Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 04

Standard


Minho membuka pintu kamar Jihyun . Ternyata sudah tidak ada orang dikamar tersebut. Minho mulai mencari stempel seperti tujuan utama dia datang kerumah keluarga Jihyun.

Jihyun tampaknya sedang bergelantungan dibawah railing pagar diteras kamarnya. Jihyun walaupun mencoba bertahan bagaimanapun dia hanyalah seorang wanita dengan keterbatasan tenaga . Akhirnya dia terjatuh dan kakinya agak terkilir.
Sambil berharap-harap cemas Jihyun yang gagal menemukan stempelnya , berharap agar Minho juga senasib dengannya.
Usaha Minho terganggu oleh kehadiran ibu Jihyun. Minho mengambil boneka Kangguru agar tidak kentara . Sementara ibu Jihyun menyuruh calon menantunya untuk membawa bunga kesukaan Jihyun.
***
Injung entah dengan tujuan apa mengunjungi sebuah rumah sakit yang tampaknya adalah rumah sakit jiwa. Injung membesuk seorang wanita tua dengan membawa oleh-oleh. Wanita tua itu tidak mengenal Injung dan bersikap ketus pada Injung. Wanita tua ini ternyata ibu kandung Minho. (Biasanya memang mempunya latar belakang keluarga yang buruk seperti Minho akan punya ambisi yang tidak normal).
***
Jihyun terus menunggu Minho diluar dan mengamati dari kejauhan. Melihat ekspresi muka Minho yang keluar dari rumah , Jihyun yakin bahwa Minho pun gagal menemukan stempel. Dalam hati Jihyun merasa lega. Jihyun mulai berpikir keras mengingat dimana dia menyimpan stempelnya itu sampai tanpa sadar dia memukuli kepalanya sendiri (kepala milik Yikyung tentunya). Tingkah Jihyun itu ternyata melanggar aturan dari Sang Penjadwal .
Benar saja Sang Penjadwal memberikan teguran melalui suara gaib. Ternyata Sang Penjadwal sedang bersantai menikmati suasana café disekitar tempat itu. Jihyun senang melihat “teman” satu-satunya didunia roh dan bergegas menemuinya.
Sang Penjadwal kemudian mengomeli Jihyun karena tidak berhak menganiaya tubuh yang dipinjamnya walaupun tidak sengaja. Sang Penjadwal semakin mengomel setelah tahu Jihyun membuat kaki Yikyung terkilir.

Bukannya cemberut , Jihyun malah bersikap akrab dengan meraih tangan Sang Penjadwal . Sang Penjadwal bergidik karena merasa tidak ada hubungan diantara mereka. Jihyun tidak peduli dan membahas masalah stempel . Sang Penjadwal sekali lagi menegaskan bahwa urusan manusia bukan urusannya.
Jihyun mengungkit bahwa Sang Penjadwal pernah memberinya petunjuk untuk membuka pintu. Sang Penjadwal tidak sadar kapan pernah memberi Jihyun petunjuk. Jihyun berusaha mengingatkan tetapi Sang Penjadwal merasa bahwa dia hanya mencandai Jihyun. Sang Penjadwal jadi maklum kenapa Jihyun ini begitu mudah ditipu selama hidupnya.
***
Minho mengunjungi Jihyun dirumah sakit. Pada saat itu ayah Jihyun sedang berada disana. Sang ayah merasa Minho lebih baik dari dirinya karena masih teringat untuk membawa barang-barang kesukaan Jihyun. Ayah Jihyun bergumam lirih pada Jihyun yang masih tidak sadarkan diri di ranjang pasien : “Minho datang menjengukmu dan membawa barang-barangmu . Ayah akan menunggumu.”
***
Jihyun mengunjungi Seowoo di toko roti tempat dia berkerja. Seowoo tentu saja tidak mengenali Jihyun yang berwujud Yikyung. Seowoo teringat bahwa Jihyun adalah pelayan di café milik Han Kang dan menanyakan untuk apa Jihyun ke toko roti. Jihyun beralasan hendak membeli roti sambil mengajak Seowoo berbincang.
Di café , Han Kang bingung karena Jihyun masih juga kembali kerja setelah minta ijin pergi selama beberapa jam. Walaupun pegawai wanita terlihat sirik pada Jihyun , sang kekasih asisten membela Jihyun saat itu.
Han Kang keluar ruangan untuk melihat situasi. Pada saat itu Han Kang melihat Jihyun baru saja kembali sambil menyantap roti. Jihyun meminta maaf atas keterlambatannya. Han Kang mengeluh bahwa ternyata Jihyun pergi keluar hanya untuk menyantap roti. Han Kang merasa bahwa semakin baik dirinya maka Jihyun semakin tidak tahu diri. Han Kang mulai mengomeli cara kerja Jihyun yang serampangan dan seenaknya sendiri.
Mendadak Jihyun tersedak oleh roti yang ditelannya. Jihyun menjadi sulit bernafas. Giliran Han Kang yang panik . Han Kang memanggil para pegawai untuk datang menolong. Sang kekasih asisten kemudian memberikan teko air untuk diminum oleh Jihyun. Jihyun akhirnya selamat dan bisa merasakan kekhawatiran dan kepedulian orang-orang café terhadapnya. Jihyun diminta agar memuntahkan di toilet.  Kekagetan Han Kang belum cukup , karena dia melihat kaki Jihyun bermasalah . Ada apa lagi ?
Jihyun memuntahkan apa yang dimakannya di toilet. Kemudian Jihyun menangis merenungkan nasibnya didepan cermin toilet.
Saat keluar dari toilet , Han Kang menghadangnya dan mengajaknya ke ruang kantornya. Jihyun merasa panik karena curiga akan dipecat. Tetapi Han Kang dengan baik hati malah membawakan es untuk Jihyun agar bisa mengkompress kakinya yang bengkak dan juga meminta maaf karena telah membuat Jihyun tersedak.
Han Kang juga memberikan tas Jihyun yang tertinggal tempo hari. Han Kang rupanya penasaran kenapa peluit bisa ada di tas Jihyun. Jihyun mengeluarkan peluit itu yang digunakan untuk kondisi darurat dan kemudian meniup peluit itu untuk memberikan contoh. Han Kang jadi teringat akan sesuatu.
(Ketika itu , Han Kang masih SMA dan baru saja diselamatkan oleh Jihyun dengan peluit. LIHAT EPISODE 2. Han Kang bersikap ketus pada Jihyun . Tetapi Jihyun tidak peduli dan meminta tolong Han kang membantu menangangkat sepedanya yang terjatuh ditempat yang curam. Mereka berdua kemudian mendorong sepeda itu kembali ke jalan setapak. Entah karena suatu hal mereka terpeleset dan berjatuhan di bidang curam . Mereka berakhir dengan posisi bertindihan dan posisi Jihyun berada diatas tubuh Han Kang. )

Han Kang melanjutkan pembicaraan. Rupanya Han Kang sudah menyiapkan amplop berisi uang pesangon . Dengan kata lain Han Kang memecat Jihyun. Jihyun jadi emosi karena baru saja Han Kang berlaku baik itu karena hendak menendangnya dari tempat itu. Jihyun menolak amplop itu karena merasa bukan pengemis. Jihyun mencoba memohon kalau Han Kang benar-benar ingin mendepaknya maka hidup Jihyun akan sendirian. Han Kang tetap bersikukuh seraya membujuk Jihyun menerima amplop itu. Jihyun tetap menolak amplop itu dan berterimakasih atas kebaikan Han Kang selama ini.
Han Kang jadi penasaran dan tidak tega karena Jihyun menolak amplop pesangonnya . Han Kang menjadi histeris menanyakan apa sebenarnya yang Jihyun inginkan. Jihyun mengutarakan keinginannya hanyalah berkerja di café itu. Han Kang semakin tidak tega setelah mendengar perut Jihyun berbunyi pertanda sedang kelaparan.
Han Kang akhirnya meminta Jihyun ke atas untuk makan. Han Kang akhirnya menegaskan akan menghitung dengan ketat gaji Jihyun sesuai jam kerja. Han Kang tidak mau perlakuan yang berbeda itu akan menimbulkan pergunjingan diantara karyawan. Jihyun merasa lega dan terharu melihat kebaikan Han Kang dan menangis sejadinya. Han Kang jadi bingung karena setelah tidak jadi memecat , Jihyun masih menangis. Jihyun mengaku menangis karena perasaan penuh terimakasih pada Han Kang.
***
Sementara itu Injung mengunjungi butik tempat Jihyun memesan baju pendamping wanita untuk Seowoo dan Injung. Injung menanyakan kepihak butik mengenai kemungkinan stempel itu tertinggal ditempat itu. Pegawai butik berjanji akan melaporkan pada Injung jika menemukan benda itu. Si pegawai juga menyebutkan bahwa Jihyun sangat perhatian pada Injung karena berusaha memilih gaun terbaik untuk dikenakan Injung sebagai pendamping mempelai wanita. Injung mendengar hal itu jadi semakin merasa bersalah telah menghianati Jihyun.
Minho ditempat lain sedang melobby seseorang berkaitan dengan pengurusan tanah yang berkaitan dengan stempel milik Jihyun. Minho memohon kesabaran dari pria itu.
***
Malam hari , Minho mengunjungi Café Heaven milik Han Kang. Jihyun enggan melayani Minho dan meminta tolong pelayan wanita lain , tetapi pelayan wanita itu menolak. Mau tak mau Jihyun harus datang ke meja Minho untuk melayani. Minho dengan ekspresi angkuh memberi tahu bahwa Jihyun harus memberikan menu terlebih dahulu baru tamu bisa memesan dari menu tersebut. Jihyun dengan cemberut mengambil menu dan kembali lagi ke meja Minho.
Minho kegeeran merasa Jihyun suka padanya dan mengingatkan agar Jihyun jangan mencoba mendekatinya . Minho pun meminta Jihyun memanggilkan Han Kang untuk menemani dia minum. Tetapi Jihyun mengatakan bahwa Han Kang sedang tidak ada di tempat. Pada saat itu Minho mendapat telepon dari Injung. Jihyun berusaha menguping pembicaraan Minho di ponselnya.
Jihyun mendengar sekilas mengenai dua tahun usaha keras Injung dan Minho. Jihyun mulai meraba berapa lama Minho dan Injung diam-diam pacaran.

Minho menyadari kehadiran Jihyun dibelakang punggungnya dan mulai merasa terganggu karena merasa diawasi terus menerus oleh Jihyun. Jihyun berusaha berlalu tetapi dihadang oleh Minho. Minho dengan geer mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan Jihyun dan berharap agar Jihyun berhenti menyukainya karena dia tidak tertarik tipe wanita seperti Jihyun. Minho juga berpendapat bahwa Jihyun memperlihatkan sikap tertarik kemudian mendadak dingin seperti mempelajari dari serial drama saja.

(Ketika kejadian di gunung seperti yang ditampilkan di episode 1 , Injung pergi bersama Jihyun dan semua itu sudah direncanakan. Injung diam-diam memberikan isyarat pada Minho untuk menjalankan rencana. Cuaca kemudian memburuk dan Injung diam-diam mengambil ponsel milik Jihyun agar tidak bisa menghubungi siapapun , kemudian menghilangkan diri dari Jihyun sehingga Jihyun makin tersesat dan sendirian. Pada saat itulah Minho tampil untuk menjadi pahlawan yang menyelamatkan Jihyun. Itulah pijakan awal Minho memasuki kehidupan keluarga Jihyun hingga ke tahap hampir menikah sebelum dikacaukan oleh kecelakaan.)

Ternyata Jihyun dalam bentuk roh juga berada didekat mereka dan mendengarkan semua pembicaraan mereka.
(Sesudah kejadian gunung , Minho dan Injung kembali merancang rencana untuk menjebak Jihyun. Injung saat itu mengabari Jihyun yang sedang menunggu bahwa Injung membatalkan acara berdua karena sedang ada kencan. Pada saat itu Minho menampakkan diri dan menarik perhatian Jihyun yang berhutang budi pada pria yang menyelamatkannya.)
Demikianlah Minho mengingatkan Injung bagaimana mereka berdua sampai ke tahap ini. Jihyun mendengarkan mereka dan makin memahami konspirasi busuk diantara Minho dan Injung. Injung pun tak tahan dan meminta Minho menghentikan topic yang tidak menyenangkan untuk dibahas.

Roh Jihyun terus membuntuti Injung. Saat itu Injung sedang menunggu tubuh fisik Jihyun yang tergolek tak sadarkan diri di ranjang pasien. Jihyun yang marah karena merasa dihianati habis-habisan hanya bisa mengomeli Injung . Tetapi percuma saja karena Injung tidak bisa melihat dan mendengar Jihyun dalam bentuk roh. Jihyun tiba-tiba melihat boneka kangguru yang dibawa dari kamar dirumahnya ke rumah sakit oleh Minho. Jihyun teringat bahwa stempel itu ternyata ada di kantung boneka kangguru.
Menyadari tidak bisa melakukan apa-apa dalam wujud roh , Jihyun kembali ke rumah Yikyung dan memasuki tubuhnya . Waktu tersisa bagi Jihyun tinggal 42 hari lagi.
***
Sang Penjadwal sedang menikmati aktivitasnya dalam berenang . Setelah mencoba satu lap , Sang Penjadwal keluar dari kolam renang dan hendak memulai kembali melompat kedalam kolam. Pada saat itu Jihyun menekan tombol darurat sehingga Sang Penjadwal merasa kesetrum dan terganggu. Jihyun terus berusaha menghubungi tetapi hanya mendapat notifikasi dalam bentuk lagu rap bahwa untuk seterusnya Sang Penjadwal bukanlah utusan tetapi hanya Penjadwal belaka.
Sang Penjadwal melanjutkan aktivitasnya dengan tenang sambil tebar pesona terhadap seorang gadis didekatnya. Jihyun kembali berusaha menghubungi dan akhirnya Sang Penjadwal mengangkatnya. Dari situ Jihyun tahu bahwa Sang Penjadwal sedang berada dikolam renang. Jihyun menyusul ke kolam renang.

Jihyun kaget melihat Sang Penjadwal sedang asik bercengkrama dengan seorang gadis cantik di kolam renang. Sang Penjadwal menyapa Jihyun dan keluar dari kolam renang. Jihyun mengungkapkan rencananya untuk merebut stempel dan mengadukan masalah Minho dan Injung kepada ayahnya.
Sang Penjadwal memperingatkan bahwa rencana itu hanya akan membuat Jihyun langsung akan didatangi lift akhirat dan Jihyun tidak ada lagi didunia ini.
Pada saat itu ponsel Sang Penjadwal berbunyi menandakan misi sedang berlangsung dan akan ada kematian disekitar itu. Sang Penjadwal tiba-tiba sudah menggunakan setelan jas dan terus berjalan. Pada saat itu ada sepasang kekasih baru meninggalkan kolam renang. Entah mengapa si wanita itu terpeleset dan kepalanya membentur lantai samping kolam. Wanita itu ternyata langsung meninggal dunia dan rohnya meninggalkan tubuhnya.
Sang wanita itu sadar bahwa dia sudah mati , dan di konfirmasi oleh Sang Penjadwal. Roh wanita itu sakit hati melihat kekasihnya mengaku pada orang yang sedang berkerumun bahwa dia tidak mengenal wanita yang meninggal itu. Roh wanita itu menjadi gusar karena pria itu menggombalinya. Sang Penjadwal mempertanyakan roh wanita itu kenapa mau pacaran dengan seorang pria yang tidak setia ?
Sang Penjadwal kemudian membuka lift dan menyuruh roh wanita itu masuk kedalam. Roh wanita itu tidak menerima kematiannya dan berusaha lari . Tetapi tiba-tiba roh lain dengan tampilan menyeramkan dan berbusana kerudung serba hitam menyeret wanita itu ke arah lift akhirat.

Jihyun melihat hal itupun ikut ketakutan nasibnya nanti akan seperti roh wanita itu. Jihyun penasaran dan bertanya kepada Sang Penjadwal kenapa roh wanita itu dibawa paksa seperti itu. Sang Penjadwal menjelaskan bahwa wanita itu mendapatkan perlakuan yang pantas sesuai kelakuannya didunia semasa hidup. Jihyun jadi semakin takut karena dia sendiri berstatus roh.

Jihyun teringat sesuatu dan mendadak ngeloyor pergi . Sang Penjadwal bingung melihat kelakuan Jihyun.
***
Rupanya hari ini semestinya adalah hari pernikahan Jihyun dengan Minho. Minho pun mengunjungi rumah keluarga Jihyun untuk memberi hormat dan mereka bersama pergi menuju rumah sakit.
Saat tidak ada siapapun majikan dirumah itu , Injung mengambil kesempatan dengan memeriksa kamar Jihyun dengan seksama.
Jihyun yang akan kembali berkerja melihat café Heaven libur . Rupanya Han Kang memandang penting hari pernikahan Jihyun yang batal ini sehingga meliburkan café dan pergi menyusul ke rumah sakit.
Di ruang tempat tubuh fisik Jihyun dirawat semua sudah berkumpul dari orangtua Jihyun , Minho , Han Kang , dan Seowoo  , minus Injung yang sedang sibuk kasak kusuk di rumah Jihyun. Suasana demikian muram dan Han Kang akhirnya pergi meninggalkan ruang rawat itu.
Han Kang turun ke bawah dan menunggu didepan gedung rumah sakit . Saat itu Jihyun dalam wujud Yikyung pun sudah tiba dengan menumpang taksi. Jihyun marah karena Han Kang tidak menginformasikan bahwa café diliburkan. Jihyun merasa waktunya yang berharga menjadi sia-sia . Han Kang pun bingung karena Jihyun bisa muncul di rumah sakit ini entah dengan tujuan apa.
Selesai mengomel , Jihyun masuk ke gedung rumah sakit.  Dia langsung menuju tempat tubuh fisiknya sedang di rawat. Jihyun mengintip ke ruangan , ternyata boneka kangguru itu kembali dibawa pulang.
Minho pun ternyata sudah menunggu diluar gedung. Minho mendengar kabar dari Injung bahwa misi menemukan stempel telah gagal. Minho menjadi kesal dan uring-uringan mendengar kabar buruk itu. Sementara Han Kang diam-diam mengamati dan bingung dengan sikap Minho yang tidak seperti biasanya.

Injung dalam perjalanan ke rumah sakit tiba-tiba teringat boneka kangguru. Injung sampai ke ruang rawat Jihyun dan mendengar informasi dari perawat bahwa boneka kangguru itu sudah dibawa pulang kembali kerumah.
Kali ini Injung dan Jihyun dalam posisi yan

0 comments:

Post a Comment