Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 10

Standard


Ling mengantarkan Qiluo ke halte . Disana Ling meminta maaf atas segalanya. Qiluo merasa tidak mengapa dan pamit . Sebelum pergi , Qiluo sempat meminta ciuman persahabatan.
Ling menghampiri , dan langsung mencium Qiluo .

***
Keesokan harinya , Ling tiba di kampus dan nyelonong masuk kelas dengan terlambat. Sang dosen hanya bisa pasrah melihat anak bandel ini. Mahasiswa yang sudah duduk di tempat sebelah Qiluo mengalah dan pindah .
Ling duduk tersenyum pada Qiluo dan mengobrol dengan Da Ye sehingga dosen menegur : “ Chen Ling , apa kau kira aku tuli ? Aneh , setiap kau ada dikelas aku sulit konsentrasi.”
Ling melongo , dan berdiri sambil berkata  : “ Hah , sekarang kenapa lagi ? Teman dan dosen sama-sama menggangguku , seorang pemuda berprospek yang bermaksud ingin bangkit kembali.”
Da Ye celetuk : “Tapi kau memang terlambat. Duduklah !”
Ling pasrah dan seisi kelas tertawa termasuk pak dosen.
***
Kuliah sudah usai . Da Ye mengamati Ling dan Qiluo yang masih berada dikelas.  Qingmei mengamati mereka dari luar ruangan kelas , dan Da Ye pun ada disitu.
Qingmei dan Da Ye berbincang sambil berjalan di lorong.
Qingmei menggoda : “ Da Ye , kalau mereka putus , Qiluo akan sendirian . Apa kau masih mau mengejarnya ? Kau masih menyukai Qiluo bukan ? ”
“Seharusnya kau bilang untuk dirimu sendiri (Qingmei terhadap Ling),” jawab Da Ye.
“Apa hubungannya denganmu ? Walaupun tidak ada kerjaan juga aku tidak akan mengganggu Ling terus. Apalagi Ling sama sekali tidak menyukaiku. Aku tidak mandiri seperti Qiluo , dan juga bukan primadona seperti Shashi . Singkatnya aku bukan gadis manis.”
“Aku malah merasa kau sangat manis .”
http://2.bp.blogspot.com/-mypQnLUTOCY/Ul0M9GmnotI/AAAAAAAAPJU/C2JtmlCbT5E/s1600/Mars+10-01.jpg
“Aku manis ? Sungguhkah , apanya yang manis ? ” tanya Qiluo sambil merangkul tangannya ke pundak Da Ye.
“ Kau manis saat memaki orang seperti anjing.”
Qingmei menendang Qiluo dan berkata : “ Kau menyindirku yah ?”
“Aku serius. Sikap terus terangmu , mau marah disaat marah , gembira disaat gembira .”
Qingmei pun memisahkan diri dan sempat berkata : “ Kau tidak pintar bicara , pantas saja Qiluo tidak menyukaimu.”
***
Ling dan Qiluo masih di ruang kelas. Ling mengajak Qiluo untuk jalan-jalan diluar .  Qiluo meminta diperbolehkan naik motor Ling hanya saja merasa tidak enak terhadap Shashi .  Qi Luo menanyakan kepada Ling apakah masalahnya dengan Sha Shi sudah diselesaikan atau belum.

“Jujur saja , aku tidak bisa membayangkan Shashi naik motorku ,” kata Ling.
“Hari itu kau sudah membicarakannya dengan Shashi ? Aku harap jangan karena mempertimbangkan aku maka kau tidak menghadapi perasaan dirimu yang sebenarnya. Kamu harus menghadapi diri sendiri dan ini yang terpenting. ”
“Sudah kupikirkan . Aku benar-benar memikirkan masalah hal ini dengan serius. Jadi aku sudah menyadari satu hal , bahwa hubunganku dengan perempuan tidak mungkin sebatas teman . Terhadap perempuan kalau bukan suka , berarti benci. Hanya begitu saja. Aku tidak bisa memikirkan hal ini dengan jelas sepertimu . Jadi ………”
Belum selesai berkata , Zhuli datang meminta Ling untuk berbicara dengan Shashi yang telah menunggu , dan ini yang terakhir kali . Ling berpikir , dan akhirnya menyanggupi. Ling meminta Qiluo untuk menunggu.
Qiluo berpesan akan menunggu Ling di taman , dan Ling pun pergi.
Kini Ling berdua bersama Zhuli . Zhuli merasa Qiluo gadis yang baik dan akan membenci Zhuli karena membela Shashi. Ling menjelaskan bahwa Qiluo tidak mungkin membenci Zhuli .
“Shashi bilang , karena Qiluo mirip dengan Sheng makanya kau …” kata Zhuli .
Ling yang sedang berjalan jepat , berubah wajahnya dan memandang Zhuli dengan tajam .

Zhuli berkata lagi : “ Kalau perasaanmu terhadap Qiluo hanya semacam pengganti dari rasa kehilangan terhadap Sheng. Ini bukanlah cinta. Ini adalah cara lemah untuk berpindah hati , untuk berpura-pura bahwa Sheng masih hidup. Aku tidak percaya kau orang yang lemah.”
Ling memotong : “Aku memang lemah. Aku tidak hanya lemah , tetapi juga sangat jahat. Aku yang memberitahu Sheng tentang jati diri kami. Aku terus berpikir kalau didunia ini tidak ada Sheng maka aku akan lebih bebas. Tetapi tidak disangka , aku bukan bebas malah terikat lebih dalam. Lucu sekali bukan ? Ini adalah titik kelemahanku. Aku benci Sheng dan juga mencintainya. Aku tidak bisa membedakan diriku yang sebenarnya. Mana bisa aku tegar ? Tenang saja , aku akan menyelesaikan masalah Shashi. ”
“Ling , kau sebenarnya mencintai Sheng , benar khan ? “
“Aku hanya tahu , kalau ada kesempatan , aku ingin bertemu lagi dengannya, ” kata Ling sambil berlalu meninggalkan Zhuli.
***
Ling mendatangi tempat dimana Shashi sedang menunggu sendirian. Shashi tampak tersenyum dan menyebut waktu menunggu telah 22 menit dan tahu bahwa Ling akan datang.
(Sementara itu Qiluo mulai menunggu di taman , dimana ada seorang anak kecil didekatnya yang sedang menggambar. Qiluo menyapa gadis kecil itu dengan ramah dan menanyakan sedang menggambar apa. Gadis kecil balik bertanya apakah Qiluo sedang menunggu seseorang. Qiluo tersenyum )

Kembali ke Shashi , yang berkata pada Ling : “ Lihat kita berdua sangat bodoh , berputar-putar dan buang waktu , baru bisa duduk seperti sekarang dan saling berhadapan. Kelak kita tidak akan berpisah lagi khan , tertawa dan gembira , menambal kekosongan yang ada. Salah , salah , kita akan tertawa gembira , itu baru benar. Mulai hari ini kita harus berusaha menemukan kebahagiaan kita .

“Aku percaya pasti bisa. Aku yang dulu selalu merasa semua yang kumiliki hanya kenangan sedih. Tetapi kalau dipikir-pikir tidak separah itu . Aku , Sheng dan kamu , walaupun ada banyak kesedihan juga ada saat-saat bahagia . Karena bagi kita , kau yang pertama kali , baik cara berpikir maupun hal yang disukai aku dan Sheng berbeda , tetapi kamulah satu-satunya yang membuat kami tertarik. Kami membahas tentangmu , bagaimana caramu tertawa dan marah . Saat itu kau sangat manis seperti tamu VIP yang sombong dan percaya diri. Hanya dengan melihatmu aku sudah merasa bahagia . Sebenarnya sekarang aku masih merasa kau sangat manis. Tetapi , …………….hanya merasa manis saja. Shashi , bagiku kau adalah kenangan kecil dan bukan wanita special . Ini cinta yang tidak bisa dimiliki , kau harus belajar menjaga diri . Ada lagi , jangan lupa untuk menghargai semua yang kau miliki saat ini. Ayo. “
Shashi berusaha menahan kepergian Ling , tetapi Ling berkata bahwa Qiluo sedang menunggunya.
Ling berkata lagi : “Kalau aku tidak segera pulang , aku rasa dia akan menangis. “
Shashi merajuk : “Yang hampir menangis itu aku.”
“Dulu asalkan kau atau Sheng menangis . Aku selalu berusaha menghilangkan hal yang membuat kalian menangis . Qiluo juga bisa menangis , tetapi apa kau tahu ? Saat dia menangis aku tidak tahu harus berbuat apa . “
“Kau hanya takut membuat Qiluo menangis ?”
“Shashi , didunia ini pasti ada , aku percaya pasti ada , orang yang sangat penting bagimu . Aku harap kau segera menemukannya. Karena akupun sudah menemukannya. Selamat tinggal.”
Ling pergi dan sempat berpaling sejenak , dan benar-benar pergi.
Shashi mengeluh sendirian sambil menangis : “ Aku sudah tahu sejak pertama kali melihat Qiluo. Aku tahu , aku sudah tahu , aku benar-benar kehilanganmu. ”
***
Qiluo masih menunggu di taman bersama gadis kecil tukang gambar itu. Gadis kecil itu dengan baik hati menyerahkan makanan ringan pada Qiluo yang sedang menunggu seseorang. Qiluo berterimakasih pada gadis kecil itu.
Qiluo terus menunggu , sampai tiba-tiba Ling muncul dan mengejutkannya. Ling mencandai kenapa mata Qiluo merah : “ Apa kamu takut aku tidak kembali  ? “

Setelah itu Ling mengajak Qiluo ke sebuah halaman yang luas untuk mengajari Qiluo mengemudikan sepeda motor.
Qiluo mulai mengemudikan sepeda motor , tetapi arahnya malah mendekati sungai kecil didepannya. Ling terpaksa menghentikan motor dengan melemparkan tongkat kecil ke jeruji motor.
Sepeda motor terguling dan Ling meraih Qiluo disaat yang tepat.
Kemudian Qiluo bergurau agar Ling mengajarinya mengemudikan motor sehebat Ling agar bisa mengambil uang orang lain saat bertaruh. Ling pun bergurau kalau Qiluo sudah tertular sifat Ling .

“Aku melihat brosur lukisan diluar jadi masuk kedalam. Ini lukisan yang bagus dan mewah , diantara kemewahan yang membuat orang sakit hati. Sebenarnya , yang membuat orang terharu bukanlah keindahan dan kelembutan. Memang keindahan dan kelembutan bisa membuat begitu tetapi tidak akan bertahan lama , sebaliknya kesedihan dan kemarahan terus tertinggal dalam hati. Walaupun lukanya sudah sembuh , dia juga tidak bisa melupakan semua penderitaannya. Walaupun banyak yang pernah merasakan penderitaan , hanya sedikit orang yang bisa mencurahkannya. Semoga kamu bisa menghasilkan karya yang baik di masa depan.”

Pria itupun berlalu.
***
Di apartemen Ling , Ling menegur Qiluo sebagai gadis bodoh yang menolak menjual lukisan.
“Bodoh , dia sudah mau beli tapi kau menolaknya menjualnya ,” kata Ling.
“Ini khan lukisanmu ,” sahut Qiluo.
“Harus lihat situasi dan kondisi juga. Aku tidak peduli , lain kali kalau terjadi hal yang sama kau harus beritahu aku . Aku akan membantumu menawarkan harga yang bagus.”
“Apa maksudmu menawarkan dengan mengancam ? Kuberitahu kau ini orang yang baik , dan pria itu seperti seorang ksatria . Aku tak menyangka ada ksatria yang mau membeli lukisanku , ” gurau Qiluo.
“Kenapa aku tidak menyadari kalau kau tertarik pada pria matang . Begini saja , kau ajak pria itu keluar dan lakukan hubungan intim dengannya,” kata Ling.
“Apa kau bilang ? Kau sedang marah yah ? “
“Kenapa harus marah , lagipula aku tidak punya jas dan parfum, dan bau ditubuhku hanya bensin , ” jawab Ling.
Qiluo menghampiri Ling dan berkata : “ Jangan marah , kau cemburu ? Aku suka bau bensin di tubuhmu . Rambutmu sudah panjang pula .”

Ling langsung mencium Qiluo sampai Qilui kewalahan dan teringat sesuatu yang traumatis.
Qiluo mengalihkan perhatian , akan membeli makanan dan pergi.
***

Kamu Binatang

Ling mengadukan masalah Qiluo kepada Da Ye di kampus. Da Ye tertawa.
“Qiluo bersikap begitu , sama sekali tidak salah. Sebaliknya kau , aku sungguh tidak mengerti , sejak kapan kau jadi sangat waspada ? “ tanya Da Ye.
“Ada seberkas cahaya memancar ,” racau Ling.
“Cahaya ?”
“Cahaya yang lemah memancar dari matanya. Setiap kali berdekatan dengan cahaya itu , maka darah di otakku langsung membeku . Aku sendiri hampir kehilangan rasa percaya diri . ”
“Kau pasti terlalu tergesa-gesa. Qiluo lain denganmu , ini pertama kali baginya . Setiap kali kau selalu begini .”
“Buru-buru kepalamu , apa kau anggap aku ini binatang ? ” tukas Ling
“Aku tidak pernah menganggapmu sebagai manusia . Kau hitung saja sendiri , sebelum kenal Qiluo sudah berapa banyak gadis yang kau nodai ?”
Ling berpikir sesaat .
Da Ye melanjutkan : “ Susah khan ? Jadi sekarang kamu harus menderita , siapa suruh dulu kamu tidak sopan . Qiluo melakukannya dengan baik , pembalasan dendam dari wanita . “
“Jangan cemburu lagi dengan kami yah Da Ye. Kuberitahu , dulu aku binatang atau bukan , tetapi terhadap Qiluo aku punya rasa……..rasa cinta , apa kau mengerti ? Saat kau mencintai seseorang maka kamu tidak akan bisa menahan diri untuk memeluk dan menciumnya . Ini hal yang wajar , apa kau mengerti ?”
“Aku mengerti , saling mencintai ,” jawab Da Ye sambil terkekeh sendiri.
Ling menjadi bingung : “Kau sedang senang tentang apa ?”
“Tidak ada apa-apa . Sebenarnya …………sebenarnya aku …….itu …..dengan Qingmei …….sudah …….” Daye berkata sambil tersipu malu.
Giliran Ling yang tertawa terbahak-bahak  . Da Ye pun menegur : “ Apa yang kamu tertawakan ? Kuberitahu yah , jangan kamu sebarkan hal ini . Kalau kau sebarkan maka kita akan musuhan. Hei aku serius . ”

Ling terus tertawa sehingga Da Ye iseng mendorongnya kebelakang dan menabrak seorang mahasiswa (Hongdao) . Ling secara reflek hendak minta maaf tetapi terkejut melihat penampilan mahasiswa itu.
Hongdao pun tidak mengapa dan berlalu.
Ling pun berkomentar tentang dia kepada Da Ye : “ Manis sekali dia .”
“Benar , semua mahasiswi sedang membahasnya, kata mereka dikalangan mahasiswa baru kali ini ada lelaki seperti wanita , sangat manis , kau tidak pernah dengar ?  Namanya adalah Fan Hongdao , ” jelas Da Ye.
“Mirip dengan perempuan ,” gumam Ling.
“Jangan berpikir yang bukan-bukan , dia itu pria. Houshi sudah membuntutinya , dan juga sudah diselidiki di toilet. ”
Perhatian Ling kembali ke issue Qingmei – Da Ye , dan kembali terkekeh .
Da Ye kembali memperingatkan agar Ling tutup mulut . Ling terus terkekeh.

Pria Manis Misterius


Qingmei dan Qiluo sedang curhat bersama.
“Karena saling mencintai , kenapa tidak boleh ?” tanya Qingmei .
“Bukan maksudnya tidak boleh , hanya saja menurutku hubungan sekarang sudah sangat bagus. Aku sudah merasa bahagia,” jelas Qiluo sambil menunduk.
“Tetapi kalau kau benar-benar menyukai Ling , apa kau tidak ingin menyerahkan semua milikmu untuknya ? Tidak mau lebih memahaminya ?Apa kau tidak mau tahu seberapa besar kekuatan Ling ? Betapa kekar bahu dan dadanya ? Kalau dipeluk erat olehnya , menaruh wajah didadanya , berpikir …..” Qingmei tanpa sadar histeris sendiri , kemudian lanjut bertanya : “Apa aku sangat aneh ?”
“Tidak, menurutku kau sangat manis , terlalu manis sampai membuatku iri , Sebenarnya ku sangat takut karena hubungan ku saat ini dengan Ling sangat baik , aku takut nanti Ling akan berubah ,” jawab Qiluo.
“Qiluo ……..sebenarnya ……..aku dan Da Ye sudah……..” kata Qingmei sambil berbisik.
Qiluo tersenyum mendengar hal itu.
Qingmei melanjutkan : “ Makanya aku merasa ucapanmu benar , sebenarnya Da Ye juga agak lain , tetapi apanya yang lain aku tidak tahu , yang pasti hubunganku dengan dia berkembang , hubungan seperti kakak-adik dan juga sahabat , tetapi hubungan ini ada bahagia dan manisnya juga , jadi aku merasa setelah terjadi hubungan badan , yang berubah pasti hati , jadi sekarang hatiku akan selalu ada Da Ye. Aku merasa hati Da Ye juga ada bagian yang menjadi milikku. Tetapi aku juga mendukung pendapatmu. Aku hanya merasa khawatir , mungkin kau merasa hubungan kalian ini sudah cukup , tetapi bagaimana dengan Ling , apa yang akan dia pikirkan ? Mungkin dia merasa kau tidak menyukainya atau membencinya , kalau muncul lagi gadis yang dia suka ,bagaimana denganmu ?”
Curhat mereka terganggu oleh keributan didekat mereka. Mereka berdua pun mendekati TKP dan melihat Hongdao sedang dilabrak dua cewe. Salah satu cewe menegur Hongdao yang telah mempermainkan hati wanita.
Hongdao minta maaf karena merasa sudah ada orang yang disukainya.
“Siapa?” desak salah satu cewe yang penasaran.
Hongdao terdiam , tetapi ketika salah satu cewe terus mendesak , Hongdao akhirnya mengakui bahwa dia menyukai mahasiswa semester enam , yakni Chen Ling.
Qingmei dan Qiluo yang menguping tentu saja kaget mendengar hal ini.
***
Kantin kampus tampak hening , dan Ling yang sedang bersama Da Ye menyadari hal itu. Saat membeli makan siang , Ling membahas kecurigaan itu kepada Da Ye.
Benar saja , sic ewe (yang sebelumnya melabrak Hongdao) kini melabrak Ling. Malang bagi Da Ye yang malah terkena tamparan nyasar dari cewe itu .

Cewe itu menuding : “ Ling , kamu sangat payah , selain melecehkan wanita , kini pria pun tak kau lepaskan.”
Ling terkekeh tak percaya : “ Hehehe , aku ? Aku tidak melepaskan pria ?”
Cewe itu menjelaskan : “ Dia itu Hongdao , mahasiswa semester pertama.”
“Hongdao ? “ tanya Ling sambil terus terkekeh.
Da Ye nimbrung : “Yang kau maksud Fan Hongdao ?”
Cewe itu menuding lagi : “Masih pura-pura yah ? Hari ini Hongdao memberitahu adikku , bahwa dia jatuh cinta padamu !!”
“ Jatuh cinta padaku ? Kenapa dia jatuh cinta padaku ? Apa karena bentuk pinggangku yang seksi ini ?” tanya Ling .
“Dasar genit !! Aku tidak tahu kenapa Hongdao bisa jatuh cinta padamu !! ” maki cewe itu.
“Gadis manis , aku rasa kau salah paham , pertama , aku tidak genit , kedua , baiklah kalau aku genit pun hanya sedikit saja , tetapi aku sama sekali tidak berminat pada pria , tetapi hari ini kenapa kau memukul orang , masalah ini kita lupakan saja , takkan kupermasalahkan , tetapi lain kali jangan sembarangan menampar orang , karena sangat sakit , ” kata Ling sambil meledek Da Ye yang kena salah tampar.
Pada saat Ling berbalik membawa makan siangnya , wajah Ling tampak berubah karena melihat Hongdao muncul di hadapannya.

0 comments:

Post a Comment