Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 08

Standard


Ling masih bersama dengan Shashi seharian , sementara Zhuli menceritakan kronologis saat Sheng bunuh diri di gedung sekolah beberapa tahun lalu kepada Qiluo.

Zhuli melanjutkan : ” Aku orang pertama yang melihat Sheng berdiri diatas gedung sekolah. Juga aku yang buru-buru pergi mencari Ling. Saat Ling berusaha naik keatas gedung , dan aku baru pergi mencari guru kami , hanya Shashi yang masih dibawah , ditengah kerumunan melihat Sheng diatas dan akhirnya melompat bunuh diri. Shashi tampak terkejut dan histeris. Tapi , yang membuatku tidak percaya adalah ucapan Ling. Saat itu Ling dengan langkah gontai kembali kebawah dan menghampiri jenasah Sheng . Ling mengaku telah mendorong Sheng.  Shashi ketika itu terkejut dan membela Ling dan mengatakan Sheng lah yang melompat sendiri. Sheng bunuh diri adalah kenyataan , ketika itu polisi pun melakukan penyelidikan dan tidak ada satupun yang bisa membuktikan keterlibatan Ling, Akupun tidak percaya Sheng mati demi Shashi , Sheng adalah orang yang penyabar dan penyayang , mereka kembar yang saling membutuhkan . Jadi tidak mungkin Ling membunuh Sheng. Sebenarnya aku kesini karena ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi , kenapa Sheng bisa bunuh diri dan kenapa Ling bisa berkata seperti itu.”
Dipantai , hari sudah senja , dan Shashi masih bersama Ling.  Shashi pamit kepada pantai dan Ling pun mengantar Shashi pulang.
“Kapan kita akan bertemu lagi ?” tanya Shashi
“Tidak tahu , aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu lagi ,” sahut Ling.
Shashi menyodorkan kalung yang dimenangkan Ling dalam kontes , dan meminta Ling untuk memasangkan kalung itu dileher Shashi. Ling menurut , dan dengan hati-hati memasangkan kalung itu dileher Shashi. Saat itu Shashi merasakan Ling sedang tergesa-gesa karena hendak buru-buru menyusul Qiluo.

“Perlahan , semakin buru-buru semakin sulit mengancingnya , kamu ingin buru-buru pulang khan menemui Qiluo . Aku rasa hubungan kalian tidak akan berhasil , karena dia tidak begitu menyukaimu , buktinya aku mempelototi dia sebentar saja , dia sudah menyerahkanmu padaku. Kalau aku jadi dia , matipun aku tidak akan memberikanmu pada gadis lain. Bagaimana orang lain memaki ku sebagai wanita yang menyebalkan , aku tetap tidak bergeming.”
Ling sudah berhasil memakaikan kalung , dan Shashi mengucapkan terimakasih sambil menegaskan Ling adalah miliknya.
***
Di kampus , Qiluo masih menunggu Ling dengan sabar padahal hari sudah mulai malam. Saat Qiluo bertanya-tanya pada diri sendiri muncullah Da Ye yang terperanjat melihat Qiluo masih tabah menunggu.
Qiluo mengaku terus menunggu karena Ling yang memintanya menunggu . “Setiap saat aku hendak pergi aku berpikir Ling mungkin akan datang sebentar lagi sehingga aku harus menunggu.”
Da Ye tampak prihatin dan memeluk Qiluo untuk menghiburnya , tetapi pada saat itu Ling muncul.
Da Ye langsung menegur Ling : ” Kau sedang apa ? Mantan pacar kembali , hatimu langsung goyah !! Kuberitahu , aku belum melupakan Qiluo sepenuhnya. Walaupun kau adalah rivalku , aku tidak akan menyerah kalau kau tidak menghargainya , aku akan merebut Qiluo darimu !! ”

Da Ye pun berlalu , dan Qiluo menenangkan Ling bahwa Da Ye sesungguhnya tidak bermaksud begitu , tetapi khawatir melihat Qiluo menunggu sendirian.
Ling memahami , dan tahu maksud baik Da Ye.
“Shashi bukan mantan pacarku , yang pacaran dengannya adalah Sheng. Bukan aku , tetapi walaupun mereka pacaran , mereka belum pernah bergandengan tangan , mungkin ini yang disebut pacaran kejiwaan , dari kecil Sheng memang begitu , dia penuh dengan tata krama dan sopan santun , hanya menyengsarakan Shashi saja . Shashi pun mengeluh tidak pernah dicium , makanya aku merebutnya. Shashi pasti puas , merasakan suara yang sama , wajah yang sama , bagi dia , aku dan Sheng tidak ada bedanya. Hanya saja aku lebih tidak sopan , dan dalam hal ini aku adalah binatang.”
“Jangan berkata seperti itu , kau bukan orang seperti itu , kau benar-benar menyukai Shashi . Kau saja membantu Da Ye sebelum ini , apalagi terhadap Sheng . Benar khan ? ” tanya Qiluo.
***
Pagi harinya , Qingmei menegur Qiluo yang terlalu permisif terhadap Shashi . Qingmei mengajari Qiluo agar tidak melepaskan Ling begitu saja , tetapi Qiluo berkata percuma saja kalau Ling memang berniat pindah ke lain hati .
Saat itu Qingmei melihat Shashi datang ke kampus dan langsung melabraknya. Qingmei terus memaki Shashi namun Qiluo berusaha mencegahnya terus menerus.

Tetapi saat itu Shashi melihat gelang pelindung Ling berada di tangan Qiluo. Sadarlah Shashi karena dulu saat masih pacaran dengan Ling , Ling tidak sudi membiarkan gelang itu untuk Shashi. Shashi tentu saja berang melihat gelang itu dan berusaha merampas dari tangan Qiluo.

Qiluo menepis , tetapi malah tak sengaja membuat Shashi terjatuh ke tangga. Ling saat itu sudah ada di TKP dan segera menghampiri Shashi untuk memeriksa keadaan , tetapi Shashi berusaha memanfaatkan itu untuk bersikap manja dan menuduh Qiluo sengaja ingin mencelakakannya. Alhasil Ling malah menampar Shashi.
Kemudian , Ling memaksa Shashi untuk minta maaf pada Qiluo. Shasi pun terpaksa meminta maaf . Dan Ling meminta Shashi untuk tidak datang lagi karena hanya merupakan bagian dari masa lampau , dan ini adalah pertemuan terakhir.

Shashi tampak putus asa dan menangis . Tak lama Shashi perlahan melangkah ke tengah jalan seperti hendak membiarkan dirinya disambar mobil yang lalu lalang. Qiluo dan Ling melihat hal itu , dan Ling secepat kilat berlari menyelamatkan Shashi.
“Kenapa kau begitu ?” tegur Ling.
“Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi ,” isak Shashi.

Ling terpaksa menepuk punggung Shashi untuk menenangkannya dan meminta maaf kepada pengemudi mobil. Ternyata Ling baru menyadari tangannya terluka sehingga harus kerumah sakit.
Di rumah sakit , Shashi meminta Qiluo untuk mengalah.
“Maaf , kau pasti mengira aku wanita yang menyebalkan bukan ? Atau kau merasa aku orang aneh yang tiba-tiba muncul ditengah jalan , tetapi kau tidak akan tahu bagaimana aku melewati masa-masa ini , aku terus menunggu , aku terus menunggu , agar bisa bertemu lagi dengannya . Sebelum kau kenal Ling , aku setiap hari menunggu . Jika Sheng tidak mati , aku dan Ling tidak mungkin berpisah. Aku mohon kembalikan dia padaku yah ?” desak Shashi.
“Shashi , jangan begitu . Aku tidak berniat mengikat Ling , karena aku suka maka aku berada disisinya , ini bukan masalah mengembalikan , aku tidak punya hak untuk mengekangnya. Dia punya kebebasan untuk memilih.”
“Aku ingat , aku merasa kau mirip seseorang , akhirnya aku ingat , kau mirip dengan Sheng. Sheng pernah mengatakan hal yang sama denganmu , saat ku bilang padanya aku menyukai Ling , dia bilang dia akan memaafkanku , tetapi dia malah mati.  Apa kau akan mengakhiri hidup seperti Sheng . Aku mohon kau jangan begitu , nanti Ling akan meninggalkanku lagi.” pinta Shashi.
Ling diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka dari balik tembok , dan Qiluo tidak bisa berkata-kata apa lagi menghadapi Shashi yang putus asa.
***
Qingmei mengeluhkan sifat Shashi yang bodoh , tetapi Qiluo dengan bijaksana berusaha netral. Qingmei tampak jengkel dengan Qiluo yang penyabar , dan saat itu Qingmei semakin geram mendengar dua mahasiswi mempergunjingkan Qiluo sebagai gadis patuh terhadap Ling.
Qingmei naik ke lantai atas dan langsung melabrak dua mahasiswi , untung saja Da Ye datang untuk melerai.
Qiluo tampak bingung dan meninggalkan mereka , dan Qingmei hendak menyusul namun dicegah oleh Da Ye. Qiluo berjalan seorang diri menuruni tangga depan bangunan kampus . Karena melamun , Qiluo hampir saja menabrak seorang pria muda dan tinggi . .

Pria itu adalah Tongdao (alumnus rumah sakit jiwa) yang akhirnya bertanya : “Numpang tanya , bagian administrasi kampus ini ada di lantai berapa ?”
“Lantai empat.” jawab Qiluo.
***
Dirumah , Shashi mogok makan dan mengurung diri di kamarnya , membuat ibunya khawatir.
(Kilas balik : Ling dan Sheng adalah pindahan mahasiswa baru dari Amerika Serikat . Karena kemiripan dan ketampanan mereka , segera mereka menjadi buah bibir , dan saat itu Shashi dan Zhuli ikut memperhatikan mereka. Sebaliknya Ling dan Sheng pun memperhatikan Shashi. )

***
Ling tampaknya sudah mendengar insiden yang menimpa Qingmei dan Qiluo , dan kali ini Ling menghampiri Qiluo di ruang kesenian.

Ling pun akhirnya kerumah Shashi . Ibu Shashi tampak cemberut menyambut kedatangan Ling , namun Shashi mendadak sehat kembali . Ling meminta Shashi untuk tidak membuat sesuatu yang mengkhawatirkan lagi.
***
Da Ye bersama Qingmei sedang menatap Ling dikejauhan yang duduk di tangga. Da Ye memandang prihatin dan berkomentar :” Kalau mereka tidak ditakdirkan bersama , apa boleh buat.”
Qingmei menggoda : “Jadi kau bisa merebut Qiluo , iya khan ? ”
Pada saat itu , mereka berdua melihat Qiluo sedang bertemu Ling dibawah.
Qiluo mengingatkan Ling untuk masuk kuliah , namun Ling meminta Qiluo untuk duduk.
Qingmei dan Da Ye pun akhirnya masuk ruang kelas.

Ling berkata pada Qiluo : “Hari ini hari kematian Sheng , namun aku tidak ingat dia dikubur dimana .”
“Apa kau tidak pernah menjenguknya ?” tanya Qiluo.
“Aku tidak bisa menerima kenyataan kalau Sheng sudah mati , sebenarnya , setelah kematian Sheng , aku lupa dengan semua yang terjadi.”

0 comments:

Post a Comment