Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 11

Standard

http://3.bp.blogspot.com/-7iUTW2u8F9Y/Ul1VHaig95I/AAAAAAAAPKs/tkr5VloGkgg/s1600/Mars+11-01.jpg
Pada saat Ling berbalik membawa makan siangnya , wajah Ling tampak berubah karena melihat Hongdao muncul di hadapannya. Ling terdiam sesaat kemudian dengan tenang berjalan melewati Hongdao sambil berkata : “Lihat apa ? Dasar pria yang menjijikkan !!”

Kemudian Ling duduk bersama Da Ye untuk menikmati makan siang mereka. Tiba-tiba Ling berkata gawat , sehingga Da Ye bingung.
Qiluo berjalan keluar kampus dan melihat Hongdao sedang duduk sendiri dan meneteskan air mata. Qiluo iba , dan begitu Hongdao hendak pergi karena malu , Qiluo menyapanya dan mengajak untuk berbincang.
“Maaf , aku tidak punya niat jahat , dan aku tahu kau pacar dari kakak kelas Ling, aku juga tidak bermaksud merusak hubungan kalian , aku hanya sangat polos menyukai kakak kelas , dan aku sudah menduga kakak kelas akan berbicara seperti itu , tetapi apa boleh buat , siapa suruh aku menyukainya ,” kata Hongdao.
“Apa yang terjadi ?” tanya Qiluo.
“Kau tidak tahu ? Aku kira kau sudah tahu kejadian di kantin.”
“Kantin ?”
“Tidak boleh menyalahkan dia , karena orang yang tidak disukai menyebabkan muncul pergunjingan dan tentu saja semua orang menjadi kesal.
“Kau benar-benar menyukai Ling ? Bisa beritahu aku , apa yang kau suka darinya ? ” tanya Qiluo lagi.
http://1.bp.blogspot.com/-KBwlJHcmPq0/Ul1VHA9XlmI/AAAAAAAAPKk/Cf-gjMY3LIE/s1600/Mars+11-02.jpg
“Semuanya . Dia adalah impianku , baik dari wajah maupun gaya hidupnya , aku suka semuanya , kalau aku bisa sepertinya maka tidak akan berubah menjadi orang yang membosankan , Tuhan salah memasukkan roh , aku sudah terbiasa diremehkan orang . Sejak kecil aku sudah ditakdirkan jadi anak tertindas , kakak kelas merupakan impianku , juga tidak bisa aku capai selamanya , aku begitu mencintai Ling dan hanya cari penyakit sendiri. ”
“Jangan bicara seperti itu ,” hibur Qiluo.
“Jangan menghiburku , aku sama sekali tidak membenci kakak kelas , sungguh , asal bisa melihat kakak kelas , aku sudah merasa puas , begitu saja aku sudah bahagia.”
***
Ling mencari Qiluo dikelas , tetapi Qingmei memberitahu bahwa Qiluo pergi ke klub karena sudah menjabat sebagai ketua kesenian.
Ling berkata dengan ragu-ragu : “ Itu….apa Qiluo mengatakan sesuatu padamu ? Misalnya gossip yang aneh-aneh ? ”
Qingmei tersenyum : “Maksudmu Hongdao ? Gosip yang aneh apa , aku tidak tahu .“
Ling tersenyum puas , namun Qiluo melanjutkan : “ Tetapi kalau Hongdao menyukaimu , seluruh kampus sudah mendengarnya. Bahkan kami mendengarnya sendiri. ”
Ling menghela nafas prihatin dan terduduk dilantai.
Qingmei menggoda : “ Kenapa begitu sedih ? Qiluo tidak akan takut karena masalah sepele ini. Haiya , sudah bukan pertama kali terjadi hal yang menakutkan pada dirimu . Hmmm katanya kamu masih belum …..hmmm .”
Ling kembali menghela nafas : “Aku juga tidak tahu , aku sendiri tidak percaya diri , apa dia membenciku , apa dia tidak menyukaiku ?”
“Karena menyukaimu , makanya harus menghindar . Masalah tidur bersama bukan seperti yang ada di film , dimana musik dinyalakan , bintang dan kelopak bunga berserakkan di lantai , aku tidak tahu apa yang dipikirkan lelaki , tetapi bagi perempuan ini adalah pukulan besar.
“Kau juga begitu ? “ tanya Ling.
“Omong kosong , siapa yang tidak begitu ?” tukas Qingmei .
“Aku minta maaf atas kejadian dulu (tidur bersama Qingmei) ,” kata Ling.

“Eits , jangan ungkit masa lalu didepanku , kalau masalahmu , aku sudah lupa semuanya ,” kata Qingmei dengan gagah.
Ling tersenyum dan berkata : “Baiklah , kalau begitu kudoakan kau dan Da Ye ……bisa berakhir dengan bahagia.”
Wajah Qingmei berubah dan Ling langsung kabur .
Qingmei menjerit : “ Apa Da Ye yang memberitahumu ?”
Ling berbalik sambil tersenyum dan memberikan isyarat akan tutup mulut.
Qingmei tersipu malu dan masuk kelas kembali.

Mars vs Blackhole

Ling mendatangi Qiluo diruang kesenian. Tetapi Ling terkejut melihat Hongdao ada diruang kesenian dan sudah menjadi anggota baru klub kesenian.
Ling dan Qiluo menjauh dan bercakap setengah berbisik membahas Hongdao yang masih mondar-mandir diruangan.
“Kau tahu dia sangat kagum padamu ?” Dia bilang ingin bisa sepertimu , dan aku rasa aku bisa memahami perasaannya. Kau mengerti maksudnya ? Dia ingin sepertimu .
Kemudian , Ling menghampiri Hongdao dan minta maaf atas perlakuan di kantin tadi.
Ling berada dalam suasana yang janggal saat harus duduk berdekatan dengan Hongdao . Tetapi  Qiluo memberikan isyarat pada Ling , dan Ling pun memulai percakapan .

“Hongdao , kau suka melukis ?” tanya Ling.
“Hmm , aku sering melukis dengan cat warna , tetapi aku tidak pernah melukis dengan cat minyak , dibandingkan lukisan biasa , aku lebih suka melukis gips , makanya aku suka Moluo , Aigen dan Xi Lei .”
“Aigen , Xi Lei ?”
“Kau tahu mereka ?”
“Tidak tahu .”
“Tetapi setelah melihat lukisan Qiluo , aku mulai tertarik gaya natural , yang bisa melukis kakak kelas seperti itu.”
“Apa kau hanya menyukai lelaki ? Tidak pernah berpikir kencan dengan gadis lain ?”
“Tidak juga .”
“Hahaha , kau biseksual ? Beritahu kau suka tipe gadis yang seperti apa ?”
“Lebih baik tidak usah.”
“Beritahu aku , aku banyak kenalan .”
“Aku suka gadis seperti Qiluo .”
Ling murka dan hendak menghajar kalau tidak dilerai oleh Qiluo.
***
Qiluo berjalan keluar bersama Ling. Menurut Ling , Hongdao hanya pura-pura saja  : “ Kalau dia benar-benar sedih , mungkin selama seminggu tidak akan berani melihatku , tetapi seperti yang kau lihat , dia bicara dengan melihat mataku. Percayalah padaku , dia lain dengan orang biasa. ”
***
Qiluo sedang berjalan bersama Hongdao kali ini. Hongdao mengaku sejak SD kenal dengan orang-orang yang kemudian menjadi emosional .
“Aku seperti pembantu baginya , kalau aku melawannya , dia langsung emosi ,” tutur Hongdao.
“Lalu kenapa kau tidak tinggalkan dia ?” tanya Qiluo.
“Aku mau , makanya dihajar sampai babak belur olehnya. Untung kakak kelas Ling menolongku . Bagiku kakak kelas Ling seperti juru selamat. “
Pada saat itu Ah Bing muncul sambil mengemudi mobil boxnya. Ah Bing menyapa Qiluo dan menawari untuk mengantar pulang.
Hongdao pamit , dan Qiluo akhirnya menumpang pada mobil box A Bing.
Begitu masuk mobil , Ah Bing becanda : “ Tertangkap basah olehku , pulang dengan laki-laki lain. “
“Dia anggota baru klub kesenian , “ jawab Qiluo sambil tersenyum.
“Jangan becanda .”
“Benar kok , namanya Hongdao , Ling juga kenal dia. Kalau tidak percaya tanya saja Ling.”
A Bing mendadak serius : “ Maksudmu , Fan Hongdao ?”
“Kau kenal dia ?”
“Hanya merasa pernah dengar saja,” aku Ah Bing.
***
Ling sedang di klub biliar untuk mencari uang mudah dengan cara bertaruh. Ling tersenyum karena seperti biasanya dia menang lagi.
Disaat itu Ling terganggu oleh kehadiran Hongdao yang menyindir bahwa ternyata pekerjaan dengan fasilitas bagus yang dimaksud Ling itu bertaruh biliar.
Ling berkata : “Kau cacing pengikut ? Kenapa menempelku terus ?”
“Kalau kakak kelas tidak keberatan , aku ingin taruhan denganmu. Cukup tidak uang ini . Kalau kau menang , uang ini jadi milikmu , tetapi jika kau kalah , aku mau menguasaimu selama satu jam. ”
“Mau membeliku ? Kalau kalah jangan nangis yah .”

Diluar dugaan , ternyata Hongdao pandai bermain biliar , dan Ling juga sedang tidak beruntung sehingga kalah.
Hongdao berhak atas diri Ling selama satu jam , namun Hongdao membawa Ling ke sebuah tempat yang keliatan kosong dan tak terawat. Ling sempat bingung , namun akhirnya menyadari bahwa dulu tanpa sengaja pernah menolong Hongdao saat sedang dipukuli hampir mati lima tahun lalu.
***
Qiluo bertanya pada Ling : “Jadi kau sudah pernah mengenalnya ?”
“Sebenarnya bukan kenal , kebetulan hari itu aku bertemu dengannya , aku ingat ketika itu dia sedang dihajar seseorang , kebetulan aku sedang kesal dan butuh pelampiasan , jadi aku menolongnya. Anehnya Hongdao bukan berterimakasih ketika itu , malah menatapku dengan penuh kebencian. Aku sangat mengerikan bukan ? Ada kalanya aku sendiri juga merasa ada yang tidak beres. ”
Qiluo membersihkan bibir Ling dari sisa makanan kemudian menciumnya. Qiluo kemudian berkata : “Hanya kau sendiri saja yang tidak tahu bahwa sebenarnya kau sangat manis. “
Mereka tersenyum dan melanjutkan makan.
Malam hari Ling dan Qiluo pulang ke apartemen Ling , namun menemukan pintu rumah tidak terkunci.
Ling membuka pintu dengan hati-hati , dan menemukan seorang pria didalam.
Pria itu bernama Pak Tian dan menyapa Ling sambil memberitahu bahwa telah meminjam bir milik Ling. Anehnya pria itu juga mengenal nama Qiluo.
“Bagaimana kau bisa tahu ?” tanya Qiluo.
“Aku sudah masuk kedalam selama setengah jam,” aku pria itu .
“Apa polisi selalu bersikap seperti ini ?” tanya Ling.
“Seharusnya bukan begini maka tidak bisa menjalankan tugas,” sahut Pak Tian.
Ling mengajak Pak Tian melanjutkan minum diluar , dan meminta Qiluo untuk menunggu karena Ling akan segera kembali.

Kongruen

Ling bersama Pak Tian mendatangi sebuah bar.
Setelah duduk , Ling langsung berkata : “Tak usah basa-basi , ada perlu apa denganku ?”
“Ucapanmu masih begitu terus terang. Baiklah aku mau tanya , masih ingat Fan Hongdao ? Korban kasus pembunuhan lima tahun lalu . Kalian masih kontak ? “
Ling mengiyakan : “ Tetapi akhir-akhir ini aku baru tahu ternyata dia anak yang wajahnya bengkak seperti tomat waktu itu.”
“Aku kira ini kebetulan , tetapi aku agak khawatir . Aku tidak tahu kenapa kalian bisa kuliah di kampus yang sama .”
“Dia melakukan kesalahan apa sampai polisi mengawasinya . Apa dia menjambret atau apa ?”
“Membunuh . Dua tahun lalu Hongdao membunuh , dan dalam istilah hukum membunuh tanpa sengaja karena membela diri. Korbannya adalah pemuda yang kau hajar lima tahun lalu , seorang pemuda yang sangat nakal.”
“Hongdao punya hubungan apa dengan orang itu ? “

“Teman bermain sejak kecil , tetapi semua pengakuan membuktikan bahwa Hongdao selalu disiksa oleh Zeng Qingmu , dan Qingmu semakin sadis , sampai akhirna Hongdao tidak tahan dengan rasa takut dan tekanan , makanya tidak sengaja membunuhnya , jadi pengadilan memutuskan dia tidak perlu dihukum .”
“Kedengarannya memang sangat tragis , tetapi apa hubungannya denganku .”
“Aku merasa , sangat mirip hubungan Qingmu dan Hongdao , seperti kamu dengan Sheng.”
“Apa maksudmu ?”
“Qingmu bukan jahat sejak kecil , walaupun punya sisi jahat , tapi sebenarnya dia sangat mencintai Hongdao , seperti kau dan adikmu , Qingmu sering membela Hongdao yang sering diganggu , sampai suatu hari , dia tak sengaja dorong anak yang sering mengganggu Hongdao ke lantai 1 , langsung berubah .”
“Anak itu mati ?”
“Lehernya patah , walaupun perkelahian anak kecil , tetapi sudah jatuh korban , sejak hari itu hidup Qingmu berubah drastic , tetapi terakhir yang tak disangka , dia bisa mati ditangan Hongdao yang selalu dia lindungi. Kedengarannya sangat menyedihkan .”
“Lalu , apa kau mengira aku akan berubah menjadi Qingmu kedua ? “
“Tahu tidak ? Setelah Qingmu meninggal , Hongdao dibawa ke tempat rehabilitasi yang sama denganmu . Dan setelah keluar dari rehab , dia langsung masuk kampus yang sama denganmu. Banyak hal yang membuatku merasa sangat kebetulan . Aku punya firasat yang tidak bisa dijelaskan , Hongdao memang anak yang malang , tetapi karena dia , telah mati dua orang , ini adalah kenyataan. Chen Ling, harap jaga diri. ”
***

“Kalau begitu terimakasih.”

Psywar Dua Psikopat

Ling bukan bekerja , tetapi sedang bertaruh biliar di klub. Hongdao kembali datang lagi dan langsung main seorang diri di meja biliar sebelah.
Ling mengeluh : “ Sebenarnya kau mau apa ? Aku tidak tahu apa yang kau suka dariku , tetapi lima tahun lalu sebenarnya aku tidak bermaksud menolongmu , tetapi sedang kesal karena itu menghajar temanmu.”
“Aku tidak peduli , bisa bertemu dengan kakak kelas merupakan keberuntungan bagiku ,” tukas Hongdao sambil bermain seorang diri.
“Kata-kataku masih sama , aku tidak tertarik padamu.”
“Tidak masalah , yang penting aku tertarik padamu.”
Raut wajah Ling berubah : “ Kalau begitu aku tarik ucapanku , aku membencimu.”
“Benarkah ? Keliatannya hubungan kita semakin berkembang , paling tidak dengan membenci itu sama saja dengan merasakan keberadaannya. ”
Perang urat syarat dimulai diantara dua alumnus rumah sakit jiwa ini.
Ling melihat dua pengunjung klub biliar sedang merokok disekitar. Ling mengambil rokok yang mereka hisap dan mengatakan : “Aku paling benci dengan bau merek rokok ini.”
Hongdao menyodorkan asbak pada Ling , tetapi Ling yang kumat psikopatnya mengatakan : “Asbak ini sudah kotor.”

Hongdao mengerti , di menaruh asbak ini dan menyodorkan telapak tangannya sendiri untuk dijadikan asbak baru.
Ling lalu mematikan rokok yang sedang menyala di telapak tangan Hongdao yang seperti tidak merasakan sakit.
Ling berujar : “Aku kira aku sudah cukup tidak normal , tetapi kau lebih tidak normal dariku.”
Seperti tidak merasakan sakit ,  telapak tangan Hongdao berfungsi sebagai asbak dengan baik sampai rokoknya benar-benar mati.
***
Keesokan harinya , Ling kembali berpapasan dengan Hongdao di tangga kampus.
Hongdao menyapa : “Kakak kelas selamat pagi.”
Ling semula mengacuhkannya , tetapi akhirnya memanggil Hongdao sesaat dan berkata : “Hei , seharusnya kau pergi ke dokter.”
Hongdao mengira Ling mengkhawatirkan luka ditangannya dan berkata : “Dokter bilang dua minggu lagi aku akan sembuh.”
“Bukan itu yang aku maksud , tetapi otakmu,” Ling bersarkasme.
Qiluo kebetulan sudah ada disitu dan mendengarkan semuanya. Namun Ling menarik Qiluo untuk menjauh .
Ling berkata sambil menarik tangan Qiluo : “Qiluo , aku ingin kau berjanji padaku , jangan berhubungan lagi dengan Hongdao.”
“Kenapa ?”
“Pokoknya aku bilang jangan berhubungan lagi dengan Hongdao !!! Apa kau dengar ?!! ” teriak Ling.
***
Qiluo melamun dikelas memikirkan peringatan dari Ling. Saat itu Qingmei datang memberitahu bahwa Ah Bing ingin bertemu dengan Qiluo.
Ah Bing menunggu didepan kampus , begitu Qiluo datang , Ah Bing langsung berkata : “Ini perlu kukatakan padamu , pemuda yang bernama Hongdao itu pernah membunuh orang.”
“Bunuh orang ?” tanya Qiluo kaget.
“Aku dengar dari teman , kira-kira dua tahun lalu , ada pemuda yang bernama Qingmu . Dia juga preman yang sangat nakal dan pernah berkelahi denganku . Kemudian aku dengar dia dibunuh dan matinya sangat mengenaskan . Orang yang membunuhnya sepertinya bernama Hongdao.”

Setelah itu Qiluo berlari naik ke lantai atas kampus dengan panik dan tergesa. Begitu melihat Da Ye , Qiluo langsung bertanya : “Ling dimana ? “
“Sore nanti dia tidak kuliah , dari siang sudah pergi , mungkin pergi kerja,” jelas Da Ye.
“Kau tahu dia kerja dimana ?” tanya Qiluo
“Sepertinya……..” Da Ye pun tak ingat dan tak yakin.
Mendadak Hongdao nimbrung entah muncul dari mana dan berkata : “Klub snooker. Kalau tidak keberatan mau aku antar kesana ? ”
“Apa yang terjadi ?” tanya Da Ye pada Qiluo .
“Tidak ada apa-apa,” elak Qiluo , dan Qiluo berkata pada Hongdao : “ Kalau begitu aku akan merepotkanmu.”
Qiluo berjalan dibelakang mengikuti Hongdao . Qiluo merasakan sesuatu dari figure Hongdao , dan bergumam dalam hati : “ Dia diam , saat tidak berbicara , aku sama sekali tidak merasakan keberadaannya. Perasaan itu seperti ada yang terus mengawasi dalam kegelapan. ”
Ling masih di klub biliar dan kembali memenangkan taruhan , tetapi Qiluo sudah tiba dan menangkap basah.
Qiluo langsung menyindir : “Ternyata ini pekerjaan yang kau bilang ringan dan santai.”
Ling tersudut , dan melampiaskan amarahnya pada Hongdao . Ling mencekik kerah Hongdao dan berkata : “Anak nakal , sebenarnya kau mau apa ?!!”
“Ling !” , lerai Qiluo . “Kenapa kau merahasiakannya dariku ? Termasuk juga saat polisi mencarimu .”
“Polisi?” tanya Hongdao.
Ling berkata pada Hongdao : “ Kau masih ingat Pak Tian bukan ? Kita sudah banyak merepotkan dia.”
“Ternyata kalian sudah tahu bahwa aku yang membunuh Qingmu ,” kata Hongdao.
Suasana agak reda sedikit. Hongdao duduk dekat Qiluo , sementara Ling duduk santai didekat meja biliar.

Hongdao curhat : “ Sebenarnya Qingmu bukan orang jahat . Aku yang mengubah hidupnya , aku yang menyebabkan dia menjadi orang yang tidak bisa bertobat. Aku yang membunuhnya. Apapun yang kulakukan , walaupun aku sangat menyesal , dia tidak akan kembali lagi.”
Hongdao terisak , sementara Ling terlihat santai dan sedikit tersenyum seakan mengenali kepribadian Hongdao yang sesungguhnya , hanya Qiluo yang tersentuh .
“Jangan menangis , masalah ini tidak boleh menyalahkanmu sepenuhnya,” hibur Qiluo.
Hongdao masih terisak sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya , “ Aku yang mencelakakannya , karena aku terlalu lemah , aku harus bagaimana baru bisa mendapat maaf dari Qingmu.”
“Hongdao,” kata Qiluo.
Mendadak Ling angkat suara : “ Semuanya adalah kata-kata munafik , jelas-jelas kau sedang berpikir manusia sampah seperti dia harus segera dienyahkan.”
Qiluo menegur : “Ling , kau bilang apa ?”
“Loh , kenyataannya memang begitu , benar khan Hongdao ?” tanya Ling pada Hongdao .
Hongdao masih terisak sambil menunduk , tetapi lama-lama dia terkekeh mengerikan.

0 comments:

Post a Comment