Tuesday, August 30, 2011

Sinopsis : 49 Days (2011) – Episode 01

Standard


Hutan beton berlomba mencakar langit dan awan-awanpun berduyun-duyun di angkasa seirama  . Kota pun semakin padat dengan kelahiran baru yang melampaui kematian yang datang. Ketika itu seorang pemuda misterius berbusana serba hitam tanpa takut duduk di pinggir ketinggian gedung sambil bermain gitar seakan mengawasi kota dengan santai.

Hari berganti pagi ketika Shin Jihyun tergesa-gesar menuju lokasi pesta pertunangannya. Jihyun ketika itu didampingi oleh dua sahabatnya , Shin Injung dan Park Seowoo , didalam mobil . Apa mau dikata mereka dihadang oleh kemacetan . Jihyun dengan wajah polos kekanak-kanakan mulai dilanda panik. Injung akhirnya berinisiatif untuk mengajak mereka turun dari mobil daripada menunggu pasrah.

Kesialan di hari bahagia Jihyun belum usai. Ketika mereka akhirnya berjalan dengan tergesa , sepatu yang dikenakan Jihyun rusak . Injung kembali berinisiatif meminjamkan sepatunya pada Jihyun sementara Injung sendiri akhirnya telanjang kaki.
Ditempat lain , Han Kang sedang berada di ruang kantornya dan asik merancang suatu karya arsitektur dengan goresan tangan yang terlihat fasih dan professional.

Ternyata Jihyun bisa sampai ke lokasi dan memulai pesta pertunangannya dengan Kang Minho. Jinhung dan Minho berada didepan hadirin dan mulai bertukar cincin. Pada saat Ayah Jihyun memberikan kata sambutan , pada saat itu juga Han Kang memasuki ruangan. Menyadari kehadirannya terlambat dan mengganggu acara , Han Kang membungkuk dan meminta maaf , sementara itu Jihyun pun memainkan kukunya karena gugup menghadapi acara sepenting ini.
Usai acara , Minho datang menegur keterlambatan Han Kang . Dan Han Kang yang baru saja datang malah hendak buru-buru pulang . Ini membuat Minho menjadi jengkel dengan sahabatnya. Tetapi Minho meminta tolong Han Kang untuk memegang Jihyun yang repot oleh gaunnya karena Minho hendak berbicara sejenak dengan ayahnya Jihyun , yakni Presdir Shin. Han Kang dan Jihyun tampak enggan dan risih dan menolak ide Minho.
Minho ternyata sedang merekomendasikan Han Kang kepada Presdir Shin. Minho menyebut Han Kang sebagai arsitek yang genius dan idealis dan ingin memberikan tanggungjawab untuk menangani proyek besar perusahaan mereka. Presdir Shin tampak tidak yakin tetapi Minho terus berusaha meyakinkan dan mempromosikan kemampuan sahabatnya , Han Kang.
Suasana pesta yang bahagia dan megah ini tampak bertolak belakang dengan sebuah rumah kecil kontrakan yang tampak muram dan semerawut interiornya . Seorang gadis bernama Song Yikyung sedang melahap mie instant seadanya. Yikyung saat itu terkesan lusuh dengan muka tidak bergairah dan rambut yang kusut. Padahal postur tubuhnya tinggi dan langsing bagaikan seorang model.
Yikyung kemudian berjalan kaki menuju tempat kerjanya , sebuah minimarket dimana Yikyung menjadi kasir. Seorang pria masuk minimarket tersebut dan hendak membeli rokok. Pria itu tampak berusaha berinteraksi lebih jauh tetapi Yikyung dengan tampang lesu dan tidak bergairah melayani pelanggan itu seadanya. Ada apa gerangan dengan gadis ini ?
Keesokan harinya Presdir Shin memanggil putrinya , Jihyun dan calon menantunya , Minho. Rupanya Presdir hendak mempercepat pernikahan mereka. Pasangan muda ini tampak terperanjat dengan Presdir Shin yang tampak tergesa-gesa dengan rencana pernikahan.
Di malam hari Jihyun mengeluh pada ibunya bahwa ayahnya terlalu tergesa-gesa dalam memutuskan jadwal pernikahannya. Ibu Jihyun berpendapat bahwa pernikahan mereka dipercepat karena ada proyek besar yang harus segera dijalankan dan Minho harus lebih cepat masuk sebagai keluarga Shin.
Jihyun tampak tersinggung mendengar uraian itu. Jihyun menganggap ayahnya menomersatukan perusahaan ketimbang dirinya. Ibunya menenangkan bahwa ayahnya selalu menomersatukan Jihyun , baru istri , kemudian perusahaan. Jihyun tetap masih tidak enak hati karena Minho jadi terkejut mendengar perubahan rencana ini.
Karena perubahan rencana ini , Jihyun mengunjungi sebuah butik untuk melihat gaun pernikahan yang akan dikenakannya kelak. Tiba-tiba Minho datang memberikan sebuah buket mawar pada Jihyun. Minho menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf karena perubahan rencana pernikahan ini , dirinya sebagai pria tidak sempat melamar dan menentukan tanggal pernikahan. Untuk itu Minho berlutut dan mengulurkan bunga pada Jihyun sebagai tanda untuk melamar secara informal.

Setelah itu mereka berdua mengunjungi café Heaven yang ternyata milik Han Kang. Disana sudah berkumpul kawan-kawan dekat mereka seperti Han Kang , Seowoo dan Injung untuk perjamuan malam menyambut rencana pernikahan terbaru ini.
Rupanya Jihyun yang merupakan gadis cantik bertubuh mungil ini sudah kelaparan . Dengan tidak sabar Jihyun mengeluhkan masakan yang lambat untuk disajikan. Setelah masakan tersedia , Jihyun , melahap sajian tanpa sungkan-sungkan. Nafsu makan Jihyun tergolong besar untuk gadis semungil dia.
Seowoo berkelakar dengan bertanya apakah Minho tahu bahwa Jihyun yang diselamatkannya dulu itu akan menikah dengan nafsu makan yang besar. Jihyun menjadi teringat pada masa itu dia hampir terkena serangan jantung karena cuaca yang sangat dingin.

(Ketika itu , Jihyun pergi bersama Injung untuk mendaki gunung. Hari yang cerah ini berubah menjadi angker dan menyeramkan. Hujan mulai turun lebat dan akhirnya mereka berdua terpisah. Jihyun tersesat dan akhirnya ketakutan ditambah lagi kedinginan yang amat sangat. Kebetulan Minho sedang berada disitu dan menyelamatkan Jihyun dengan membopongnya ke pos terdekat. Tak lupa Minho juga memanggilkan ambulans untuk Jihyun. Ketika itu Jihyun dalam kondisi tubuh yang lemah sempat memperhatikan luka di lengan Minho.)
Jihyun mengungkapkan kesan mendalam atas peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya dan merasa berhutang budi pada Minho. Tak lupa Jihyun merangkul Minho dengan manja. Hankang di ujung meja tampak kurang antusias mendengarkan cerita-cerita itu. Ada apa gerangan dengan Han Kang ?

Hari semakin malam ketika Jihyun melanjutkan acara dengan Injung dan Seowoo yang menginap di rumah Jihyun. Tampak Jihyun sedang mencoba gaun pengantin sambil menikmati anggur dan juga menyaksikan televise yang sedang menampilkan gaun pengantin. Jihyun yang ceroboh ini hampir saja menumpahkan anggur di gaunnya.
Pada saat tiga gadis itu sedang asik bercengkrama , Minho mengirim SMS pada Jihyun yang isinya mengingatkan Jihyun agar lekas tidur. Seowoo jadi penasaran bagaimana mungkin Minho tahu bahwa Jihyun belum tidur. Jihyun dengan riang mengatakan bahwa tidak yang tidak diketahui Minho mengenai dirinya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul empat dini hari ketika Yikyung sedang raut wajah yang malas dan tidak bersemangat sedang membersihkan lantai tempat dia berkerja. Malang baginya ketika dua perampok masuk supermarket tempat dia berkerja . Dengan cerdik perampok ini merusak kamera CCTV dan menodong Yikyung agar menyerahkan uang yang ada dikasir. Yikyung menjawab bahwa uang itu sudah tidak berada lagi di mesin kasir. Perampok itu rupanya sudah berpengalaman karena menginginkan tas berisi uang.

Perampok itu terus mengancam dengan pisau. Yikyung tampak tidak takut mati dan malah menantang agar perampok itu menusuknya saja. Keberanian Yikyung ini bukannya tanpa hasil , polisi keburu datang kelokasi dan membekuk dua perampok itu. Giliran polisi yang bingung bagaimana mungkin seorang gadis seperti Yikyung dapat menghadapi dua perampok tanpa takut mati.
***
Di pagi harinya , Minho sarapan bersama Han Kang . Mereka membahas mengenai proyek penting yang perlu ketrampilan Han Kang sebagai arsitek berbakat. Hankang seperti enggan menerima tawaran ini dan malah menganjurkan Minho memberikan proyek ini kepada pihak lain. Minho menjadi heran dengan sikap acuh tak acuh Hankang. Minho mempertanyakan kenapa arsitek berbakat seperti Hankang tidak membuka perusahaan konsultan sendiri ?
Hankang kurang antusias dan malah bertanya apakah dia harus menjadi pendamping pria di pernikahan Minho kelak. Giliran Minho yang bertanya tujuan Hankang kembali ke Korea Selatan bukankah untuk mencari seorang wanita dan Minho menawarkan bantuan untuk mencarinya. Hankang merasa tidak perlu bantuan Minho.
***
Ditempat lain Hankang tanpa sengaja bertemu dengan Jihyun yang sedang bersama teman-temannya. Hankang segera menghindar tetapi Jihyun sempat melihatnya dan mengejarnya. Jihyun merasa bahwa di hari pernikahan kelas sudah layak dan sepantasnya untuk mendapat ucapan selamat dari Hankang yang merupakan teman terdekat Minho yang sudah dianggap adik Minho sendiri. Lagipula Jihyun merasa Hankang adalah temannya (disekolah dulu).
Hankang buru-buru memotong bahwa dia tidak merasa menjadi teman Jihyun. Jihyun jadi heran karena Hankang adalah teman sekelasnya diwaktu sekolah. Hankang menukas bahwa mereka hanya sekelas dalam beberapa bulan saja , dan lebih tepat disebut teman sekelas daripada teman yang sesungguhnya. Hankang juga mengutarakan keengganannya untuk menjadi pendamping pria.
Jihyun menduga bahwa Han Kang masih marah atas kejadian di sekolah dulu dan mengherankan kenapa seorang pria seperti Han Kang masih memendam kekesalan begitu lamanya. Han Kang menghela nafas dan menuduh Jihyun masih tidak sadar seperti dulu. Jihyun masih sabar dan bertanya apakah Han Kang akan marah untuk seumur hidup padanya ?

Han Kang membenarkan bahwa setelah menikah , Jihyun akan menjadi semacam saudara ipar baginya. Jihyun tampak gugup dan memainkan jari tangannya seperti kebiasaannya. Han Kang dengan dingin pergi meninggalkan Jihyun begitu saja.
Jihyun kembali pada Seowoo dan Injung yang sudah menunggunya di toko roti. Rupanya mereka pun sudah menduga sikap Han Kang akan begitu.
Jihyun menemui Minho dan membahas mengenai keengganan Han Kang menjadi pendamping pria. Minho berusaha memaklumi bahwa Han Kang memang pria tertutup yang tidak suka keramaian. Minho bercerita bahwa selama kuliah di Amerika Serikat pun sikap Han Kang memang sudah seperti itu.
Jihyun kemudian ke butik untuk memilih gaun bagi para pendamping wanita. Jihyun menemukan satu yang dirasa cocok untuk dikenakan oleh Injung.
***
Yikyung dengan wajah kusam dan tanpa semangat sedang pulang dari tempat kerjanya . Yikyung menaiki bis dan memegang bunga mawar nan layu dan terkesan serasi dengan penampilannya yang kusut  . Pada saat itu terlihat seorang pria misterius sedang mengikutinya. Yikyung turun dari bis di suatu tempat dipinggir jalan raya. Masih terlihat seorang pria misterius mengikutinya.
Tak lama kemudian seorang pengemudi dengan setelan serba hitam sedang mengemudikan sepeda motornya dengan kencang. Dia turun di sisi jalan raya dan melihat ponselnya seperti sedang menunggu sesuatu.
Yikyung terus berjalan dengan gontai dan kebetulan berhenti tepat diseberang pengendara motor yang tadi. Yikyung bersikap aneh dengan melamun dengan berjongkok di pinggir jalan raya. Ingatannya melayang pada sebuah kecelakaan parah yang menimpa seorang pria yang tersungkur. Yikyung berdiri kembali dan memperhatikan sekitar . Tiba-tiba dia memutuskan untuk berdiri di tengah jalan sambil berharap bahwa sembarang kendaraan akan menabraknya hingga mati.
Sebuah truk tanpa mendekati posisi Yikyung , tanpa diduga pria misterius yang tadi mengikutinya menyelamatkan Yikyung dari sergapan truk . Tetapi dampak yang diakibatkannya menjadi fatal. Terjadi tabrakan beruntun yang panjang.

Kebetulan Jihyun sedang mengemudi mobilnya didekat situ dan konsentrasinya terganggu oleh seorang pengemudi sepeda motor yang juga panik menghindari tabrakan beruntun. Jihyun berhasil menghindari sepeda motor itu tetapi mobilnya menabrak pantat belakang truk yang sedang diam. Jihyun terpental dari kaca depan mobilnya dan tergeletak di jalan raya.

Jihyun kemudian tersadar dan berusaha mengumpulkan tenaga untuk berdiri kembali. Dia melihat deretan mobil yang macet karena tabrakan beruntun. Jihyun tersadar sesuatu dan menghampiri mobilnya. Terlihat orang-orang sibuk berusaha membuka pintu mobilnya. Jihyun terkaget melihat tubuhnya yang lain masih berada di mobil dalam keadaan pingsan. Jihyun bingung melihat hal itu dan menyadari dia tidak bisa menyentuh siapapun. Ternyata Jihyun sudah menjadi arwah yang gentayangan .
Anehnya , pemuda pengendara motor yang dari tadi sudah menunggu sesuatu , terlihat seperti bisa melihat arwah Jihyun. Tetapi pemuda ini sedang sibuk dengan ponselnya dan tidak mengacuhkan panggilan Jihyun.

Jihyun juga terpana ketika orang-orang sibuk memindahkan tubuhnya yang berlumuran darah dari mobil kepada ambulans. Pada saat itu Jihyun menyadari bahwa pemuda pengemudi motor itu tiba-tiba menghilang secara misterius. Jihyun dengan panik ikut masuk dalam ambulans untuk mengikuti tubuh fisiknya yang sedang dilarikan ke rumah sakit.
***
Di rumah sakit , pemuda yang menyelamatkan Yikyung itu turut mendampingi Yikyung yang terbaring lemah di ranjang. Ditempat yang sama arwah Jihyun mengikuti tubuhnya yang sedang dilarikan oleh dokter ke ruang darurat. Jihyun menangisi kenyataan ini.
Yikyung siuman dari sadarnya dan melihat sekitar. Yikyung berusaha mengingat apa yang baru dialaminya. Ternyata dia belum mati.
Ayah Jihyun datang dengan panic mendengar kabar mengenai putrinya. Jihyun berusaha memanggil ayahnya yang sedang bersama Minho , tetapi tentu saja tidak bisa karena dunianya sudah lain.
Jihyun berusaha memanggil ayahnya dan Minho tetapi tidak berhasil. Jihyun merasa frustasi dan ditambah lagi Jihyun melihat kedatangan ibunya kerumah sakit yang hampir pingsan mendengar kabar buruk itu.
Jihyun yang sudah kehabisan akal tanpa sengaja bertemu dengan Yikyung dan juga pemuda pengemudi motor misterius itu. Pemuda itu masuk lift dan Jihyun berusaha mengikutinya. Jihyun merasa pemuda itulah satu-satunya harapan untuk membantunya karena dapat melihat arwah Jihyun.

Pemuda itu menegur Jihyun yang tidak hati-hati dalam mengemudi. Pemuda itu sedang menunggu seorang pasien yang sedang sekarat. Akhirnya pasien itu meninggal dan arwahnya keluar dari tubuhnya . Arwah itu hanya bisa menyaksikan keluarganya menangisinya. Ternyata pemuda pengemudi motor misterius ini punya tugas untuk mengantarkan arwah ke tempat baru. Pemuda itu mempersilahkan arwah itu untuk masuk alat semacam lift ajaib. Dan tugas pemuda itupun berakhir.
Jihyun terus bertanya-tanya pada pemuda itu mengenai apa yang terjadi, Pemuda itu mengajak Jihyun ke atas gedung. Diatas gedung , Jihyun mulai berbicara . Jihyun menduga bahwa pemuda itu malaikat maut. Pemuda itu menampik bahwa tugasnya hanya penjadwal orang yang sudah mati.
Pemuda itu mengatakan bahwa Jihyun belum waktunya mati. Pemuda itu mengeluh bahwa jadwal kematian sering kacau karena gangguan-gangguan seperti bunuh diri misalkan.  Jihyun memang merasa belum mati karena melihat sendiri tubuh fisiknya sedang dibawa ke ruang operasi untuk ditangani dokter.
***
Pada malam itu Han Kang sedang merenung akan sesuatu. Tiba-tiba Seowoo datang ke tempat itu dengan histeris dan memberikan kabar buruk bahwa Jihyun mengalami kecelakaan.
Di rumah sakit , tubuh Jihyun sedang dirawat dan keluarganya menunggu dengan gelisah , terlebih lagi ibunya. Tak lama Injung datang , disusul oleh Seowoo dan Han Kang. Mereka semua tampak terpukul melihat kondisi Jihyun yang kritis.
Jihyun didampingi pemuda pengemudi motor itu mengawasi dari dunia yang berbeda.

Dokter kemudian masuk ruangan dan memberikan penjelasan Jihyun dalam keadaan vegetatif atau mati otak. Seisi ruangan tampak makin terpukul mendengar keterangan dokter. Ibu Jihyun pingsan sehingga arwah Jihyun menjadi cemas , tetapi pemuda disamping arwah Jihyun mencegahnya untuk ikut campur. Jihyun hanya bisa menangisi keadaan.

Si penjadwal menunjuk pria yang menangis yang ternyata adalah suami almarhum. Jihyun dan Si Penjadwal dapat melihat air mata dari sisuami adalah airmata palsu . Pria itu walaupun dirundung kesedihan ditinggal istrinya tetapi kesenangannya jauh lebih besar karena akan mendapat asuransi besar dari kematian istrinya. Walau demikian , Jihyun masih yakin akan mudah mendapatkan tiga airmata yang tulus untuknya karena Jihyun merasa berbeda dengan wanita yang meninggal itu.

Si Penjadwal kemudian mengajak Jihyun kesebuah tempat lain yang ternyata minimarket tempat Yikyung berkerja. Si Penjadwal mulai memeriksa identitas Yikyung dan membacakannya untuk Jihyun. Wanita itu bernama Song Yikyung , usia 28 tahun , lulusan universitas dan berhenti dari pekerjaannya di hotel , sempat menganggur setahun dan sekarang mendapatkan kerja paruh waktu di minimarket ini dari jam 2 dinihari sampai jam sembilan pagi.
Jihyun menjadi sangsi harus meminjam tubuh Yikyung karena Jihyun merasa aneh dengan penampilan Yikyung. Si Penjadwal menjelaskan bahwa ada alasan kenapa harus Yikyung yang ternyata berkaitan dengan kematian Jihyun.
***
Setelah itu arwah Jihyun mengunjungi ruang rawat dimana tubuh fisiknya masih tergolek lemas tanpa sadarkan diri. Disana ada ayahnya dan Minho yang menunggui disamping tubuh Jihyun. Jihyun berharap agar Minho bersabar menunggunya kembali ke dunia.

Jihyun kemudian berada dirumah Yikyung. Saat itu Yikyung baru saja pulang dan Jihyun menunggunya disudut ruangan. Si Penjadwal memberi petunjuk melalui suara tanpa memperlihatkan wujudnya agar Jihyun menunggu Yikyung tertidur. Setelah Yikyung tertidur maka Jihyun mendekati Yikyung dan bersiap memasuki tubuh Yikyung. (Saya akan tetap menyebut Jihyun walaupun dia menggunakan tubuh Yikyung untuk mempermudah penulisan synopsis ini).
Jihyun merasakan tubuh barunya ini dalam wujud Yikyung. Jihyun melihat cermin dan menyimak wajah barunya dengan seksama lalu mulai tersenyum menandakan harapan baru yang muncul dihatinya.

0 comments:

Post a Comment