Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 19

Standard

PROLOG

Dalam episode sebelumnya Qiluo menemukan surat wasiat Sheng sebelum bunuh diri. Sementara itu Ling mulai menyadari bahwa ayahnya sangat baik diluar perkiraan sebelumnya. Ling mendapat kepastian dengan menemui dokter jiwa yang pernah merawatnya dan juga merawat ibunya.

Sementara itu Qiluo mendapat penjelasan yang lebih baik dari Ayah Ling mengenai latar belakang muram keluarga Chen yang kaya raya namun penuh skandal. Ayah Ling bercerita juga mengenai ayah kandung Ling yang sebenarnya adiknya sendiri. Dan kenapa bisa berakhir dengan tragis.
Terlihat pula dalam kilas balik bahwa Ibu Ling berselingkuh dengan adik iparnya dan mulai mengidap gangguan jiwa saat kekasih gelapnya itu meninggal saat balapan motor. Ibu yang sakit jiwa namun mencintai anak kembarnya dengan membabi buta hingga ingin membunuh mereka .

Preview

Mungkin ada yang heran kenapa penulis meluangkan waktu untuk menulis rekap drama yang ditayangkan 10 tahun lalu ini. Ini karena penulis menganggap serial Mars sebagai salah satu drama terbaik di Asia pada tahun 2000an Drama ini sarat dengan dialog diantara para pengidap gangguan jiwa , antara batas kecerdasan dan kejiwaan . Qiluo yang berjuang untuk mengatasi trauma perkosaan. Ling yang berjuang untuk hidup normal dengan mengatasi sisi kejam dalam dirinya dan Tongdao yang menganggap semua manusia dimuka bumi adalah useless-eater kecuali Ling yang dianggap sepadan dengannya.
Kutipan dari episode lain :
Hongdao menaruh gelas berisi peralatan lukis dimeja dengan posisi yang tidak seimbang. (Entah disengaja atau tidak) dan menghampiri Ling, lalu berkata : "Kamu jangan pura-pura , bukankah kau pernah merasakan nikmatnya membunuh orang ? Saat adikmu meninggal dan kamu melihat mayat yang mirip dengan diri sendiri. Bagaimana rasanya ? Sebenarnya aku puas melihat tubuh Qingmu berlumuran darah dan berguling diatas lantai . Dia memohon padaku agar jangan membunuhnya . Dia belum mau mati dan memohon ampun pada orang yang dia siksa. "
Ling mulai terpengaruh oleh gangguan verbal yang menyebalkan ini. Dia menatap tajam Hongdao , dan memperhatikan lehernya yang ramping dan berusaha menakar seberapa jauh kekuatan leher yang terlihat raput itu. Ling berkata : "Leher yang sangat kecil , seharusnya cukup hanya satu tangan saja ." Bersamaan dengan itu Ling membanting Hongdao kelantai dengan tangan masih mencekik leher. Raut wajah Hongdao mulai cemas akan kematian yang mengancamnya.
Sambil mencekik , Ling terus berkata : "Saat melihat orang menghadapi kematian , sangat menyenangkan bukan ? Jadi kau coba saja sendiri . Rasakan sendiri detik-detik menjelang kematian . Bagaimana ? Sangat menyiksa bukan ? Semua pori-pori terbuka , berkeringat dingin , pandangan semakin buram , suara mulai hilang. Kau juga takut mati ? Kau sangat egois , orang lain boleh mati tetapi kau sendiri takut mati. Cepat mati atau tidak bukan urusanmu. Beberapa menit lagi tubuhmu akan kehilangan rasa. "

Episode 19

“ Air mata adalah cairan tubuh yang keluar dari kelenjar airmata , karena terharu maupun terguncang . Dunia teori manusia sungguh bodoh sekali , sepertinya manusia mudah tertipu oleh hal-hal bodoh.” (Tongdao , Mars 19)
Ibu Ling menatap dengan aneh dan mencekik anaknya , hendak membunuhnya . Untung saja Ayah Ling memergoki dan menyelamatkan Ling cilik. Ayah Ling menghardik dan menampar istrinya dan kembali mengkhawatirkan Ling.


Kini Ibu Ling berada di rumah sakit , tak tersembuhkan jiwanya , dengan sorot mata yang aneh (seperti sorot mata kejam dan dingin yang dimiliki Tong Dao) .
Kembali ke masa sekarang . Ling bertanya pada dokter : “ Apa yang menyebabkan ibuku jadi seperti itu ? “

Dokter : “ Sifat juga tekanan . Bagaimanapun ibumu mengkhianati mahligai pernikahan terlebih dahulu. Dan kehilangan orang yang dicintai. Dihatinya dia terus merasa kalau musibah ini merupakan hukuman baginya. Karena itu kebaikan ayahmu membuatku tenang.
***

Ayah Ling mengobrol dengan Qiluo dipinggir kolam renang. Ayah Ling : “ Xiao Yan (ayah kandung Ling dan adik dari Ayah Ling) , memiliki charisma , dimanapun dia berada selalu penuh dengan canda tawa. Bahkan ayahku yang sangat berwibawa tidak bisa berbuat banyak kepadanya. Sejak kecil semua orang menyukai dan memanjakannya. Aku dengar Ling juga begitu. Teman lamaku , yang juga dosen kalian , dosen Shi pernah bilang padaku , kalau Ling ada dikelas , dia jadi semangat mengajar , dan suasana kelas jadi ceria. Sebenarnya Ling anak yang baik.”
“Paman selalu memperhatikan gerak gerik Ling bukan ?”

“Bagaimanapun dia darah daging adikku , satu-satunya keluargaku , sebenarnya aku juga pernah curiga , benarkah aku tidak membenci adikku , dapatkah aku membesarkan Ling dan Sheng ? Kalau bilang aku sama sekali tidak membenci adikku , itu bohong , bahkan aku pernah berpikir alangkah baiknya kalau adikku tidak ada.”
“Maaf , aku ingin bertanya bagaimana ayah kandung Ling meninggal ? “
“Apa kau mengira kematiannya Xiao Yan ada kaitan denganku ?”
“Hmm , bukan itu maksudku .”
“Baiklah ikut aku.”
Ayah Ling membawa Qiluo ke ruang perpustakaan . Disana Ayah Ling mengambil album foto almarhum Xiaoyan. Ternyata Xiao Yan seorang pembalap.
Ayah Ling menjelaskan : “ Ayah terlalu memanjakan adiknya. Apapun keinginan Xiaoyan selalu dipenuhi. Tapi tidak sangkat akibatnya berujung pada maut. Lalu aku baru tahu kalau Xiaozhi (ibu Ling) hamil. Saat itu aku berpikir , benarkah bisa menjaga anak dari adikku. ”
***
Kembali ke rumah sakit. Ling termenung mendengar cerita itu.
“Tapi , apa ayah tidak membenci ibu?” tanya Ling.
“Kami tidak tahu bagaimana perasaan tuan Zhongzhi yang sesungguhnya, tetapi selama ibumu menerima terapi , kamu juga melakukan tes kejiwaan pada ayahmu , dan hasilnya membuktikan dia tulus mencintai kalian. Karena tuan Zhongzhi mandul , dia ingin sekali jadi seorang ayah namun tidak bisa. Saat itu ibumu tahu , juga mulai memahami sifat suaminya , perlahan luka di hati ibumu sembuh. Jadi beberapa minggu sebelum dia meninggal . Dia sangat bahagia dan tenang. Tetapi …tapi , “
Ling memotong : “ Tetapi ibuku  tetap memilih kematian khan. Memilih untuk mengejar langkah kaki ayah kandungku dan mencampakkan aku dan Sheng , mencampakkan ayahku. Kenapa ada orang yang ingin mengejar orang yang sudah mati. Apa tindakan itu tidak terlalu bodoh ? Ternyata aku sama dengan ayah , sama-sama orang yang bisa dicampakkan.”
***
Kembali kerumah keluarga Chen , Ayah Ling masih bercerita kepada Qiluo .
“Aku juga sering berpikir kalau Xiaoyan masih hidup , atau Xiaozhi memang mati karena kanker darah. Aku pasti akan membenci kedua anak itu , tetapi aku tidak pernah membenci mereka , anak-anak tidak berdosa dan sebenarnya senasib denganku , sama-sama dicampakkan oleh orang yang dicintai. Ibu Ling tidak mati karena kanker , tetapi karena bunuh diri ingin menyusul kematian Xiaoyan. Setelah keluarga kami melalui semua ini , aku tidak tahu harus bagaimana , aku sungguh tidak tahu harus bagaimana bisa menjadi ayah yang sebenarnya. Aku gagal .”
***

Sebuah kilas balik : Dirumah sakit , darah menetes di ranjang Xiaozhi. Ibu Ling sudah lemas dan tampaknya sudah mati bunuh diri. Ayah Ling --yang menengok membawa Ling dan Sheng cilik – menjadi terkejut dan histeris meratapi wanita yang dicintainya itu.
NB : Klik Next Page dibawah untuk menuju halaman berikutnya.



Dokter melanjutkan menjelaskan sambil berjalan bersama Ling : “ Pukulan yang diterima ayahmu itu jauh melebihi kalian bersaudara. Bagaimanapun Xiaozhi adalah satu-satunya wanita yang dicintainya. Aku menyarankan ayah kalian untuk membawa kalian ke LA , walaupun ayahmu itu sebenarnya ingin membesarkan kalian dengan tangannya sendiri , tetapi sebelum dia jelas dengan pikirannya , aku tidak menyarankan kalian tinggal bersama ayah kalian . Ayahmu adalah orang yang hebat dan tegar , hanya saja tidak semua manusia setegar itu. Walaupun hidup terbatas , tetapi hati kita sangat luas dan tak terbatas. ”

Pada saat itu Tong Dao berjalan di lorong mengikuti perawat yang terus memerintahkan agar Tongdao berjalan lebih cepat.
***
Ling sedang berjalan ketika Qiluo menemuinya dengan tersenyum. Ling mengaku kini hatinya seluas lautan. Qiluo juga mengaku tadi mengobrol dengan ayah Ling dan membahas banyak hal. Qiluo tersenyum terus hingga Ling heran . Mereka kemudian berjalan sambil bersenda gurau.
***

Air Mata

Kembali ke rumah sakit. Asisten dokter sedang menginterogasi Tongdao.
“Waku kecil kau pasti sering dimanjakan bukan. Bisa sedikit  ceritakan kenanganmu dan orangtuamu ?”
“……..” Tongdao terdiam.
“Misalkan saat ultahmu , dan orang tua mengundang teman-teman . Apakah kau bahagia ?” lanjut dokter.
“ Waktu itu aku merasa orangtuaku yang bahagia , bukan aku,” jawab Tongdao.
“Jadi kau sama sekali tidak merasa bahagia ?”
“Sama sekali tidak .”
“Kenapa ?”
“Tidak tahu.”

“Aku ganti pertanyaannya saja. Dari dulu sampai sekarang apa yang paling membuatku menderita.”
“Rasanya , seperti tidak ada penderitaan.”
“Bagaimana dengan luka itu ?”
“Luka yang bagaimana ?”
“Dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah mengalami rasa terluka ? Saat orangtuamu meninggal ? Lalu Zheng Qingmu ?”
Tongdao tiba-tiba menangis.
***
Dokter wanita itu membawa laporan interview dengan Tongdao , pada dokter utama (yang baru berbincang dengan Ling).
Sementara itu Tongdao terbaring diranjang dan bergumam seorang diri : “ Air mata adalah cairan tubuh yang keluar dari kelenjar airmata , karena terharu maupun terguncang . Dunia teori manusia sungguh bodoh sekali , sepertinya manusia mudah tertipu oleh hal-hal bodoh.”
Tongdao tersenyum seperti orang gila sambil menutupi wajah dengan bantal , berguling kesana kemari.
***
Qiluo bersama sekretaris Fang Min yang menyetir mobilnya. Fang Min bertanya : “ Apa semuanya lancar saja ?”
Qiluo menjawab : “Paman sudah telepon rektor kampus , dan semuanya berjalan lancar.”
“Kau memang tidak bermasalah dan angkamu juga bagus. Mengenai kuliah jurusan analis , tadi aku sempat bicara dengan Presdir Chen (Ayah Ling) , dia bilang mau kuliah atau tidak terserah padamu. Dia hanya mendukung saja , tetapi tetap berharap kamu kuliah. ”
“Paman sangat perhatian dan pintar,” Qiluo mengomentari.
“Kalau kau benar-benar merasa begitu , kenapa kalian tidak pindah kerumah saja , tinggal bersamanya. Aku dengar kalian pindah lagi ke apartemen lama itu. “
“Benar , karena aku dan Ling belum menikah dan selain itu rumah keluarga Chen terlalu besar sehingga bisa tersesat didalamnya. ”
“Rumahnya memang besar .”
“Tetapi aku tidak bermaksud mengatakan tidak nyaman tinggal disana . “
“Aku mengerti .”
“Kalau saja Ling dan ayahnya bisa akur , sungguh baik sekali.”
“Ling yang tidak bisa dikendalikan kini patuh seperti boneka.”
“Boneka ?”
***
Ling sedang diukur ukuran tubuh untuk dibuatkan jas.  Ling berkelakar apakah boleh menggunakan jeans ? hahaha . Ling menatap heran penampilannya sendiri .
Setelah itu Ling mulai menerima bimbingan bisnis dari Fang Min.
Fang Min : “ Mungkin kau akan bertanya , kenapa bisnis sebagai metode ? Sebenarnya mudah sekali. Istilah dalam bahasa Inggris adalah SWOP . Saat semua orang mau berbelanja , mereka punya pendapatnya sendiri. Yang kami maksud….”|
Fang Min terpaksa menegur agar Ling fokus dalam bimbingan ini , kemudian melanjutkan bimbingannya : “Bisnis sebagai metode ……..”

Demikian rutinitas yang harus Ling lalui secara menjemukan.
***
Ling bahkan meminta bantuan Qingmei untuk membimbingnya juga di apartemen.
Ling bertanya : “ Apa itu SWOP?”
Qingmei mencandai : “ Begitu saja kamu tidak tahu . Waktu belajar , ternyata kau tidur lebih lama dari yang kubayangkan. Aku tidak mengerti kenapa kau bisa kuliah sampai sekarang. ”

Ling menukas : “ Akupun tidak tahu kenapa harus menggajimu sebagai guru privatku.”
Qiluo meledek dengan riang : “ Siapa suruh Daye pergi kerja dan tidak ada waktu. Tingkatannya berbeda jauh , susah sekali jadi guru privat . Kuberitahu , aku tidak akan jadi guru privat gratis loh , karena perusahaan keluargamu begitu besar. Apa aku bisa minta televisi atau computer ?. ”
“Haish , lupakan saja , lebih baik aku suruh Da Ye saja.”
Qiluo menggerutu : “ Kenapa begitu ? Aku toh hanya bercanda saja. Baik , ayolah , segitiga terbalik adalah prinsip dari bisnis . Apa yang kamu bayangkan dengan segitiga ini. Lihat benda ini berhubungan dengan internal bisnis , kamu mengerti maksudnya ? ”

Pada saat itu Qiluo memotong dan menyodorkan makanan. Qiluo merasa kondisi Ling sedang tidak sehat karena terus belajar dan meminta Ling untuk ke dokter  .
Ling berseloroh di ranjang : “Sebenarnya panas tidak masalah . Seperti busi , harus dipanaskan dahulu baru bisa bertarung di arena balap.”
Qingmei memotong : “ Mana ada yang menyamakan motor balap dengan kapasitas otak .”
Ling berkata : “Tetapi aku tidak boleh membuat ayah malu. Bagaimanapun ditubuhku mengalir darah yang sama dengan ayah. Jadi kalau ayah saja bisa , seharusnya aku juga bisa .”
Ling sambil menjewer Qiluo melanjutkan : “Tunggu saja , suatu hari aku pasti akan memakai jas, berbincang dengan orang-orang kalangan atas. Aku ingin jadi orangtua yang tampan seperti ayahku. ”
Qiluo mencandai : “Ternyata kau juga merasa paman itu keren dan tampan.”
Ling : “Aku hanya meminjam kata-katamu saja. Panas sekali disini , aku mau cari angin dulu diluar. ”
Lalu Qingmei membantu Qiluo untuk membereskan apartemen. Saat itu Ling masih juga belum kembali. Qingmei menggantikan pekerjaan Qiluo , agar Qiluo bisa mencari Ling.
Qiluo berlari keluar dan memperhatikan Ling sedang termenung menonton atraksi sepeda motor trail. Qiluo menyadari kalau Ling belum benar-benar bisa lepas dari dunia balap.
***

Mengejar Impian


Da Ye ternyata ketularan Ling , dan memamerkan motor besar klasik pada Qiluo dan Qingmei.
Daye : “ Kelak kalian boleh panggil aku ksatria yang berkelana seorang diri.”
Qingmei memotong : “Berkelana kepalamu.”

“Hari ini Qiluo mau makan bersama kita ?” tanya Da Ye lagi.
“Kita mau makan disini kok , kau pergi saja dulu,” jawab Qingmei.
“Oh jadi hari ini aku tidak perlu memboncengmu , kenapa tidak bilang dari tadi. Kalau tahu begitu aku akan pergi bersama teamku.”
“Tidak usah , pergi saja dulu .”
“Baiklah aku pergi dulu,” jawab Daye sambil ngeloyor dengan motor barunya.
Qingmei mengutarakan kekhawatiran kalau Daye akan celaka. Namun Qiluo mengatakan kalau Daye berbeda dengan Ling.
Qiluo kemudian curhat tentang keinginan Ling dalam dunia sepeda motor. Qiluo merasa Ling terpaksa berubah demi Qiluo dan ayah Ling , merasa hal ini tidak adil.
Qingmei menenangkan : “ Jujur saja ketika aku menonton pertandingan Ling di Jepang , rasanya sangat menakutkan. Maksudku , kecepatan itu seperti peluru yang terbang di depan mataku dan harus terus mengulangi belokan di setiap putaran , dan setiap saat motor bisa terbalik , apakah kamu tahan dengan hal ini ? Apakah kamu tahan melihat orang yang kamu cintai selalu berdekatan dengan marabahaya. ”
“Aku juga sempat memikirkan hal ini , tetapi aku tidak ingin Ling melepaskan impiannya.”
“Oh iya , bicara soal impian , tahu tidak teman sekelas kita Zhijia ingin menyerahkan demo rekaman . Kalau Zhijia sukses , maka kampus kita akan melahirkan penyanyi. Kita bisa mengadakan pesta untuk Zhijia dan mengajak Ling ikut. ”
***
Ling berjalan melewati lorong rumahnya yang besar. Seorang pelayan membawakan surat untuk Ling. Ling heran ada surat yang datang . Ternyata surat dari Minggao .
Isi surat : “ Dasar anak brengsek , sudah jadi tuan muda melupakan kami begitu saja. Kalau ada waktu luang datanglah ke toko kami , akhirnya Xiangzhi bisa memasak juga , dan aku ingin memberitahumu satu berita besar , bahwa Yamaha Jepang mengirim undangan untukmu untuk tampil di GP 500. Waktu dan tanggal tertera di atas kartu undangan. Aku sudah tidak perlu lagi mencemaskan masalah tiket untukmu. Dan jangan lupa ajak Qiluo. Kali ini kami tidak bisa mendampingimu bertanding. Tetapi kami akan kesana setelah pertandingan. GP 500 impian setiap pembalap manapun. Kami turut bahagia untukmu. “

Ling tersenyum sesaat dan memperhatikan surat undangan dari Yamaha. Ling berjalan melintasi rumahnya yang besar sambil membuang surat Yamaha.

***
Ling mendatangi sebuah tempat dimana Fang Ming sedang berbincang dengan rekan2 wanita kaya lainnya.
Fangmin berkata pada teman2nya : "Biaya telepon pada waktu itu aku hitung habis 50 juta."
"50 juta , untuk telepon saja ?" tanya teman2 serempak.

Melihat Ling muncul , Fangmin memperkenalkan nyonya2 kaya itu : " Sini Ling , mari kuperkenalkan. Ini nyonya direktur dari grup Athena . Nyonya Liu. Belakangan saham mereka naik dengan cepat. Ini yang harus kita pelajari. Dan nyonya satu lagi . Dia adalah wanita karir diantara wanita karir. Dia adalah wakit dari perusahaan teknologi internasional Asia. Dia adalah Direktur Chen Enqi. Aku dengar mereka punya 3 anak perusahaan di China. Mereka semua bisa kita jadikan teladan , dan mereka adalah sahabatku."
Ling memberi senyum hormat dengan sopannya. Kemudiian Fangmin memperkenalkan Ling pada para nyonya itu : " Dia adalah Chen Ling . Dia adalah anak direktur Chen."
"Woaaa tampan sekali." kata salah satu nyonya.  "Benar , dari dulu kok aku tidak pernah melihatnya. Keturunannya semakin hebat , lebih tampan dari ayahnya" kata nyonya yang satunya lagi.
Fangmin sambil tersenyum : "Ling nanti kalau lulus akan kembali ke sisi direktur untuk membantunya. Masih banyak yang dia belum mengerti. Kelak kalian harus memberinya petunjuk."
"Pasti," jawab para nyonya.
Ling berkata pada Fang Min : "Bisa bicara sebentar ?"
Fangmin bersedia , dan pamit kepada teman2nya ,  para nyonya untuk ditinggal dulu.
Setelah berdua diruangan lain , Fangmin bertanya : " Kenapa ? "
"Untuk apa menyuruhku kesini ?"
"Ling , membicarakan bisnis tidak harus selalu di kantor. Menjalin relasi juga tidak harus selalu di kantor. Ini adalah tempat yang paling cocok untuk membangun relasi. "
Pada saat itu Ling menerima telepon dari Qiluo yang sedang bersama Qingmei.
Qiluo berkata : " Hallo Ling , ini aku . Qingmei bilang mau mengadakan reuni . Hallo , apa kamu mendengarkanku ?"
Qiluo terdiam sejenak untuk mendengarkan lalu berkata lagi : " Baiklah nanti aku ajak teman2 dulu baru nanti menghubungimu."
Qiluo menutup telepon , dan Qingmei bertanya : " Dia memang bilang apa ?"
"Dia bilang , sangking senangnya sampai tidak bisa bicara."
"Oh begitu ?"
***
Ling berlari menuju acara dengan wajah riang. Disana sudah ada Abing , Qingmei , Qiluo dll.
"Ling kau sudah datang ? Mari sini . "
"Maaf ."
"Kenapa datang terlambat ?"
"Kenapa memasang mimik seperti orang tua ?"
"Kalian mengejekku ." kata Ling sambil tertawa. Ling bahkan pura-pura mau terjatuh ke kolam sehingga teman2nya panik. Namun Ling hanya bercanda saja.
"Ling , aku dengar kau sebenarnya anak pengusaha besar yah ?"
"Woaaw , tuan muda dari keluarga kaya."
"Benar , kenapa tidak beritahu kami dari dulu ? Tahu begitu  , aku tidak akan memberikan Qiluo padamu ."
"Sedang bicara apa sih kalian ? " tanya Qingmei sambil tertawa.
"Woi Ling , cepat bayar hutangmu yang 5000 NT itu ."
Ling hampir tersedak karena pengen tertawa.
"Teganya kamu meminjam uang pada orang miskin."
"Terima cek tidak ?"
"Whoaa berlebihan sekali 5000 NT harus pakai cek."
"Apa boleh buat aku benar-benar tidak punya uang cash." sahut Ling sambil bertanya dimana Daye yang belum datang.
Qingmei menjawab kalau Daye baru beli motor baru dan sedang pergi keliling dengan kelompoknya. Teman2 bertanya apa Ling sudah melihat motor Daye terbaru yang keren itu. Wajah Ling tampak agak sedikit berubah diingatkan pada motor. Qiluo juga menyadari hal ini dan hanya melemparkan pandangan pada Qingmei yang berada disampingnya.

Reuni ini sekaligus hendak merayakan Zhijia yang berniat terjun ke dunia musik. Begitu Zhijia datang , yang lain langsung menyambut . Namun Zhijia hanya berdiri sambil terdiam sehingga teman2 bertanya ada apa gerangan.
Zhijia mengeluh : " Kaset demoku hilang."
Teman-teman tampak prihatin dan meninggalkan meja makan untuk menghampiri Zhijia.  Terutama Qingmei yang langsung bertanya kaset demonya hilang dimana.
Zhijia menjelaskan bahwa sebelum datang kesini tadinya hendak menyerahkan kaset demo , namun Zhijia mengalami insiden di MRT sehingga tertukar amplopnya dengan orang lain. Zhijia menyodorkan amplop yang salah itu .

Teman-teman membuka dan melihat isi amplop . Disana tertera atas nama Luo Wunan , lulusan Universitas Taiwan dan kebetulan merujuk pada kantor milik keluarga Ling.
Namun Zhijia menjelaskan akan percuma saja karena acaranya sampai jam 3 saja. Ling tersentuh oleh pengakuan Zhijia bahwa orangtua tidak setuju kalau Zhijia jadi penyanyi. Qingmei dkk berusaha menghibur Zhijia.
Namun saat itu Da Ye tiba dengan motor barunya dan langsung berkoar : " Ksatria yang berkelana sendirian telah tiba."
Namun para teman menyambut dingin Da Ye karena masih khawatir nasib Zhijia. Da Ye jadi bingung dengan respond teman-teman.
Ling berpikir sesuatu. Ling langsung mengambil amplop itu . Dan merampas motor Da Ye.
Da Ye tidak berdaya untuk mencegah Ling sambil menggerutu kalau itu motor barunya. Ling yang sudah diatas motor sempat berkata pada Zhijia : " Zhijia , tenang saja , aku pasti akan mengejaar kembali impianmu."

Hanya Da Ye yang menggerutu , sementara Qiluo tersenyum sambil berteriak dan berpesan agar Ling hati-hati dijalan.
Lalu Ling melaju secepat angin melintasi jalanan. Dan dengan sekejap sampai ke kantor keluarga Chen.  Pada saat itu terdengar orang yang bernama Luo Wunan (pemilik amplop yang masih ditangan Ling) sedang memprotes pada petugas karena dokumennya tertukar jadi kaset demo.
Ling berhasil mencari sumber suara dan menemukan Luo Wunan.  Ling memanggil : "Wunan. " dan orang yang dipanggil hanya bisa melongo karena tidak mengenal. Ling berhasil menukar amplop dan mengabari Qiluo.

0 comments:

Post a Comment