Sunday, August 29, 2004

Sinopsis Mars (2004) - Episode 02

Standard


Ling memasuki sebuah minimarket , tetapi mendadak dia merasakan firasat aneh . Ling mendekati cermin didekatnya dan anehnya tidak terlihat bayangannya sendiri dicermin. Ling mulai gelisah , dan bayangannya itu akhirnya  muncul dicermin.

Untuk sesaat Ling merasa lega , tetapi mulai gelisah kembali ketika melihat bayangannya di cermin agak berbeda dengan posisi dirinya sekarang. Bahkan bayangan dirinya itu tersenyum secara mengerikan sehingga Ling memukul cermin itu sampai pecah.
Malamnya , Ling teringat  ucapan dokter yang pernah menanganinya : “ setelah kejadian itu , berhubungan dengan syaraf otak yang bertentangan , kenangan tidak hilang total , karena tersimpan didalam hati. Inti dari fungsi otak yaitu mengembangkan rasa takut. Masuk dalam kondisi mati suri dan berhenti bernafas , bahkan fungsi jantung juga bisa berhenti. Karena hubungan syaraf otak yang bertentangan , imajinasinya masih tetap ada. Pikiran menghindar dari kenangan.  ”
Ling kali ini benar-benar gelisah , bertolak belakang dengan reputasinya sebagai anak badung dikampus , kali ini dia seperti tidak berdaya dan meratap , bahkan terbaring lemas dan terlihat tangan yang berlumuran darah (akibat memukul cermin).

Kenangan lama muncul antara ibunya yang misterius dan bergaun putih , dan juga kembarannnya yang mencoba bunuh diri.
Ling akhirnya memandangi lukisan Qi Luo dimana seorang ibu dilukiskan sedang mengasuh anaknya yang masih kecil.
***

Pinjamkan Tubuhmu Padaku 

Pagi ini , kampus kembali penuh dengan mahasiswa yang beraktivitas. Ling kembali menjadi anak badung yang menerobos kampus dengan mengemudikan motor balap dalam kecepatan tinggi.
Didepan area masuk kampus , senior klub basket menawari Ling untuk bergabung karena melihat penampilan Ling yang brilian dalam pertandingan taruhan basket kemaren. Ling menolak dengan dingin bahwa itu hanya buang-buang waktu saja , kecuali bisa mendapatkan uang.
Ling langsung mendatangi Qiluo diruang kelas kesenian yang sedang berlangsung pelajaran saat itu. Ling tidak peduli dan terus memanggil Qiluo walaupun ibu dosen melihat Ling dengan sebal (karena reputasi Ling yang buruk di kampus itu.)
Ling menyapa ibu guru sambil tersenyum : “Guru Xiao Tiantian , halo .”
Ibu guru itu berkata pada Qiluo : “Kenapa kau bisa kenal anak nakal itu? Dengarkan ibu , jauhi dia”
Ling tidak peduli dan tetap tersenyum , terus memaksa Qiluo agar keluar ruangan. Qiluo akhirnya keluar dengan ragu-ragu.
Sampai diluar Ling berkata : “Maaf , kau sedang belajar tetapi aku malah menyuruhmu keluar.”

Ling mengembalikan gambar tersebut dan terkejut mendengar Qiluo mengucapkan terima kasih ,karena sudah membuat gambar itu kusut.

“Apapun yang aku percaya , pokoknya dunia ini memang kacau , dan cepat lambat akan binasa. Aku tidak percaya dunia ini akan menjadi indah , maka lebih baik kiamat yang membara dan megah.”
“Kalau dunia benar-benar binasa , apa kau tidak sedih ?” sahut Qiluo yang menunda sejenak lukisannya.

Dan ya , Qiluo penasaran kenapa tangan Ling terluka , tetapi Ling sudah tertidur pulas di kursi. Qiluo menghampiri Ling yang tertidur dan berkata : “ Tingkah lakunya memang aneh , membuat orang sulit memahaminya , tetapi dia punya wajah yang bersih dan polos. Aku sama sekali tidak bisa merasakan sisi jahatnya.”

Mengajari Ikan Berenang

Lamunan Qiluo mengenai Ling berlanjut hingga kelas bahasa Inggris, dan Dosen Fang (yang melecehkan Qiluo) kini berusaha mempermalukan Ling yang sedang tertidur (lagi) dikelas ,  dengan menyuruhnya maju untuk mengerjakan tugas.
Guru Fang berseru pada Ling yang tertidur dikelas : “Chen Ling ……Chen Ling ……”
Daye berbisik pada Ling , sementara Qingmei ingin melindungi Ling dengan cara menawarkan diri untuk maju.
Guru Fang berkata lagi pada Qingmei : “Tidak usah buru-buru , mari beri kesempatan ,  dan Ling , kamu sudah dua tahun belajar , pasti sudah bisa khan , ayo maju ? “
Ling mengumpulkan nyawa sesaat karena habis bangun tidur , kemudian maju dan memandang papan sesaat , dan Guru Fang menyindir : “Apakah kamu baru bersemangat di 10 menit terakhir pelajaran ini ? “
Ling dengan dingin berkata : “Kau yang membuatku bangun ,jadi jangan menyalahkan aku.”

Dosen Fang tertawa meremehkan , tetapi ternyata Ling dengan mudah menjawab persoalan bahasa Inggris itu sambil tersenyum sinis. Guru Fang baru menyadari bahwa Ling menuliskan : “ Dosen yang keliatan baik ini sebenarnya bajingan yang melecehkan seorang mahasiswi.”
Dosen Fang panik dan Ling mempermalukan dia secara telak . Ling terkekeh berkata : “Aku tinggal di Amerika Serikat selama delapan tahun sejak kecil.” (Artinya sudah pasti sangat mahir berbahasa Inggris.)
Ling meninggalkan “mangsa empuk” nya , dan Dosen Fang dengan panik menghapuskan tulisan Ling di papan tulis. Ling terkekeh dan berjalan sambil melewati posisi Qiluo duduk , dan meminta untuk toss. Qiluo yang pemalu akhirnya meladeni dengan kaku.

Alumnus Kejiwaan

Dibalik rerimbunan pohon di hari yang terik , seorang pemuda bertubuh tinggi dan berambut lurus sedang berdiri di antara bayang-bayang pepohonan.
Dia bernama Tong Dao ketika seseorang memanggilnya didepan halaman rumah sakit jiwa yang asri. Tongdao segera kembali kedalam.
Tongdao diberitahu oleh dokter bahwa sebentar lagi dia akan bebas setelah dua tahun berada di tempat ini . Dokter itu tampaknya sangat memperhatikan setiap pasien sehingga hapal nama Tongdao .
Tongdao pun menanyakan siapa pelukis dari lukisan yang disodorkannya itu sekarang. Lukisan itu tampak aneh , kusut , muram dan bertaburan goresan hitam .
Sang dokter teringat bahwa lukisan itu dibuat oleh salah satu mantan pasiennya juga . Dokter mendeskripsikan pelukis itu sebagai pria yang sebaya dengan Tongdao , dan ketika melakukan “debut” di rumah sakit jiwa , dia tidak berani bercermin , bahkan merusak hampir semua cermin dirumah sakit ini.

Psywar

Qingmei mencegat Ling usai kuliah , dan mengajaknya bertemu dirumah Ling , tetapi Ling sempat sungkan karena mereka sudah putus , walau demikian Ling berbalik lagi menyanggupi nanti malam .
Ling pulang dengan sepeda motornya , dan Dosen Fang mengawasi diam-diam dengan pandangan misterius. Ditengah perjalanan Ling mulai menyadari motor balapnya disabot . Jika saja Ling tidak punya ketrampilan tinggi tentunya bisa mati , karena sebuah truk gandeng besar sedang melintas. Ling dengan brilian membuat sepeda motornya menerobos kolong bawah truk.

Keesokan harinya , Ling menarik paksa Dosen Fang dan menggiringnya ke sebuah tangga yang sepi . Ling menggerutu bahwa hampir saja masuk rumah sakit. , kini Ling membalas dengan menghadapkan Dosen Fang secara paksa ke tangga yang tinggi dan panjang .
Dosen Fang mulai ketakutan jika Ling mendorongnya untuk jatuh di tangga yang panjang itu.
Ling berkata : “Aku suka dengan hal yang menegangkan , tetapi Bapak Fang yang terhormat , kalau melakukan sesuatu sebaiknya hingga tuntas. Kalau aku jadi kau maka aku tidak akan membiarkannya hidup.”
Dan Ling mulai menakut-nakuti dengan memegang bahu Dosen Fang seolah-olah siap untuk mendorongnya jatuh ke tangga itu.

Ah , tetapi Ling tersenyum dan melepaskan Dosen Fang , dan turun ke tangga. Sebelum pergi , Ling kembali melancarkan perang psywar dengan mengingatkan agar Dosen Fang berhati-hati saat mengemudikan mobil.
Kali ini Ling menang , karena Dosen Fang memutuskan untuk mengundurkan diri , sehingga seisi kelas heboh mendengar hal ini. Ling sendiri sedang tertidur pulas saat itu.

Aku Cemburu

Qiluo sedang menyerut pensil ketika Qingmei terus menempel pada Ling yang memasuki kelas. Qingmei meminta Ling untuk memboncengnya dengan motor , dan Ling dengan malas menolak dengan alasan motor balapnya bisa cemburu kalau membonceng gadis lain.
Ling memilih duduk didekat Qiluo , sehingga Qingmei kehilangan muka dan api cemburu membara dalam dirinya. Qingmei dengan sengaja menyenggol Qiluo yang sedang asyik menyerut pensil dengan pisau cutter , sehingga jari Qiluo terluka dan berdarah.
Ling cemas dan menarik lengan Qiluo untuk disedot darahnya langsung oleh mulut Ling. Qingmei semakin cemburu melihat hal itu.

Dalam pelajaran atletik yang lain , Da Ye mengingatkan Ling bahwa dengan kondisi terakhir maka akan membuat Qiluo dalam bahaya karena Ling sendiri.
Ling menduga Da Ye menyukai Qiluo , dan Da Ye pun sulit menyangkal walaupun mengajukan berbagai alasan untuk itu . Da Ye pun sprint dan berlari meninggalkan Ling di garis start.
Dugaan Da Ye benar , karena diatap kampus , Qingmei dkk membully Qiluo habis-habisan , bahkan baju luar Qiluo dibuang begitu saja sehingga hanya tersisa pakaian dalam.  Qingmei mengancam bahwa Qiluo jangan mendekati Ling lagi.

Secara kebetulan Ling yang ingin menyendiri naik ke atap sekolah, dan menemukan Qi Luo dalam keadaan meringkuk dan menutup kepala dengan lengannya , dan tampak kedinginan oleh angin berhembus karena hanya mengenakan pakaian dalam saja.

Ling penasaran siapa yang melakukan tetapi Qiluo bungkam dan menyalahkan diri yang lemah sehingga di tindas. Ling menawarkan jaket balapnya untuk dikenakan oleh Qiluo, dan dengan lembut ia memasangkan jaketnya untuk membalut tubuh Qiluo (menjilat ludah sendiri karena sebelumnya Ling menolak membonceng Qingmei) .

Kehangatan Seorang Ibu

Ling membawa Qiluo pulang dengan motor balapnya. Suara motor yang khas dan berat itu terdengar hingga ke ruang kelas . Qingmei yang berada didalam kelas menyadari sesuatu dan nyelonong keluar kelas untuk melihat dari kejauhan bahwa Qiluo sedang diboncengi Ling dengan kecepatan tinggi.
Ling sudah mengantar Qiluo sampai kedepan rumah . Ling kembali berkelakar bahwa Qiluo sudah menyerahkan dirinya. Qiluo sambil menunduk memprotes bahwa gurauan itu tidak lucu , karena dia menganggapnya serius.
Qiluo berlari masuk kerumah dan Ling mengejarnya. Ibu Qiluo kebetulan ada disana dan melabrak Ling , tetapi Qiluo buru-buru menjelaskan bahwa Ling telah menyelamatkannya.
Ling memberi salam pada Ibu Qiluo dan menyodorkan lengan untuk berjabat tangan dan berkenalan. Ibu Qiluo membalas dengan sungkan . Entah kenapa saat menyentuh lengan ibu Qiluo , Ling merasakan kehangatan seorang ibu .

Ibu Qiluo merasa risih dan menarik tangannya , serta menyuruh Qiluo untuk lekas masuk rumah , tetapi sebelum itu Ling menanyakan apa pandangan Qiluo terhadap Da Ye.
Qiluo bingung dengan pertanyaan Ling , dan Ling pun mengurungkan niatnya.
Qiluo masuk kerumah dan lekas menutup pintu sambil menyadari jaket balap milik Ling masih dikenakannya. Qiluo pun menggantung jaket balap itu dan memandangnya dengan penuh arti.


***
Dirumah sakit , Ming Gao menawari Ling untuk menjadi pembalap. Ling ragu karena motor saja tidak punya , dan Ming Gao menenangkan bahwa dia akan menyiapkan segalanya untuk Ling , termasuk membentuk tim dan melatih Ling. Mereka pun sepakat.

SINOPSIS LENGKAP

[Episode 1 ] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19][20] [21]

0 comments:

Post a Comment