Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 02

Standard


Jihyun merasakan tubuh barunya ini dalam wujud Yikyung. Jihyun melihat cermin dan menyimak wajah barunya dengan seksama lalu mulai tersenyum menandakan harapan baru yang muncul dihatinya dengan mata berkaca-kaca.

Tak lama Jihyun menyadari bahwa pakaian yang dikenakan sangat lusuh . Belum lagi rambut Yikyung seperti yang terlihat jarang dikeramas. Wajah Yikyung memar-memar karena baru saja menghadapi kasus perampokan ditempat kerjanya (lihat Episode 1).
Jihyun mulai memeriksa sekitar. Di kamar mandi tidak ada sabun , shampoo dan lain sebagainya. Selama ini Yikyung ternyata hanya mencuci muka. Jihyun memeriksa pula wardrobe dan putus asa melihat koleksi baju Yikyung. (Dapat dimaklumi bahwa Jihyun yang merupakan putri tunggal konglomerat akan sulit beradaptasi dengan gaya hidup Yikyung yang asal-asalan dan jorok) .
Akhirnya Jihyun keluar rumah dengan penampilan tubuh Yikyung yang berwajah lusuh namun punya postur badan yang tinggi langsing bagaikan supermodel dengan penampilan gembel.
Tiba-tiba Sang Penjadwal menampakkan diri dengan sepeda motor sportnya. Awalnya Jihyun terkaget tetapi sekaligus senang melihat “teman” satu-satunya didunia roh ini.
Berbeda dengan karakter Yikyung yang lusuh dan tidak bersemangat . Jihyun yang meminjam tubuh Yikyung ini punya karakter yang riang dan ceria. Jihyun dengan riang menyapa Sang Penjadwal dan menyebut bahwa dirinya adalah Jihyun.
Sang Penjadwal terkaget : “Apa katamu?”. Jihyun dengan riang mengiyakan tetapi segera tersadar dan menutup mulutnya sendiri. Sang Penjadwal mendekatkan wajahnya kearah wajah Jihyun seraya mengingatkan bahwa dengan jelas sebelumnya telah memberitahu tiga aturan yang harus diikuti dalam periode 49 hari .

Dimalam sebelumnya , Sang Penjadwal memang mengajukan tiga syarat kepada Jihyun.  Syarat pertama , Jihyun tidak boleh mengatakan pada siapapun bahwa dirinya adalah Jihyun. Jihyun memprotes bagaimana mungkin bisa menemukan airmata tiga orang untuk dirinya jika dia tidak bisa menyebut identitas aslinya ?
***
Sang Penjadwal mengingatkan bahwa memang tidak semudah yang dibayangkan untuk meminjam tubuh orang lain seperti Yikyung. Sang Penjadwal menjelaskan bahwa dengan identitas asli dan muncul didepan orang yang dicintai , tentunya tidak mungkin mereka akan berkata tidak mencintai Jihyun. Sang Penjadwal mengingatkan bahwa jika aturan ini dilanggar maka arwah Jihyun akan segera diantar ke lift akhirat.
Syarat kedua lebih rumit lagi . Jihyun hanya diperbolehkan meminjam tubuh Yikyung saat tertidur. Selama Yikyung tertidur inilah Jihyun memiliki waktu . Sang Penjadwal mengingatkan agar Jihyun kembali kerumah sebelum tengah malam . Keterlambatan setiap menit akan diganjar dengan pemotongan satu hari dari total 49 hari.
Syarat ketiga adalah Jihyun harus mencari uang sendiri untuk kebutuhannya. Selama Jihyun meminjam tubuh Yikyung maka Jihyun tidak boleh bertindak seenaknya yang dinilai akan merugikan pemilik tubuh aslinya.
Jihyun tidak tahan menghadapi kerewelan Sang Penjadwal dan bergegas mengaku sudah mengerti aturan tersebut. Jihyun masih percaya diri bahwa sangat mudah mengumpulkan air mata dari orang yang mencintainya dan menanyakan kemungkinan bonus jika mendapatkan lebih dari tiga airmata untuknya , seperti misalkan memperpanjang sekian tahun hidupnya nanti.
Sang Penjadwal terkejut mendengar persoalan bonus tersebut. Ditambah lagi Jihyun bersikap seperti gadis lugu yang meminta Sang Penjadwal untuk menelepon atasannya jika tidak yakin. Sang Penjadwal tidak tahan lagi dan menghardiknya.

***
Sang penjadwal memberikan sebuah ponsel khusus (ponsel akhirat barangkali hehehe) dengan logo tengkorak di layar ponsel sejenis touchscreen. Ponsel itu ternyata bisa menginformasikan sisa waktu Jihyun yang tinggal 48 hari , 3 jam dan 29 menit lagi. Sang Penjadwal menjelaskan fungsi dari ponsel itu seperti tombol darurat di logo tengkorak yang dapat digunakan untuk menghubungi Sang Penjadwal ketika Jihyun menghadapi kondisi darurat. Sekali lagi Sang Penjadwal menegaskan agar Jihyun menggunakan panggilan darurat dalam situasi yang benar-benar penting. Setelah itu Sang Penjadwal membekali Jihyun dengan uang yang bisa digunakan selama Jihyun belum menemukan pekerjaan. Uang itu sebesar 50 ribu won dan harus dikembalikan.

Setelah itu Sang Penjadwal terlihat hendak meninggalkan tempat itu dengan motor sportnya. Jihyun penasaran kenapa Sang Penjadwal menggunakan sepeda motor seperti manusia biasa. Sang Penjadwal mengaku melakukan itu untuk menambah kebahagiaan sebagai Sang Penjadwal. Sang Penjadwal malah mengingatkan agar Jihyun mengurusi urusannya sendiri.
Jihyun teringat sesuatu dan menanyakn bagaimana dirinya bisa tahu telah mendapatkan tiga tetes air mata yang tulus ? Sang Penjadwal segera menarik kalung yang ada dileher Jihyun yang mata kalungnya berbentuk seperti tetesan air. Sang Penjadwal menghimbau agar Jihyun memasukan air mata yang tulus untuknya.
Dirasa sudah cukup , Sang Penjadwal ini mulai bersiap mengendarai sepeda motornya. Pada saat itu Jihyun hendak “nebeng” ke rumah sakit tempat tubuh fisiknya dirawat tetapi Sang Penjadwal malah tersenyum sinis dan mempercepat motornya sehingga Jihyun terjatuh. Sang Penjadwal beralasan bahwa urusan manusia bukan lagi urusannya. Jihyun hanya bisa memandang dengan sebal.
Jihyun akhirnya menumpang taksi menuju rumah sakit. Di depan pintu ruang 507 , Jihyun mengintip kedalam ruangan dan melihat ayahnya sedang memarahi Minho : “Kau pikir dia sedang bermimpi ? “. Minho menyahut bahwa dia berharap bahwa Jihyun hanya bermimpi dan akan kembali. Dari tempatnya mengintip , Jihyun hanya bisa bersuara lirih menyebut ayah dan oppa Minho.
(Di masa lampau , ketika Jihyun baru saja mengalami insiden di gunung sebelum akhirnya diselamatkan oleh Minho . Ketika itu ibu Jihyun bersyukur kalau Jihyun diselamatkan oleh pria itu  karena tahu bahwa saat itu Jihyun dalam kondisi kritis karena tersesat di gunung. Hanya saja keluarga Jihyun merasa belum sempat berterimakasih dan ayah Jihyun mengeluarkan ide untuk memasang iklan untuk membalas budi baik pria yang menyelamatkan Jihyun. Setelah itu Jihyun mulai pulih dan sedang menunggu Injung di bioskop . Tiba-tiba Injung membatalkan acara nonton . Pada saat itu Jihyun melihat seorang pria dan tak lama tersadar bahwa pria itu yang dulu menyelamatkan dirinya di gunung . Terlihat pula bekas luka yang sama di lengan pria itu yang diingat oleh Jihyun ketika dalam keadaan lemah di gunung. Jihyun akhirnya menyapa pria itu : “Apa kau ingat diriku ? Kau telah menyelamatkanku. Pria itu ternyata bernama Kang Minho . Walaupun awalnya bingung tetapi Minho teringat dan mulai tersenyum. ” )
Jihyun terkenang masa lampau . Kini Jihyun melihat dan menyentuh kalung air mata di lehernya. Ternyata kalung itu masih kosong seperti semula. Jihyun kembali mengintip ruangan sambil bertanya-tanya kenapa Minho belum juga menangis. Tiba-tiba seorang perawat menegur Jinho dan setelah melihat luka memar di wajah Jihyun , Perawat itu menasehati Jihyun agar mengobati lukanya.
Jihyun kemudian ke apotek untuk mengobati lukanya dan juga membeli kosmetik untuk keperluannya. Dengan demikian Jihyun sudah menghabiskan setengah dari uang yang dipinjamkan Sang Penjadwal.
***
Seowoo berusaha menghibur Injung yang terbaring di ranjang dan sedang dirundung duka mendalam akibat kecelakaan parah yang dialami Jihyun.  Seowoo mengingatkan agar Injung tetap berkerja karena ayah Jihyun yang menjadi bossnya sedang sibuk dirumah sakit. Injung yang menangis terpaksa mengiyakan.
Seowoo yang mulai kehabisan kesabaran mulai menghardik : “Apa Jihyun telah mati? “ . Injung mengaku tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Walau demikian Seowoo terus mendesak agar Injung yang berkerja di perusahaan milik keluarga Jihyun terus berkerja agar meringankan pekerjaan ayah Jihyun yang sibuk menunggui Jihyun dirumah sakit.
Pada saat itu , Jihyun pun sedang mencari Seowoo dan Injung . Setelah tidak berhasil menemukan , Jihyun mengira mereka sedang berada ditempat Han Kang.
***
Hankang tampak sedang tertidur di rumahnya. Dalam mimpinya Han Kang mengenang masa lampaunya dengan Jihyun…………
(Ketika itu Han Kang masih SMA dan sedang bermasalah dengan satu kelompok pelajar yang berjumlah lima orang. Han Kang tampak kehilangan kesabaran dan kepalan tangannya terkepal pertanda emosi yang memuncak. Walaupun sendirian Han Kang sama sekali tidak gentar. Salah seorang pelajar menghampiri dan hendak memukul Han Kang. Diluar dugaan Han Kang dengan mudah menjatuhkannya. Para pelajar itu mulai mengepung mengancam Han Kang.  Disaat kritis tersebut seorang siswi pelajar bertubuh mungil sedang meniup peluit sambil mengemudikan sepedanya. Kehadiran Jihyun membuat para pengeroyok Han Kang meninggalkan tempat itu.)

Han Kang kemudian menanyakan identitas nama siswi tersebut. Jihyun malah mengomel karena sudah menasehati para pengeroyok itu sebelumnya agar tidak menindas anak lemah. Han Kang terlihat jengkel dikira anak yang lemah. Jihyun terus menasehati Han Kang agar berhati-hati karena Han Kang yang merupakan siswa pindahan dari Seoul tidak akan mudah menghadapi para pelajar desa yang badung itu. Han Kang tidak merasa ditolong oleh Jihyun dan malah tersinggung meminta Jihyun tidak ikut campur permasalahan Han Kang. Jihyun tidak terpengaruh dengan keketusan Han Kang dan malah meminta bantuan Han Kang untuk mengangkat sepedanya yang terjatuh)
Pada saat adegan itu , Han Kang terjaga dari tidurnya. Han Kang merasa aneh dengan mimpinya dan untuk sesaat mondar-mandir tanpa makna di ruangannya. Tak lama Han Kang membenturkan kepalanya ke meja. Kemudian Han Kang turun kebawah dimana kafe-nya beroperasi sehari-hari. Suasana hati Han Kang tampaknya sedang buruk . Dia langsung memarahi seorang pegawai yang memanggilnya Presiden karena menganggap panggilan itu terlalu berlebihan. Han Kang juga terus mengomeli para pegawainya untuk alasan-alasan lain.
Setelah itu Han Kang tanpa sengaja berpas-pasan dengan Jihyun (dalam wujud Yikyung). Tentu saja Jihyun pura-pura tidak kenal karena sudah aturan main dari Sang Penjadwal. Han kang berlalu dari ruangan sedangkan Jihyun langsung memesan makanan karena lapar.
Walau meminjam tubuh Yikyung , sifat asli Jihyun tidak berubah. Jihyun memang punya nafsu makan yang tinggi (rakus). Jihyun mulai menyantap makanan yang dipesannya dengan bergairah sementara tiga pelayan menatap Jihyun dari jauh dengan pandangan heran. Makanan segera habis tak bersisa. Selesai makan Jihyun menyadari uang pinjaman dari Sang Penjadwal ternyata tinggal 4000 won.
Karena uangnya tidak cukup , pelayan mengomeli dan menyindir Jihyun. Si pelayan wanita malah mengancam akan menghubungi polisi. Jihyun menjadi panik dan memohon tidak. Jihyun menawarkan membayar pesanan makanan dengan berkerja.

Han Kang diam-diam mulai mendengarkan pertengkaran Jihyun dengan pelayan. Han Kang menyuruh Jihyun dibiarkan pergi tanpa harus membayar. Lolos dari malapetaka , Jihyun mulai menyadari kebaikan Han Kang. Saat sudah dijalan , Jihyun baru tersadar tidak punya ongkos pulang. Jihyun pun teringat bahwa Sang Penjadwal telah memperingatkan agar Jihyun mencari uang sendiri selama 49 hari meminjam tubuh Yikyung. Jihyun mulai memikirkan pekerjaan .
Menghadapi jalan buntu , Jihyun kembali ke kafe milik Han Kang. Jihyun mengutarakan niatnya untuk melamar pekerjaan di café tersebut. Walaupun Jihyun menyebut pengalaman Yikyung pernah bekerja di hotel selama dua tahun , Han Kang tampak tidak tertarik dan memang tidak membutuhkan tambahan pelayan di café-nya. Jihyun terus memohon agar dibiarkan bekerja selama 48 hari saja , atau seminggu pun tak mengapa. Tiba-tiba Han Kang menyadari bahwa cara Jihyun (dalam wujud Yikyung) menggerakkan jari sama dengan cara Jihyun yang dikenalnya. Karena merasa iba , Han Kang memberikan 200 ribu won kepada Jihyun.  Jihyun malah tersinggung karena ayahnya pernah mendidik agar tidak menerima uang gratis. Jihyun pun tampak hendak mengurungkan niatnya melamar dan pergi dengan jengkel.
Han Kang menjadi tertegun sendiri merasa baru kali ini menghadapi gadis aneh seperti itu. Seorang pelayan mengejar Jihyun atas permintaan Han Kang.
Jihyun kemudian menghadap kembali Han Kang. Ternyata Han Kang setuju untuk menerima Jihyun berkerja di café . Han Kang menentukan bahwa Jihyun akan berkerja dari jam 11 sampai tengah malam dengan upah 4000 won perjam. Han Kang mengingatkan agar keesokan harinya Jihyun tidak lupa membawa Curriculum Vitae. Bagaikan diberi hati minta ampela , Jihyun yang kegirangan meminta pinjaman 2000 won untuk ongkos pulang. Lagi-lagi Han Kang menjadi bengong .
***
Jihyun dengan kelelahan kembali kerumah Yikyung. Jihyun berusaha menyembunyikan belanjaan kesebuah kotak. Disana dia menemukan berbagai barang bagus milik Yikyung. Setelah itu Jihyun tertidur. Pada saat itu roh Jihyun terlempar dari tubuh Yikyung.
Jihyun bersandar di depan pintu dan baru tersadar bahwa dirinya tidak lelah seperti tadi dalam wujud Yikyung. Jihyun yang bosan kemudian  berusaha membuka pintu tetapi tidak berhasil dalam wujud rohnya.

Pada saat itu Sang Penjadwal sedang menikmati sebuah konser musik . Mendadak tubuhnya memperlihatkan ekspresi sedang kena strum listrik. Ternyata Jihyun sedang menghubunginya lewat tombol darurat. Seketika Sang Penjadwal tiba di kamar Yikyung. Sang Penjadwal menjadi gusar saat Jihyun menekan tombol darurat karena hanya ingin dibukakan pintu. Jihyun dengan wajah polos masih menganggap memang situasi darurat karena perlu membuka pintu agar bisa meninggalkan tempat itu.
Sang Penjadwal menjadi semakin senewen melihat keluguan Jihyun. Sang Penjadwal terus menghardiknya . Jihyun malah penasaran bahwa sebagai roh kenapa dirinya tidak bisa menembus benda-benda seperti pintu dan tembok. Sang Penjadwal masih berusaha sabar dan menjelaskan bahwa Jihyun tidak benar-benar mati dan dengan demikian Jihyun bukan roh yang sempurna. Jihyun masih penasaran kenapa saat dirumah sakit rohnya bisa ditembus oleh Minho. Sang Penjadwal menegaskan tidak akan ikut campur urusan manusia. Setelah itu Sang Penjadwal menghilang.
Jihyun bosan dan kesal karena tidak ada yang bisa dia lakukan selain menunggu. Yikyung terbangun dan mulai mempersiapkan aktivitasnya , menyiapkan sarapan seadanya dengan mie instant dan berganti baju. Jihyun hanya bisa menyaksikan itu semua sambil khawatir Yikyung akan melihatnya , padahal Jihyun sudah menjadi roh. Pada saat Yikyung pergi keluar , Jihyun pun ikut menyelinap keluar. Saat Yikyung naik bis , Jihyun pun mengikutinya naik bis. Tentu saja sebagai roh , Jihyun bisa menumpang bis tanpa bayar.
Jihyun akhirnya menuju rumah sakit tempat tubuh fisiknya dirawat. Disana ada Minho yang sedang menunggu. Jihyun hanya bisa memandang tubuh fisiknya yang terbaring lemah tak sadarkan diri di ranjang pasien , sementara Minho sedang berdiri merenung menghadap jendela ruangan. Minho berbalik dan berjalan mendekati ranjang pasien . Roh Jihyun menghindar untuk sesaat tapi kemudian mengarahkan tangannya untuk menutup mata Minho sambil berkata lirih : “Jangan melihatku “. Minho tiba-tiba bergumam : “Shin Jihyun , apa yang harus kulakukan ? “ . Jihun menyahut agar Minho menangis untuknya dan memberikan setetes air mata yang tulus padanya , dan memberitahu Injung dan Seowoo agar melakukan hal yang sama. Tentu saja komunikasi antara insan dari dunia yang berbeda , antara roh Jihyun dan Minho ini tidak mungkin terjadi.
***
Sementara Yikyung sedang berkerja di mini market. Pria misterius yang menyelamatkan Yikyung dari usaha bunuh diri di jalan raya kembali menampakkan diri untuk membeli rokok seperti biasanya. Pria misterius itu menanyakan kabar apakah Yikyung baik-baik saja. Yikyung teringat bahwa pria itu yang menolongnya.
Yikyung : Siapakah anda  ?
Pria misterius : Anda tidak mengenal saya  ? Saya datang selama enam bulan  di waktu yang sama untuk membeli rokok ini.

Yikyung menyampaikan terimakasih dan mengeluarkan uang untuk mengganti biaya rumah sakit yang telah ditalangi oleh pria itu sebelumnya. Pria itu mengaku membayar taksi juga. Yikyung berkata akan membayar sisanya besok dan mengingatkan pria itu agar jangan ikut campur urusannya. Pria misterius itu berkata akan kembali besok hari dengan kuitansi rumah sakit.
***
Mentari mulai menyapa pagi saat Jihyun duduk berjongkok didepan rumah Yikyung. Saat itu waktu tersisa bagi Jihyun tinggal 47 hari , 3 jam dan 29 menit. Tak lama Yikyung kembali kerumah dengan wajah muram dan lesu seperti biasanya. Jihyun pun kembali meminjam tubuh Yikyung dengan karakter yang riang seperti biasanya. Jihyun kali ini mendandani tubuh Yikyung lebih baik sehingga Jihyun bisa tampil sesuai karakternya.
Para pegawai café termasuk boss Han Kang sedikit terkejut dengan penampilan Jihyun yang berbeda daripada sehari sebelumnya sampai mengira bahwa Jihyun punya saudara kembar. Han Kang menagih Curriculum Vitae yang dia minta kemaren sebagai syarat untuk berkerja di cafenya. Jihyun ternyata sudah mempersiapkannya dan mulailah Jihyun berkerja di café tersebut.
Jihyun (dengan tubuh Yikyung) ternyata tidak berbakat sebagai pelayan. (Jihyun aslinya memang putri tunggal konglomerat yang tidak biasa hidup susah seperti itu). Jihyun melayani pelanggan dengan pisau yang terjatuh dan kemudian dibersihkannya pisau itu hanya dengan menggosok2 ke celana roknya. Begitu juga saat membawakan dua cangkir teh untuk pelanggan , Jihyun melakukannya kurang baik sehingga sedikit air tertumpah dari cangkir. Han Kang dan asistennya hanya bisa terpana memperhatikan cara kerja Jihyun yang buruk.
***
Di rumah sakit , ibu Jihyun uring-uringan meratapi nasib anak gadisnya yang tak berdosa dan harus mengalami kecelakaan fatal seperti itu. Ayah Jihyun pun meminta maaf untuk menenangkan istrinya. Minho hanya bisa mendengar semua itu tanpa daya.
Ibu Jihyun menjadi stress dan bersandar di ranjang kamar rumahnya yang mewah itu. Tampak Seowoo dan Injung sedang mencoba menghibur kesedihan Ibu Jihyun.
Injung pun masuk kamar Jihyun . Perlahan-lahan dia menyusuri ruang kamar yang lapang . Injung memandang satu persatu foto kecil yang tergantung di didinding kamar dan hanya bisa memandang sedih gaun pengantin Jihyun yang sudah dipersiapkan untuk pernikahan.
Di rumah sakit , Ayah Jihyun meminta Minho pergi karena tampak Minho sudah tidak mandi dan ganti baju dalam beberapa hari. Ayah Jihyun terus mendesak Minho pergi karena sang ayah yang akan menjaga Jihyun mulai saat itu.
***

***
Minho sudah kembali ke apartemennya. Sambil menyalakan lampu kecil , Minho mengambil foto kecil Jihyun dan merenung . Foto kecil Jihyun terlepas dari tangannya dan terjatuh ke lantai sehingga kaca penutupnya retak.
Sementara itu Han Kang mengunjungi Jihyun dirumah sakit. Setelah memandang sesaat Jihyun yang tergolek tak sadarkan diri di ranjang pasien , Han Kang berujar sendiri bahwa Jihyun tampak baik-baik saja untuk seseorang yang terlihat ramai disekitar. Han Kang menghela nafas untuk sesaat dan meletakkan bunga untuk Jihyun. Terlihat ayah Jihyun pun sebenarnya ada diruangan itu tetapi sedang tertidur di sofa. Han Kang kemudian meninggalkan ruangan .

Pada saat hampir bersamaan Jihyun (roh) datang dan tidak memperhatikan Han Kang karena terlanjur gembira melihat pintu terbuka dan menyelinap masuk bersama perawat. Jihyun menghampiri ayahnya yang sedang tertidur. Jihyun berusaha merawat ayahnya yang sedang tertidur , apa daya Jihyun hanya berupa roh yang tidak bisa menyentuh. Jihyun akhirnya bergumam sendiri bahwa Minho , Injung dan Seowoo tidak mungkin untuk tidak menangisinya barang sekali saja. Jihyun sempat berpikir bahwa mereka akan menangis sepanjang hari memikirkannya. Jihyun kemudian menyentuh kalung air mata yang masih kosong.
Tak lama ayah Jihyun tersadar dan tergopoh-gopoh mencek kondisi Jihyun di ranjang pasien. Sang ayah lega karena kondisi tubuh Jihyun masih stabil. Roh Jihyun hanya bisa menatap semua itu dengan sedih sambil memperhatikan sekuntum bunga yang baru saja diletakkan oleh Han Kang.

***
Sebuah piringan hitam berputar melantunkan suara . Jihyun (dalam tubuh Yikyung) sudah kembali berkerja . Dia sedang mencoba menuangkan air seperti yang dilakukan dengan fasih oleh pelayan wanita yang lain. Tetapi Jihyun malah menumpahkan air itu kepelanggan .
Han Kang terlihat sudah kehabisan kesabaran dan menghampiri Jihyun dimejanya. Han Kang menepis Jihyun agar menjauh dan Han Kang menunduk dan meminta maaf terhadap pelanggan. Han Kang kemudian menarik paksa Jihyun dari hadapan pelanggan.
Ternyata Han Kang hendak mengajari Jihyun cara menuang air dengan benar sambil menunjukkan cara menata meja dengan benar. Jihyun malah kegirangan dan bertepuk tangan seperti anak kecil. Han Kang menyindir bahwa ketrampilannya itu hanya dari kerja part-time dan bukan dari pendidikan formal di hotel. Jihyun berkilah bahwa dia mengidap amnesia sehingga terlupa ilmu yang dipelajarinya. Han Kang mulai ragu bahwa Jihyun pernah berkerja di hotel. Han Kang kemudian memberi waktu satu jam dan ongkos taksi agar Jihyun meminta surat bukti pernah berkerja di hotel atau mengundurkan diri saja.
Jihyun pergi dengan tergesa-gesa dan akhirnya sampai ke hotel . Segera Jihyun meminta surat keterangan pernah bekerja disana. Salah seorang pegawai administrasi hotel tampak mengenali Jihyun (dalam tubuh Yikyung). Si pegawai ini merasa aneh bahwa “Yikyung” tidak mengenalinya. Tak lama kemudian , Jihyun sudah mendapatkan surat keterangan pernah berkerja di hotel itu dan tergopoh-gopoh turun ke lobby  untuk lekas kembali ke café. Sampai ke lobby hotel , Jihyun memperhatikan sekilas cara kerja pelayan hotel.
Tanpa sengaja , Jihyun melihat Minho yang naik kelift dan terlihat menuju lantai 18 dari indikator lift. Jihyun bingung karena lantai 6-20 adalah Rooms Floor dan berpikir untuk apa Minho kesana ? Tak lama Injung pun datang . Injung tentu saja tidak mengenali Jihyun dalam wujud Yikyung. Jihyun ikut masuk lift bersama Injung dan terperanjat melihat Injung menekan tombol lantai yang sama dengan Minho. Jihyun pura-pura menekan tombol lantai 20 yang lebih tinggi lagi agar bisa membuntuti Injung.
Injung berjalan melintasi lorong hotel dengan sikap hati-hati (takut ketahuan orang). Disana Minho sudah membukakan pintu . Minho celingak celinguk melihat sekitar dengan ekspresi muka takut ketahuan.

Jihyun yang diam-diam membuntuti mulai curiga dengan hubungan antara Injung dengan Minho.

(Jihyun teringat bahwa sebelum dia mengalami kecelakaan , dia sedang mengendarai mobil dan menunggu lampu merah berlalu . Diseberang pandangannya , Jihyun tanpa sengaja melihat Minho sedang bersama Injung . Jihyun tidak percaya atas apa yang dilihatnya dan akhirnya mengemudikan mobilnya dengan melamun dan tidak konsentrasi. Pada saat Jihyun hendak menelepon mereka , ponselnya terjatuh . Jihyun melepas sabuk pengaman untuk mengambil ponselnya . Dan pada saat itulah dia melihat pria terjatuh dari motornya dan Jihyun mengalami kecelakaan bersamaan dengan tabrakan beruntun ( yang disebabkan oleh usaha bunuh diri Yikyung). Demikianlah benang merahnya.)


Jihyun menjadi tersadar dengan benang merah yang menghubungkan peristiwa satu dengan lainnya. Rupanya ada konspirasi antara Injung dan Minho yang hendak memanfaatkan Jihyun . Jihyun sulit menerima kecurigaan yang menyangkut teman baiknya dan tunangannya itu. Akhirnya Jihyun menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan merenung untuk sesaat.

0 comments:

Post a Comment