Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 03

Standard


Jihyun (dalam tubuh Yikyung) membuntuti Injung dan menyadari bahwa teman dekatnya itu bertemu dengan tunangannya , Minho , secara sembunyi. Pikiran Jihyun mulai terguncang menyadari benang merah antar peristiwa sampai tibalah dia mengalami kecelakaan fatal dan harus meminjam tubuh Yikyung selama 49 hari.

Seorang petugas hotel memergoki Jihyun sedang menunggu dilorong tanpa ada tujuan jelas sehingga mulai mencurigainya. Jihyun panik dan buru-buru meninggalkan lorong itu untuk kembali ke café milik Han Kang.
Minho yang mendengar kegaduhan kecil , pergi keluar dan menanyakan petugas hotel tentang apa yang terjadi. Petugas hotel menyebutkan seorang wanita aneh duduk di luar kamar yang disewa oleh Minho.  Jihyun melangkah tergesa-gesa dan berharap cemas menunggu lift untuk menghindari ketahuan oleh Minho. Di saat yang tepat Jihyun berhasil masuk lift tepat sebelum Minho memergokinya. Minho hanya bisa melihat sekilas wajah wanita itu karena terhalang pintu lift yang sedang menutup. Minho memberikan tip pada petugas hotel dan tanpa sengaja Minho menemukan barang bukti dari bola hias (dari sepatu yang dikenakan Jihyun) sebagai petunjuk awal.

Setelah itu Minho kembali berbincang dengan Injung mengenai rencana menemukan segel milik Jihyun yang penting untuk transaksi bisnis besar. Dia menjelaskan bahwa ayah Jihyun belum berpikir untuk menangani masalah tanah atas nama Jihyun, sebelum ayah Jihyun menyadari apa yang terjadi.
Injung merasa keberatan. Dia merasa hatinya seperti tercabik-cabik dan mulai menangis karena merasa kecelakaan Jihyun salah satu penyebabnya adalah mereka .  Minho bersikeras bahwa kecelakaan yang Jihyun alami bukan karena mereka. Injung menangis, “Bisa jadi karena kita! ”
( Sebuah kilas balik sebelum terjadi  kecelakaan, ketika itu Injung telah bertemu Min-ho di mobilnya . Injung meminta agar Minho berhenti dengan rencananya dan mengajak lari saja . Minho enggan dan merasa tidak ada yang harus disesali. Ketika itu Injung menerima telepon dari Jihyun dan secara kebetulan mobil Minho dan Injung saling berseberangan pada saat lampu merah. Minho dan Injung tidak menyadari bahwa Jihyun tengah memergoki mereka. Pada saat itulah Minho mencium tangan Injung seraya meminta kekasih gelapnya ini bersabar selama beberapa hari.)

Injung merasa bahwa bisa jadi kecelakaan Jihyun itu karena memergoki mereka . Lagipula lokasi kecelakaan itu dekat dengan lokasi mereka bertemu. Walaupun demikian , Minho tetap kukuh pada pendiriannya dan ingin menjalankan rencananya. Minho menegaskan bahwa dia bukan tipe pria yang mudah menyerah , baik tanpa bantuan atau dengan bantuan Injung , Minho tetap akan menjalankan rencananya. Injung terus menangis karena merasa tidak bisa melakukan hal buruk pada Jihyun tetapi Minho terus membujuknya.
***
Melarikan diri dari hotel, Ji-hyun menekan tombol darurat berkali-kali untuk memanggil Sang Penjadwal . Jihyun marah karena Sang Penjadawal tidak membocorkan mengenai penyebab kecelakaannya , termasuk Minho dan Injung. Sang Penjadwal kerepotan menghadapi Jihyun dan akhirnya beralasan bahwa itu adalah rahasia alam . Jihyun tidak mengerti apa yang dimaksud rahasia alam. Sang Penjadwal kemudian menuliskan huruf hangul di tangannya untuk menunjukkan aksara dari “rahasia alam”.

Jihyun masih marah pada Sang Penjadwal karena tidak memberitahu konspirasi busuk antara Minho dan Injung . Sang Penjadwal malah merasa bingung kenapa wanita suka menangis dan merasa tidak perlu mencampuri urusan manusia seperti yang sudah ditekankan berulang-ulang.
Sang Penjadwal hendak melangkah pergi tetapi Jihyun terus mendesak agar Sang Penjadwal memberitahu kapan Minho dan Injung mulai bertemu dan bagaimana mereka bisa jatuh cinta dan kenapa dia ingin agar Jihyun dan Minho menikah. Sang Penjadwal semakin malas menjawab dan malah berkelakar sinis kenapa Jihyun tidak mengetuk pintu dan menanyakan langsung pada mereka ….hehehe.
Sang Penjadwal benar-benar ngeloyor pergi dan Jihyun makin putus asa karena merasa sendirian menghadapi masalah sedemikian banyak. Tiba-tiba Sang Penjadwal kembali menampakkan diri dan mengingatkan bahwa masalah sesungguhnya bagi Jihyun adalah bagaimana melewati 46 hari yang tersisa dan Sang Penjadwal menghilang kembali.
***
Di café , Han Kang sedang menatap denah proyek yang diberikan Minho pada Han Kang. Para pegawai café pun memperkirakan bahwa Jihyun tidak akan kembali seperti batas waktu satu jam yang telah diberikan. Han Kang mendengar itu malah kesal dan memukul kepala salah satu pegawainya. Asisten Han Kang turut serta dan menyeret dua pegawai itu keluar ruangan.

Tak lama kemudian kekasih sang Asisten datang dan membawakan makanan untuk Asisten. Hubungan cinta antara dua insan yang mulai uzur ini membuat Han Kang dan dua pegawai lainnya menjadi geli. Tiba-tiba wanita itu merasa suasana yang berbeda di café ini dan menduga bahwa itu ada hubungannya dengan wanita yang sedang menunggu diluar. Tentu saja yang dimaksud adalah Jihyun yang sedang menunggu diluar dan malu karena terlambat.
Han Kang menjumpai Jihyun diluar dan diam-diam diintip oleh para pegawai lainnya. Han Kang memerintahkan pegawai untuk mengemasi barang Jihyun (pertanda dipecat). Tetapi Jihyun dengan lunglai berdiri dan menyerahkan surat keterangan pernah berkerja di Hotel Seoul. Han Kang masih marah karena merasa sudah memberikan ongkos taksi tetapi Jihyun masih terlambat dan sudah 2 jam setengah dari waktu yang ditentukan.
Han Kang tetap ingin memecat Jihyun . Jihyun merengek beralasan karena melihat seorang teman di hotel sedang bersama tunangannya di ruang yang sama. Jihyun tampak mengucapkannya dengan kesungguhan karena memang dia tidak berbohong. Han Kang menghela nafas dan akhirnya membatalkan pemecatan Jihyun dan menyuruh Jihyun kembali bekerja besok.  Begitu menyerahkan surat , Jihyun langsung pingsan tak sadarkan diri.

Han Kang dan para pegawai menjadi panik . Sang asisten mencoba membopong tubuh Jihyun tetapi kekasihnya melarangnya (karena cemburu) dan sebagai gantinya sang kekasih asisten menyarankan agar Han Kang yang membawa Jihyun.
Akhirnya Han Kang mengalah membopong ke ruangan pribadi Han Kang yang luas dan kemudian membaringkannya ke sofa. Han Kang sedikit menunduk memperhatikan keadaan Jihyun lebih seksama. Ketika Jihyun menggeliat , Han Kang menjauh karena risih . Han Kang bertanya-tanya apakah betul tunangan Jihyun berselingkuh dengan teman dekatnya.
Tak lama kemudian Han Kang kembali keruang café dan mengambil surat keterangan milik Jihyun yang sedang dipergunjingkan oleh para pegawainya. Han Kang memerintahkan pegawainya kembali bekerja. Han Kang tiba-tiba menanyakan sup kepada sang kekasih asisten. Rupanya sup yang diminta itu untuk Jihyun.
Jihyun terjaga dari pingsannya dan kembali mengingat kejadian pahit dan kembali menangis . Jihyun akhirnya ngeloyor pergi tanpa pamit. Giliran Han Kang yang bingung melihat Jihyun sudah tidak berada diruangan . Pelayan wanita yang tampaknya sirik mengingatkan Han Kang agar berhati-hati karena siapa tahu ada barang yang dicuri oleh Jihyun.
Alih-alih mencuri , tas Jihyun sendiri tertinggal di café. Pelayan wanita menumpahkan isi tas Jihyun. Han Kang berusaha mencegahnya tapi terlambat . Han Kang malah terkejut melihat peluit . Han Kang teringat bahwa Jihyun versi asli (bukan Jihyun versi Yikyung) dulu menolong Han Kang dengan mengusir berandalan dengan peluit.

***
Jihyun ternyata sudah keluar dari tubuh Yikyung. Roh Jihyun gentayangan mengincar Injung. Mata Jihyun menatap Injung dengan penuh kemarahan. Tentu saja Injung tidak menyadarinya karena Jihyun berupa roh yang berbeda dunia. Jihyun dengan konyol menginterogasi Injung di bis yang ditumpanginya . Konyol karena sudah jelas Injung tidak akan bisa menjawab dan melihat roh.

Jihyun terus mengikuti Injung yang ternyata sedang menuju rumah keluarga Injung yang megah dan mewah. Jihyun tidak keburu menyelinap masuk bersama Injung karena pintu sudah keburu tertutup. Lagi-lagi Injung dengan polosnya menekan tombol darurat berkali-kali untuk memanggil Sang Penjadwal.
Sang Penjadwal menampakkan diri diatas atap rumah tak terlihat oleh Jihyun. Terlihat wajah sang Penjadwal jengkel karena terus terganggu dengan roh kekanak-kanakan seperti Jihyun.

( Ketika itu Minho sedang meeting dengan dua orang penting dan memberikan amplop berisi dokumen dan stempel milik Jihyun. Dua orang itu bingung karena stempel yang dimaksud adalah lipstick . Jihyun yang terkenal ceroboh ternyata memasukkan lipstick yang dikiranya sebagai stempel. Minho akhirnya malu dan akan menelepon Jihyun .Dan pada saat itulah Minho menerima kabar kecelakaan fatal yang dialami Jihyun. )
Minho mendesak Injung agar mereka harus menemukan stempel itu secepatnya sebelum ayah Jihyun sadar apa yang terjadi . Minho meminta Injung pulang sebelum kepergok oleh orang lain . Minho berjanji akan memikirkan cara lain mengatasi masalah itu.
Jihyun kini mulai memahami persoalan. Ternyata Minho dan Injung berencana untuk merampas kekayaan keluarga Jihyun dengan cara licik termasuk memanfaatkan Jihyun.
***
Ayah Jihyun sudah kembali kerumah. Dia malah melihat istrinya sedang berkemas untuk menyusul kerumah sakit mendampingi Jihyun yang sedang dirawat. Ayah Jihyun mencegah niat istrinya. Ibu Jihyun menjadi menangis dan putus asa karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk anaknya. Ayah Jihyun pun jadi ikut bersedih melihat muramnya kondisi keluarga mereka.
***
Jihyun menyelinap keluar bersama Injung. Jihyun teringat aturan main yang sudah disampaikan oleh Sang Penjadwal. Tiga tetes air mata yang dipikirnya mudah untuk didapatkan ternyata jauh dari gapaian . Bagaimana mungkin dua orang yang dikira sanggup menangis tulus untuknya ternyata malah menghianati dirinya.
Jihyun kembali ke rumah Yikyung. Jihyun kembali memasuki tubuh Yikyung tetapi dia tidak bergairah . Jihyun hanya menutup pintu dan kembali keluar dari tubuh Yikyung dan hanya menunggu dan merenung nasibnya.
***
Yikyung kembali berkerja di mini market . Pria misterius itu kembali datang seperti biasanya . Kali ini pria tersebut membawakan kuitansi pembayaran rumah sakit. Pria itu kembali bertanya apakah Yikyung tidak mengetahui siapa dia atau tidak ingin tahu tentang siapa dia. Yikyung tidak antusias dan menjawab tidak.
Pria itu mencoba sekali lagi memancing : “Apakah kau tidak ingin tahu kenapa aku bisa berada di lokasi kecelakaan ? Bagaimana kalau kubilang aku tahu mengapa kau pergi kesana ? “  Yikyung tampak tidak peduli dan mengucapkan selamat tinggal. Pria itu seperti biasanya mengatakan akan kembali besok seperti biasanya dan segera berlalu.

Yikyung merasa ada sesuatu yang aneh dengan rambutnya yang tidak seperti biasanya. Setelah jam kerjanya usai , Yikyung kembali kerumah.
***
Jihyun masih menunggu tanpa gairah dan tidak memasuki tubuh Yikyung. Waktu yang tersisa bagi Jihyun adalah 45 hari , 3 jam , 29 menit. Kali ini Jihyun hanya mengamati aktivitas Yikyung sambil bertanya-tanya kenapa cara hidup Yikyung menjadi aneh seperti itu. Sudah dua hari berlalu , waktu yang tersisa tinggal 44 hari , 3 jam dan 29 menit.
Jihyun yang bosan dan lunglai akhirnya membanting ponsel pemberian Sang Penjadwal. Ponsel itu secara gaib kembali mendekati Jihyun , lagi dan lagi , sehingga Jihyun jengkel dan akan melemparnya.  Pada saat itu Sang Penjadwal datang mengambil ponsel itu.
Jihyun merasa terganggu oleh kehadiran Sang Penjadwal dan mencoba mengusirnya. Jihyun yang sedih tidak punya semangat untuk hidup kembali. Sang Penjadwal meladeni kemauan Jihyun dengan menyebut akan mempersiapkan lift akhirat untuk Jihyun. Jihyun kaget dan merasa belum siap. Sang Penjadwal mengingatkan bahwa kalau Jihyun tidak memasuki tubuh Jihyun maka Sang Penjadwal akan mempersiapkan lift akhirat besok  walaupun masih ada waktu 44 hari lagi.
Jihyun akhirnya memasuki tubuh Yikyung dan kembali berkerja di café. Tentu saja Jihyun merasa bersalah karena sudah meninggalkan pekerjaan selama dua hari ditambah lagi sekarang terlambat . Han Kang pun tampak tidak terlalu mempedulikannya dan terus membereskan buku di rak buku. Jihyun terus merajuk manja dengan berbagai alasan aneh.
Walau kelihatan dingin , Han Kang pada dasarnya pria yang baik hati. Han Kang malah menanyakan apa Jihyun sudah makan ? Jihyun mengaku belum makan dalam dua hari. Lucunya pelayan wanita yang sirik menemukan bekas mie instant dalam baju yang dikenakan oleh Jihyun hahahahaha. Han Kang akhirnya menyuruh pegawai lain untuk menyiapkan makanan untuk Jihyun. Jihyun dalam hati merasa sangat berterimakasih atas kebaikan Han Kang.
Jihyun kembali bekerja dan kali ini pekerjaan Jihyun cukup memuaskan . Itu semua tidak luput dari pengamatan Han Kang dan asistennya. Han Kang menjadi bingung melihat performa Jihyun yang tidak stabil , terkadang kacau dan terkadang kelihatan ahli .
Han Kang menjadi penasaran dan suatu ketika pada saat Han Kang mengamati Jihyun secara diam-diam , pada saat itu pula Jihyun diam-diam sedang memperhatikan sepasang kekasih yang menjadi pelanggan di café tersebut. Dalam hati Jihyun merasa bingung harus berbuat apa . Tiba-tiba Jihyun sadar Han Kang sedang mengamatinya . Jihyun dan Han Kang saling memandang sesaat dan keduanya menjadi risih dan saling memalingkan muka.
Tiba-tiba Jihyun melihat Seowoo datang ke café . Jihyun dalam hati merasa gembira melihat Seowoo yang masih bisa dipercaya. Tetapi Jihyun berubah menjadi kesal saat melihat Injung . Jihyun melampiaskan kekesalannya dengan mengambil pekerjaan pegawal lain dalam membuang sampah . Belum cukup , Minho datang menampakkan diri dan mencoba bersikap ramah . Kali ini reaksi Jihyun sudah berbeda dan sorot matanya menampakkan ekspresi kebencian.
Setelah itu , Jihyun diam-diam mendengarkan obrolan diantara Minho , Injung , Seowoo dan Han Kang. Seowoo melaporkan bahwa dia baru dari rumah sakit dan melihat kondisi ayah Jihyun sedang tidak baik. Minho berpendapat bahwa ayah Jihyun seharusnya mengurus perusahaan tetapi malah bersikeras menjaga Jihyun di rumah sakit hingga pekerjaan terlantar. Han Kang sebaliknya lebih mencemaskan ayah Jihyun daripada perusahaan. Seowoo menambahkan bahwa kondisi ibu Jihyun malah lebih parah karena kehilangan nafsu makan dan tidak bisa tidur.

Mendengar perkembangan buruk ini Jihyun kaget dan tanpa sadar menjatuhkan tempat air hingga pecah berantakan. Jihyun hendak memunguti beling kaca itu tetapi Han Kang mencegahnya. Sang asisten kemudian menarik Jihyun berlalu dari ruangan.
Injung penasaran dan bertanya siapa Jihyun (dalam wujud Yikyung) kepada Han Kang karena merasa belum pernah melihatnya. Minho kemudian mengajak Han Kang berbincang lebih pribadi diruang kerja Han Kang dan pamit pada Injung dan Seowoo.
Jihyun menangis terus memikirkan ibunya . Kemudian Jihyun hendak pamit lebih awal . Rekan sesama pegawai wanita menjadi kesal karena menganggap Jihyun berkerja seenaknya . Si pelayan itu meminta Jihyun agar minta ijin dulu pada Han Kang.
Han Kang sedang membahas proyek bersama Minho . Pada saat itu Jihyun datang menyampaikan permintaan agar jam kerjanya dirubah sampai jam 11 malam saja. Han Kang tentu saja keberatan tetapi Jihyun mengungkapkan alasannya bahwa dia harus pulang sebelum jam 12 malam karena ada orang yang sedang menunggunya dan tidak bisa bergerak sampai Jihyun pulang . Han Kang yang sedang membahas urusan bisnis akhirnya menyetujui dan meminta Jihyun lekas pergi dari ruangan itu. Jihyun sempat ragu apakah Han Kang memintanya pergi atau pergi untuk selamanya. Han Kang kembali menegaskan maksudnya jam kerjanya disesuaikan . Jihyun senang dan segera pergi dari ruangan itu.
Minho jadi penasaran bahwa Han Kang yang biasa disiplin kali ini sedemikian longgar dan toleran terhadap Jihyun. Han Kang membantah bahwa itu adalah hak dia sebagai orang yang memberikan pekerjaan dan gaji. Minho bertanya bahwa selama ini Han Kang tidak pernah tertarik dengan wanita : “Apakah gadis itu tipe wanita yang kau sukai ? “

Tiba giliran Han Kang membuat Minho teringat kembali pada Jihyun. Minho mengaku mencoba bertahan seperti yang diinginkan Jihyun. Mereka tidak sadar bahwa Jihyun (dalam wujud Yikyung) belum benar-benar keluar dari ruangan dan sedang mendengarkan percakapan mereka. Jihyun merasa semua ucapan Minho soal Jihyun adalah gombal , karena sudah mengetahui konspirasi antara Injung dengan Minho.
Jihyun sambil hendak pulang mulai memikirkan strategi untuk mencegah Minho mendapatkan apa yang dimaunya , yaitu stempel . Menyadari bisa terlambat , Jihyun lekas pulang kerumah Yikyung.
***
Jihyun sudah keluar dari tubuh Yikyung. Kini Yikyung seperti biasanya sarapan mie instant sebelum berkerja dengan wajah yang muram dan tak bersemangat.

Yikyung tidak menyadari bahwa disampingnya ada Sang Penjadwal dan Jihyun yang sedang berdebat. Jihyun memohon agar Sang Penjadwal memberikan kesempatan pada Jihyun untuk menyentuh benda-benda walaupun untuk beberapa jam saja.
Sang Penjadwal kembali menegaskan bahwa dia tidak berhak ikut campur urusan manusia. Sang Penjadwal juga mengingatkan agar Jihyun tidak memanggilnya bertemu di rumah Yikyung karena merasa aneh dengan situasi rumah Yikyung. Sang Penjadwal hendak pergi , tetapi sebelum itu memberi petunjuk untuk “mengetuk pintu maka pintu akan terbuka .” Belum cukup , Sang Penjadwal juga memberikan petunjuk bahwa dijaman sekarang pintu terbuka setelah memencet semacam password. Kemudian Sang Penjadwal menghilang.
***
Keesokan harinya , Jihyun kembali menghadap Han Kang. Bagaikan dikasih hati minta ampela , Jihyun yang baru kemaren malam meminta kelonggaran jam kerja , kali ini minta kelonggaran untuk memberikan waktu bebas padanya. Jihyun mengingatkan Han Kang agar tidak memecatnya , karena Jihyun akan mati kelaparan tidak punya uang.
Han Kang menjadi kehabisan akal menghadapi pegawai seperti ini. Jihyun memohon agar Han Kang memberinya ijin untuk pergi tiga jam saja dan gajinya siap dipotong untuk itu. Jihyun buru-buru ngeloyor pergi sambil mengucapkan agar Han Kang beruntung.
Jihyun ternyata menuju rumahnya sendiri yang megah seperti istana. Hanya saja dengan wujud Yikyung , dia harus menyelinap masuk seperti maling. Jihyun akhirnya berhasil menyelinap masuk kekamarnya sendiri. Jihyun sempat mencoba menikmati kamarnya yang indah. Pada saat melihat gaun pengantin , Jihyun menjadi kesal dan mencoba membantingnya. Jihyun tapi tersadar bisa ketahuan dan mengembalikannya seperti semula.

Jihyun membuka laci dan menemukan banyak cek bernilai besar. Sayang sekali aturan main menyebutkan bahwa Jihyun harus mencari uang sendiri sehingga mengurungkan niatnya mengambil uangnya sendiri. Jihyun kembali mencari stempel seperti tujuannya semula.
Mendadak Minho datang kerumah dan menghadap ibu Jihyun dan meminta ijin untuk masuk kamar Jihyun untuk mengambil beberapa barang pribadinya dengan alasan akan digunakannya untuk membesuk Jihyun. Jihyun sadar bahwa kondisinya dalam bahaya dan Minho semakin mendekati kamar.

0 comments:

Post a Comment