Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 06

Standard


Ling kembali mengunjungi Rumah Sakit Jiwa tempat dimana dulu dia sempat dirawat. Dia sempat mendengar suara-suara aneh yang seperti memanggilnya. Ling pun bertemu dengan dokter yang dulu merawatnya.

LUKISAN CERMINAN JIWA

Sang dokter menyambut kedatangan Ling sambil mengasuh salah satu pasien yang masih kecil. Dia berpendapat bahwa salah satu proses rehabilitasi kejiwaan yang baik adalah dengan lukisan , dan menyebut Ling pun dulu menjalani hal yang sama.
http://4.bp.blogspot.com/-I1chlqN-23I/UklRD7914gI/AAAAAAAAOmg/5KYDaC7GNPg/s1600/Mars+06-02.jpg
“Lukisan apa , aku hanya mewarna dengan asal saja ,” sahut Ling sambil duduk dan tersenyum.
“Warna juga salah satu cara dalam mengungkap perasaan . Jujur saja apa kau datang kesini karena terjadi sesuatu ? ” kata dokter itu.
“Pak kepala , kamu bohong khan , aku sudah tidak bisa disembuhkan ?” tanya Ling.
Dokter itu berpikir sejenak lalu berkata : “Kamu saat dibawa pertama kali kesini kondisinya sangat parah , tetapi setelah dilakukan terapi obat dan kejiwaan , barulah kamu perlahan sembuh dan kami dapat mengijinkanmu untuk keluar dari sini . Luka dibatin serta luka jasmani adalah dua hal berbeda, dan bukan masalah sembuh atau tidak , tetapi tergantung dari bagaimana caramu untuk menghadapinya . Sampai sekarang kamu masih merasa kau yang membunuh adikmu khan ? ” kata dokter itu.
Ingatan Ling terbayang kembali pada saat adik kembarnya melompat dan bunuh diri.
***
Di ruang kelas , Ling tertidur saat dosen memberikan pelajaran. Qiluo pasrah dan hanya bisa menatap sambil bertanya dalam hati : “Dia tidak bilang maka kami pun tidak akan tanya . Aku takut kehilangan dia. Takut sekali. ”
Ling mencoba menyentuh Ling yang masih tertidur di kelas , dan akibatnya Ling secara reflek terbangun dan berdiri , langsung berkata : “Tujuan terakhirku adalah menjadi juara GP500 dunia.”
Seisi kelas pun tertawa , dan dosen pun menegur agar Ling membaca buku dulu baru pergi merebut gelar juara.
Setelah memandang Qiluo sesaat , Ling pun kembali tertidur , hahaha.
Usai pelajaran , Ling berpendapat pada Da Ye bahwa untuk mencegah rasa kantuk , kadang perlu belajar juga. Da Ye menggoda bahwa itu bukan rasa kantuk , tetapi tidur nyenyak.
Ling berkilah : “Aku tidak sengaja , tengah malam aku berkerja dan minggunya harus pergi balap. Aku capek sekali.”
Saat Da Ye memberikan buku , Ling mulai mengeluh bahannya banyak sekali. Saat itu Da Ye memandangi Ling dan teringat pertanyaan Qiluo sebelumnya mengenai sebab kematian adik kembarnya Ling.
Saat Da Ye hendak bertanya , A Bing keburu datang menyapa Ling dengan hangat dan menawarkan bir. Ling tampak senang dan meminumnya sedikit , tetapi A Bing bertanya : ” Aku dengar kau mau ikut pertandingan balap motor di Jepang khan ?”
“Bukan Jepang , tetapi Japan Open ,” ralat Ling.
“Hebat !! Aku boleh ikut ?” pinta A Bing.
“Tentu saja boleh , nanti dengan Da Ye dan Qingmei , kita berempat naik pesawat kesana , kalian jadi cheerleaderku saja ” kata Ling.
***
Ling masih meminum pemberian A Bing ketika Qiluo menghampirinya di taman.
“Kenapa Ibu Xiao Tiantian mencarimu ? Apa dia menyuruhmu menjauhiku ? ” tanya Ling.
“Bukan , aku disuruh ikut lomba lukis,”
“Sungguh ? Kalau kau menang , kau harus mentraktirku ,”
“Sebenarnya menang atau tidak bukan masalah penting, aku hanya mau melukismu. Ibu dosen menyarankan aku menjadikanmu sebagai tema kali ini. ”
Wajah Ling sedikit berubah , dan Qiluo kembali bertanya : “Apa kau tidak mau ?”
“Tidak , setiap saat kau bisa melukisku ,” kata Ling sambil tersenyum.

AYAH MACAM APA ?

Ling membonceng Qiluo ke suatu tempat , dan memperkenalkan Qiluo pada Xiangzhi , wanita tinggi semampai yang sedang berada di motor balap yang sedang menyala.

Didalam , Xiangzhi masih ngobrol dengan Ling.”Kamu pernah melihat Ling balapan ? Kamu harus melihat ekspresi wajahnya saat balap , dia adalah pembalap genius , dan saat 8 tahun sudah menarik perhatian dunia balap di LA. ”
“Delapan tahun ?” Qiluo terperanjat.
“Saat mengendalikanmotor , motor itu seperti bagian dari tubuhnya.”
“Sudah lama kenal Ling?” tanya Qiluo.
Xiangzhi mengangguk mengatakan iya.
“Apa kaukenal Sheng ? Maaf jika aku bertanya seperti ini tetapi aku ingin lebih memahami Ling, ” tanya Qiluo kembali , dan wajah Xiangzhi pun berubah.

Xiangzhi pun berpikir sejenak lalu menjelaskan : ” Mereka punya sifat yang berbeda , Sheng sangat patuh dan pendiam , suka melukis , melukis Ling seperti wajahnya sendiri saja , tetapi saat itu Sheng bilang mereka tidak mirip . Mereka kembar namun saling bergantung , pada saat Ling mengalami kecelakaan , Sheng bilang kalau Ling mati maka dia juga akan mati. Ucapan Sheng ketika itu sepertinya serius. Dua tahun yang lalu dia lompat dari gedung sekolah. Hari itu Ling melihat mayat yang wajahnya mirip dengannya. ”
“Kenapa dia bunuh diri ?” tanya Qiluo dengan wajah prihatin.
“Tak ada surat wasiat , tak ada yang tahu sebenarnya , tetapi diduga itu adalah tindak kekerasan disekolah. Zheng berbeda dengan Ling yang ceria. Sheng tertutup dan takut terhadap orang asing , hatinya memang baik tapi sangat lemah ,  Kematian Sheng merupakan pukuran berat bagi Ling , dia mulai memukuli setiap cermin dan tidak waras . Dia bahkan tidak mampu melihat dirinya dengan cermin , baik dengan lukisan maupun foto,  jadi ayahnya khawatir dan mengirimkan dia ke Rumah Sakit Jiwa ” lanjut Xiangzhi.
Pada saat itu Ming Gao masuk dan langsung menginterupsi : ” Dia bukannya tidak khawatir , tetapi tidak tahu harus bagaimana kemudian membawa ke RS supaya dokternya yang mengurusnya. Coba pikir ayah seperti apa yang menitipkan anaknya yang baru berusia lima tahun di rumah saudaranya di Los Angeles, saat ibunya baru meninggal , dan mereka dititipkan delapan tahun lamanya, dan tidak pernah sekalipun datang menjenguk. Dia tidak pantas disebut ayah!!”
Xiangzhi menenangkan :” Ming Gao , ayahnya pasti ada alasan yang kita tidak ketahui .”
“Sejak kecil Ling tidak punya ibu , sekarang dia seperti tidak punya ayah , dan keluarga satu-satunya adalah Sheng , yang mati dengan cara seperti itu. Ayahnya mana boleh menganggapnya sakit jiwa , mustinya yang masuk rumah sakit jiwa itu ayahnya. ”

Ling muncul didepan pintu dan dengan santai berkata bahwa suara mereka keras sekali sehingga terdengar dari luar ruangan.
***
Ling merenungkan saat kecil bersama Sheng , selepas kematian ibunya , dan sampai Sheng bunuh diri. Ling seperti mual kalau mengingat hal itu.
Qiluo minta maaf karena telah memaksa Ling untuk menjadi model lukisan dan tidak mau menyiksa Ling lagi.
Ling mengatakan tidak apa-apa , dan mengaku sejak bertemu Qiluo jadi takut dengan banyak hal , dan salah satu yang paling ditakuti adalah saat membonceng Qiluo di motor , tidak boleh melakukan kesalahan atau harus kehilangan Qiluo.
Qiluo tersentuh dan mencium Ling.
***
Qingmei dan Qiluo belanja pakaian untuk persiapan ke Jepang , Qingmei tampak antusias tetapi Qiluo mengaku tidak akan pergi karena tidak mendapat ijin. Qiluo menjelaskan pada Qingmei kalau ibunya trauma dengan motor balap karena ayah Qiluo meninggal karena itu.
Qiluo memohon agar Qingmei memberikan dukungan pada Ling di Jepang nanti , dan Qingmei bercanda apa Qiluo tidak takut pacarnya direbut ?
***
Ling sendiri akhirnya berangkat dengan Da Ye, Qing Mei, dan A Bing.  Da Ye tampak resah karena merasa akan terlambat , tetapi sebelum berpisah, Qi Luo hendak mengembalikan gelang keberuntungan milik Ling , namun Ling menolaknya , dan meminta barang pribadi Qiluo sebagai gantinya , yakni ikat rambut . Setelah itu Ling bersama Da Ye bergegas mengurus kepergian mereka di bandara.

ARENA BALAP . DUNIA SAKRAL

Da Ye tampak tersenyum di arena balap sambil mengamati para teknisi dalam mempersiapkan motor balap masing-masing . A Bing juga ada disitu dan meminta tolong Da Ye untuk meminta nomer telepon gadis-gadis cantik diarena balapan dalam bahasa Inggris. Da Ye tampak enggan , dan mereka melihat Qingmei sedang menatap seorang pria.  Sementara itu , Ming Gao dan teamnya prihatin dengan catatan rekor waktu Ling yang tidak terlalu bagus .

Malamnya Ming Gao membahas bersama Xiangzhi mengenai catatan rekor Ling. Xiangzhi menduga ini karena Ling mungkin sudah lama tidak balapan , tetapi Ming Gao merasa dengan kemampuan Ling harusnya hasilnya tidak seperti itu.
“Mungkin dia bisa ambruk karena tekanannya sendiri , bagaimanapun dia masih muda , tekanan adalah hal yang menakutkan.”
Ming Gao dan istrinya pun mencari Ling , tetapi dari kejauhan mereka malah menjumpai Ling sedang asik bersenda gurau dengan Qingmei , Daye dan A Bing.
Xiangzhi berkomentar pada suaminya : ” Syarafnya sudah melampaui manusia normal , dan aku rasa tidak ada pengaruh tekanan mental dalam dirinya.”
***
Matahari terbit menandakan harapan baru di pagi hari . Ling dalam busana bertudung kepala sedang berlari sambil mempelajari lapangan . Dia menatap sekeliling , termasuk angin yang berhembus pada sebuah bendera. Ling seperti mendapatkan pencerahan dan semangat , dan mulai tersenyum , kemudian terus berlari . Ling juga terus mengingat nasihat teknis dari Ming Gao .

Ming Gao memberikan nasehat : ” Disebelah hutan adalah point tertinggi dalam lomba ini , kalau melewatinya kamu akan masuk jalan lurus sepanjang 700m , kau bisa melaju dengan kecepatan 280 km / jam , ini adalah kecepatan standar , tetapi sudut selanjutknya kamu harus hati-hati , bagian ini adalah belokan bersambung , jika kamu tidak hati-hati motormu bisa terbalik. Sebelum garis final  ada garis lurus , jangan kamu menyepelekan , ada banyak pembalap yang terkejar disitu. ”
Sebelum balap dimulai , Ling melepas kangen dengan Qiluo melalui telepon interlokal.
“Halo Qiluo , ini aku , kau sedang apa ?” tanya Ling.
“Aku baru saja tidur dan hendak ke kampus , dan kau ? ” jawab Qiluo.
“Aku akan segera bertanding , disekeliling ada pembalap dan keliatan menyebalkan. Kalau kau sedang menciumku , aku akan segera masuk arena.”
Qiluo pura-pura mencium ponsel , dan Ling pun berjalan menyusuri lorong menuju arena balap dengan penuh keyakinan.
Jam 3.00 . Perlombaan pun dimulai . Qiluo mendoakan keselamatan Ling dan mulai melukis di atas kanvas yang besar .
Ling tampil dengan meyakinkan , di saksikan oleh A Bing – Qingmei – Da Ye di tribun penonton . Ming Gao dan teamnya pun sibuk mengawasi dari layar monitor.
Seorang pria berkomentar kepada Da Ye dkk , dan memperkenalkan diri sebagai teman seangkatan Ming Gao , hanya saja saat itu Ming Gao memilih jadi pembalap independen , dan pria itu memilih tim balap Eropa.  Pria itu mengaku datang menonton untuk melihat Ling , pembalap bernomer 61.


Ming Gao dan Xiangzhi terus mengawasi layar monitor . Kini Ling berada diposisi keempat.
Da Ye dkk bersorak saat Ling kembali menyusul salah satu pembalap. A Bing membanggakan kemampuan  Ling yang hebat , dan pria itu mengaku sudah mengamati Ling dari tiga tahun lalu , dan berkomentar bahwa Ling adalah pembalap jenius…………hanya saja , mudah-mudahan Ling dapat menyadari teknik-teknik pembalap saingannya (yang mungkin akan berbuat curang) .
Saat Ling sudah menyusul satu putaran pembalap juru kunci ,  pria itu berkomentar kondisi menjadi gawat , karena pembalap juru kunci itu sengaja menunggu pembalap nomer satu , kalau pembalap yang menyusul bukan rekan satu team maka akan di sabot.

Benar saja , pembalap juru kunci itu mencurangi Ling sehingga Ling kehilangan keseimbangan dan sempat terdiam karena motornya menyentuh tembok pembatas. Ling termenung sesaat melihat luka dan memberikan isyarat pada Ming Gao bahwa dia akan membalapkan motornya kembali.
(Ling pernah mengatakan pada Qiluo : ” Walaupun melaju dengan cepat , orang yang memahami tahu aku sedang mengejar batas lain , tetapi yang tidak paham akan mengira kami ini membuat polusi dan kebisingan. Bagi ibumu , aku pasti tidak ada bedanya dengan orang yang menabrak ibumu. ”
Qiluo menukas : “Jangan begitu , sebenarnya aku juga tidak mengerti dunia yang kau gemari , tetapi sejak aku mengenalmu aku mengerti bahwa dunia balap adalah dunia yang sakral bagimu. Jika dunia lukis ini setiap orang bisa menggambar , dan paling kekanak-kanakan sekalipun , tetapi orang yang mampu melaju di arena balap sangatlah sedikit dan harus mempertaruhkan nyawa pula , orang seperti itu pantas berlari ditempat yang indah. ” )
Mengingat hal ini , Ling kembali memacu motornya dengan kecepatan tinggi , sehingga pria yang didekat Da Ye dkk berkomentar bahwa kecepatan Ling menakjubkan , sementara itu Ming Gao di ruang pengawasan berkomentar bahwa perlombaan baru saja dimulai.

SINOPSIS LENGKAP

[Episode 1 ] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19][20] [21]

0 comments:

Post a Comment