Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 09

Standard


Qiluo mengingatkan Ling untuk masuk kuliah , namun Ling meminta Qiluo untuk duduk.  Qingmei dan Da Ye pun akhirnya masuk ruang kelas.

Pesan Sang Ibu

Ling berkata pada Qiluo : “Hari ini hari kematian Sheng , namun aku tidak ingat dia dikubur dimana .”
“Apa kau tidak pernah menjenguknya ?” tanya Qiluo.
“Aku tidak bisa menerima kenyataan kalau Sheng sudah mati , sebenarnya , setelah kematian Sheng , aku lupa dengan semua yang terjadi. Aku hanya ingat sampai di kantor polisi , aku sepertinya pingsan disana , setelah aku sadar , semua sudah berakhir. ”
“Ling , kau bilang kau yang mendorong Sheng ? Benarkah ? “
“Sepertinya begitu .”
“Kau begitu ingin menjenguk Sheng , kenapa tidak meminta informasi dari ayahmu ?”
“Ayah tidak akan mengijinkan aku , dia benci kalau aku menjenguk Sheng. Karena dia benci aku dan Sheng.”
“Mana ada orang tua membenci orangtuanya sendiri ? Kenapa setiap membicarakan ayahmu , seolah2 dia benar-benar jahat ? “
“Aku benar-benar tidak kenapa ? Ibu tidak memberitahu hal ini.”
(Sebuah kilas balik , sebuah tangga melingkar tak berujung terlihat. Setelah itu terlihat pula seorang wanita berpakaian serba putih . Dia adalah ibunya Ling  dengan raut wajah yang aneh dan seram , dan menasehati Ling agar tidak mendekati ayahnya , karena orang yang dingin dan sangat membenci anaknya , sangat menakutkan dan jangan bergantung padanya. Tetapi Ibu Ling juga mengomentari Ling semakin mirip ayahnya sambil tertawa misterius.)
http://2.bp.blogspot.com/-KPW8StGkMKQ/UlzqAuPc5cI/AAAAAAAAPHc/pJNHRSEhucY/s1600/Mars+09-01.jpg
Qiluo tiba-tiba berkata : “ Ling , apa ayahmu melakukan hal yang telah menakutkan pada kalian ?”
Ling terlihat berpikir sejenak sambil memejamkan mata untuk sesaat dan akhirnya menggelengkan kepala , pertanda ayahnya belum pernah melakukan apa-apa.
Qiluo bertanya lagi : “Lalu kenapa ibumu berkata seperti itu ? “
“Benar. Kenapa ? Kenapa ibu selalu bilang ayah sangat jahat. Setiap kali bertemu selalu mengingatkan hal itu , tetapi , dia selalu berkata dengna mimic gembira bahwa aku mirip dengan ayahku,” jawab Ling sambil menghela nafas sambil tangan bersandar di pilar.
“Ling.”
“Ibuku memang selalu membuat orang bertambah bingung. Kenapa dia bicara seperti itu ? Kenapa aku mempercayainya ? Kenapa aku harus membenci ayahku ? Setiap kali aku ingin mengingat , aku jadi tidak enak badan . Jadi dokter menyuruhku untuk tidak mengingat lagi.”
“Dokter ? “
“Dokter kejiwaan. Dokter yang menanganiku di tempat rehabilitasi. Begitu juga dengan ayah dan ibu , jadi setelah itu aku tidak pernah mengingatnya lagi , termasuk masalah Shashi . Tetapi aku akhirnya selalu menghubungkan Shashi dengan kematian Sheng. Aku tidak mau kembali seperti dulu. Aku seharusnya ingat. Aku sudah tidak tahan dengan kehidupan di tempat rehabilitasi dan obat-obatan.”
Pembicaraan tersebut terpotong oleh Sha Shi dan Zhuli yang tiba-tiba muncul.

Sha Shi langsung berkata : “Ling . Apa maksudnya tidak percaya diri ? Apa kau mau menghindar lagi ? Saat Sheng masih hidup kau pun sudah begitu . Sudah jelas kau menyukai tetapi memikirkan Sheng. Kau bahkan tidak pernah melihatku . Kau tahu ? Aku sangat berharap dihatimu hanya ada aku. Sheng juga sama saja denganmu , di hati kalian hanya ada kalian saja , sedangkan aku sangat kesepian. Jadi aku menyuruh Sheng untuk menghilang. Aku bilang padanya , kenapa harus ada dua orang ? Kalau salah satu dari kalian hidup maka aku tidak menderita lagi. Kalau salah satu dari kalian hidup , alangkah bagusnya. Setelah aku selesai bicara , Sheng benar-benar menghilang , tetapi tak ku sangka kau semakin peduli padanya. “
Usai menghambur kata , Shashi pergi berlari . Zhuli berusaha mengejar , namun Ling mencegahnya dan meminta Zhuli untuk menemani Qiluo. Ling berjanji akan mengejar dan menemukan Shashi.
( Saat Ling berlari , kilas balik diperlihatkan. Ling sedang menghampiri Sheng sambil tersenyum dan berkata : “Sheng , aku dan Shashi hanya main-main saja. Kau tahu khan aku memang orang yang sembarangan.”
“Ling , kenapa kau membohongiku ? Aku tahu kau benar-benar menyukai Shashi. Juga tahu Shashi pun lebih menyukaimu. Aku tidak ingin mengikatmu,” kata Sheng . )
Zhuli masih menunggu bersama Qiluo. Qiluo menyangsikan Sheng akan bunuh diri hanya karena perkataan Shashi, mengingat Sheng sangat menyayangi kakak kandungnya tersebut.
Saat itu Ling sudah kembali menemui mereka dan melaporkan bahwa belum menemukan Shashi. Zhuli menjelaskan bahwa tadinya Shashi datang karena ingin mengajak Ling untuk pergi menjenguk Sheng.
Ling langsung menduga kalau Shashi hendak berencana bunuh diri di atap bangunan, dan mengajak Qiluo dan Zhuli untuk memeriksa. Ling mulai sempoyongan saat mendekati bangunan karena trauma-nya kambuh , namun meminta Zhuli untuk menyusul duluan ke atap bangunan.
Perlahan tetapi pasti , Ling mendekati tangga , didampingi Qiluo yang cemas. Ling semaput ke lantai dan ingatannya pulih seketika. Ling kembali bangkit dan mengatakan sudah ingat semuanya , bahwa Shashi tidak melakukan apa-apa.

Ling dan Qiluo menyusul keatas. Disana sudah ada Zhuli , sementara Shashi sedang duduk terpojok. Ternyata Shashi memang hendak bunuh diri , namun mengurungkan niat karena takut ketinggian.
Shashi meratap : “  Tadinya aku mau lompat , tetapi begitu lihat kebawah aku sangat takut. Aku takut sekali . Aku sangat sedih. Aku tidak tahu kenapa Sheng berbuat begitu.”
Ling memeluk Shashi untuk menenangkan dan berkata : “Sheng bunuh diri karena aku , karena aku memberitahu bahwa kami bukan anak kandung ayah , melainkan anak haram ibuku dengan pria lain . Sheng bunuh diri karena tidak bisa menanggung beban ini.”
Qiluo dan Zhuli hanya bisa memandangi mereka dengan prihatin.

Aku Membunuh Adikku


Kesokan harinya . Ling tidak masuk kuliah . Pulang kuliah Qiluo pun menyusul ke tempat Ling.
Ternyata Ling jatuh sakit dan terbaring lemas diatas ranjangnya.
“Kenapa kau kesini ?” tanya Ling.
“Kau tidak datang ke kampus , jadi aku khawatir .”
“Kepalaku sakit.”
Qiluo meraba dahi Ling dan berkata : “ Kepalamu panas sekali , dimana thermometer atau obat-obatan ? “
“Aku tidak punya semua itu . Tenang saja , aku tidak apa-apa , dengan tidur pun nanti aku sembuh.”
“Tidak boleh. Apa tidak ada dokter dekat sini.”
“Kau becanda yah . Sudah tahu aku tidak suka dokter.”
“Tetapi kau sakit dan tidak ada yang menjagamu . Apa aku menyuruh Shashi untuk datang kesini.”
“Kalau Shashi datang , panasku akan semakin tinggi . Dia sama sekali tidak bisa merawat orang. Cepat pulang tidur . Aku tidak apa-apa.”
Qiluo pun menelepon ibunya untuk meminta ijin menginap dirumah Qingmei . Setelah itu Qiluo memandang Ling yang tertidur dengan prihatin.
***
Qiluo berjalan ditengah keramaian menuju tempat Ling kembali sambil belanjat sesuatu untuk Ling. Saat itu Qiluo berpikir dalam hati .
“Ling , manusia tidak bisa hidup sendirian didunia ini. Aku tahu , tetapi kesepian Ling adalah semacam kesepian yang dalam . “
Qiluo sudah kembali dan Ling masih tertidur.
***
Di pagi hari Qiluo terbangun dari tidurnya yang pulas. Untuk sesaat dia kaget karena bisa terbangun di tempat Ling. Namun akhirnya Qiluo menanyakan kabar kesehatan Ling.
Ling berkata : “Sudah kubilang dengan tidur maka aku akan pulih sendiri.”
“Sungguh kau tidak apa apa ? Yang menggendongku keranjang ini kamu ? “
Ling tersenyum : “ Kalau kau tidur seenaknya seperti itu maka kau akan sakit pula. Aku akan menjelaskan sesuatu , aku hanya menggendongmu dan tidak melakukan sesuatu.”
Ling bertanya untuk apa Qiluo membawa banyak barang , dan Qiluo menjawab bahwa Ling tidak punya sesuatu untuk dimakan.

“Aku mau masak sendiri untukmu , tetapi disini tidak ada apa-apa , jadi ..pokoknya benda yang bermanfaat , dan aku berbelanjag banyak,” jawab Qiluo.
“Kalau begitu aku mau makan steak,” Ling tersenyum.
“Tidak bisa.”
“Kalau begitu hamburger ? “
“Tidak bisa.”
“Udang goreng ? “
“Tidak bisa.”
“Jadi kau bisa masak apa ?”
“Telur dadar.”
“Bilang dari tadi kalau begitu.”
Ling mulai memasakkan telur dadar dan Ling bersiap menyantap sambil tersenyum. Ling berkomentar masakan Qiluo lumayan enak.
Qiluo berpesan pada Ling bahwa nanti sudah selesai makan kalau bisa keluar ruangan sebentar. Qiluo ternyata hendak buang air , sementara tempat tinggal Ling adalah tipe studio yang tidak ada sekat sama sekali.
Sesudah itu Qiluo mencuci piring , dan Ling kembali masuk ruangan. Ling kembali memuji Qiluo yang selain pintar melukis juga pinter memasak.
Qiluo tersenyum : “ Karena ibuku kerja diluar , jadi aku sering memasak sendiri.”
“Ternyata ini yang berbau ibu , aku tidak pernah merasakannya. Setahun setelah melahirkan kami , ibu masuk rumah sakit. Walaupun dia tidak opname , aku rasa dia bukan tipe ibu rumah tangga yang baik . ”
“Ling , kau mau begini terus ? Tinggal sendirian ? Tidak berpikir untuk tinggal bersama ayahmu ? “
“Misalkan kau menikah , suatu hari aku menyadari anak ini semakin mirip dengan diriku. Tetapi demi jaga muka , tidak bisa cerai , dan bahkan istriku mati duluan. Akhirnya setiap hari aku harus berhadapan dengan anak orang lain. Masih harus berpura-pura aku , sebagai ayah dan anak. Kalau itu aku , aku ingin orang itu enyah dari hadapanku. “
“Apa Sheng berpikir seperti itu juga makanya menghilang ?”
“Siapa yang tahu ?|”
“Bagaimana Sheng bisa tahu tentang rahasia itu ? Kalau tidak ada yang bilang , dia juga tidak akan tahu , jadi siapa yang memberitahukannya. Ling , siapa yang memberi tahumu ?”
“Tidak lama setelah aku kembali dari Los Angeles . Aku menemukan surat cinta yang ditulis ibuku untuk lelaki lain. Kalau kau membacanya pasti kau akan merasa risih. Didalam surat juga ada foto , dan dalam foto itu ada seorang pria yang mirip sekali denganku. Aku yang memberitahu dia. Aku . Aku yang memberitahu Sheng. ”

(Sebuah kilas balik . Ling memberitahu Sheng tentang sebuah benda menarik . Benda itu adalah sebuah foto , dan Ling berkata : “ Lihat foto ini . Pria ini mirip sekali dengan kita khan ? Kau tahu dimana aku menemukannya ? Ibu kita selingkuh , jadi sebenarnya kita bukan anak kandung ayah yang kau hormati itu . ” )
“Kenapa , kenapa kau berbuat seperti itu ?” tegur Qiluo.
“Karena aku membencinya . Sejak kecil dia suka memasang wajah malaikat didepanku . dia begitu lemah dan cengeng. Orang yang aku benci adalah Sheng , seperti ayah membenci kami. Aku juga berharap Sheng tidak muncul selamanya didepanku.”
“Kau bohong , kau tidak mungkin membenci Sheng. Jelas-jelas kau bilang padaku , kalian tidak bisa terpisahkan !”

“Kau pasti ingin ada orang yang melindungimu bukan ? Kau pasti lebih mengharapkannya dari Sheng , bahwa ada yang mendukungmu disampingmu , tetapi kau tidak punya waktu untuk memikirkannya , karena untuk melindungi Sheng saja sudah membuatmu sibuk , membuatmu sesak nafas .”

Ling dan Qiluo menangis sambil berpelukan. Qiluo meminta Ling untuk menangis dan jangan menahannya , karena hal yang wajar. Ling meratap bahwa walaupun meneteskan banyak air mata tidak akan bisa mengembalikan sesuatu yang hilang.
***
Ling dan Qiluo ke minimarket untuk membeli minuman. Sambil berjalan bersama , Ling berkata : “Dengan mata bengkak kita yang seperti ini , orang yang tidak tahu akan mengira kita kekasih yang baru saja bertengkar.”
Qiluo membenarkan : “ Benar , lagian kita juga tidak mirip kakak-adik.”
Ling mengantarkan Qiluo ke halte . Disana Ling meminta maaf atas segalanya. Qiluo merasa tidak mengapa dan pamit . Sebelum pergi , Qiluo sempat meminta ciuman persahabatan.
Ling menghampiri , dan langsung mencium Qiluo .

Qiluo kemudian berjalan sambil berpikir dalam hati : “ Kalau selamanya bisa begini , menangis dan tertawa bersama , alangkah bagusnya , bisa jadi sepasang kekasih atau tidak , bukan lagi masalah.”
Ling masih menunggu Qiluo pergi , tetapi Qiluo berkata lagi : “ Ling aku senang sekali bisa mengenalmu .”
Ling hanya bisa menatap dalam-dalam Qiluo yang pergi .

Cinta Merubah Seseorang

Di kampus , Qingmei menegur Qiluo sebagai gadis bodoh , karena menginap ditempat Ling hanya memasak nasi dan merawatnya saja. Qingmei menganggap dengan sikap Qiluo seperti itu hanya membenarkan rumor yang mengatakan Qiluo seperti mini market bagi Ling.
Qingmei memperingatkan Qiluo bahwa kalau begini terus maka Ling bisa direbut oleh Sha Shi.
Qiluo dengan pasrah berkata : “ Apa boleh buat , kalau Ling tidak bisa melupakan Sha Shi . “
Sambil berjalan bersama , Qingmei melanjutkan :  “ Kau berubah menjadi patung gips karena sering melukis patung-patung itu. Apa hatimu tidak sedih ? ”
“Kalau dengan cara ini bisa membuat Ling gembira . Aku rela. Karena aku melihat wajah Ling saat tertawa. Jadi asalkan bisa melihatnya bergembira , maka aku sudah merasa puas. ”

Qingmei tidak kehabisan kata : “Tetapi aku lebih suka melihatmu bersama Ling. Kau tidak tahu bahwa Ling sangat gembira jika bersamamu . Chen Ling yang dulu serampangan dan emosional . memang terlihat keren , tetapi terkadang sangat mengerikan , membuat orang lain susah bergaul . Tetapi saat dia bersamamu , entah bagaimana menjelaskannya , Ling jadi terlihat manis. ”

0 comments:

Post a Comment