertuanya makan bersama. Minho membahas masalah kontrak yang belum bisa ditandatangani karena Jihyun belum memberikan stempel sebelum terjadi kecelakaan. Ayah Jihyun kaget karena Minho sebelumnya mengaku sudah membereskan kasus ini.
Minho yang lihai berpura-pura beralasan bahwa dia khawatir kondisi fisik dan mental Ayah Jihyun sehingga tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
Minho mengajukan usul bahwa stempel tidak begitu diperlukan jika status Jihyun dinyatakan dalam kondisi tidak mampu sehingga wewenang bisa dialihkan ke wali atau wakil. Minho terus berpura-pura dengan menyatakan tidak sanggup melakukan ide itu dan hanya ingin berada disisi Jihyun seraya mengajukan surat pengunduran diri.
***
Asisten Oh merayakan hari jadi mereka di café secara pribadi. Mereka sudah menyiapkan perjamuan makan malam yang romantis dengan musik yang yang mengalun dari piringan hitam . Han Kang dan Jihyun hanya bisa menyaksikan karena Asisten Oh tidak mau diganggu di momen special ini. Asisten Oh malah seperti boss yang meminta majikannya sendiri untuk membantu mematikan lampu.
Jihyun dan Han Kang akhirnya makan malam di meja yang terpisah. Jihyun tampak kehilangan selera makan dan hal itu tidak luput dari pengamatan Han Kang. Cara Jihyun (dalam wujud Yikyung) mengingatkan Han Kang akan Jihyun yang asli . Han Kang semakin bingung dengan banyaknya persamaan antara Jihyun versi Yikyung dengan Jihyun yang dikenalnya.

Jihyun memandang kemesraan antara Asisten Oh dengan pasangannya begitu saling mencintai. Han Kang menyahut apakah cinta itu bisa dipalsukan. Jihyun mengaku iri dan ingin seperti mereka. Jihyun lama-lama tersadar bahwa Han Kang sedang memandanginya. Giliran Han Kang yang sibuk untuk bersikap normal seperti biasanya. Han Kang berkelakar bahwa Asisten Oh hanya memanfaatkan istrinya untuk membantunya beres-beres café , dan menambahkan bahwa wanita memang gampang dibohongi. Jihyun jadi berdebat kecil dengan Han Kang. Akhirnya Jihyun beranjak meninggalkan meja dan mengaku akan menanyakan apa betul Asisten Oh sedang memanfaatkan istrinya.
Han Kang menjadi panik melihat tingkah Jihyun. Jihyun jadi tersenyum berhasil mengerjai Han Kang.
Sebelum pulang , Han Kang memberikan amplop berisi gaji dan ongkos taksi untuk Jihyun. Han Kang menambahkan ongkos taksi sebagai penghargaaan atas sikap Jihyun yang mau membantu beres-beres dengan sukarela.
***
Jihyun dalam perjalanan pulang sambil merenungkan nasib bahwa tidak ada satupun yang menangis untuknya. Pada saat itu Jihyun bertemu dengan Sang Penjadwal yang sedang asik bermain ayunan sambil membaca pesan dari ponselnya. Jihyun merasa status ponsel yang sedang dibaca itu menyindir dirinya.
Jihyun jengkel melihat tingkah konyol Sang Penjadwal dan memanggilnya dengan ketus. Sang Penjadwal terlihat kaget dengan kehadiran Jihyun. Jihyun lekas menghampiri dan menegur apakah Sang Penjadwal sedang menyindirnya? Jihyun mengaku merinding karena merasa tingkah Sang Penjadwal itu seperti kanak-kanak. Sang Penjadwal berkilah bahwa dia sedang membaca status twitter dan menanyakan balik kenapa Jihyun berada disitu. Jihyun menjawab bahwa kawasan itu memang bagian dari jalan pulang menuju rumah Yikyung.
Jihyun dengan bangga melaporkan bahwa dia telah mendapatkan stempel itu. Sang Penjadwal memuji bahwa Jihyun pasti mengerahkan akalnya untuk itu.
Jihyun penasaran dan bertanya mengenai dua roh lain yang senasib dengan dirinya. Jihyun bertanya apakah dua roh lain itu berhasil mengumpulkan tiga air mata yang tulus ? Sang Penjadwal bingung untuk apa Jihyun bertanya seperti itu.
Jihyun : “Mereka gagal khan ?”
Sang Penjadwal : “Kapan aku bilang mereka gagal ? “
Jihyun : “Apa mereka menemukan tiga air mata yang tulus ? “
Sang Penjadwal : “Rahasia !!” Memangnya jika aku mengatakan gagal maka kau akan menyerah ? Memangnya jika aku mengatakan berhasil maka kau akan bersemangat ?”
Sang Penjadwal mengingatkan bahwa masih ada waktu 35 menit sebelum jam 12 malam dan meminta Jihyun lekas pulang.
***
Dirumah sakit , Ayah Jihyun jadi sedih memikirkan ide mengenai pernyataan status Jihyun sebagai tidak mampu untuk memuluskan proyek. Sang ayah merasa bahwa tangan Jihyun masih hangat dan masih pula bernafas .
***
Jihyun sudah keluar dari tubuh Yikyung. Seperti biasanya Yikyung menyiapkan sarapan mie instant. Jihyun yang sudah kembali menjadi roh mengulang tingkah konyolnya dengan curhat kepada Yikyung yang jelas-jelas tidak bisa mendengar dan melihatnya. (Kekonyolan Jihyun itu wajar karena sebagai roh dia merasa sendirian dan hanya mengenal Sang Penjadwal. Jihyun sebagai roh sama sekali tidak ada teman untuk berbagi.)

Pada saat itu Sang Penjadwal mengirim pesan dan meminta Jihyun menemuinya diluar. Jihyun harus menunggu Yikyung keluar rumah agar bisa menjumpai Sang Penjadwal. Jihyun mengomel bahwa Sang Penjadwal seharusnya membantunya mengeluarkan Jihyun dari rumah itu hingga tidak perlu menunggu sampai Yikyung keluar rumah. Sang Penjadwal mengaku tidak menyukai suasana ruangan dalam rumah Yikyung.
Sang Penjadwal ternyata mengajak Jihyun ke department store yang besar. Pada mulanya ruangan besar itu gelap karena sudah tidak ada aktivitas disana. Sang Penjadwal segera menjetikkan jarinya dan seluruh lampu ruangan menyala dan terang benderang.  Disana berbagai jenis pakaian keren berlimpah .
Mereka melihat-lihat suasana untuk sesaat. Tiba-tiba Sang Penjadwal memutar tubuh Jihyun dan seketika baju yang dikenakan Jihyun berubah menjadi berpakaian seksi. Jihyun menjadi panik dengan penampilannya. Sang Penjadwal menjelaskan bahwa dia mengajak Jihyun jalan-jalan sebagai hadiah dari hari pernikahannya yang gagal.

Jihyun yang kesal hendak memukul Sang Penjadwal , tetapi seketika pakaiannya berubah lagi menjadi lebih seksi dalam balutan warna pink memamerkan paha dan belahan dada. Sang Penjadwal pun menggoda Jihyun dengan pura-pura kaget dan menutup mata melihat pemandangan yang tabu.
Jihyun semakin risih dan mengambil salah satu pakaian yang dipajang untuk menutupi belahan dadanya. Sang Penjadwal menghibur Jihyun bahwa batal menikah pada hari itu merupakan hari terbaik dalam hidup Jihyun dan ini harus dirayakan. Jihyun akhirnya mengiyakan. Sang Penjadwal mempersilahkan Jihyun untuk memilih baju apa saja untuk dicoba.
Jihyun akhirnya mencoba segala baju seperti layaknya model . Setelah itu Sang Penjadwal memberikan perbandingan before and after antara Jihyun sebelum dan sesudah. Jihyun merasa masih ada dua orang disisinya , yakni Han Kang dan Sang Penjadwal , walaupun Jihyun ragu bahwa Han Kang lebih memperhatikan dirinya dalam wujud Yikyung. Sang Penjadwal tidak merasa special karena dia merasa mengabdi untuk semua orang.
Jinho mengaku merasa aneh bahwa Minho yang semula dianggap orang terbaik didunia ternyata orang yang sangat menakutkan. Sedangkan Han Kang yang semula dianggap dingin dan kejam ternyata punya pribadi yang baik dan hangat.
Sang Penjadwal merasa kenyataan didunia manusia memang seperti itu dan malah merasa aneh Jihyun tidak tahu kenyataan itu. Sang Penjadwal mempertanyakan bahwa Jihyun kemana saja selama ini ? Sang Penjadwal menegaskan bahwa dia bukan teman Jihyun dan hendak ngeloyor pergi.
***
Injung sedang makan bersama Seowoo. Seowoo ikut bersedih karena kalau tidak terjadi kecelakaan , Jihyun tentu sedang berbulan madu dan sudah bercerita mengenai malam pertamanya bersama suaminya. Injung tampak tidak berselera membahas topik yang sebenarnya sensitif baginya. Injung menjadi marah melihat Seowoo terus melanjutkan topik pernikahan Jihyun yang sudah batal.
***

Jihyun mendampingi Yikyung yang sedang berkerja di mini market. Yikyung tampak lemas dan mengantuk sampai ketika seorang pelanggan datang menegur bahwa Yikyung terlihat tidak pernah tidur siang. (Tentu saja karena tubuh fisik Yikyung berkerja hampir 24 jam karena sebagian waktu dipinjam oleh Jihyun). Jihyun menjadi kasihan melihat Yikyung karena kelelahan Yikyung juga disebabkan oleh dirinya.
***
Dalam perjalanan pulang , Yikyung bertemu dengan pria misterius (mulai sekarang saya sebut sebagai Dokter Noh). Dokter Noh mengajak Yikyung untuk makan bersama. Yikyung seperti biasanya bersikap dingin dan ketus terhadap pria ini. Dokter Noh belum menyerah dan memohon agar di traktir oleh Yikyung. Yikyung meladeni dengan memberikan uang pada Dokter Noh. Dokter Noh akhirnya hanya mengikuti Yikyung karena Yikyung seperti memblokade semua usaha Dokter Noh mengakrabkan diri.

Dokter Noh: “Karena kesalahanku yang menyebabkan kematiannya . Aku menutup tempat praktek saya dan bersembunyi di daerah ini. Saya memutuskan semua komunikasi dan lari ketempat yang sunyi dan hidup seperti orang mati selama dua tahun . Setelah dua tahun berlalu akhirnya aku tersadar . Enam bulan lalu ketika aku hendak meninggalkan daerah ini , aku melihat anda di mini market sehingga aku mengurungkan kepergianku. Bagi anda , telah lima tahun berlalu. Anda tidak seharusnya hidup seperti ini.
Yikyung : “Jadi apa rencana anda.”
Dokter Noh : “Apapun yang terjadi , harap anda melepaskan semua itu. Saya akan membantu anda. Sekarang aku dapat mendengarkan anda. ”
Yikyung : “Aku benci kamu  yang ingat peristiwa lampau. Aku tidak membutuhkanmu. ”
Dokter Noh : “Jangan begini. Anda harus membiarkan masalah itu pergi. Biarlah aku menjadi temanmu. ”
Dokter Noh : “Menjadi apa ? Temanmu ? Bahkan jika kamu memiliki teman terbaik didunia ini , masih saja ada masalah yang tidak dapat dipecahkan. Aku tidak membutuhkan apapun , baik psikiater , teman , aku tidak membutuhkan apapun. Oleh karena itu sebaiknya kamu pergi saja. “
 Yikyung akhirnya berlalu meninggalkan Dokter Noh. Roh Jihyun hanya bisa memandang sedih karena ikut merasakan kesedihan Yikyung.
Sesampainya dirumah , Yikyung tidak langsung tidur. Dia merenung sambil bersandar di tembok dekat jendela. Roh Jihyun duduk berseberangan dan bersandar pada meja seberang. Jihyun bergumam bahwa unni Yikyung hidup seperti ini lima tahun lamanya. Jihyun bertanya-tanya tentang siapa orang meninggal yang dimaksud. Apakah seluruh keluarga Yikyung meninggal sekaligus ?
Yikyung akhirnya berbaring dengan posisi hendak tidur.
Jihyun terus bertanya-tanya bagaimana jika kedua orangtua Jihyun pun bernasib sama ? Jihyun cemas kalau kedua orangtuanya kelak akan bersikap seperti Yikyung yang tidak bergairah dan tidak punya semangat hidup. Jihyun jadi meratapi nasibnya . Jihyun mencek waktu tersisa melalui ponselnya dan menyadari waktu tersisa tinggal 41 hari , 3 jam dan 29 menit.
***
Jihyun kembali meminjam tubuh Yikyung. Jihyun naik bis dan asyik memeriksa kamera mininya. Jihyun puas melihat foto keluarga yang masih ada di kamera itu dan bertekad hendak kembali kedunia ini dengan mengumpulkan tiga tetes air mata yang tulus.
Jihyun mulai mendata teman-teman yang mungkin meneteskan air mata untuknya termasuk Han Kang dan Seowoo. Jihyun kemudian sampai ke café. Han kang kebetulan sedang berada didepan café dan merasa heran Jihyun datang lebih awal dan meminjam computer Han Kang untuk suatu keperluan.
Jihyun menggunakan computer Han Kang untuk mencari data-data mengenai teman Jihyun. Setelah mengumpulkan data , Jihyun jadi mengeluh bahwa dia terikat jam kerja sehingga sulit menemui teman-temannya.
***
Minho berada di kantornya. Dia mengetahui bahwa ayah Jihyun baru datang ke kantor. Karena itu Minho pura-pura menghubungi seseorang dan membahas masalah investasi . Minho bersuara keras mengingatkan bahwa Presiden Shin (ayah Jihyun) masih sehat dan untuk apa membawa masalah kecelakaan putrinya (Jihyun). Pada saat Ayah Jihyun memasuki ruangan , Minho pura-pura mengakhiri pembicaraaan diponselnya.


Han Kang jadi kecewa karena merasa Jihyun meminjam komputernya hanya untuk mencari informasi yang digunakan untuk menekan Han Kang. Jihyun akhirnya mengalah dan bersedia diupah 2500 won perjam. Tawar menawar berlangsung alot . Jihyun akhirnya mengucapkan terimakasih dan akan mencari pekerjaan paruh waktu di tempat lain.

Han Kang ternyata hanya bergurau. Han Kang setuju status kerja Jihyun menjadi pekerja paruh waktu. Upah perjam Jihyun akhirnya menjadi lebih tinggi , 4500 won perjam. Pada saat itu Minho masuk ke ruang kantor Han Kang , dari jarak cukup jauh Minho menyaksikan keakraban antara Han Kang dengan Jihyun. Minho hanya menghela nafas merasa bukan waktu yang tepat dan meninggalkan ruang kantor tanpa diketahui oleh Han Kang dan Jihyun.
Minho kembali keruang café dan sedang dilayani oleh salah seorang pelayan pria. Pada saat itu Jihyun keluar dari ruang kantor Han Kang dan melihat Minho . Mereka dua saling berpandangan. Minho pun sebaliknya merasa aneh dengan tatapan Jihyun yang penuh kebencian terhadapnya.
Minho meminta pelayan pria memanggilkan Jihyun menghadap mejanya.
Jihyun datang menghadap dengan ekskpresi muka yang tidak mengenakkan. Minho memanggil Yikyung (Minho melihat wujud Yikyung padahal roh didalamnya adalah Jihyun) dan mulai menceramahi agar bersikap normal jika tidak ingin mendapat salah paham dari orang lain. Jihyun merespond bahwa sekarang dia hanya berdiri disini sebagai pelayan terhadap pelanggan.
Minho tampaknya mencari-cari kesalahan Jihyun. Minho merasa Jihyun berpura-pura tidak melihat ketika seorang pelanggan seperti Minho tersenyum. Demikian pula sikap Jihyun yang pada awalnya terlalu sok dekat pada Minho dan kemudian terlalu sok jauh sesudahnya. Minho merasa bahwa itu bukan sikap yang baik sebagai staff pelayan. Jihyun terpaksa mengaku mengerti dan menunduk seakan hendak lekas berlalu. Minho terus menekan kenapa Jihyun tidak meminta maaf setelah mendapat teguran ?
Jihyun sebenarnya sudah geram sampai keubun-ubun tetapi teringat pesan dari Sang Penjadwal bahwa jika kalung air mata itu sampai panas dan pecah maka waktu 49 hari bagi Jihyun langsung berakhir . Jihyun berhasil menguasai emosinya dan dengan tenang meminta maaf kepada Minho.
Minho terlihat belum puas dan menanyakan Jihyun tahu darimana bahwa Minho sudah bertunangan. Jihyun balik bertanya bahwa urusan pribadi pelannggan sama sekali bukan urusannya.
Han Kang menyaksikan sebagian keributan itu kemudian mengajak Minho untuk masuk ke ruang kantornya saja.
Di ruang kantor , Minho sepertinya masih jengkel pada Jihyun dan meminta Han Kang agar memecatnya. Han Kang membela Jihyun dengan alasan Jihyun masih dalam proses trainee. Minho jengkel melihat Han Kang lebih membela seorang staff pelayan daripada dirinya .
Minho : “Kau benar-benar aneh , apakah gadis itu adalah temanmu ? ataukah kekasihmu ? “
Han Kang : “Dia mungkin hanya seorang pekerja paruh waktu tetapi dia juga memiliki privasi dan harga diri. Hyung , ada apa dengan kamu yang bersikap aneh tidak seperti biasanya. ”
Minho : “………”
Han kang : “Kau biasanya sangat toleran terhadap orang lain , kenapa Jihyun jadi satu-satunya orang yang diperlakukan lain ? “
Minho : “…….” (menghela nafas pertanda jengkel sambil menikmati wine)
Han Kang : “Aku tahu perasaanmu berkaitan dengan kecelakaan Jihyun , akupun ikut bersedih . Tetapi kalau kau bertingkah seperti itu , sepertinya justru kau yang tertarik dengan gadis itu. “
Minho : “Apa ? “
Han kang : “Kau tertarik tetapi tidak bisa berkata menyukainya jadinya kau marah-marah sendiri. Kau tentunya tahu itu ? Pertanda reaksi kekanak-kanakan saat menyukai seseorang.”
Minho tidak tahan lagi untuk marah pada Han Kang dan meninggalkan café.

Begitu keluar dari café , Minho kembali bertemu dengan Jihyun tanpa sengaja. Minho jadi merenungkan perkataan Han Kang bahwa apa benar dirinya tertarik dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung). Minho kembali bersitegang dan mempermasalahkan tatapan Jihyun yang penuh kebencian. Kali ini keribuan mereka disaksikan oleh Injung yang baru saja datang ke café.

0 comments:

Post a Comment