Monday, August 30, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 20

Standard

PROLOG

Dalam episode sebelumnya Ling sudah memahami pengorbanan ayahnya yang besar dari mulut kepala rumah sakit jiwa langsung. Ling mendapat informasi tentang bagaimana ibunya mati bunuh diri dengan mengenaskan. Qiluo juga sudah mendengar latar belakang orangtua dari Ling dari ayah Ling. Bahkan Ayah Ling menjelaskan juga penyebab kematian ayah kandung Ling.

Dengan demikian hubungan Ling dengan ayahnya kini lebih baik daripada sebelumnya. Hanya saja muncul masalah , bahwa Ling tidak cocok dengan kehidupan bisnis . Impiannya adalah menjadi pembalap.

EPISODE 20

“ Ini bukan munafik , hanya sekarang melihatmu , tiba-tiba aku menyadari banyak hal , kalau tragedy hari ini bisa dihindari , maka salah satu cara mengatasi tragedy adalah menghadapinya dengan tegar , orang yang terkurung dalam tragedy hanya akan melahirkan lebih banyak tragedy lagi , kau selalu dendam pada orang lain , dan melampiaskan emosi pada orang sekitarmu , tetapi begitu menjelang malam , sendirian berbaring di atas ranjang , rasa kesepian yang tidak berdaya langsung muncul .” (Ling) 
“Ini bukan taruhan nyawa , mau melaju lebih cepat saja , mau berusaha berlomba dengan kecepatan , aku rasa Xiao Yan tidak akan menyesal , walaupun tidak berhasil juga tidak apa-apa asal sesuai keinginan dan impian sendiri , aku merasa ini semacam kebahagiaan.” (Ling)
“Kakak , kau tidak akan mengerti . Orang yang tidak pernah balapan tidak akan merasakan perasaan yang unik . Kecepatan balap dan rasa keberhasilan . Kalau sudah merasakan pasti tak mau melepaskannya.” (Xiaoyan )
Sesudah membantu Zhijia , Ling kembali kerumah tertidur pulas. Qiluo berkunjung dan melihat Ling tertidur , kemudian berbisik lembut berharap agar Ling tidak melepaskan impiannya.
***

Cinta Yang Mulia

Hari berganti , Qiluo menemui Ayah Ling , Zhongzhi untuk memohon agar mengijinkan Ling kembali ke dunia balap .
Ayah Ling berkata : “Kamu tahu apa yang sedang kau katakan ? Kau tahu tidak kembali ke dunia balap sangat berbahaya . Bagaimana ayah kandung Ling meninggal ,bukankah sudah kuceritakan ?  “
“Karena masalah itu aku terus mempertimbangkan , aku tahu Ling berada dalam dunia yang tidak aman , dan sejujurnya aku juga ketakutan setiap kali mau balap , aku khawatir apa ini terakhir kali melihatnya , tetapi itu adalah pilihan Ling , hanya kita menggunakan cinta yang egois untuk membatasi pilihannya. Cinta menjadi mulia karena tidak mengharapkan apa2 khan ? Kalau begitu kita tidak berhak meminta Ling melepas impiannya. Aku mohon ijikan Ling . Biarkan dia bebas , yah.”
Ucapan itu membuat Ayah Ling terus tertegun, ia teringat perbincangan dengan sang adik beberapa tahun silam.
(Sebuah kilas balik : Ayah Ling bertanya tentang apa yang menarik dari dunia balap ?
Ayah Ling : “Apa dunia balap begitu asyik ?”
Ayah Kandung Ling : “Kakak , kau tidak akan mengerti . Orang yang tidak pernah balapan tidak akan merasakan perasaan yang unik . Kecepatan balap dan rasa keberhasilan . Kalau sudah merasakan pasti tak mau melepaskannya.”
“Bercanda dengan nyawa sendiri adalah tindakan bodoh , juga semacam keberhasilan ?”
“Yah aku memang bodoh , beda dengan kakak .” )
Kini Ayah Ling hanya bisa memandang api yang berkobar di tungku pemanas ruangan.
***
Malamnya dilangsungkan acara perjamuan .
Ayah Ling termenung sambil memegang railing pembatas lantai atas , dan mendengar pergunjingan dari lantai bawah.
Terlihat seorang tamu sedang berbincang dengan Ling  : “Cucuku bilang saat ujian semester nilaimu tidak ada yang dibawah 90. Dia sangat mengaguminya.”
Ling heran karena tidak merasa : “ Oh , aku rasa kau salah , yang kau maksud adalah adikku ? “
“Adik ?”
“Hmm iya .”
“Benar juga , aku dengar ayahmu punya anak kembar. “
“Benar , adikku , namanya Chen Sheng. Aku kakak yang tidak berguna.”
“Apanya yang tidak berguna , suka sekali kamu bercanda.”
Ling meneruskan menghadiri acara ini tanpa rasa dan tanpa jiwa .
Fangming menemui Ayah Ling dilantai atas hanya bisa ikut terdiam memandang Ayah Ling.
Diluar ruangan , Ayah Ling menghampiri Ling yang sedang duduk menyendiri , dan menegur : “ Apa dunia ini begitu sengsara ?”
Ling terkejut dan berbalik untuk berdiri.
Ayah Ling berkata lagi : “ Aku bukan guru kalian , kau tidak bolos dan jangan panik . Ayo duduk.”
“Maaf , apa aku membuatmu malu ?” tanya Ling.
“Tidak , Orang yang mengelilimu itu bukan penjikat , berarti pesaingmu adalah musuhmu , dalam kondisi ini benar seru , kau yakin kelak bisa beradaptasi , terakhir kau tidak akan punya waktu untuk mengeluh lelah.”
“Bukankah kau menjalani hidup seperti itu khan ?”
“Karena aku hanya punya ini , tidak mengharapkan yang lain. Sejak kecil aku merasa akulah penerus ayahku. Aku hanya bisa menerima didikan seperti ini. Aku melarangmu menyentuh motor , bukan karena aku tidak memahami perasaanmu , alasan utamanya , karena aku melihat sendiri ayahmu mengkahiri hidupnya begitu saja. Sebenarnya ayahmu meninggal di arena balap. Kau mirip sekali dengan ayah kandungmu , kalian punya darah yang sama , aku benar2 tidak mengerti apa nyawa harus dijadikan taruhan.|
“Ini bukan taruhan nyawa , mau melaju lebih cepat saja , mau berusaha berlomba dengan kecepatan , aku rasa Xiao Yan tidak akan menyesal , walaupun tidak berhasil juga tidak apa-apa asal sesuai keinginan dan impian sendiri , aku merasa ini semacam kebahagiaan.”
“Kalian merasa tidak ada hasilnya tidak apa-apa , tidak boleh begitu , suatu bisnis adalah kumpulan dari ribuan orang , kalau hanya memuaskan diri saja maka tidak akan berhasil , menjadi pengusaha harus melindungi bisnis dan karyawannya , menurutku , kau tidak punya cirri-ciri pemimpin.”
“Apa maksudmu ?” tanya Ling.
“Maksudku , kau tidak bisa jadi pemimpin , karena kau tidak bertanggungjawab. Aku sudah tidak mengharapkan apa-apa lagi darimu , terserah kau mau melakukan apa.”
“Maksudmu ? Aku dipecat ?”
“Iyah.”
Ling tersenyum merasa bebannya seketika hilang. Dan tertawa terbahak2 untuk merayakan itu.
“Sebenanrya apa yang membuatmu berubah jadi begini ?” tanya Ayah Ling.
“Aku juga tidak tahu . Mungkin kita adalah orang bodoh.”
***
Ling berjalan sendiri sambil terus tertawa senang. Dia bahkan membuang baju resmi dan berlari seperti burung yang lepas sambil menari sesekali dan terus berlari. Tiba-tiba Ling menyadari ponselnya tidak ada karena baju luar sudah dibuang.
Untung saja Qiluo menyusul dan membawa baju yang sudah dibuang. “Sembarangan saja membuang baju.”
“Ohh , aku tahu , kau berkerjasama dengan ayahku untuk membohongiku yah ? Tamatlah riwayatmu Qiluo .”
“Jangan begitu .”
“Riwayatmu benar-benar tamat hehe.”
“Kau tahu ayahmu membiarkanmu pergi itu melalui proses pemikiran yang lama sekali. “
“Kukembalikan baju ini .” sodor Qiluo.
Yang diluar dugaan adalah Qiluo juga menyodorkan surat Yamaha yang telah dibuangnya.
***
Ling kembali kedunia balap. Dia memperhatikan motor balap yang sedang ditangani teknisi. Motor balap itu gagah dan cantik sekali. Ling tersenyum puas melihatnya.
Ling menjajal motor barunya untuk berlatih . Qiluo sementara itu baru terbangun dari tidurnya di pagi hari menyusul ke arena balap . Qiluo mengawasi Ling yang sedang melajukan motornya secepat angin.
Qiluo tampak waswas tapi menyadari dengan satu senyuman kecil bahwa ini adalah kehidupan Ling.
***
Kembali ke Taiwan , Qiluo sedang bersama Qingmei .  Qingmei bertanya apakah Jepang asyik ?
Qiluo menjawab : “ Setiap hari di arena balap , tempatnya diatas gunung  . Jadi kali ini hehe aku hanya melihat arena balap saja.”
“Begitu ya , Ling tidak pergi keluar denganmu ?” tanya Qingmei .
“Setiap pagi dia selalu pergi ke arena. Malamnya sibuk rapat , tetapi dia gembira. Aku merasa Ling hidup kembali. Tetapi aku merasa tidak tenang , karena takut tidak bisa melihatnya lagi . Aku terus meyakinkan diri aku mempercayai Ling. “
“ Kau tahu , kau sangat mencintai Ling ? Kalian pasti sangat bahagia , makanya kau takut kehilangan dia. Qiluo , menikah saja dengan Ling. Lagipula kalian sudah tinggal serumah. Asal menikah di catatan sipil saja. ”
“Tetapi kami masih belum tamat kuliah.”
“Itu bukan masalah besar , lagipula Ling bukan pengangguran. Benar , kau bilang menikah hanya selembar kertas. Tetapi itu juga kertas yang sangat luar biasa khan ? Kedengarannya mungkin sangat kolot . Tetapi ada kalanya pengikat ini membuat orang lebih stabil. Apa kau mau mempertimbangkan dengan serius ? ”  tanya Qingmei sambil tersenyum.
Namun Qiluo terkejut saat mendengar Qingmei mengaku pernah melihat Tongdao keluyuran di jalan.
***
Qiluo mulai gelisah mendengar Tongdao sudah kembali . Qiluo menghubungi Polisi Tian .
“Ni hao , pak Tian , aku mau tanya , aku rasa kau kenal Tongdao khan ? Sekarang dia berada dimana ? Seharusnya dia masih di rehab khan ? ”
***
Malam hari , Qiluo duduk berdua dengan Ling sambil menatap pemandangan malam kota.
“Aku ingat pertama kali melihatmu di semester awal. “
“Masa ? Kenapa aku merasa di taman kecil sekitar rumahmu ? Saat itu aku pasti ingin mengejarmu .”
“Bukan , kau hanya tanya jalan saja ketika itu.”
“Begitu yah .”
“Aku juga bukan tipe gadis yang kau suka .”
“Benarkah ?”
“Memangnya bukan , aku bukan gadis seksi . “
“Please deh. Semua laki-laki suka tipe seperti itu. Dan waktu itu bukankah kau sendiri merasa aku itu pria yang sembarangan ? ”
“Bagaimana kau bisa tahu ?” tanya Qiluo.
“Kau benar-benar berpikir begitu yah ? Dasar hehehe . “
“Sungguh , jodoh sangat unik . Dua tahun lalu kita tidak saling suka. Sekarang duduk bersama melihat pemandangan . “
“Waktu berlalu dengan cepat . Saat itu aku adalah idola banyak orang . “
“Yah , kau memang sangat berkharisma Ling. Tampan , tinggi , dan tubuhmu proporsional . Tetapi yang paling berkharisma darimu bukan ini ,  tetapi gaya hidupmu yang bebas , bertenaga , serius , dimana ada kau serasa familiar , Qingmei bilang paling suka gayamu yang kekanak-kanakkan. Qingmei . Dan Shashi , sekarang aku tahu kenapa dia lebih memilihmu ketimbang Sheng. Zhuyi bilang kau adalah tokoh dilingkungan anak lelaki. Juga Da Ye , A Bing , dan Tongdao. “
Teringat Tongdao , wajah Qiluo jadi muram kembali.
Ling bertanya : “Kamu kenapa ? “
“Apa kalau menikah tidak terlalu cepat ?”
“Memangnya kau tidak mau menikah ?” tanya Ling.
“Apa kau sekarang tidak berniat ?”
“Bukan begitu , aku hanya merasa bukankah kau berencana baru akan menikah setelah tamat ? Kenapa sekarang tiba-tiba ingin menikah ? ”
“Kalau kita menikah , siapapun diantara kita yang mendapat masalah , masing2 akan tahu duluan , aku ingin jadi orang yang paling dekat denganmu . Kalau ajal tiba , tetap harus berpisah , aku harap terakhir kali masih bisa melihatmu.”
Ling melepas botol minuman dan merangkul Qiluo , dan berkata : “Qiluo , kita menikah saja.”

***

Kesendirian

Fangmin mengantar Ling dengan mobil . Fangmin menasehati : “Ling , ini masalah besar , kenapa kau menyuruhku untuk memberitahukan ayahmu ? Oh yah satu hal , bagaimanapun sekarang kau dan Qiluo masih mahasiswa. Kau harus beritahu dosen , ini sudah seharusnya . “
“Argghh “ keluh Ling.
“Kau mau menikah berarti sudah dewasa. Kau harus bisa menghadapi masalah ini . Coba belajar . “
“Baik , baik , akan kena omel Pak Shi lagi.”
Pada saat itu Ling tanpa sengaja melihat Tongdao sedang berjalan seorang diri .
Fangmin meneruskan bicara : “ Ling , ada lagi , kau mau menikah dengan ala apa , sederhana atau bagaimana ? Tetapi kedua belah pihak harus saling percaya , kau harus punya …..”
Belum sempat Fangmin selesai bicara , Ling sudah mabur untuk mengejar Tongdao.
Ling terus mencari Tongdao , namun Tongdao sendiri sudah muncul dibelakangnya.
Mereka kemudian berbincang sambil minum . Tongdao terus menundukkan kepala.
Ling mengeluh : “ Tak kusangka kau begitu cepat keluar dari rehab.”
“Lagipula tempat itu hanyalah sebuah bentuk . Masuk dan keluar tidak ada bedanya . Aku rasa kau sendiri juga tahu. “
“Aku baru saja pulang.”
“Aku tahu . Aku lihat kau di taman tempat rehab kita  . Kau , apa kau membutuhkan bimbingan kejiwaan lagi ? ”
“Maaf mengecewakanmu . Aku hanya mengunjungi kepala rumah sakit.”
“Aku rasa juga begitu , sudah mau menikah tidak perlu bimbingan kejiwaan lagi . “
Ling yang sedang meminum berubah wajahnya : “Kau sudah tahu ?”
“Ini bukan rahasia besar , jangan lupa aku pernah jadi adik kelasmu , dan kalian terkenal di kampus , berita ini akan cepat tersebar. Oh yah , kau mulai memiliki benda yang kau suka ? Aku sudah melupakan semua masa lalu . Tidak tahu kalau kau kehilangan lagi akan jadi seperti apa ? Rasa kehilangan lagi pasti tidak enak .  ”
Ling melotot : “ Kau mau bunuh Qiluo ? Aku pernah bilang , kalau kehilangan Qiluo , aku tidak akan melepaskanmu . Walaupun butuh waktu lama , dan menghalalkan segala cara , balas dendam adalah tujuan hidupku . “
Tongdao tersenyum
Ling lanjut berkata : “Tetapi , kemudian , mungkin aku akan membunuhmu karena Qiluo ,lalu kenapa , aku tetap saja hidup . Dan aku harus memikul penderitaan karena rasa kehilangan dan rasa bersalah , bukankah hidup seperti itu lebih menyedihkan. “
“Virus Qiluo berjangkit kuat dalam dirimu , kini kau bisa menasehati dengan munafik.”
“ Ini bukan munafik , hanya sekarang melihatmu , tiba-tiba aku menyadari banyak hal , kalau tragedy hari ini bisa dihindari , maka salah satu cara mengatasi tragedy adalah menghadapinya dengan tegar , orang yang terkurung dalam tragedy hanya akan melahirkan lebih banyak tragedy lagi , kau selalu dendam pada orang lain , dan melampiaskan emosi pada orang sekitarmu , tetapi begitu menjelang malam , sendirian berbaring di atas ranjang , rasa kesepian yang tidak berdaya langsung muncul .”
“Cukuppp , kenapa kau bisa berkata seperti ini  , apa otakmu sudah rusak ?”
“Bukan , sekarang aku baru sadar , dan aku tiba-tiba merasa kau sangat kasihan. Tongdao , kau benar-benar kasihan . “
Tongdao marah dan menyiram air ke wajah Ling sambil mengumpat : “ Aku tidak membutuhkan rasa ibamu , dikasihani sama saja tidak punya harga diri.”
Ling mengusap air di wajah sambil berkata : “Ternyata kau bisa juga menjerit , pertama kali aku merasa kau seperti manusia sungguhan.”
Tongdao tersudut dan tidak bisa menjawab , kabur entah kemana.

Bersih Tanpa Kehidupan

Qiluo sedang berada di gallery lukisan ketika Zhuyi muncul dan menyapanya .
“ Ehem .”
“Zhuyi , lama tidak ketemu .”
“Iya , tadi aku melihat punggungmu dari belakang , aku tebak itu pasti kau . Mungkin sudah setahun kita tidak bertemu ? “
“Iya , Kau sudah tamat ? ”
“Ya , aku ambil jurusan analis . Bagaimana kabar kau dan Ling ? ”
Zhuyi terkejut begitu mendengar Qiluo – Ling akan menikah . Zhuyi berkata : “ Tak kusangka orang seperti Ling akan menikah . Tetapi sebenarnya aku sudah menduganya . Kalian berdua pasti akan sampai ke tahap ini .”
“Benarkah ?”
“Iyah , jangan lihat Ling seperti mata keranjang ,sebenarnya dia sangat serius. Ling berbeda dengan Sheng . Walaupun Sheng terlihat sangat baik , tetapi tidak tidak pernah membuka hatinya pada siapapun juga . Pernah melihat lukisannya ? “
“Iyah , lihat beberapa buah lukisan Sheng . Selain lukisan Ling , hanya ada lukisan pemandangan . Lukisannya sangat bersih , sangat indah . ”
Zhuyi membenarkan : “ Benar sekali , lukisannya indah , tetapi membuat orang merasa takut . Apa kau pernah dengar , danau yang terlalu bersih tidak ada ikan , danau yang semakin bersih tidak ada kehidupan , itulah inti dari lukisan Sheng .”
“Zhuyi , bagaimana kabar Shashi .”
“Oh dia , sangat sehat tetapi masih suka marah . “
“Bisa tidak jangan beritahu Shashi kalau aku dan Ling akan menikah ?”
“Tenang saja , mereka sudah jadi bagian dari masa lampau . Shashi sudah tidak menganggap Ling sebagai jodoh sejatinya. Tetapi dia masih tetap seorang putri yang angkuh . Kalau dia tahu hal ini pasti akan kesal. “
“Shashi bodoh sekali . Selalu memandang kearah yang tidak bisa terjamah . Sebenarnya asal mau membalikkan kepala . sudah ada kebahagiaan disampingnya.”
Zhuyi hanya senyum2 kecil mendengar hal itu dan berkata : “Kau merasa aku punya kesempatan ?”
Qiluo bergumam dalam hati : “Sore ini sangat tenang , biarkan surat wasiat Sheng selamanya tertutup didalam lubuk hatiku.”
***
Dosen Shi melongo mendengar Qiluo dan Ling menghadap . “Apa , menikah ? Kau tidak bisa mengurus masa depanmu sendiri , kini kau mau melibatkan masa depan Qiluo ? ”
“Apa boleh buat , dia mencintaiku ?” kata Ling sambil disambut senyum Qiluo .
Dosen Shi pasrah dan meminta Ling membawa ayahnya untuk membahas masa depan Ling . Hanya saja Dosen Shi tidak ingin Ling ikut datang karena merasa setiap kali ada Ling masalah yang bisa dikompromikan juga jadi berantakan.
Ling akhirnya pergi duluan meninggalkan Qiluo bersama Dosen Shi.
Ling keluar kampus sambil mendapat sambutan dari para mahasiswa lainnya. Ling bahkan sempat atraksi ringan dengan sepeda motor balapnya yang disambut riuh oleh rekan2 mahasiswa.
Dosen Shi dan Qiluo memandang hal itu dari atas. Dosen Shi berkata : “ Dia masih begitu ceroboh , kelak hidupmu akan susah . Tetapi dia adalah anak yang baik , kalian harus hidup bahagia.”
***
Da Ye , Zhijia , Qingmei dan Qiluo mengadakan pesta kecil untuk minum bersama untuk merayakan rencana pernikahan Qiluo dan Ling . Namun Ling masih belum juga datang. Tak lama Ajian , tetangga Ling di apartemen lama muncul membawakan tambahan makanan .
Ponsel Qiluo berdering , rupanya Ling . Qiluo menjelaskan kalau teman2 mau ikut merayakan.
Tak lupa Qingmei – Da Ye menyerahkan hadiah untuk Qiluo.

0 comments:

Post a Comment