Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 18

Standard


Ling menunjukkan meja rias dimana barang-barang peninggalan ibunya masih tertata seperti aslinya.  “Dia menyisakan banyak kamar , kamar Sheng , dan kamar ibuku . Dia selalu hidup dalam kenangan . Bukankah sangat aneh ?” tanya Ling.

” Semua benda ini pasti sangat penting bagi ayahmu . Makanya dia menyimpan dengan teliti. Ada kalanya mengenang kenangan dalam kenangan adalah semacam kehangatan.”
Wajah Ling sedikit berubah tegang : ” Hidup dalam kenangan bisa merasa hangat ? Benarkah ? Apa begitu baik ? ” Ling terkenang perkataan ibunya agar tidak mendekati ayahnya , karena ayahny aitu dingin tak berperasaan dan benci anak-anak.
Pada saat itu seseorang masuk dalam kamar ibunya juga. Ternyata Ayah Ling muncul dan menanyakan kenapa Ling berada disini . Ling menjelaskan kalau dia sedang mengajak Qiluo melihat sekeliling rumah. Ayah Ling pun tak mengapa karena toh itu kamar ibu Ling sendiri. Ling lalu bertanya kenapa kamar ibu tidak terkunci , padahal biasanya selalu terkunci. Ayah Ling menjelaskan bahwa itu karena dulu Ling dan Sheng masih kecil dan Ayah Ling khawatir kalau mereka teringat pada kematian ibunya. Ayah Ling pun mengajak mereka berdua untuk makan malam bersama.
***

Keluarga Kecil Dalam Rumah Besar

http://2.bp.blogspot.com/-mpRpBOPK7lg/UnpUu_gqJdI/AAAAAAAAQ5U/YSC8s0r8xWA/s1600/Mars+18-01.jpg
Mereka bertiga , Qiluo , Ling dan Ayah Ling makan di dining room yang besar. Qiluo terjebak dalam suasana kaku antara Ling dengan ayahnya. Lalu Ayah Ling memecah suasana dengan bertanya apa Qiluo tidak menyukai hidangan . Qiluo berkomentar bahwa makan malamnya sangat lezat. Ayah Ling menyebut bahwa itu masakan kambing kesukaan Ling. Ling buru-buru mengkoreksi bahwa Sheng yang menyukai masakan seperti itu. Lalu Qiluo sambil tersenyum mengatakan bahwa Ling menyukai berbagai jenis masakan seperti ikan bakar , daging bakar hingga masakan mie , dan pada dasarnya Ling menyukai masakan sederhana hanya saja tidak bisa memegang sumpit dengan baik. Ling menyela dengan sinis untuk minta maaf karena tidak becus memegang sumpit. Qiluo pun minta maaf karena tidak bermaksud meledek Ling.
Ayah Ling berkomentar bahwa sudah lama dining room keluarga Chen tidak seramai ini , dan meminta Qiluo dan Ling untuk tinggal disini , lagipula apartemen kumuh Ling akan dibongkar dan mereka berdua harus kuliah. Ayah Ling juga menjelaskan kalau Ling sudah berjanji untuk berhenti naik motor. Wajah Qiluo jadi prihatin mendengar itu.
Setelah makan malam usai , mereka berjalan melintasi foyer terbuka di tengah kegelapan malam di rumah yang besar itu . Qiluo protes kenapa Ling berhenti naik motor padahal itu impian Ling selama ini. Ling berkilah bahwa dia sedang memikirkan rencana pernikahan mereka dengan serius dan merasa hobby balap motor tidak menghasilkan uang. Qiluo bersikukuh mendesak Ling agar tidak melepas impian demi diri Qiluo. Ling kembali berkilah kalau dia tidak pernah serius dan selalu berubah pikiran. Lalu Ling mengeluh merasa lelah dan ingin tidur.
http://1.bp.blogspot.com/-nDpG9fzaHoE/UnpUu-ELeAI/AAAAAAAAQ5Q/gQm8N7ksQvs/s1600/Mars+18-02.jpg
Mereka tidur bersama di kamar Ling yang besar. Ling mandi berendam terlebih dahulu lalu menyusul Qiluo keranjang. Dalam suasana malam , terlihat kamar Ling begitu besar dengan interior unik dimana headboard dihiasi cahaya-cahaya kecil . Lalu Qiluo menyampaikan kesan bahwa bagaimanapun dia lebih menyukai apartemen Ling , dan malam ini Qiluo mengaku sulit tidur dan meminta ijin untuk mengunjungi kamar Sheng karena disana banyak lukisan. Ling mengijinkan dan membiarkan Qiluo pergi sendiri. Namun Ling sempat memperingatkan agar Qiluo berhati-hati walaupun tidak tahu pasti apa alasannya. Qiluo berdiri sejenak memamerkan senyuman menunggu Ling untuk menjelaskan. Lalu Ling menjelaskan kalau setiap masuk kamar Sheng selalu merasakan ada yang aneh. Qiluo tetap pergi menuju kamar Sheng.
Qiluo kembali harus berjuang berjalan cukup jauh melintasi rumah besar untuk menuju kamar Sheng.
***
Ling yang juga sedang sendiri menatap lukisan ibunya dan bertanya apa ibunya itu mencintai dia dan Sheng. Namun jawaban yang muncul adalah visualisasi (halusinasi ) Ling yang melihat ibunya keluar dari lukisan dan menjulurkan tangan untuk mencekik Ling. Ling meronta dan penampakan ibunya pun menghilang.
http://1.bp.blogspot.com/-q9ch-JutFDk/UnpUu17A43I/AAAAAAAAQ5Y/LM_5DFSicfw/s1600/Mars+18-03.jpg
***

MAHLUK ANEH DALAM HATIKU


Qiluo pun sudah tiba di kamar Sheng dan mengamati sebuah lukisan minyak yang menarik perhatiannya. Lukisan itu bergaya abstrak , kusut dan timbul bertekstur. Qiluo menyadari ada sesuatu yang tersembunyi dalam lukisan itu , sebuah surat yang ditulis langsung oleh Sheng sebelum memutuskan bunuh diri. Dalam surat itu Sheng mengungkap alasan untuk bunuh diri .

Isi surat itu adalah sebagai berikut :
“Aku tidak tahu anda siapa , tetapi ini berarti kamu sudah menemukan surat ini. Mudah-mudahan kau bukan Ling ataupun orang dekatnya. Tanggal 29 Juli aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku . Mungkin semuanya akan bingung dengan kematianku kecuali satu orang. (Sebuah kilas balik memperlihatkan Ling sedang menunjukkan foto yang merupakan bukti bahwa ibu mereka berselingkuh dan dengan kata lain mereka bukan anak kandung ayah mereka .) Mungkin Ling akan menyalahkan dirinya sendiri karena mengira semua ucapan dan tindakannya yang memaksaku untuk bunuh diri , tetapi aku tidak terluka karena itu , karena dari dulu aku sudah tahu bukan anak kandung ayah. Saat kami di LA aku bahakan sudah tahu , kau bilang saat itu aku pun sudah tahu . kalau bilang aku sangat terpukul mungkin tidak berlebihan , tetapi apapun masalahnya , walau bukan anak kandung ayah , itu sama sekali tidak penting. Yang terpenting adalah aku menyadari bahwa dalam diriku ada sejenis mahluk aneh yang tidak berwujud , aku menggunakan segala cara untuk menekan mahluk ini , tetapi dia terus bergerak dalam hatiku. Masih ingat saat di LA , ketika itu Ling sedang membidik senapan untuk membunuh Jack. Sebenarnya aku tidak sedih , malah senang dan bergumam agar babi putih (anak bule) itu mati saja. Mungkin sejak itu aku menyadari bahwa ada sisi kejam dalam diriku , saat itu jantungku berdegup kencang menanti Ling menembakkan senjatanya , seperti menanti keonaran dan senang menunggu momen itu . Orang sering bilang apa harga diri dalam hidup ? Bagiku , manusia hanya setumpuk daging yang bergerak , sama sekali tidak indah , lebih2 tidak ada harga diri. Aku hanya mengakui keberadaan Ling . Bersama Ling , asal aku menangis saja , aku semakin lemah dan Ling semakin kuat. Ling melindungi sesuatu melalui aku , kemudian aku merasa Ling semakin menjauh dariku. Sejak lahir kami selalu bersama , karena ada Ling maka ada aku yang terlihat jujur dan patuh. Baru bisa membiarkan sisi jahat diriku muncul terus . Aku takut pada diriku , aku tidak setegar Ling. Karena itu , aku mengakhiri hidupku sebelum menghancurkan diri sendiri. Wajah kita mirip tetapi sifat kita berbeda seperti matahari dan bulan yang saling bertentangan. (Sebuah kilas balik memperlihatkan Sheng yang akan bunuh diri di gedung sekolah. Ling menyusul ke atas dan Sheng memandang Ling sekilas . Ling menjulurkan tangan untuk membujuk Sheng mengurungkan niat. Sheng tersenyum tipis dan berkata bahwa kita akan bersama selamanya. Aku menunggumu Ling. Lalu Sheng melompat terjun). Alangkah bagusnya kalau aku setegar Ling , setidaknya biarkan aku ada di hati Ling , sehingga hati Ling juga dihuni mahluk aneh itu selamanya dan selamanya kami akan bersama. Aku menunggumu. Mudah2an kau bisa segera kembali ke sisiku. )

Qiluo menangis membaca surat ini namun tiba-tiba terkejut oleh sesuatu yang berbunyi tanpa sebab. Qiluo memperhatikan seluruh ruangan yang temaram ini dengan hati-hati dan berdiri sambil bertanya : “Apa itu kau ? Sheng ? Apa itu kau ?”
***
Ling masih sendirian bersama lukisan ibunya . Ling bergumam sendiri sambil berbaring : “ Kenapa hal yang kuingat adalah hal-hal yang aneh?”
(Sebuah kilas balik mengingatkan Ling pada mendiang ibunya yang tampaknya berlokasi di rumah sakit jiwa yang sama dengan Ling dirawat.)
Ling melanjutkan gumamannya : “Dokter.”
(Sebuah kilas balik memperlihatkan dokter yang pernah merawatnya sedang menatap ke bawah pada Ling cilik dan berkata : “Ayo kasih aku permen.” )
Ling tersadar dan bergumam kembali : “Kenapa dokter yang merawat ibu juga dia ?”
***
Tangga di bangunan lama itu melingkar seperti lilitan ular yang dalam suasana malam menjadi angker dalam balutan railing hitam dan cahaya yang seadanya seperti jurang mini dengan kekuatan visual yang menghipnotis. Ling menaiki tangga itu sambil bertanya-tanya dulu ibunya menjalani terapi apa sebelum meninggal dunia.
(Sebuah kilas balik memperlihatkan visualisasi tangga yang sama. Lorong waktu seolah berputar mundur . Ling melihat dia yang masih kecil sedang bersama Sheng. Mereka sedang membahas cerita : “ seekor anjing yang sudah tidak makan beberapa hari , menghela kakinya yang lelah untuk mencari makan, terus berjalan sampai akhirnya tiba di tempat perjamuan makan dan sekuat tenaga anjing itu merangkak ke jendela , melihat tamu yang ada didalam sedang menikmati makanan lezat “ . Pada saat itu ibu Ling seolah masih hidup sedang menuruni tangga dan menghampiri kedua anaknya yang masih kecil . Sheng dan Ling cilik melanjutkan membaca cerita : “Ada ikan , daging juga kue. Juga anggur merah. Anjing yang hampir pingsan karena kelaparan ini air liurnya hampir menetes. Ibu Ling yang mengenakan busana serba putih mengambil buku cerita itu dari anak-anak. Herannya Ibu Ling merasakan kehadiran Ling dan menatap tajam padanya. )


Cinta Adalah Tragedi


Dokter bercerita : “Enam belas tahun yang lalu , hari itu ayahmu datang untuk berunding denganku. Dia bilang dia tidak tahu apa harus membawa ibumu yang punya kelainan jiwa untuk datang kesini atau tidak. Seminggu kemudian untuk melindungi kau dan Sheng , akhirnya ayahmu membawa ibumu kesini. “
“Melindungi aku dan Sheng ?” tanya Ling.
“Karena ibumu ingin membunuh kalian . Yang paling menyedihkan adalah ibumu berbuat begitu karena terlalu mencintai kalian. Selain diri sendiri dia tidak percaya orang lain bisa mencintai kalian sepenuh hati. “
“Penyebab kematian ibuku adalah bunuh diri khan ?”
***
Qiluo sedang berada di ruang living room yang besar. Ayah Ling muncul dan menyapanya , seraya bertanya kenapa Qiluo hanya sendirian tanpa Ling. Qiluo mengaku kalau Ling sedang mencari Da Ye.
Ayah Ling mengungkap bahwa dia berencana untuk mengajak Ling sembahyang dimakam ibunya. Lalu Ayah Ling berkomentar bahwa anak muda seperti Ling dan Qiluo pasti bosan tinggal dirumah seperti ini , dan Ayah Ling merasa kalau Sheng masih hidup pasti cocok bergaul dengan Qiluo karena sama-sama suka melukis. Ayah Ling bercerita kalau Sheng mirip dengan ibunya yang suka dengan keindahan dan seni.
Qiluo keceplosan : “Jadi Ling lebih mirip dengan ayahnya ?”
Qiluo menyadari keceplosan dan meminta maaf , namun Ayah Ling membenarkan kalau Ling mirip ayah aslinya.
***

Kembali pada Ling yang masih berbincang dengan dokter.
Ling bertanya : “Kenapa ibuku bunuh diri ? Dan kenapa dia ingin membunuh kami ?”
“Karena dia menyesal .” jawab sang dokter sambil menghela nafas dan memegang kacamata.
“Dia menyesal telah melahirkan kami berdua ?”
“Kau sudah tahu toh.”
“Aku dan Sheng bukan anak kandung ayah. Aku sudah tahu , jadi tebakanku benar khan kalau ibu menyesal melahirkan kami.”
“Salah , kalau bukan karena kalian , setelah ayah kandungmu meninggal , ibumu tidak punya semangat hidup. Ibumu memang mengalami gangguan jiwa tetapi tidak pernah lupa untuk mengasuh anaknya. Terus terang saja cara ibu kalian memperlakukan kalian lebih parah dari memanjakan . Ini alasan ayahmu berunding denganku.Baik mengorbankan siapa dan menerima siapa , kalau cinta yang berlebihan bisa menyebabkan tragedy.”
(Sebuah kilas balik memperlihatkan ibu Ling berpakaian serba putih dengan pisau terhunus baru membunuh anjing dan berjalan kembali kearah kedua anaknya yang dijaga oleh suster perawat yang ketakutan dan kabur. Ibu Ling memanjakan kedua anaknya dan menenangkan telah membunuh anjing itu. Lalu Ayah Ling kembali kerumah dan melabrak Ibu Ling yang sedang berdandan didepan cermin.
Ayah Ling : “ Kau bisa2nya berbuat seperti itu didepan anak-anak. Apa yang sedang kau pikirkan ?”  
Ibu Ling sebenarnya merupakan wanita yang sangat cantik dengan rambut tebal panjang terurai , tubuh tinggi langsing dengan wajah modern. Namun ada yang berbeda dalam dirinya. Yakni sorot mata aneh yang menandakan kewarasan yang telah lama hilang.
Ibu Ling menatap tajam suaminya melalui cermin dan berkata : “ Anjing itu ingin menggigit anakku , dan sebagai ibu , aku harus melindungi mereka.”
“Bukan mau menggigit . Bibi Lin sudah cerita , anjing itu hanya ingin bermain dengan anak-anak. Walaupun anjing itu tidak sengaja , kau juga tidak perlu membunuhnya dan membuat anak-anak ketakutan. Kau tidak melihat mereka ketakutan ? “
Ibu Ling menggeleng kepala dengan ekspresi kejam : “ Anakku tahu bahwa aku mencintai mereka.”
“Cintamu , sedang menyakiti mereka. Mereka sudah empat tahun dan kau menghalangi mereka untuk ke dunia luar. Setelah besar bagaimana mereka menghadapi dunia ini.”
 “Ini anakku , kau tidak perlu ikut campur.”
“Xiaozhi , kau sudah tidak cocok tinggal dengan anak2.Aku punya dokter jiwa yang brilian. Jika kau mau diterapi akan sangat membantumu. Tenang saja. Bukan tidak pulang selamanya , asalkan kau mau menerima terapi kau bisa pulang. “
“Kau sedang mencari akal untuk mengurungku karena kau malu didepan ayahmu. Sekarang dia sudah meninggal dan kau bisa balas dendam khan ? Aku tidak akan membiarkan rencanamu berhasil . Aku mau bawa Ling dan Sheng dari sini. “
Ayah Ling mencegah istrinya dan menuding : “Kau tidak pantas menjadi ibu.”
“Kau kira kau pantas jadi ayah mereka ? Ling dan Sheng adalah anak Xiao Yan. Anak almarhum adikmu. Jadi kau jangan pura-pura lagi, matipun aku tidak akan membiarkanmu. ”
“Pergi. Mau pergi pergi saja. Aku tidak akan menyerahkan anak-anak padamu. Bagaimanapun mereka adalah darah daging keluarga Chen dan aku tidak mau kau merusak mereka. Kau sakit.”

0 comments:

Post a Comment